12 April 2026
Beranda blog Halaman 41768

Masih Bermasalah, Dwi Soetjipto Tak Pantas Jabat Dirut Pertamina

Semarang, Aktual.co — Warga sekitar di wilayah Cekungan Air Tanah (CAT) Watuputih yang menolak pendirian pabrik Semen Indonesia di Rembang, Jawa Tengah meminta kepada Presiden Joko Widodo, membatalkan Dwi Soetjipto, sebagai Direktur Utama PT Pertamina.
Pasalnya, Dwi Soetjipto masih menyisakan persoalan di wilayah Rembang, Jawa Tengah, diantaranya pelanggaran HAM. “Ada baiknya pak Jokowi menunda dulu Dirut Pertamina bila yang bersangkutan (Dwi Soetjipto) dipilih,” kata pegiat aktifis lingkungan Rembang, Ming Ming Lukiarti saat dihubungi Aktual.co, dari Semarang, Jum’at (28/11).
Ia mengatakan seharusnya Dwi Soetjipto lebih dulu menyelesaikan persoalan dengan masyarakat Rembang dan Pati. Dari pada nanti akan menyisakan persoalan berkepanjangan.
Warga menilai Dirut PT Semen Indonesia bertanggungjawab dalam peristiwa bentrok antara aparat dengan ibu-ibu. kejadian itu, ibu-ibu yang menolak pendirian pabrik semen mendapat tindakan represif dari aparat. “Ibu-ibu ditendangi oleh aparat, karena sempat melawan petugas yang melerai aksi bentrok itu,” terangnya.
Begitu pula, warga saat ini tengah mengajukan proses gugatan izin pendirian ke pengadilan Tata usaha Negara (PTUN). Selain itu, Komnas HAM meminta agar PT Semen Indonesia menghentikan aktifitas pembangunan, hingga menunggu kekuatan hukum tetap.
Dalam kasus itu, kata dia, PT Semen Indonesia diduga melanggara izin pendirian di lahan yang memiliki fungsi penyerapan air. “Fakta di lapangan masih dilanjutkan pembangunannya, Padahal masih dalam sengketa,” kata dia.
Perlu diketahui, Dwi Soetjipto tak hanya bersengketa dengan masyarakat Rembang dan Pati, tapi juga lagi bersengketa dengan karyawan PT Semen Indonesia.
Ratusan karyawan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk melakukan aksi demo di kantor pusat perusahaan di Gresik, Jawa Timur, Jumat siang, menuntut Direktur Utama SI Dwi Soetjipto mundur dari jabatannya.
Beberapa tuntutan dari Serikat Karyawan Semen Indonesia, antara lain “stop pemborosan”, “stop pencitraan”, “kami sudah tidak percaya lagi…!” dan “Dirut Mundur”.

Artikel ini ditulis oleh:

Eksekutor Aktivis Munir Hirup Udara Bebas

Jakarta, Aktual.co — Terpidana pembunuh pegiat Hak Asasi Manusia Munir Said Thalib, Pollycarpus Budihari Prijanto memperoleh Pembebasan Bersyarat. 
Bekas pilot Garuda Indonesia itu mendapat PB setelah Peninjauan Kembali pada Mahkamah Agung dikabulkan. Namun demikian, meski sudah mendapat PB, Pollycarpus tidak bisa seenaknya bepergian terutama keluar negeri. 
Kasie Bimbingan Klien Dewasa Balai Pemasyarakatan Kelas I Bandung Kanwil Jabar Budiana mengatakan, selain registrasi soal PB-nya, Pollycarpus juga sempat diberikan sejumlah petunjuk yang harus dipatuhi selama menjalani PB. 
Dia pun diwajibkan lapor satu bulan sekali ke Bapas.  Hal itu disampaikan Budiana kepada Pollycarpus saat mendatangi Balai Pemasyarakatan Kelas I Bandung Kanwil Jabar di Jln. Ibrahim Adjie, Jumat (28/11).
“Ya, tadi kita sampaikan soal kewajiban dia yang harus wajib lapor sebulan sekali. Jadi nanti bulan Desember dia harus laporan kesini. Wajib lapor ini berlaku sampai Agustus 2018,” kata dia.
Budiana mengatakan, se;aim menyampaikan pesan-pesan juga menyampaikan hal-hal lain yang harus dijalani oleh Pollycarpus. Selama masa PB, Budiana menyebut Pollycarpus harus mematuhi segala aturan termasuk soal kepergian keluar negeri.
Soal hal itu, Budiana menyebut Pollycarpus bisa saja pergi keluar negeri. Akan tetapi dengan catatan harus melapor dan mendapat izin dari Kementerian Hukum dan HAM. 
Dia berpendapat, bahwa proses izin itu juga tidak mudah, harus ditempuh mulai dari tingkat Bapas, Kanwil Kemenkum HAM Jabar hingga ke Kementerian Hukum dan HAM.
“Tentu harus ‎​ada izin dari menteri. Tadi itu menjadi salah satu poin yang kita sampaikan,” katanya.
Akan tetapi untuk bepergian di dalam negeri, Pollycarpus cukup memberitahu kepada Bapas. Budiana mencontohkan apa yang dulu pernah dilakukan oleh vokalis Band Noah, Nazriel Irham atau Ariel.
“Seperti Ariel lah. Misalnya sekarang Pollycarpus ‎​ada di Tangerang lalu ‎​mau pergi ke Medan. Nah, dia harus memberitahu dulu ke kami (Bapas). Jadi kami tahu kemana saja dia pergi, karena selama masa PB itu ‘kan dia masih terus diawasi.”
Pollycarpus Budihari Prijanto bebas dari Lapas Sukamiskin Bandung. Terpidana pembunuhan aktivis Hak Asasi Manusia, Munir Said Thalib, itu tidak berada lagi di balik tembok penjara.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Dwi Soetjipto Agen Imperialisme Pasar Keuangan

Jakarta, Aktual.co — Ditunjuknya Dwi Soetjipto sebagai Dirut Pertamina menggantikan Karen Agustiawan diragukan kemampuannya membawa Pertamina ke arah yang lebih baik. Bahkan, Dwi termasuk orang yang berprestasi membuat utang luar negeri semakin besar.

“Dirut pertamina Dwi Soetjipto bersama kroninya adalah orang-orang yang berprestasi membuat utang luar negeri, menumpuk utang luar negeri swasta dan utang luar negeri BUMN,” ujar peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng di Jakarta, Jumat (28/11).

Menurutnya, penunjukkan Dirut Pertamina Dwi Soetjipto bakal membuat PT Pertamina (Persero) semakin terperangkap dalam utang. Mereka merupakan bagian dari imperialisme pasar keuangan, yang hendak memasukan semua perusahaan negara dalam perangkap rezim keuangan global.

“Saya melihat penempatan Dwi Soetjipto di Pertamina akan semakin membuat pertamina terperangkap dalam kubangan utang. Imperialisme pasar keuangan bakal marak. Semua perusahaan negara bakal terperangkap dalam rezim keuangan global,” tegasnya.

Dirinnya mengingatkan perusahaan Dwi Soetjipto sebelumnya, yaitu Semen Indonesia adalah perusahaan yang rajin mencetak utang. Bahkan, beberapa lalu, karyawan Semen Indonesia melakukan aksi menuntut mundurnya Dwi Soetjipto. Dalam tuntutannya juga, Serikat Pekerja Semen Indonesia menolak efisiensi abal-abal yang dilakukan Dwi.

“Ingat bahwa Semen Indonesia merupakan perusahaan yang rajin cetak utang,” ujarnya..

Padahal utang luar negeri swasta termasuk utang luar negeri BUMN Semen Indonesia dan Pertamina sudah mencekik perusahaan-perusahaan ini. Secara makro akibat bunga utang yang besar telah menyebabkan defisit transaksi berjalan dalam ekonomi Indonesia.

“Bangsa Indonesia harus semakin waspada dengan modus penjualan baru BUMN nasional oleh pemerintahan neoliberal yang bersembunyi dibalik bulusukan yang semakin membusuk,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Jadi Bos Pertamina, Dwi: Ini Amanah Yang Berat

Jakarta, Aktual.co —  Direktur Utama Semen Indonesia Dwi Soejipto, resmi diumumkan menjadi Direktur Utama PT Pertamina (persero). Hal tersebut diumumkan langsung oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno yang didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said.

Dwi Soejipto mengaku tugas yang diberikan ini sangat berat. Namun dirinya menyatakan siap mengemban tugas tersebut.

“Ini amanah yang berat,” ujar Dwi dalam konferensi pers di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (28/11).

Dwi menyebut, ini sebuah kehormatan baginya yang ditunjuk menjadi Direktur Utama Pertamina atas persetujuan presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Saya melihat penugasan bapak presiden kehormatan buat saya, apa yang telah semen Indonesia perjuangkan, tapi juga jajaran direksi Semen Indonesia,” kata Dwi.

Dirinya akan bekerja dengan maksimal sebagai orang nomor wahid di PT Pertamina, karena dirinya menyadari masyarakat mempunyai harapan yang sangat besar terhadap Pertamina.

“Betapa besar harapan rakyat terhadap Pertamina, tugas saya bersama direksi, memenuhi harapan yang ada tersebut,” ungkap Dwi.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Suka dengan Drama Percintaan? Tunggu Film Baru Ini pada Awal 2015

Jakarta, Aktual.co —Film ‘Fifty Shades of Grey’ akan diluncurkan perdana pada 13 Februari 2015, di seluruh bioskop 21 Amerika Serikat.  Bintang film ini diantaranya, Jamie Dornan, Dakota Johnson, Rita Ora, dan Luke Grimes.

Femalefirst melaporkan, ‘Fifty Shades of Grey’ diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya E.L. James. Film tersebut menandai kembalinya, sang sutradara, Sam Taylor-Johnson, usai peluncuran ‘Nowhere Boy’ kisah tentang John Lenon.

‘Fifty Shades of Grey’ mengisahkan, perjalanan cinta mahasiswa sastra Anastasia Steele yang berubah hidupnya, setelah bertemu dengan jutawan Christian Grey berwajah tampan.

Untuk diketahui, Novel erotis yang menceritakan kisah cinta sado-masochism itu adalah bagian pertama dari trilogi tentang Christian Grey dan Anastasia Steele.

Bagi Anda yang suka dengan film drama percintaan, tentunya ‘Fifty Shades of Grey’ menjadi referensi tontonan Anda, di akhir pekan.

Artikel ini ditulis oleh:

Pakar Energi UI: Dwi Soetjipto Bisa Liberalisasi Pengelolaan Energi

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah menunjuk Dwi Soetjipto sebagai Dirut PT Pertamina (Persero). Bekas Dirut PT Semen Indonesia (Persero) ini diragukan kemampuannya dalam mengelola energi nasional.
Pakar energi dari Universitas Indonesia, Prof. Iwa Garniwa mengatakan, sosok dirut PT Pertamina yang dipilih oleh Kementerian BUMN sepertinya bukan orang yang faham secara mendalam tentang visi dan misi pengelolaan energi nasional. Apalagi background dirut pertamina yang baru itu (Dwi Sutjipto) lebih dekat sebagai pengusaha.
“Kalau menurut saya, persyaratan utama memilih dirut Pertamina haruslah dari orang yang punya pemahanan bahwa sektor energi bukan komoditas. Visi dan misi seperti ini saya tidak melihat ada pada dirut pertamina yang dipilih,” ujar Iwa saat dihubungi Aktual.co, Jumat (28/11).
Iwa menjelaskan, semestinya pemilihan Dirut PT Pertamina didasarkan pada seberapa jauh orang tersebut faham tentang visi dan misi pengelolaan energi nasional. Jika yang ditunjuk adalah dirut perusahaan seperti PT Semen Indonesia, maka yang mungkin terjadi adalah sektor energi tidak dianggap sebagai bagian dari hajat hidup orang banyak.
“Dirut yang dipilih sepertinya entrepreneur (pengusaha), sehingga bicaranya bisnis. Harapan kami agar pertamina tidak diliberalisasi justru kebalikannya akan semakin liberal. Tapi ini sebatas kekhawatiran saya dan semoga tidak demikian,” tuntas Iwa.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain