14 April 2026
Beranda blog Halaman 41756

DPD Golkar Bali: Munas Momen Kader Bersatu

Denpasar, Aktual.co — Ketua DPD Partai Golkar Bali, I Ketut Sudikerta percaya tak akan ada perpecahan di tubuh partainya. Forum Musyawarah Nasional (Munas) IX yang digelar di Nusa Dua, Bali akan menyelesaikan semua masalah dan kader akan kembali bersatu.
“Dalam Munas semua kader akan bersatu. Usai Munas semua kader kita rangkul,” kata Sudikerta, Jumat (28/11). Kendati begitu, ia menyesalkan langkah inkonstitusional yang diambil sejumlah kader partai berlambang beringin itu yang membentuk institusi yang tak dikenal dalam AD/ART Partai Golkar.
“Kita menyesalkan langkah tersebut. Tapi jangan lah hal itu dibesar-besarkan. Golkar adalah partai yang kaya akan dinamika. Dalam dan setelah Munas semua pasti selesai,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Golkar, I Komang Purnama menuturkan jika peserta Munas yang terdiri dari tujuh orang DPD tingkat I dan dua orang DPD tingkat II akan mulai berdatangan pada Minggu pagi hingga Minggu siang.
“Untuk konfirmasi kepesertaan memang kepada pusat. Tetapi sebagai panitia lokal, kami selalu meminta update konfirmasi kepesertaan. Dari pengalaman sebelumnya biasanya hari H peserta berdatangan,” tuturnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Said Didu: Penyusutan Direksi Pesanan dari Komisaris Pertamina

Jakarta, Aktual.co — Kementerian BUMN memberhentikan dengan hormat seluruh direksi Pertamina dan menggantinya dengan empat direksi baru termasuk Direktur Utama yang dijabat oleh Mantan Dirut Semen Indonesia, Dwi Soetjipto.
Pengamat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu menilai penyusutan jumlah direksi tersebut merupakan langkah yang tepat mengingat jumlah direksi sebelumnya sudah terbilang banyak.
“Jumlah direksi di perusahaan pelat merah itu memang sudah terlalu banyak. Perampingan ini harus dinilai dan ditinjau kembali oleh direksi yang ada,” kata mantan Sekretaris Menteri BUMN itu, Jakarta, Sabtu (29/11).
Said mengungkapkan bahwa selama ini jumlah direksi Pertamina menjadi ‘gemuk’ karena adanya paksaan dari komisaris atau pihak tertentu agar direksi ditambah.
“Pembengkakan direksi ini disebabkan oleh adanya titipan yang dipaksa jadi direksi oleh komisaris atau pihak tertentu,” sebutnya.
Maka dari itu, lanjutnya, Pertamina harus melakukan kajian ulang mengenai jabatan direksi yang tidak boleh dirangkap.
“Menurut saya, direksi itu cukup lima direksi saja. Direksinya ada empat dan satu Dirutnya,” tukasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Soal Sonangol, DPR akan Panggil Rini Soemarno

Jakarta, Aktual.co — Komisi VI DPR RI, Achmad Hafidz Tohir mengatakan pihaknya akan memanggil dan mempertanyakan kepada pemerintah, bila kerjasama impor minyak dengan Sonangol tetap dilakukan.
Hal itu menyusul adanya perbedaan pernyataan yang disampaikan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno, Sudirman Said dan Surya Paloh kepada publik jika ada ada diskon USD15/bbl.
“Mekanisme penujukan itu yang kita mau cek, kita akan panggil Ibu Rini, mekanisme penujukan itu apa modelnya,” kata dia, di Jakarta, Sabtu (29/11).
Lantaran,  sambungnya,   penunjukan Sonangol sebagai pemenuh minyak nasional bermasalah.
“Itu berati tidak sesuai Kepres tentang pengadaan barang dan jasa, melanggar itu karena tiba-tiba muncul (kerjasama) begitu aja tidak boleh itu,” pungkas dia.
Untuk diketahui, Grup Sonangol adalah kongsi lama Surya Paloh. Sonangol ini dikuasai oleh oleh konglomerasi China yang diketahui bernama Sam Pa. Sam Pa dianggap media-media Barat sebagai pemilik CIF. Di Angola, tangannya melalui China Sonangol. Dan Sam Pa ini memiliki koneksi sangat kuat dengan para kepala negara di Afrika dan Amerika Latin.
Pernah  diberitakan dan disampaikan ke publik oleh Surya Paloh dan Rini Soemarno, Sudirman Said, bahwa Indonesia dalam hal ini Pertamina akan mendapatkan harga lebih murah dengan diskon USD 15 /bbl dari Market Price.
Akan tetapi, hal berbeda terliat dari respons teknis oleh Senangol Asia per tanggal 20 November 2014 , menjawab surat Pertamina, per tanggal 18 November 2014 mengenai “Counter To The Proposed Contractual Volume 2015” dimana Senangol secara tegas menjawab permintaan Pertamina mengenai diskon USD 15/bbl tidak dapat diberikan dan masih mengacu ke ke  normal-market price.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Tunjuk Dwi Soetjipto Dirut Pertamina, AEPI: Jokowi Kacung Neolib

Jakarta, Aktual.co — Pengamat Ekonomi Politik Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) menilai pengangkatan Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto semakin membuktikan bahwa Pemerintahan Joko Widodo adalah kacung Neoliberal. Pasalnya, sosok yang diangkat untuk mengelola Pertamina merupakan sosok yang berprestasi membawa BUMN Semen dalam ‘perangkap’ hutang luar negeri.
“Sebagaimana diketahui bahwa PT Semen Indonesia merupakan perusahaan yang sangat agresif ingin menjual BUMN ini ke pasar keuangan, dengan membuat utang di pasar keuangan Global. Dwi Soetjipto Direktur Semen Indonesia rupanya selama ini banyak masuk TV menampilkan kemewahan Semen Indonesia di atas tumpukan hutang,” kata Salamuddin Daeng melalui pesan elektroniknya kepada Aktual.co, Sabtu (29/11).
Secara gamblang Salamuddin mengatakan bahwa Jokowi nampaknya ingin menjual BUMN termasuk Pertamina dengan cara terselubung, bukan dengan menjual secara langsung maupun lewat bursa saham tapi dengan membuat Global Bond yang besar.
“Di mana dampaknya akan lebih dahsyat, karena jika perusahaan perusahaan negara ini ke depan tidak mampu bayar utang maka secara otomatis akan diambil alih oleh modal asing,” ungkapnya.
Ia menambahkan, jika melihat latar belakang dan visi orang orang yang diangkat untuk mengurus Kementerian ESDM dan Pertamina ini, maka terlihat jelas Jokowi ingin mengabdikan negara ini pada rezim keuangan internasional yang sekarang ini sedang haus pasar dan ingin memgambil alih sumber-sumber strategis untuk menciptakan dasar bagi pembentukan pasar uang yang tengah mengalami pengempesan financial buble.
“Padahal utang luar negeri swasta termasuk utang luar negeri BUMN Semen Indonesia dan Pertamina sekarang sudah mencekik. Secara makro akibat bunga utang yang besar telah menyebabkan defisit transaksi berjalan dalam ekonomi Indonesia,” lanjutnya.
“Bangsa Indonesia harus semakin waspada dengan modus penjualan baru BUMN nasional oleh pemerintahan neoliberal yang bersembunyi dibalik blusukan yang semakin membusuk,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Perpecahan Elit Golkar Bisa Menular ke Daerah-daerah

Jakarta, Aktual.co — Mantan Ketua DPP Partai Golkar Hajriyanto Y. Thohari menilai perpecahan elit Golkar saat ini bisa menular ke pengurus Golkar di level bawah.
“Perpecahan elit-elit yang di atas belum sampai ke bawah, ke DPD I (provinsi) saja belum. Namun kalau Munas buru-buru diselenggarakan saya khawatir akan ada dualisme kepemimpinan,” ujar Hajriyanto dalam seminar di Rakernas Lembaga Penanggulangan Bencana PP Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Magelang, Sabtu (29/11).
Menurut Hajriyanto, jika Munas digelar pada 30 November 2014 kemudian pada Januari 2015 ada munas lagi, maka akan ada dualisme kepemimpinan. Kemudian masing-masing kubu membentuk DPD I dan DPD II sehingga terjadi masifikasi perpecahan.
Bekas pimpinan MPR ini menjelaskan bahwa perpecahan elit relatif gampang direkonsiliasi, tetapi kalau perpecahan sudah sampai ke bawah, maka proses untuk menyatukan akan sangat sulit
“Kalau perpecahan sampai ke DPD I dan DPD II maka terjadi juga dualisme di sana dan susah untuk dipersatukan, maka saya tidak menyetujui munas 30 November 2014 maupun Januari 2015. Saya ingin digelar sebuah munas yang merupakan munas kompromi, munas rekonsiliasi,” cetusnya.
Sebagai salah satu senior, Hajriyanto akan mendorong sesepuh Partai Golkar ikut turun gunung memberikan sumbangan mendamaikan dan merekonsiliasikan mereka yang bersengketa.
“Saya akan minta sesepuh Golkar, seperti B.J. Habibie, J.B. Sumarlin, Awaludin Jamin, dan Sulasikin Murpratomo untuk melakukan langkah-langkah bagi mewujudkan perdamaian itu,” katanya.
Semua kubu bersedia sebaiknya mengalah, menekan ego masing-masing, dan lebih dari itu juga harus sama-sama mencari penyelesaian yang win-win solution.
“Harus ada kompromi untuk mendapatkan konsensus baru dari perpecahan di dalam Partai Golkar sekarang ini.”

Artikel ini ditulis oleh:

Polisi Telisik Provokator Bentrok Dua Dusun di Lampung Tengah

Jakarta, Aktual.co — Polri masih menyelidiki provokator bentrokan antara dusun I dan Dusun II kampung Tanjung Harapan, Kecamatan Anak Toha, Lampung Tengah, yang berakhir dengan pembakaran puluhan rumah.
Penyelidikan ini akan mendalami provokator termasuk motif dan dugaan adanya pihak luar yang sengaja memperkeruh situasi.
“Siapa pun baik dari Dusun 1 atau 2 yang terlibat siap untuk diproses hukum,” kata Kabid Sulastyaningsih saat dikonfirmasi, Sabtu, (29/11).
Polda Lampung memastikan situasi telah kondusif paska bentrokan antara kedua dusun tersebut. Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulastyaningsih menyebutkan, kesepakatan damai antara kedua dusun yang bertikai telah dilakukan dengan melibatkan Kapolda Lampung, Danrem, Bupati dan tokoh masyarakat setempat.
Kesepakatan damai ini dicapai melalui sebuah mediasi yang digelar di SDN I Negara Aji Tua Kecamatan Anak Tua. Mediasi antara dua dusun itu dihadiri Kapolda Lampung, Danrem, Bupati Wakil Bupati, Asisten 1 Tk I dan Tk II.
Setidaknya 1.234 personel gabungan Polri dan TNI disiagakan di kedua dusun tersebut Untuk mengantisipasi terulangnya bentrok susulan. “Kedua dusun masih dijaga personel gabungan,” ujarnya.
Dia menambahkan, ketika mediasi dilakukan, Wakil Bupati Lampung Tengah, Mustafa menyampaikan kesiapan Pemda membangun kembali infrastruktur yang rusak akibat insiden tersebut.
“Kita sudah sepakat nanti bagaimana rumah kita siap dibangun, bangaimana kita bisa beraktifitas lagi bersama-sama. Segala sesuatu kerusakan ditanggung Pemda Lampung Tengah,” jelas Sulastyaningsih mengulang ucapan Mustafa.
Sulastyaningsih menegaskan, bahwa pihaknya menjamin pengusutan dan proses hukum terhadap para pelaku. Mengenai informasi atas hilangnya dua remaja, Polri masih melakukan penelusuran kebenarannya dengan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Dihimbau kepada warga, situasi sudah terkendali dan percayakan pada TNI-Polri, jangan percaya isu yang tidak benar, kami sedang mencari penyebar isu. Diharapkan tidak terprovokasi,” demikian Sulastyaningsih.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain