17 April 2026
Beranda blog Halaman 41745

Slackline: Dobrak Batas Ketakutan Manusia

Jakarta, Aktual.co — Slackline adalah termasuk salah satu olahraga ekstrim yang menitikberatkan pada keseimbangan yang memakai tali antara dua titik. Slackline mampu dengan cepat berkembang karena kesederhanaan, fleksibilitas, dan kemampuannya untuk dilakukan di berbagai tempat. Para penggiat yang bermain slackline biasanya disebut “slackers”.

Keunikan dari slackline dari olahraga ektrim lainnya, terletak pada sensasi psikologisnya. Slackline lebih menekankan pada upaya mendobrak batas mental manusia. Selain itu, slackline bermanfaat untuk melatih konsentarasi dan fokus.

Sekedar informasi, slackline masuk ke Indonesia pertama kali pada 2008 lalu, setelah seorang pegiat panjat tebing asal Yogyakarta, Arka Setiawan yang mencoba olahraga tersebut di Jerman. Salah satu komunitas yang bergerak dalam olahraga ini bernama IndoSlackline, yang berdiri pada Mei 2012. Proses terbentuknya dari referensi temannya dari Inggris, Graham Mitchell.

“Dia memperkenalkan slackline pada acara gathering pendaki gunung di Pelabuhan Ratu, Sukabumi. Kebetulan teman saya (Agus) suka dengan olahraga itu. Kemudian kami bertiga (Graham Mitchel, saya dan Agus) membuat komunitas yang bermain di Taman Surapati,” kata Isro Adi Harso, pendiri Indoslackline.

Isro mengungkapkan alasan dirinya memilih olahraga ini sebagai sebuah gaya hidup (lifestyle) anak muda perkotaan. “Slackline adalah olahraga sederhana dengan disiplin ilmu yang kompleks. Selain itu olahraga ini lebih mengasah batas mental dan fisik kita. Keinginan terbesarnya, ingin ikut gathering ‘Urban Highlining’ di Polandia. Karena slackers dari seluruh dunia datang ke sana,” ungkapnya.

Tujuan didirikan slackline, sebagai media untuk mengedukasi masyarakat Indonesia agar lebih mengenal olahraga ekstrim tersebut. Selain itu, juga sebagai tempat untuk mencari bibit-bibit baru. Program kegiatannya terdiri dari, latihan rutin, sosialisasi, traveling, gathering, dan coaching clinic.

Di Indonesia komunitas slackline ada di sepuluh kota besar di tanah air. Sedangkan, Indoslackline mewadahi komunitas di Jakarta, Cilacap, Purwokerto, Yogyakarta, dan Solo. “Target kita ke depan, sedang membuat grup slackline yang mewadahi komunitas di seluruh Indonesia,” ucapnya menambahkan.
 
Indoslackline memiliki jumlah anggota 100 orang, dengan usia berkisar paling muda 5-42 tahun. Slackline terbagi menjadi enam kategori umum yakni, urbanlining (perkotaan), tricklining (akrobatik), waterlining (pantai), highlining (ketinggian), tunelining (musik), windlining (kondisi yang sangat berangin). 

Alat-alat utama yang dipakai dalam olaharaga ini yaitu line ( tali webbing khusus slackline. Untuk highline ukurannya 2,5 cm. Trickline 5 cm), pulley system (double pulley, jumar/ascender/croll, shackle, tali kernamtel, line lock, MR/rapid), brake system (grigri, carabinner/MR), anchor system (hanger/dynabolt set, round sling, shackle, padding), back up system (round sling, pulley, kernamntel), dan safety (tali leash dynamis, ring lock, harness).

Sementara itu, beberapa trik slackline diantaranya, walking backwards, turns, drop knee, running and jumping, bounce walking, Spiral dan trifoll, dan backflip. “Materi latihan untuk pemula, paling dasar itu dia harus bisa berdiri seimbang di atas tali minimal 15 detik, kemudian mulai berjalan (paling bikin frustasi) biasanya 1 bulan. Kemudian Mulai melakukan trick,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Mundur dari Bursa Ketum Golkar, MS Hidayat Dukung ARB

Denpasar, Aktual.co —Salah satu calon Ketua Umum (Ketum) Golkar, MS Hidayat menyatakan mengundurkan diri dari bursa pencalonan Ketum DPP Partai Golkar periode 2014-2019. 
Namun dia membantah kalau pengunduran dirinya sebagai bentuk kekalahan sebelum bertanding. 
“Dengan ini saya menyatakan mengundurkan diri. Semua ini demi keutuhan partai,” kata Hidayat di Nusa Dua, Bali, Minggu (30/11).
Mantan Menteri Perindustrian era SBY ini tak memungkiri jika fakta politik dalam dinamika partai berlambang beringin yang terjadi sejak Rapimnas Golkar di Yogyakarta. Yang menunjukkan kekuatan dukungan kader di daerah condong kepada Aburizal Bakrie (ARB). 
“Saya menyadari hal itu, yang artinya kader daerah masih menginginkan ARB kembali memimpin Partai Golkar,” tuturnya.
Kendati begitu, ia berharap agar pelaksanaan Munas berlangsung fair, sehat dan demokratis demi mengembalikan kejayaan dan kebesaran Partai Golkar. 
“Saya tidak ingin ambisi pribadi di Munas menjadi awal keretakan dan perpecahan Golkar. Karena ambisi pribadi merebut posisi ketua umum.”
Ia berharap kandidat lain tetap menjunjung martabat dan harga diri partai. Ia berharap pasca-Munas Bali tak lagi muncul partai baru seperti yang terjadi pada Munas sebelum-sebelumnya seperti PKPI, Hanura, Gerindra dan Nasdem.
“Cukup sudah partai-partai itu muncul. Justru Munas ini diharapkan menjadi momentum para kader dan kekuatan Golkar untuk kembali bersatu,” tegasnya. 
Usai menyatakan mengundurkan diri, Hidayat selanjutnya mengalihkan dukungan kepada ARB. “Jadi, fakta politik itulah yang memutuskan saya untuk bergabung dengan ARB. Namun saya tetap kritis, obyektid dan proporsional kepada ARB demi kesolidan dan kebesaran Golkar,” tutupnya. 

Artikel ini ditulis oleh:

Komisi III DPRD Pertanyakan Anggaran Rp 605 Miliar untuk Tangani Banjir

Jakarta, Aktual.co — Komisi III DPRD Kalimantan Timur mengkritisi program pemerintah daerah dalam menangani banjir di sejumlah kabupaten dan kota di wilayahnya yang tak kunjung usai.
Anggota Komisi III DPRD Kaltim Masykur Sarmian menyebut, pemerintah daerah akan berhasil menyelesaikan persoalan banjir yang dengan menganggarkan dana melalui APBD sebesar Rp 605 miliar.
“Saya ragu seluruh dana yang dikucurkan bisa menuntaskan problem banjir, saya tidak melihat ada langkah taktis yang benar-benar mengurangi titik banjir, yang ada justru malah akan semakin bertambah,” katanya di Samarinda, Minggu (30/11).
Menurut Politikus asal Partai Keadilan Sejahtera itu, langkah prefentif yang telah dilakukan pemerintah daerah dalam menangani banjir tidak sebanding dengan biaya yang telah dikeluarkan. Karena, titik-titik daerah yang selalu menjadi langganan banjir, tetap dalam kondisi yang sama ketika musim penghujan tiba.
“Kita minta ‘goodwill’ agar pengendalian banjir ini bisa dituntaskan seperti harapan masyarakat. Dengan begitu kepercayaan masyarakat bisa tumbuh karena adaya komitmen kita bersama,” kata Masyakur.
Dia mengatakan, masyarakat tentu bertanya-tanya dengan anggaran yang sedemikian besar, apa yang telah dihasilkan. “Jika banjir itu di Kota Samarinda, maka pemerintah kota setempat seperti wali kota sebagai kuncinya harus diajak berkoordinasi di titik mana saja yang akan dibebaskan lahannya untuk menangani banjir,” katanya.
Dia menyontohkan, jika di Samarinda titik yang akan diselesaikan di wilayah Sempaja, maka harus benar-benar difokuskan ke lokasi itu. Jika berhasil, tentu ini akan menumbuhkan kepercayaan masyarakat.
“Kalau masyarakat memahami manfaat proyek pengendalian banjir, maka mereka diharapkan tidak mematok harga tinggi untuk lahan yang akan dibebaskan. Intinya ada ‘win-win solution’ untuk kepentingan bersama.”
Sementara itu anggota Komisi III DPRD Kaltim lainnya Irwan Faisyal HP mengharapkan pemerintah menuntaskan masalah banjir sebaiknya fokus pada drainase lebih dulu.
“Kecuali jika kondisi jalan mendesak untuk diperbaiki. Jika tidak, sebaiknya focus pembenahan drainase lebih dulu. Kalau drainase sudah baik maka tidak akan terjadi banjir yang menyebabkan kerusakan jalan akibat aspal terendam air banjir,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Gelar Seminar “PLB EXPO” Mahasiswa Sosialisasikan Ciri Penyandang Disabilitas



Jakarta, Aktual.co —Badan Eksekutif Mahasiswa, fakultas Pendidikan Luar Biasa, Universitas Negeri Jakarta, menggelar Seminar bertema “PLB EXPO” yang digelar di Gedung Sertifikasi Guru, Universitas Negeri Jakarta, Rabu, 26, November, 2014. 
Ketua Pelaksana acara seminar PLB EXPO, Kharisma Fikri MahardYan menjelaskan bahwa, seminar yang diselenggarakan adalah untuk memperingati hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada tanggal 3 Desember, dan mensosialisasikan pada masyrakat mengenai ciri-ciri penyandang Disabilitas serta dapat menjadi wadah bagi penyandang Disabilitas yang berkebutuhan khusus agar bisa menyalurkan bakat dan kreatifitasnya. 
Selain itu, Fikri juga menjelaskan, bahwa seminar “PLB EXPO” ini memiliki tiga rangkaian acara yang diagendakan pada tanggal 26, November, 3, Desember, hingga puncak acara pada 6, Desember, 2014, yang mengagendakan kegiatan bakti sosial dengan mendatangi Yayasan Tuna Ganda, Palsigunung, Cijantung, yang memiliki tiga  Sekolah Luar Biasa (SLB) di Jakarta, diantaranya adalah, SLB Mili Bakti, Rawamangun, Jakarta Timur, SLB Winasis, Tebet, Jakarta Selatan, serta SLB Cahaya Jaya, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Artikel ini ditulis oleh:

Warnoto

Menkumham Sebut Pembebasan Pollycarpus Sesuai Ketentuan

Jakarta, Aktual.co — Terpidana pembunuhan aktivis penggiat Hak Asasi Manusia Munir, Pollycarpus Budihari Prijanto telah mendapatkan pembebasan bersayarat, dari Rumah Tahanan, Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. 
Menangggapi bebasnya, Pollycarpus, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly menilai, pemberian bebas bersyarat Pollycarpus sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Itu sih sudah memenuhi ketentuan, jadi kita juga jangan menghalangi hak asasi orang lain, jadi warga binaan itu juga punya hak asasi, sepanjang ini kan sudah 2/3 masa hukuman, bahkan seharusnya, itu, jauh sebelumnya sebenarnya dia sudah berhak, yah,” katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Minggu (30/11).
Dia mengatakan, pemberian bebas bersyarat dilakukan setelah dinilai remisinya, perbuatannya, kelakuannya, sampai dengan masa hukumannya. “Itu kita keluarkan kita tidak punya alasan untuk menunda. Kami di Kemenkumham, filosofinya kan membina, dia punya hak asasi, dalam UU Pemasyarakatan juga seorang warga binaan punya hak untuk apa namanya memperoleh kemerdekaan hak pembebasan bersyarat,” katanya.
Politikus asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu mengatakan, mengenai perlindungan terhadap masalah HAM-nya,  dia menganggap tidak ada yang terlalu hebat. Apalagai, Pollycarpus telah menjalani 2/3 masa hukumannya. Selain itu, kasus Pollycarpus tidak masuk dalam PP 99/2012 tentang remisi bagi kejahatan luar biasa.
“Karena dia berbeda, dia tidak tunduk pada PP 99, karena ini kriminal biasa, pidana umum, tidak ‘extraordinary crime’ walaupun menyangkut HAM,” katanya.
Untuk itu, dia mengajak para pengkritik kebijakan bebas bersyarat tersebut untuk turut pula menghormati HAM orang lain. “Jadi, ini menurut kami tidak ada masalah, saya juga mengajak teman-teman dari Komnas HAM, jangan menyamaratakan bahwa pada saat yang sama kita mendukung penegakan HAM, tetapi juga hak-hak orang-orang di dalam itu juga sebagai warga binaan, sebagai ‘human being’ (manusia),” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Jumlah Penderita HIV-AIDS di Sampang Alami Peningkatan

Jakarta, Aktual.co — Jumlah penderita HIV-AIDS di Sampang, Jawa Timur tahun 2014 mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yakni dari 32 kasus menjadi 43 kasus.
Humas RSUD Sampang Yuliono mengatakan, peningkatan jumlah penderita HIV-AIDS berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan semua petugas medis di lingkungan Dinas Kesehatan dan pasien yang pernah diwarat di RSUD Sampang.
“Ada peningkatan sebanyak 11 kasus dibandingkan dengan tahun 2013,” kata Yuliono di Sampang, Minggu (30/11).
Dari jumlah total sebanyak 43 penderita itu, sambung dia sebanyak empat orang di antaranya telah meninggal dunia. Dia mengatakan, pasien penderita HIV-AIDS di Sampang umumnya enggan berobat ke balai pengobatan umum, seperti Puskesmas dan rumah sakit, karena menganggap bahwa jenis penyakit itu memalukan dan dianggap sebagai penyakit kutukan.
Pasien yang berobat, umumnya karena terpaksa, serta sudah tidak kuat menahan rasa sakit yang dideritanya akibat ketahanan tubuhnya kian menurun.
“Ada rasa malu pada diri pasien, ketika dirinya diketahui menderita HIV/AIDS oleh masyarakat, termasuk famili dekatnya,” kata Yuliono.
Seharusnya, kata dia, anggapan seperti itu tidak terjadi, karena penderita HIV-AIDS bukan hanya karena berhubungan seksual dengan orang bukan muhrim, tetapi banyak di antara mereka karena tertular.
“Makanya pada Hari AIDS yang jatuh pada 1 Desember ini, kami mengajak dan ingin mengingatkan kepada masyarakat akan pentingnya keterbukaan, serta pentingnya untuk menjauhi hal-hal yang bisa mengakibatkan seseorang terjangkit HIV-AIDS,” katanya.
Jumlah warga yang menderita HIV-AIDS di Kabupaten Sampang ini lebih banyak dari Pamekasan, sebab berdasarkan data Dinas Kesehatan Pemkab Pamekasan hanya mencatat 27 warga yang positif menderita HIV-AIDS. Di Bangkalan sebanyak delapan orang dan kini telah mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit dr Soetomo di Surabaya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain