17 April 2026
Beranda blog Halaman 41746

Pengamat Seni: Gong Kebyar Bali Dipandang Secara Visual

Jakarta, Aktual.co — Pengamat dan pelaku seni budaya Bali, Kadek Suartaya, SS Kar, MSi menilai, gong kebyar keberadaannya kini telah mendunia, jika dipandang dari sudut audio dan visual.

“Secara audio kebyar adalah bunyi yang keras serentak dan secara visual kebyar sinar sesaat yang terang benderang,” kata Kadek Suartaya yang juga dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Minggu (30/11).

 Ia mengatakan, karakteristik musikal ngebyar, secara sadar dan tak sadar, mewarnai estetika sebagian seni karawitan Bali seperti tampak dalam gender wayang, angklung, joged bumbung dan balaganjur.

Penyebaran gong kebyar yang luas di setiap desa atau banjar di Pulau Dewata, turut membawa pengaruh bergesernya fungsi sejumlah barungan gamelan Bali.

Gong gede yang berfungsi menyajikan musik instrumentalian tabuh-tabuh lelambatan dan mengiringi tari-tarian ritual seperti baris dan rejang, tergantikan oleh gong kebyar.

Demikian pula dramatari calonarang yang lazimnya diiringi dengan gamelan panyalonarangan, kini diiringi dengan gong kebyar. Kadek Suartaya menambahkan, tari legong keraton yang di masa lalu diiringi dengan gamelan palegongan, kini sudah tidak aneh lagi diiringi dengan gong kebyar.

Bahkan, kesenian arja yang biasanya pentas dengan kekhasan gamelan gaguntangan, pada tahun 1970-an sempat dengan penuh bangga diiringi dengan gong kebyar.
 
Gong kebyar mengokohkan dirinya menjadi gamelan fleksibel multifungsi, sehingga makin bermakna ketika masyarakat Bali menerima kelahiran sebuah teater rakyat pada tahun 1967.

Teater itu pada awalnya disebut drama klasik oleh penciptanya, Anak Agung Raka Payadnya. Namun karena teater berbahasa Bali itu menggunakan iringan gong kebyar, atas saran I Gusti Nyoman Panji, kepala Kokar Bali saat itu, kemudian diberi nama drama gong.

Gong kebyar beberapa tahun sebelumnya telah berkontribusi terhadap munculnya sendratari di Pulau Dewata. Sejak sendratari Bali muncul pertama tahun 1962, yakni sendratari Jayaprana, buah karya I Wayan Beratha hingga di era Pesta Kesenian Bali (PKB) sekarang tidak pernah lepas dari iringan gong kebyar.

“Apa yang kini dikenal sebagai tari kebyar (masyarakat sering menyebut tari lepas) seperti tari Kebyar Duduk, Tarunajaya, Wiranata, Mergepati, Tenun, Nelayan, Kidang Kencana, Cendrawasih dan Manukrawa karena selain menggunakan estetika tari kebyar juga mengacu pada gong kebyar sebagai musik iringannya,” ujar Kadek Suartaya.

Artikel ini ditulis oleh:

Semburan Gas Dianggap Membahayakan, Polres Sampang Pasang Garis Polisi

Jakarta, Aktual.co — Polres Sampang, Jawa Timur, terpaksa memasang garis polisi di lokasi semburan gas di Dusun Gunung Kesan, Kecamatan Karangpenang.
“Kami memang meminta agar dipasang garis polisi, karena faktanya semburan gas itu tergolong berbahaya dan mudah terbakar,” kata Kabag Ops Polres AKP Sarwo Waskito di Sampang, Minggu (30/11).
Apalagi, lokasi semburan gas ini terletak di pekarangan rumah warga saat menggali tempat buang air besar. Namun, pada kedalaman tiga meter, tiba-tiba pekerja mencium bau gas dan semakin lama semakin kuat.
Warga selanjutnya mencoba menutup galian itu dan menyalurkan selang kedalam galian lalu dibakar. “Ternyata menyala, dan nyalanya biru seperti nyala pada kompor gas itu,” kata penggali saptic tank, Abdul Muin.
Atas temuan itu, warga selanjutnya melaporkan kepada aparat desa setempat dan aparat desa melaporkan ke Pemkab Sampang.
Sejak adanya temuan semburan gas pada 20 November 2014 itu, warga beramai-ramai melihat dari dekat karena ingin mengetahui secara langsung.
“Sekarang warga tidak bisa mendekat lagi, karena sudah dipasangi garis polisi, bahkan dijaga oleh beberapa petugas kepolisian,” kata warga setempat, Sapari.
Berdasarkan catatan sebelumnya, semburan gas yang ditemukan warga dan menghebohkan di Sampang kali ini, merupakan kali kedua dalam dua tahun terakhir ini.
Pada Desember 2012, semburan air berbau gas disertai api juga terjadi di SDN Angsokah 3 Omben, Sampang. Semburan gas disertai api itu muncul, setelah pihak sekolah melakukan pengeboran untuk mencari sumber air guna keperluan air bersih bagi para siswa dan guru.
Namun setelah mencapai kedalaman 40 meter, maka keluarlah air dengan bau belerang yang menyengat. Bahkan bau belerang tersebut tercium hingga radius 10 meter dari pusat semburan.
Kala itu masyarakat di sekitar sekolah panik, khawatir akan terjadi seperti kasus lumpur Lapindo di Sidoarjo. Namun semburan itu hanya berlangsung selama sekitar satu minggu dan setelah itu terhenti.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Pengamat: Prasetyo Tidak Akan Berani Usut Kasus Surya Paloh

Jakarta, Aktual.co — Pengamat Politik dan Hukum dari Universitas Negeri Jakarta, Ubedilah Badrun menilai Jaksa Agung HM Prasetyo tidak akan berani mengusut kasus kredit macet Bank Mandiri oleh PT Citra Graha Nusantara (CGN) senilai 160 milyar yang melibatkan Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh.

“Saya melihat Prasetyo masih ada kedekatan dengan Nasdem, oleh karena itu, Prasetyo tidak akan berani mengangkat kasus yang itu,” kata Ubedilah kepada Aktual.co, Minggu (30/11).

Ubedilah mengatakan, walaupun Prasetyo telah menyatakan keluar dari Partai Nasdem, namun tidak serta merta mantan Jaksa Muda Tindak Pidana Umum periode 2005-2006 itu, melupakan Nasdem.

Pasalnya, lanjut Ubedilah, berkat Nasdem karir Politik Prasetyo melejit puncaknya ketika terpilih menjadi Anggota DPR 2014-2019 dari Dapil Jawa Tengah 2.”Menjadi Jaksa Agung pun berkat Nasdem,” ujar dia.

Adanya keterikatan inilah yang menyebabkan Prasetyo dinilai tidak akan pernah sedikitpun mengusik kasus yang melibatkan Surya Paloh atau orang-orang dekat dilingkaran Partai Nasdem.

“Ini yang dikhawatirkan karena tidak mungkin melupakan jasa Partai Nasdem ketika Prasetyo pernah menjadi bagian dari Nasdem.”

HM Prasetyo yang dilahirkan di Tuban, Jawa Timur, pada 9 Mei 1947 ditunjuk sebagai Jaksa Agung berdasarkan Keputusan Presiden No. 131/2014 yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada Kamis pagi (20/11).

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Zaenal Minta Ical Nyalon Jadi Ketum di Munas Golkar

Denpasar, Aktual.co —Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), Zaenal Bintang menantang Aburizal Bakrie (ARB) memperebutkan kursi Ketua Umum DPP Partai Golkar. 
Anggota Presidium Penyelamat Penyelamat Partai Golkar itu sendiri mengaku keputusannya untuk datang dan mencalonkan diri sebagai Ketum Golkar di Munas lantaran terpanggil untuk menyelesaikan konflik internal di tubuh partai berlambang pohon beringin.
“Konfliknya tidak pada ranah ideologis, tapi soal teknis pelaksanaan munas,” tuturnya di Nusa Dua, Bali, Minggu (30/11). 
Zaenal sendiri berharap agar Munas kali ini menjadi ajang rekonsiliasi akbar kader Golkar untuk kembali bersatu menuju kejayaan Partai Golkar.
Namun dia enggan memaparkan modal politiknya untuk merebut kursi yang masih dijabat ARB tersebut. “Ada beberapa DPD tingkat I dan II,” urainya. 
Ia juga mengaku mendapat restu dari pendiri Partai Golkar dan SOKSI, Suhardiman atas pencalonannya tersebut. Kendati begitu, Zaenal siap menerima kekalahan pada Munas yang akan berlangsung secara demokratis, transparan dan musyawarah mufakat.
Keputusan lain dirinya untuk maju bursa Ketua Umum Golkar lantaran baru ARB saja yang menyatakan kesiapannya. “Sehingga harus ada alternatif kandidat lain,” tegas Zaenal.
Ia menolak langkah pemilihan Ketua Umum Golkar dengan cara aklamasi. Menurutnya, jika Golkar menempuh langkah aklamasi untuk memilih ketua umum, maka langkah tersebut tak baik baik Golkar. “Tidak demokratis. Dan, itu tidak baik bagi Golkar,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Walhi Minta Proyek Pembangunan Rel Kereta di Kalteng Dibatalkan

Jakarta, Aktual.co — Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Nasional meminta kepada Pemerintah agar membatlkan proyek rel kereta api di Kalimantan Tengah.
“Proyek tersebut lebih baik dibatalkan karena salah satu perusahaan yang menang tender memiliki catatan buruk terkait tindak pidana korupsi,” kata Manajer Kampanye Walhi Nasional Edo Rakhman di Jakarta, Minggu (30/11).
Dia mengatakan, sebaiknya proyek tersebut dibatalkan dan dikeluarkan dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah karena diindikasikan adanya permainan dalam proses tender.
Bukan itu saja, pembangunan rel kereta api yang panjangnya kira-kira 480 kilometer itu nantinya akan memberikan kerugian yang besar baik bagi masyarakat maupun lingkungan hidup.
Dia juga mengatakan, rel kereta api tersebut bisa diindikasikan sebagai saran pendukung untuk memperlancar distribusi batu bara dan tentunya akan semakin massif aktivitas penambangan batu bara.
Edo terus mengatakan, dengan semakin massif pengambilan batu bara di daerah tersebut maka daya dukung lingkungan akan semakin menurun dan tentu akan berdampak buruk pada kehidupan manusia.
Untuk diketahui salah satu perusahaan pemenang tender rel kereta api di Kalteng adalah PT MGGS dimana PT tersebut pernah diperiksa oleh KPK dengan tuduhan tindak pidana korupsi e-KTP tahun 2011-2012.
Anggaran pembangunan rel kereta api tersebut sebesar Rp50 triliun. Patut dicurigai jika dalam proses awal telah melibatkan perusahaan yang pernah dianggap melakukan tindak pidana korupsi maka bisa dibayangkan kerugian negara yang akan timbul nantinya dalam proses implementasinya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Prabowo: Semoga Munas Golkar Sukses

Denpasar, Aktual.co — Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) IX Partai Golkar di BICC The Westin Resort Nusa Dua, Bali.

Pada kesempatan itu dia berharap Munas Golkar dapat berjalan sesuai apa yang diharapkan.

“Semoga sukses, berhasil lah,” kata Prabowo, Minggu (30/11).

Saat memasuki ruangan Prabowo melambaikan tangan dan menyalami tamu undangan satu persatu.

Selain Prabowo, nampak Ketua Umum PAN Hatta Radjasa, Presiden PKS Anis Matta, Ketua PPP Djan Faridz. Selain itu hadir MS Kaban, Suryadharma Ali. Hary Tanoesoedibjo.

Pembukaan Munas IX molor sekira dua jam dari jadwal semula pukul 18.30 WITA.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain