14 April 2026
Beranda blog Halaman 41754

Kemendagri Belum Persiapkan Pelaksanaan Pilkada 2015

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua Komisi I bidang hukum dan pemerintahan DPRD Kalimantan Selatan H Syahdillah, mengatakan bahwa Kementerian Dalam Negeri belum menentukan sistem pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah.

“Namun Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta, agar persiapan-persiapan untuk pelaksanaan Pilkda tersebut harus tetap jalan, terutama bagi daerah yang melaksanakan pemilihan kepala daerahnya tahun 2015,” kata dia, Sabtu (29/11).

Sebagai contoh, dalam hal pendanaan untuk pelaksanaan Pilkada. “Menurut dari Kemendagri, masalah dana untuk Pilkada harus betul-betul siap, sehingga pada saatnya pelaksanaan pesta demokrasi di daerah itu tidak ada lagi persoalan ketiadaan biaya,” kata dia.

Pihak Kemendagri mengingatkan hal itu ketika Komisi I DPRD Kalsel yang diketuai Surinto asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melakukan konsultasi ke kementerian tersebut pada 25 November lalu.

Pada kesempatan konsultasi di Kemendagri tersebut, Komisi I DPRD Kalsel juga mempertanyakan status sekretariat dewan (Setwan) yang selama ini seakan tak ada wakil rakyat yang melakukan pengawasan.

“Menanggapi pertanyaan tersebut, pihak Kemendagri menyatakan, untuk pengawasan kinerja Setwan itu sebaiknya oleh Komisi I,” demikian Syahdillah.

Dari 13 kabupaten/kota se-Kalsel, tujuh di antaranya melaksanakan Pilkada pada 2015, yaitu Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Hulu Sungai Tengah (HST), Balangan, Tanah Bumbu (Tanbu), dan Kabupaten Kotabaru.

Artikel ini ditulis oleh:

Golkar: Perpecahan Baru di Tingkat Elit

Jakarta, Aktual.co — Politisi Partai Golkar Hajriyanto Y. Thohari mengatakan perpecahan Partai Golkar saat ini baru di tingkat elit nasional di Jakarta, namun belum sampai ke bawah.

“Perpecahan ini elit-elit yang di atas belum sampai ke bawah, ke DPD I saja belum. Namun kalau munas buru-buru diselenggarakan saya khawatir akan ada dualisme kepemimpinan,” kata Hajriyanto di Magelang, Sabtu (29/11).

Menurut dia, jika munas digelar pada 30 November 2014 kemudian pada Januari 2015 ada munas lagi, pasti akan ada dualisme kepemimpinan.

Setelah itu, masing-masing kubu membentuk DPD I dan DPD II sehingga terjadi masifikasi perpecahan.

Saat ini perpecahan baru tingkat elit yang gampang untuk direkonsiliasi, tetapi kalau sudah sampai ke bawah, akan susah dirujukkan.

“Kalau perpecahan sampai ke DPD I dan DPD II maka terjadi juga dualisme di sana dan susah untuk dipersatukan, maka saya tidak menyetujui munas 30 November 2014 maupun Januari 2015. Saya ingin digelar sebuah munas yang merupakan munas kompromi, munas rekonsiliasi.”

Artikel ini ditulis oleh:

BBM Langka, Kapal di Atas 30 GT Dipastikan Menganggur Selama Desember

Semarang, Aktual.co —Keputusan Badan Penyalur Hulu (BPH) Migas terkait pemangkasan kuota Bahan Bakan Bakar (BBM) subsidi secara nasional per 4 Agustus lalu sebesar 20 persen terhadap kapal di atas 30 grass ton berdampak buruk.
Akibatnya, kapal nelayan di Pekalongan banyak yang menganggur selama bulan Desember 2014, karena tidak mendapatkan jatah BBM.

Direktur SPBU Mina Jaya, Musaat Munaris mengatakan, kapal nelayan di atas 30 GT saat ini mulai kesulitan mendapatkan jatah BBM. Padahal atas kebijakan itu, BPH Migas berjanji akan mengembalikan kuota tersebut.
“Faktanya, hingga tanggal 15 November 2014, BPH Migas tidak mengembalikan kuota BBM subsidi kepada nelayan. Kondisi stok pada kami sudah menipis saat ini. Dan tidak cukup untuk bulan Desember,” kata dia kepada Aktual.co, Sabtu (29/11).

Dia menyebutkan, BPH Migas beralasan pemotongan kuota itu karena kebutuhan BBM sampai akhir bulan Desember menipis. Maka antisipasinya sejak bulan Agustus harus ada penghematan.

“Pemerintah telah menaikkan harga BBM subsidi dengan besaran Rp2 ribu. Tapi, kuota itu tidak dikembalikan lagi kepada kami,” beber dia.

BPH Migas berjanji akan mencabut kembali mencabut keputusan tersebut. Namun kebijakan itu hingga saat ini belum kembali direvisi. Padahal, selama bulan September hingga Desember cuaca melaut begitu bagus.

Akibat kebijakan pemangkasan kuota terhadap kapal di atas 30 grass ton, pihaknya hanya menerima kuota BBM kapal nelayan dibawah 30 GT. Dari kuota yang diterima sebesar 688 kilo liter per bulan, kini berkurang dan harus dibagikan secara proporsional kepada nelayan agar dapat melaut.

“Paska pemotongan kuota, kita bagikan secara merata bagi kapal di atas maupun dibawah 30 GT. Sementara, bulan Desember ini sudah tidak ada stok,” tandasnya.

Pihaknya pun telah menempuh langkah-langkah permintaan kepada PT Pertamina Jateng-DIY. Akan tetapi, pihak Pertamina sebagai penyalur mengaku hanya melaksanakan kebijakan pusat.

“Pertamina ngomongnya sebagai pelaksana saja, bukan pemutus kebijakan. Dan upaya lain kita tempuh kepada Pemda agar mengusulkan keluhan nelayan.”

Artikel ini ditulis oleh:

Diprotes Bebas Bersyarat, Pollycarpus: Semua Sudah Melalui Proses Hukum

Jakarta, Aktual.co —Terpidana kasus pembunuhan aktivis Munir, Pollycarpus Budihari Prijanto, menyebutkan bahwa pembebasan bersyarat terhadap dirinya sudah sesuai dengan proses hukum.

Hal ini dikatakan menanggapi pihak yang protes terhadap pembebasan bersyarat dirinya.

“Saya kira semua sudah melalui proses jalur hukum,” ucap Polly, Sabtu (29/11).

Sebelumnya, Komite Solidaritas untuk Munir (Kasum) memprotes pembebasan bersyarat Pollycarpus. Pembebasan bersyarat ini dinilai mencederai keadilan.

“Pembebasan bersyarat untuk Polly mencermikan Jokowi gagal mengkonsolidasi aparaturnya untuk konsisten dan komitment terhadap HAM. Ini pertanda buruk bagi pemerintahan Jokowi dan awal dari kegagalan berkomitmen,” kata Sekretaris Komite Solidaritas untuk Munir, Choirul Anam.

Artikel ini ditulis oleh:

Jaga Munas, Golkar Siapkan Lima Lapis Keamanan

Denpasar, Aktual.co — Partai Golkar menyiapkan lima lapis skema pengamanan yang dipersiapkan pada Musyawarah Nasional (Munas) IX Partai Golkar di Bali International Convention Centre (BICC) The Westin Resort Nusa Dua, Bali.

Ketua DPD Partai Golkar Bali, I Ketut Sudikerta menuturkan, skema lima lapis pengamanan itu untuk menjaga situasi kondusif di Pulau Bali.

“Kita buatkan pengamanan lima lapis agar tercipta sutiasi yang kondusif,” kata Sudikerta usai rapat di Nusa Dua, Bali, Sabtu (29/11).

Menurutnya, sebagai destinasi wisata internasional, maka keamanan Bali hal yang mutlak. Jika tidak, sudah barang tentu hal itu dapat mengganggu laju industri pariwisata yang menjadi penyokong ekonomi masyarakat Bali.

“Bali ini harus tertib, aman, agar kunjungan masyarakat internasional dan Nusantara tetap berlangsung,” ucapnya.

Dia menolak jika dikatakan Munas yang digelar 30 November-3 Desember tersebut berpotensi ricuh. “Tidak begitu. Apapun itu, kita harus melakukan pengamanan yang intensif di Bali ini,” papar Sudikerta.

Pihaknya bahkan telah berkoordinasi dengan desa adat di sekitaran Nusa Dua untuk meminta pecalang (keamanan desa adat) ikut berpartisipasi mengamankan jalannya Munas.

Artikel ini ditulis oleh:

Cegah Banjir, 50 Bangunan di Kawasan Gambir Akan Ditertibkan

Jakarta, Aktual.co — Tahun ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta gencar menggalakkan program pencegahan  banjir, baik melalui normalisasi sungai maupun mengembalikan fungsi saluran air.

Penertiban pun dilakukan Pemprov DKI di beberapa tempat di Jakarta, seperti di Bukit Duri, Bidara Cina dan Kampung Pulo. Kali ini, giliran daerah Gambir yang akan ditertibkan oleh Pemprov DKI. Senin pekan depan, (1/12), Pemprov DKI akan menertibkan 50 bangunan di Jalan Petojo Binatu, Gambir untuk program mengembalikan fungsi saluran air.

“Senin besok jam 09.00 WIB akan kita tertibkan. Kami juga sudah sosialisasikan sejak sebulan lalu dan sebagian juga sudah ada yang membongkar bangunannya sediri,” ujar Camat Gambir, Fauzi di Jakarta, Sabtu (29/11).

Ia mengatakan sudah menyosialisasikan rencana penertiban tersebut kepada warga sekitar yang menghuni atau yang membuka usaha di kawasan tersebut. Pemberitahuan mereka lakukan dengan memberikan surat peringatan (SP) 1 dan 2 hingga surat perintah bongkar sendiri.

Dengan pemberitahuan sebelumnya, maka ia mengharapkan warga dapat memaklumi dan tidak terjadi bentrokan antara pihak penertib dengan pihak yang ditertibkan Senin depan.

Rencananya, 50 petugas Satpol PP akan dikerahkan untuk menertibkan daerah tersebut. Fauzi juga mengatakan, telah meminta bantuan pihak kepolosian dari Polsek Gambir untuk mengamankan lokasi.

”Personel kita kerahkan sekitar 50 dan dibantu dari Polsek Gambir,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain