16 April 2026
Beranda blog Halaman 41753

Kampanye Selamatkan Orang Utan

Aktivis yang tergabung dalam Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo mengenakan kostum orangutan sambil menyapa warga saat pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (30/11/2014). Kampanye orangutan tersebut bertujuan untuk mengajak masyarakat agar lebih memerhatikan keberadaan orangutan yang tersingkir dari habitatnya atau kehilangan induknya akibat aktivitas pembangunan mahasiswa. AKTUAL/MUNZIR

Resep Rahasia Bir Pletok: Obat Masuk Angin dan Pegal-pegal

Jakarta, Aktual.co — Kuliner asli betawi yang menyehatkan banyak dijajakan di Perkampung Budaya Betawi (PBB),  Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Tanpa terkecuali dengan minuman ‘bir pletok’. Salah satu pejualnya yakni, Ahmad Sanusi. “Harganya cuman Rp15.000 per botol,” kata Ahmad, di Jakarta. 

Menelisik sejarahnya, bir pletok dibuat pada masa penjajahan Belanda. “Karena waktu itu warga Betawi tidak bisa minum bir (agama), akhirnya membuat bir sendiri dengan bahan rempah-rempah (halal). Bir itu buat penghangat badan,” ujarnya menambahkan.

Di tempat yang sama, ia menjelaskan bahan dasar pembuatan bir pletok. “Bahannya itu garam, air, gula, cengkeh, kayu manis, jahe emprit dan jahe besar, kayu misoye, lada hitam, daun jeruk, kayu secang, daun pandan, biji pala, kapulaga, serta batang sere,” urainya.
 
Proses pembuatan bir pletok yaitu dimulai dari bahan dasar campuran rempah-rempah tadi lalu dimasak hingga matang. “Kalau sudah mendidih, dimasukkan kayu secang. Kayu secang ini buat warnanya mirip sama bir belanda. Selanjutnya, rempah-rempah tadi disaring. Kemudian baru masukkan gula dan garam,” paparnya kembali.

 “Setelah itu, dimasukkan ke bambu ‘pentung’ dicampur es batu. Bambu itu dikocok-kocok biar berbusa hingga selesai,” terangnya lagi.

Menariknya, kata Ahmad, saat bambu dikocok timbulah suara ‘pletok-pletok’. “Nama bir pletok, setahu saya bisa dari biji pala dan es batu yang suaranya ‘pletok-pletok’,” bebernya kembali.

Ahmad mengungkapkan, berjualan bir pletok lantaran ingin melestarikan kuliner Betawi. “Bir pletok berkhasiat bisa buat obat masuk angin dan pegal-pegal,” kata ia. Selain itu, bir pletok berkhasiat meningkatkan metabolisme dalam tubuh.

Artikel ini ditulis oleh:

Jokowi ajak Walikota London Bersepeda di Car Free Day

Presiden Joko Widodo dan Wali Kota London Boris Johnson, melambaikan tangan menyapa warga saat Car Free Day saat bersepeda bersama Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Dubes Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (30/11). Kegiatan bersepeda bersama ini dilakukan seusai acara seremonial penyerahan sepeda dari Wali Kota London Boris Johnson kepada Gubernur DKI Jakarta Ahok. AKTUAL/MUNZIR

Kenaikkan Harga BBM Berimplikasi Langsung Pada Transportasi

Jakarta, Aktual.co — Anggota Komisi I Bidang Pemerintahan DPRD Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Faisal Nasir mengatakan, kebijakan pemerintah pusat menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mempunyai implikasi langsung pada bidang transportasi.

“Pasca kenaikan harga BBM, para pengusaha dan sopir angkutan kota menuntut penyesuaian tarif angkutan kota dan bus massal trans-Padang,” katanya di Padang, Minggu (30/11).

Pemerintah Daerah Padang telah menyampaikan surat kepada DPRD setempat dengan Nomor 555.121/1060/DISHUBKOMINFO/2014 dan telah membahas hal tersebut bersama Komisi III yang membidangi transportasi dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda), Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK), Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

“Pembahasan juga melibatkan pihak-pihak terkait lainnya dengan transportasi kota dan kesepakatannya sudah disampaikan pada fraksi-fraksi DPRD Padang,” tambahnya.

Dalam kesepakatan itu, mereka mengatakan bahwa kenaikan harga BBM dapat dimaklumi sepanjang telah dilandasi fakta kondisional dan situasional.

Menurut dia, fakta kondisional dan situasional itu harus tepat serta mencarikan solusi yang tepat pula dan cepat karena kenaikan harga BBM itu ditanggung oleh rakyat.

Khusus untuk Kota Padang, maka kenaikan harga BBM harus diikuti dengan solusi dan alternatif yang optimal, serta sinkronisasi APBD 2015 via penambahan belanja publik di sektor ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan, perhubungan dan transportasi.

“DPRD Padang juga harus sepakat untuk menaikkan tarif angkutan umum dan bus massal dengan rasional dan objektif,” tambahnya.

Ia mengemukakan rasional dan objektif agar bisa menimbulkan kenyamanan dan keamanan bagi perusahaan transportasi dan masyarakat Kota Padang yang menggunakan alat transportasi tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Polisi Papua Siap Bubarkan HUT OPM

Jakarta, Aktual.co — Kepolisian RI yang bertugas di seluruh Tanah Papua, siap membubarkan kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Organisasi Papua Merdeka (OPM), salah satu organisasi yang memperjuangkan terpisahnya Papua dari NKRI, pada 1 Desember besok.

Wakapolda Papua, Brigjen Pol Paulus Waterpauw menegaskan bahwa, saat ini personel polri sudah siap siaga guna mengantisipasi kegiatan tersebut.

“Polisi sudah siaga dan akan membubarkan setiap kegiatan yang diduga berkaitan dengan HUT OPM,” tegas Brigjen Pol Waterpauw di Jayapura, Minggu (30/11).

Ketika ditanya apakah polisi akan membubarkan bila kegiatan peringatan tersebut dikemas dalam bentuk ibadah?, Waka Polda Papua menegaskan itu tergantung kebijakan pimpinan polisi di daerah masing-masing, namun bila nantinya diselingi dengan pengibaran bendera bintang kejora, maka akan ditindak tegas.

“Yang pasti kami tindak tegas adalah kegiatan peringatan pada 1 Desember, terutama yang berhubungan dengan peringatan HUT OPM,” tegas Waka Polda Papua seraya mengatakan bahwa saat ini situasi kamtibmas di wilayah Polda Papua yang meliputi Papua dan Papua Barat aman dan terkendali.

Artikel ini ditulis oleh:

Ini Alasan Orang Melakukan “Bullying”

Jakarta, Aktual.co — Dosen dan Psikolog Sosial Universitas Indonesia, Dra. Ratna Djuwita, menjelaskan alasan pelaku melakukan Bullying atau semacam penindasan adalah, karena si pelaku ingin menunjukkan bahwa ia memiliki ‘power’ dan butuh pengakuan dari lingkungan sosial sekitarnya.

Selain itu, kata Ratna Djuwita, faktor orang melakukan Bullying adalah, balas dendam.

“Inilah yang lebih berbahaya, faktor balas dendam karena dulu pelaku ini pernah mengalami Bullying, maka timbulah rasa dendam dalam jangka panjang. Dan saat ada kesempatan untuk melampiaskan dendamnya, maka terjadilah ia melakukan penindasan atau Bullying tersebut pada orang lain, persis dengan yang pernah ia alami dahulu,” jelasnya dalam seminar festival anak “Melawan Bullying”, yang diselenggarkan di Fisip Universitas Indonesia, Depok, ditulis Minggu (30/11), .

Yang ketiga adalah Katarsis yang artinya adalah menumpahkan atau melampiaskan kemarahannya terhadap orang lain yang tidak tahu menahu yang biasanya mungkin, orang yang katarsis bisa melampiaskannya melalui tulisan, maupun mencurahkannya terhadap teman. Tetapi, kata Ratna Djuwita, juga ada yang memlampiaskannya dengan kekerasan maupun Bullying tersebut.

Maka dari itu, saran Ratna Djuwita, pelaku yang melakukan Bullying ini pun patut kita perhatikan pula sisi psikologisnya, mengapa ia melakukan hal tersebut. Dan untuk itu, peran orang tua dan guru, sangat penting.

“Banyak sekali justru di Indonesia seorang guru yang malah membiarkan muridnya menjadi korban Bullying tanpa tindakan apapun, malah membiarkannya dan menganggap itu spele, dengan alasan takut dengan orang tua pelaku Bullying ini, karena mungkin punya backingan, jadi membiarkannya saja. Salah besar itu,” tegasnya.

Dalam penjelasannya, seorang guru adalah orangtua kedua bagi muridnya disekolah, sudah menjadi tanggung jawabnya melindungi seluruh muridnya, termasuk untuk para anak-anak korban Bullying.

Chelsean Islan, selaku Duta Kanker Payudara mengatakan bahwa “seharusnya di setiap sekolah di Indonesia menyediakan seperti bimbingan konseling yang nyaman untuk para murid atau anak-anak yang ingin mengadukan keresahannya, karena di Bullying oleh teman sekitarnya,” sarannya.

Karena, kata Chelsean, seperti yang kita ketahui dampak Bullying bagi korban sangatlah fatal bagi masa depannya dan juga mencegah kembalinya para pelaku Bullying yang akan datang.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain