17 April 2026
Beranda blog Halaman 41748

Longsor Putuskan Jalan di Garut Selatan

Jakarta, Aktual.co — Longsoran telah menutup Jalan Raya Cikajang-Cisompet menghubungkan Garut wilayah selatan dengan ibu kota Kabupaten Garut, Jabar, Minggu (30/11).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Garut Dikdik Hendrajaya mengatakan, hingga menjelang Minggu sore petugas yang dikerahkan ke lokasi longsor masih berusaha menyingkirkan tanah yang menimbun jalan.
Dia menuturkan, longsor di Kampung Gunung Gelap, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cihurip, terjadi Sabtu (29/11) sekitar pukul 21.00 WIB setelah hujan deras mengguyur kawasan itu.
Longsoran tanah, kata dia, telah menutup jalan raya sepanjang 30 meter dengan ketinggian sekitar 1,5 meter, akibatnya kendaraan tidak dapat melintasi jalur itu.
“Kendaraan total tidak bisa lewat,” katanya.
Peristiwa itu tidak menimbulkan korban jiwa, hanya menutup badan jalan, dan menyeret sebuah truk yang di parkir pinggir jalan serta memecahkan kaca rumah makan akibat terbentur badan truk.
Sementara itu, jalur yang tertutup longsor menghubungkan kawasan Garut Kota dengan sejumlah kecamatan di wilayah selatan Garut yakni Cihurip, Cisompet, Pameungpeuk, Cibalong, Cikelet, dan Mekarmukti.
BPBD Garut telah memberikan imbauan kepada masyarakat dan pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana alam seperti longsor, banjir dan pergerakan tanah pada musim hujan.
Jalur menuju wilayah Garut selatan termasuk daerah rawan longsor dengan kondisi jalan berbukit serta terdapat tebing dan jurang yang cukup curam.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Buka Kran Profesor Asing, Momok bagi Universitas di Tanah Air?

Malang, Aktual.co — Rencana Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) untuk merekrut profesor asing ke Indonesia, ternyata membuat beberapa dosen perguruan tinggi di kota Malang resah. Mereka khawatir kehilangan lapangan pekerjaan jika hal ini terjadi.

Menurut salah satu pengajar di perguruan tinggi negeri Malang, keinginan Menristek dan Dikti ini terbilang aneh. Lantaran tenaga kerja di Indonesia sangat berlimpah. Bahkan, cenderung tidak disalurkan dengan baik.

“Banyak yang mendaftar, tetapi banyak perguruan tinggi yang tidak bisa menampung karena memang jatahnya dari pemerintah terbatas,” kata salah satu dosen yang enggan namanya disebut ini.

Bahkan, para calon dosen yang hendak mendaftar, memiliki kualitas dan syarat yang sangat mumpuni, kendati mereka tidak bisa diterima karena jatah dari pemerintah sangat terbatas.

Menanggapi hal ini, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Dr Muhadjir Effendy juga khawatir dengan rencana tersebut. Ia meminta Kemenristek dan Dikti harus berhati-hati, dan jangan asal pilih professor.

“Jangan sampai Indonesia menjadi tujuan wisata Guru Besar,” Kata Muhadir, Minggu (30/11) di kota Malang, Jawa Timur.

Wisata Guru Besar yang ia maksud ini adalah guru besar yang sudah tidak produktif malah ditampung oleh Indonesia. Pendapat ini juga dikuatkan dengan pernyataan Menristek dan Dikti, M Nasir yang mencari Guru Besar dari Universitas luar negeri yang over kuota.

Muhadjir menambahkan, para Guru Besar asing yang datang ke Indonesia, baik itu yang memberikan materi seminar, kolaborasi penelitian dengan Indonesia tidak selamanya hebat. Bahkan, dosen Indonesia seringkali lebih hebat dibandingkan professor dari mancanegara.

Berbeda dengan pendapat tiga Rektor perguruan tinggi negeri, yakni Universitas Brawijaya, Prof Dr M Bisri MS; Prof Dr Achmad Rofi’udin Spd Msi (rektor Universitas Negeri Malang); dan Prof Dr Mudjia Rahadrjo (Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang). Mereka justru setuju dengan usulan Kemenristek Dikti tersebut.

“Di Jepang, orang Indonesia sudah ada yang menjadi professor di perguruan tinggi di sana. Ini adalah hal yang biasa, hanya kita saja yang belum melakukannya,” kata Rofi’udin.

Senada dengan pernyatan Bisri dan Mudjia. Mereka sepakat bahwa persoalan ini dianggap hal biasa dalam bidang keilmuan. “Saya pikir ini tidak masalah karena pengajar kita akan semakin memiliki daya saing,” ujar Mudjia.

Namun demikian, Bisri juga memberikan catatan kalau ketersediaan professor asing juga disyarakatkan untuk mendapatkan akreditasi internasional. “Jumlah professor kita yang menjadi visiting lecturer di perguruan tinggi asing juga dihitung, begitu juga sebaliknya,” tandas Bisri.

Artikel ini ditulis oleh:

Munas Golkar Bukan Ajang Jual Beli Suara

Jakarta, Aktual.co — Sekretaris Jenderal Partai Golkar Provinsi Bengkulu, Afrizal Arifin menyebut musyawarah nasional yang dilakukan partai tersebut bukan ajang jual beli suara.
“Seperti yang kita dengar di berita, ada potensi jual beli suara, itu tidak ada, sepengetahuan kami tidak ada calon yang melakukan itu kami pun juga tidak akan terima praktek itu, karena yang paling penting nantinya adalah, memilih Ketua umum DPP Partai Golkar yang layak dan berkompeten,” kata dia saat dihubungi, Minggu (30/11).
Dia mengatakan, tidak ada bagi-bagi uang atau dalam bentuk pemberian lain dengan maksud menarik dukungan bagi salah satu calon ketua DPP, pada musyawarah nasional partai Golkar.
“Itu adalah isu yang dibuat oleh orang-orang yang tidak senang partai Golkar solid, kami pun menyatakan dukungan untuk salah satu calon lewat proses yang panjang,” kata dia.
Afrizal mengatakan, pihaknya menentukan pilihan dari beberapa calon yang telah menyatakan kesiapan menjadi ketua umum selanjutnya dengan melihat kualitas dan kompetensi calon.
“Kita melihat secara objektif calon ketua DPP sebelum menentukan pilihan, kita juga melihat kiprah mereka, apa yang telah mereka lakukan,” katanya.
Dia pun memastikan, pada saat pelaksanaan Munas tidak akan terjadi kekacauan seperti isu yang didengar dari pemberitaan. “Kami pun di daerah memberikan kebebasan kepada kabupaten dan kota memilih siapa yang ingin dipilih mereka, itu hak asasi mereka,” kata Afrizal.
Sepuluh orang pemilik hak suara dari DPD Golkar Provinsi Bengkulu, katanya berangkat pada Sabtu 29/11 ke Bali untuk menghadiri musyawarah nasional.
“Sementara 20 orang perwakilan DPD kabupaten dan kota, akan berangkat hari ini, dan sebelum berangkat kami telah menyampaikan dukungan terhadap salah satu calon Ketum DPP,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

The Jak Mania Bantah Ikut Aksi Menolak Ahok

Jakarta, Aktual.co —Sekretaris Jenderal The Jak Mania, Richard Ahmad Supriyanto membantah kabar bahwa massa pendukung klub Persija Jakarta itu ikut turun ke jalan dalam aksi apel jihad yang digagas Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) menolak Gubernur Basuki Thaja Purnama (Ahok) di DPRD DKI dan Balaikota DKI, Senin (1/12) besok.
Ditegaskan Richard, pimpinan pusat The Jak Mania belum pernah memberi instruksi tersebut. Dia juga mengaku belum mendapat surat resmi dari ormas yang akan melibatkan The Jak Mania.
“Dari kemarin juga kita sudah ada telepon dari Bareskrim kepolisian yang menanyakan hal itu. Tapi kita, pimpinan pusat The  The Jak Mania belum pernah memberi instruksi dan tidak mendapat surat resmi dari ormas yang akan melibatkan The Jak Mania,” kata Richard, saat dihubungi Aktual.co, Minggu (30/11).
Namun Richard lagi-lagi menegaskan kalau untuk hal ini pimpinan pusat The Jak Mania belum bisa mendeteksi kebenaran kabar tersebut. 
Untuk menghilangkan simpang siur, dia memastikan kalau besok di aksi GMJ ada orang yang mengenakan atribut The Jak Mania, maka itu adalah kelompok di luar organisasi The Jak Mania. “Saya pastikan itu adalah orang-orang di luar organisasi The Jak Mania. Kami adalah organisasi yang tidak mau terlibat dalam politik praktis. The Jak Mania adalah kelompok suporter Persija. Karena itu kalau ada kelompok atau orang yang mengaku, maka bisa diduga adalah orang atau kelompok yang ingin menghancurkan atau mengadu domba The Jak Mania. Atau bisa diduga ada motif kepentingan untuk dirinya sendiri.”
Sebelumnya, Aktual.co menerima kabar ada bagian dari The Jak Mania yang akan ikut bergabung dalam aksi menolak Ahok, dari  social media dan Broadcast BlackBerry Messenger.  

Artikel ini ditulis oleh:

Suasana Tawuran antar Warga Tambak dan Manggarai

Suasana tawuran pemuda kembali pecah di Jalan Tambak, Manggarai, Jakarta Selatan, Minggu (30/11/2014). Tawuran tersebut melibatkan puluhan orang antara warga Tambak dan warga Manggarai Jakarta, hanya karena hal sepele, yakni saling ejek. AKTUAL/MUNZIR

Antisipasi Ricuh, Pintu Masuk ke Munas Dijaga Ketat

Jakarta, Aktual.co —  Pintu masuk penyelenggaraan Musyawarah Nasional Partai Golkar IX dijaga ketat puluhan Pecalang di Hotel Westin Nusa Dua, Bali, Minggu (30/11).
Selain Pecalang, polisi dan ratusan massa pendukung untuk mensukseskan Munas itu ikut berjaga-jaga di pintu masuk hotel.
Setiap tamu yang akan memasuki kawasan hotel diperiksa oleh pecalang dan juga pengamanan hotel setempat.
Ratusan massa pendukung suksesnya Munas Golkar itu sempat melakukan penutupan pintu masuk hotel karena diisukan adanya upaya penggagalan penyelenggaraan Munas partai berlambang pohon beringin di Pulau Dewata.
Ratusan massa berbadan kekar itu mencabut tiang atribut partai sebagai senjata untuk melawan massa yang berseberangan dengan tujuan utama partai itu.
Karena kondisi yang tidak kondusif pecalang sempat melarang massa itu melakukan aksinya agar tidak merusak nama baik Bali.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain