12 April 2026
Beranda blog Halaman 41773

Sambangi BUMN, Dwi Soetjipto Ngaku Bertemu Staf Ahli BUMN

Jakarta, Aktual.co — Direktur Utama PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) Dwi Soetjipto hari ini terlihat mendatangani kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Nama Direktur Utama Semen Indonesia Dwi Sucipto masuk ke dalam tiga nama yang diserahkan ke TPA. Kemungkinan, tiga sosok itu adalah Dwi Sucipto (Dirut Semen Indonesia), Budi Gunadi Sadikin (Dirut Mandiri) dan Handry Satriago (Dirut General Electric). Sementara nama lainnya adalah Ahmad Faisal dan Widyawan Prawiraatmaja.

“Saya mau ketemu Pak Sahala (Lumban Gaol, Staf Ahli Bidang Kebijakan Publik Kementerian BUMN),” ujar Dwi di kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (28/11).

Ketika ditanya lebih lanjut mengenai baju putih yang dia kenakan. Dirinya berkilah pada hari ini hari jumat. Pasalnya, menteri  Jokowi ketika dipilih dan diumumkan juga memakai baju putih.

“Ini hari Jumat, jadi saya pakai baju putih,” ujarnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said datang ke kantor Menteri BUMN. Beberapa direksi Pertamina juga sudah tiba. Menteri Rini dijadwalkan mengumumnkan Dirut Pertamina hari ini pukul 15.00 WIB.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Munas Bali Menuai Protes Sejumlah Kader

Jakarta, Aktual.co — Rencana Partai Golkar yang akan menggelar pelaksanaan Munas ke IX di Bali nanti terus menuai protes penolakan.
Selain di Jakarta, sejumlah kader di daerah seperti di Sidoarjo, Jawa Timur  menilai jika Munas di Bali hanya untuk memuluskan pencalonan Aburizal Bakrie (Ical) menjadi ketua umum partai berlambang beringin itu, dan akan menggeruduk lokasi munas.
Politisi Partai Golkar dan salah satu presidium penyelamat partai, Zainal Bintang menilai langkah itu bentuk ketidakpercayan kader-kader di daerah terhadap Ical untuk kembali memimpin organisasi partai.
“Penggerudukan itu bukti pelemahan Ical, itu bukti penolakan terhadap Ical, itu pun penggerudukan bagi saya bentuk  kegagalan ketum,” kata Zainal kepada wartawan, di Komplek Parlemen, Senayan, di Jakarta, Jumat (28/11).
Hal itu menyusul pernyataan salah satu kader Golkar Sidoarjo, Muhlis Yulianto mengatakan bakal menggeruduk munas di Bali, bila munas tetap dilakukan. “Mereka (kader) akan geruduk lokasi munas,” kata Yulianto dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat (28/11).
Ia mengatakan, Munas yang dilaksanakan Ical di Bali merupakan akal bulus Ical saja untuk kembali duduk di kursi nomor satu partai berlambang beringin tersebut.
“Munas di Bali tidak mengakomodir semua kader Golkar, hanya orangnya Ical saja yang setuju,” pungkas dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Menteri ESDM Ngaku Belum Tahu Siapa Calon Dirut Pertamina

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah akan mengumumkan nama Direktur Utama Pertamina pada hari ini, Jumat (28/11).  Berdasarkan pantauan Aktual.co, telah hadir Menteri ESDM Sudirman Said di Kementerian BUMN. Sudirman hadir sekitar pukul 14.10 Wib, dan langsung melenggang menuju lift.

Ketika ditanyai terkait siapakah sosok yang akan menjadi Dirut Pertamina, Sudirman mengaku masih belum tahu.

“Belum tahu, tunggu bu Rini,” kata Sudirman saat ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (28/11).

Sebagai informasi, nama Direktur Utama Semen Indonesia Dwi Sucipto masuk ke dalam tiga nama yang diserahkan ke TPA dan disebut-sebut menjadi kandidat kuat. Kemungkinan, tiga sosok itu adalah Dwi Sucipto (Dirut Semen Indonesia), Budi Gunadi Sadikin (Dirut Mandiri) dan Handry Satriago (Dirut General Electric). Sementara nama lainnya adalah Ahmad Faisal dan Widyawan Prawiraatmaja.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Pengamat: Surat Menteri Soal Larangan Pesta Mewah, Perlu Ditinjau Ulang

Medan, Aktual.co — Pengamat Sosial Politik USU, Agus Suriadi mengatakan bahwa larangan pesta mewah terkait  Surat Edaran Menpan Nomor 13 Tahun 2014 tentang Gerakan Hidup Sederhana, perlu ditinjau ulang.
“Ya artinya menteri sebaiknya memikirkan bagaimana mencari format pelayanan birokrasi yang baik. Dan melakukan berbagai terobosan reformasi birokrasi yang menjadi masalah bangsa, daripada mengurusi pesta yang menjadi domain hak orang,” ujar Agus kepada Aktual.co di Medan, Jumat (28/11).
Pesta mewah yang berlebihan memang tidak etis, namun patut dicatat, melaksanakan pesta dan hajatan adalah privasi setiap orang. Di beberapa daerah pesta yang dilaksanakan secara adat menelan biaya yang tidak sedikit.
“Di beberapa daerah, pesta adat juga merupakan pesta yang biayanya nya luar biasa. Dan apakah ini juga harus dilarang? Yang terpenting esensi pesta itu sendiri dan sumber dana yang digunakan,” kata dia.
Larangan bukanlah sesuatu yang prinsipil karena harus dilihat esensi pesta dan hajatan itu sendiri.
Menteri Pedayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Yuddy Chrisnandi, mengeluarkan kebijakkan yang melarang  para pejabat negara menggelar pesta mewah secara berlebihan. Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2014 tentang Gerakan Hidup Sederhana dikeluarkan 20 November lalu. Ini ditujukan kepada para menteri Kabinet Kerja, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, para Kepala Lembaga Pemerintah Non Kementrian (LPNK), para pimpinan kesekretariatan Lembaga Negara, para pemimpinan kesekretariatan Lembaga Non Sktruktural, para Gubernur, Bupati dan Wali Kota se-Indonesia. 
Dalam setiap pesta, baik pernikahan maupun semacamnya, seorang pejabat negara hanya boleh mengundang 400 tamu undangan. “Hal ini untuk menindaklanjuti perintah presiden pada sidang kabinet pada 3 November 2014 lalu, dalam rangka mendorong kesederhaan hidup bagi seluruh penyelenggara negara guna mewujudkan kesederhaan hidup bagi seluruh penyelenggara negara guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance),” tulis Humas Kementrian PAN dan RB.

Artikel ini ditulis oleh:

Dwi Soetjipto Dirut Pertamina, Tanri Abeng: Migas Beda Jauh dengan Semen

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah akan mengumumkan nama Direktur Utama Pertamina pada hari ini, Jumat (28/11). Pengumuman akan dilakukan di Kementerian BUMN sekitar pukul 15.00 Wib nanti. Nama Direktur Utama Semen Indonesia Dwi Sucipto masuk ke dalam tiga nama yang diserahkan ke TPA dan mencuat menjadi kandidat kuat hingga hari ini.

Menanggapi hal itu, mantan Menteri BUMN Tanri Abeng menyebut kriteria awal yang harus diutamakan dalam memilih sosok Dirut Pertamina adalah integritas, agar tidak mudah terpengaruh kepentingan lain selain kepentingan rakyat dan bangsa.

“Integritasnya harus dilihat. Agar tidak bisa dibeli permainan kepentingan mafia,” kata Tanri saat dihubungi wartawan di Jakarta, Jumat (28/11).

Tanri juga menegaskan, Pertamina membutuhkan seorang pemimpin yang kuat. Agar tidak mudah dipengaruhi.

“Pertamina butuh ‘Strong leadership’. Agar tidak dipengaruhi. Harus yang bisa memimpin bukan hanya sekedar pemimpin. Leading, bukan hanya sekedar leader. Beda itu. Selain itu, Pertamina juga tentunya membutuhkan sosok pemimpin yang memiliki pengetahuan di bidang migas,” ujarnya.

Selain itu, Pertamina juga tentunya membutuhkan sosok pemimpin yang memiliki pengetahuan di bidang migas.

Tanri juga turut mengomentari mengenai mencuatnya nama Dwi Sucipto. Menurutnya meski Dwi bisa dibilang merupakan sosok yang berhasil membawa Semen Indonesia menjadi berkembang saat ini akan tetapi tentu skala Pertamina dan Semen Indonesia sangat berbeda.

“Dwi berhasil menurut saya, tapi harus diingat skala Pertamina itu agak beda dengan Semen Indonesia. Saya juga tidak tahu pengetahuan minyaknya seperti apa. Apakah dia paham minyak atau tidak,” ungkapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

KPK Akui Kesalahan Teknis Pemanggilan Romi

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan hasil munas Surabaya, Muhammad Romahurmuziy hari ini dijadwalkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait kasus dugaan suap pengajuan revisi alih fungsi hutan Riau ke Kementerian Kehutanan.
Saat dikonfirmasi, Ketua Umum PPP versi Muktamar Surabaya itu mengaku tidak mendapatkan pemberitahuan dalam bentuk apapun dari KPK, terkait pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangak Gulat Manurung.
Terkait hal itu, Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha mengklarifikasi telah terjadi kesalahan teknis oleh tim publikasi KPK dalam menampilkan jadwal pada Jumat (28/11).
“Mohon maaf ada kesalahan teknis dalam penjadwalan,” kata Priharsa kepada wartawan di KPK, Jumat (28/11)
Priharsa mengatakan, pemanggilan terhadap Romahurmuziy akan tetap dilakukan setelah ditemukan waktu yang tepat. “akan tetap di jadwalkan ulang.” Kata Priharsa.
Sejatinya, jika memang Romahurmuzy dipanggil oleh KPK, maka Pemanggilan kali ini merupakan pemanggilan kedua setelah pemanggilan pertama pada Selasa, 18 November 2014, Romi mangkir lantaran berbenturan dengan jadwal sidang paripurna perdana antara Koalisi Merah Putih dan Koalisi Indonesia Hebat di Parlemen.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain