5 April 2026
Beranda blog Halaman 41820

Hemat Anggaran, Pemprov Bakal Potong Honor Rapat Pegawai

Jakarta, Aktual.co —Pemprov DKI siap menjalankan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2014 tentang langkah penghematan anggaran.
Dikatakan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) salah satu langkah penghematan yakni dengan memotong anggaran honor rapat para Pegawai Negeri Sipil (PNS) mulai tahun 2015 mendatang.
“Berdasarkan hitungan kita, dengan  pemotongan anggaran honor tersebut,  pengeluaran APBD DKI bisa dihemat sampai Rp2,3 triliun,” ujar Ahok, di Balaikota DKI, Selasa (25/11).
Dengan penghematan sebesar itu, kata Ahok, maka dananya bisa dialihkan. 
“Pemotongan honor rapat para PNS itu selanjutnya bisa kita alihkan untuk program-program Pemprov DKI yang lebih bermanfaat,” ucapnya.
Sayangnya, dia tidak menyebut besaran honor yang akan dipotong bagi PNS setiap satu kali rapat.

Artikel ini ditulis oleh:

DPR Dukung Perubahan Anggaran Swakelola Pramuka

Jakarta, Aktual.co — Gerakan Pramuka yang menginginkan perubahan sistem pengangaran Swakelola dibawah Kementerian pemuda dan olah raga (Kemenpora) menjadi dana hibah melalui Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).
Hal itu dilakukan upaya menguatkan kelembagaan dan penganggaran gerakan Pramuka.
“Kemenko PMK sebaiknya segera mengkonsolidasikan program-program dan anggaran pendidikan kepramukaan yang tersebar diberbagai kementerian agar bisa berada dibawah koordinasi Kwarnas Gerakan Pramuka,” kata dia usai menggelar rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, di ruang Komisi X, Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (25/11).
Lebih lanjut, sambung politisi demokrat itu menambahkan, Komisi X akan mendukung persiapan Jambore Nasional 2016 dan Raimuna Nasional 2017 yang akan diadakan di Buperta Cibubur diikuti 50 ribuan generasi muda dari pelosok nusantara.
“Kami sangat mendukung persiapan dan pelaksanaan Jambore Nasional 2016 dan Raimuna Nasional pada 2017 mendatang,” papar dia.
Sementara itu, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Adyaksa Dault mengutarakan inti dari RPDU itu untuk meminta dukungan kepada komisi selaku mitra dan pemerintah terkait swakelola dana untuk terwujudnya gerakan pramuka yang relevan.
“Gerakan Pramuka untuk membantu pembentukan karakter bangsa dan tentunya kami sangat membutuhkan dukungan Komisi X dan pemerintah untuk untuk pembentukan Master Plan Gerakan Pramuka 2015-2045,” ujar dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

PSSI Nilai Penampilan Timnas Tidak Sesuai Harapan

Jakarta, Aktual.co — Pihak Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menilai, penampilan Timnas Indonesia saat menghadapi Filipina pada pertandingan kedua grup A Piala AFF 2014 di Stadion My Dinh, Hanoi, Vietnam, Selasa (25/11), tidak sesuai dengan harapan.

Hal tersebut terjadi karena, Firman Utina dan kawan-kawan harus mengakui keunggulan lawan dengan skor telak 0-4. Kekalahan dari tim yang berjuluk The Azkals ini merupakan yang pertama selama sejak 22 kali pertemuan.

“Pemain telah berjuang di lapangan, tetapi Filipina tampil lebih baik. Kami minta maaf, khususnya kepada masyarakat sepakbola Indonesia karena penampilan kami tidak sesuai harapan,” kata Wakil Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mattalitti seperti yang dilansir tim media PSSI di Jakarta.

Dengan mengalami kekalahan dari Filipina, maka peluang Indonesia lolos ke babak semifinal cukup berat. Apalagi, Timnas Garuda dari dua pertandingan yang dijalani, baru mengumpulkan satu poin setelah mampu menahan imbang tuan rumah Vietnam, 2-2.

Memang, saat ini Indonesia masih menyisakan satu pertandingan yaitu melawan Laos, Jumat (28/11). Namun, untuk lolos ke babak selanjutnya harus bergantung dengan hasil pertandingan antara Vietnam melawan Laos maupun Vietnam melawan Filipina.

Artikel ini ditulis oleh:

Maskapai Lion Air Dituding Bohongi Penumpang

Medan, Aktual.co — Maskapai penerbangan Lion Air diduga telah melakukan pembohongan terhadap penumpang. Dugaan itu berdasarkan keterangan salah seorang penumpang asal Medan, Zulkifli Effendi Siregar, Selasa (25/11).
Pembohongan itu berawal saat dirinya bersama istri dan anak berniat berobat ke Penang Malaysia. Terjadwal dengan penerbangan pukul 12.50 wib, dari Jakarta.
Persoalan muncul ketika manajemen Lion Air mengumumkan penundaan keberangkatan. Zulkifli dan istri beserta delapan penumpang lainnya pun menanyakan kepada manajemen Lion Air apakah penundaan itu bisa ditunggu atau tidak.
“Kami bertanya dan mereka (manajemen Lion Air-red) jawab masih bisa ditunggu,” ujar Zulkifli.
Zulkifli yang juga Ketua DPD  Hanura Sumut itu bersama beberapa penumpang lainnya mengiyakan tawaran manajemen Lion Air dengan itikad baik.
Akhirnya Zulkifli dan penumpang lainnya diterbangkan sekira pukul 14.30 WIB. Dengan catatan, rute penerbangan itu tak langsung menuju Penang, melainkan harus terlebih dulu transit di Kualanamu International Airport. 
“Kami harus transit dulu ke KNIA karena manajemen menjanjikan, begitu sampai di KNIA kami langsung diterbangkan ke Penang,” tuturnya.
Namun janji itu ternyata berbuah kebohongan, pasalnya begitu tiba di KNIA, pesawat yang menuju Penang pun meninggalkan mereka. “Kami ditinggal di KNIA ini. Kami dibohongi. Ini pembohongan publik namanya” bebernya.
Zulkifli dan beberapa penumpang itu kemudian mengajukan komplain. Manajemen Lion Air hanya memberi kompensasi kepada penumpang berupa penginapan di Hotel Miyana kawasan Tol H Anif Medan. Di hotel itulah para penumpang kembali merasa diterlantarkan.
“Kami diperlakukan tidak manusiawi. Tidur kami hanya diberi tiga kamar padahal kami ada sepuluh orang. Makan pun ditanggung sendiri,” timpal Lesley, penumpang lainnya.
“Kami ini penumpang yang ingin berobat. Dengan delay ini, siapa yang bertanggungjawab soal kesehatan keluarga saya,” pungkas Lesley.
Meskipun Zulkifli dan penumpang lainnya dijadwalkan berangkat pada Selasa (25/11) dari KNIA ke Penang, atas pembohongan dan pelayanan itu, Zulkifli Efendi Siregar pun mengaku akan menggugat Lion Air. 
Sementara itu, Perwakilan Lion Air di Miyana Hotel, Uyuk kepada wartawan mengakui kejadian ini bukan kali pertama terjadi.
“Ini bukan pertama kali makanya kami tau bagaimana harus berbuat,” aku Uyuk sembari mengaku semua persoalan itu sudah dikordinasikan dengan manajemen. 

Artikel ini ditulis oleh:

IMI Minta Bantuan Menpora Lobi Mendagri Buat Sirkuit

Jakarta, Aktual.co — Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (PP IMI), meminta bantuan Menpora Imam Nahrawi, untuk melobi Menteri Dalam Negeri agar menginstruksikan kepala-kepala daerah untuk membangun sirkuit.

“Keberadaan sirkuit sangat diperlukan. Selain untuk pembinaan, sirkuit juga berfungsi sebagai media untuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas,” kata Sekjen PP IMI, Robert Tamara di Jakarta, Selasa (25/11).

Selama satu tahun, kata dia, sedikitnya ada 158 kejuaraan yang digelar. Hanya saja, kejuaraan yang digelar belum semuanya dilakukan di sirkuit permanen. Kondisi ini, mendorong pihaknya untuk terus memperjuangkan agar ada sirkuit di setiap daerah.

Selama ini, PP IMI membina lebih dari 16 nomor kejuaraan otomotif. Kejuaraannya sendiri dilakukan di sirkuit permanen dan sirkuit dadakan (dibangun menjelang kejuaraan). Untuk sirkuit permanen, hanya beberapa daerah yang memilikinya.

Daerah yang memiliki sirkuit permanen tetapi hanya digunakan untuk balap motor di antaranya adalah Jawa Timur, Jawa Barat, Riau, Sumatra Selatan, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Sedangkan sirkuit balap mobil hanya Sirkuit Sentul di Bogor, Jawa Barat.

Kondisi ini dinilai oleh PP IMI masih belum maksimal. Apalagi, negara tetangga seperti Malaysia maupun Singapura memiliki sirkuit yang representatif, bahkan mampu menjadi tuan rumah kejuaraan internasional seperti F1 dan Moto GP.

“Banyak keuntungan jika kita memiliki sirkuit standar internasional. Selain untuk prestasi juga bisa untuk meningkatkan sektor pariwisata. Pasti akan banyak wisatawan yang akan datang ke Indonesia,” kata Robert menambahkan.

Meski belum bisa menggelar kejuaraan besar di Tanah Air, Indonesia mempunyai banyak pebalap potensial. Salah satu pebalap yang telah naik daun adalah Rio Haryanto yang saat ini turun di F2. Selain itu, ada Subhan Aksa yang turun di WRC.

PP IMI merupakan salah satu pengurus cabang olahraga yang telah melakukan audiensi dengan Menpora Imam Nahrawi. Pihak PP IMI berharap pihak Kemenpora memberikan dukungan penuh pada pengembangan cabang olahraga otomotif.

Artikel ini ditulis oleh:

Luncurkan Kartu BBM Nelayan, Pertamina Patok 25 Ribu Liter Per Bulan

Jakarta, Aktual.co — PT Pertamina (persero) mengatakan akan menyalurkan jatah bahan bakar minyak (BBM) bersubsi di setiap bulan kepada nelayan sebesar 25 ribu liter setelah meluncurkan kartu BBM nelayan.

Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya mengatakan, kartu BBM nelayan ini berupa sistem debit pembelian BBM bersubsidi untuk nelayan. Setiap satu kapal mendapat satu kartu untuk setiap pembelian BBM bersubsidi dengan jatah 25 ribu liter.

“Satu kapal satu kartu, jatahnya setiap bulan 25 ribu liter, saat beli BBM PSO (bersubsidi) pakai kartu BBM Nelayan. Bisa cek kuota juga,” kata Hanung saat peluncuran Kartu BBM Untuk Nelayan di Cilincing, Jakarta, Selasa (25/11).

Menurutnya, melalui kartu tersebut dapat diketahui dengan pasti konsumsi BBM bersubsidi untuk nelayan dan penyaluran BBM juga bisa tepat sasaran.

“Di sini kita bisa kontrol juga sisa kuotanya, misal 25 ribu liter, pada tanggal 25 sisanya 4 ribu liter kemudian diambil 5 ribu, jelas tidak bisa, BBM PSO untuk nelayan bisa tepat,” ujar dia.

Ia menerangkan, setiap transaksi dapat dipantau secara langsung melalui server Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Saturan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Pertamina dan BRI.

Sebagai informasi, untuk memperoleh Kartu BBM Nelayan, para nelayan cukup membuka rekening tabungan BRI yang selanjutnya mendaftarkan kartu tersebut kepada SKPD Suku Dinas Perikanan dan Kelautan untuk memperoleh kuota BBM. Dalam kartu BBM nelayan akan terdata nama pemilik, nama kapal, dan kuota bulanan, sehingga penggunaan kartu dapat dimanfaatkan pemerintah untuk mendata kembali jumlah kapal nelayan sekaligus sebagai dasar penetapan kuota BBM bersubsidi untuk nelayan.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain