21 April 2026
Beranda blog Halaman 41851

Peluncuran Tim Arema Terancam Mundur Akibat Kontrak Pemain

Jakarta, Aktual.co — Peluncuran tim dan perkenalan para pemain Arema Cronus, yang dijadwalkan 1 Desember mendatang, terancam mundur, karena sejumlah pemain baru belum “deal” dan menandatangani kontrak.

CEO Arema Iwan Budianto, mengatakan ada beberapa pemain baru yang belum “deal” dengan manajemen, sehingga mengganggu jadwal peluncuran tim yang sedianya dilakukan pada awal Desember mendatang.

“Harapan kami, sebelum Desember semua sudah beres, sehingga peluncuran tim bisa sesuai dengan yang dijadwalkan,” katanya di Malang, Jawa Timur, Rabu (26/11).

Untuk mengarungi musim kompetisi 2015, ada lima pemain yang telah sepakat untuk bergabung dengan Arema, yakni tiga pemain asing dan dua pemain lokal berlabel Timnas.

Akan tetapi, sampai saat ini belum ada yang menandatangani kontrak, sehingga manajemen belum berani mengumumkan pemain-pemain baru.

Selain jadwal peluncuran tim yang terhambat, jadwal pra-latihan dan latihan resmi perdana juga terhambat. Pralatihan dijadwalkan digelar pada Selasa (25/11), namun karena belum semua pemain berkumpul, tim pelatih memundurkan jadwal pralatihan tersebut, bahkan latihan resmi perdana yang dijadwalkan 1 Desember pun ada kemungkinan juga diundur.

Iwan mengakui selain pemain baru belum menandatangani kontrak, ada sejumlah pemain lama Arema yang masih memperkuat Timnas di ajang Piala AFF Suzuki Cup dan beberapa pemain dari luar Malang juga masih menghabiskan masa liburnya bersama keluarga.

Jika dipaksakan menggelar pralatihan, katanya, kemungkinan juga hanya akan diikuti beberapa pemain yang berasal dari Malang, seperti Ahmad Bustomi, Johan Al Farizie, Dendi Santoso, Benny Wahyudi, Arif Suyono, dan Sunarto.

Manajemen, katanya, sengaja mempersiapkan tim lebih awal karena sebelum mengarungi kompetisi resmi Liga Super Indonesia (LSI), Arema bakal menjalani serangkaian uji coba dan beberapa pertandingan pramusim, seperti Piala Gubernur Jatim dan Trofeo Jakarta, Marahalim Cup, dan Emirates Cup.

“Pada pertemuan latihan resmi perdana inilah semua komponen tim akan berunding perlu tidaknya menambah pemain baru selain lima pemain yang akan didatangkan setelah beberapa pemain terpaksa dicoret dan tidak diperpanjang kontraknya, yakni tiga pemain asing Alberto Goncalves, Tierry Ghatuessi, dan Gustavo Lopez serta pemain lokal, yakni Munhar, Jimmy Suparno, dan Gilang Ginarsa,” ujarnya.

Pada musim kompetisi 2014, Arema hanya “finish” di posisi ketiga bersama Pelita Bandung Raya (PBR) setelah gagal menembus babak final karena kalah adu penalti dengan Persib Bandung di babak semifinal.

Artikel ini ditulis oleh:

Selama Banjir, Jakarta Selatan Minim Aksi Kriminal

Jakarta, Aktual.co —Polres Metro Jakarta Selatan menyatakan sejauh ini tidak ada laporan kriminalitas ataupun tindak pidana selama terjadi bencana banjir di wilayah tersebut.
“Berdasarkan laporan dari pos pengamanan banjir sejauh ini tidak ada keluhan dari masyarakat terkait kriminalitas menimpa mereka ataupun harta benda saat ditinggal mengungsi,” kata Kasubag Humas Polrestro Jaksel Kompol Aswin di Jakarta, Rabu.
Ia mengatakan tidak adanya laporan kriminalitas tersebut dikarenakan polisi terus meningkatkan kinerjanya dalam melakukan patroli di wilayah-wilayah yang terkena bencana banjir.
Selain melakukan patroli, Polrestro Jakarta Selatan juga mendirikan 13 pos pengamanan banjir yang berlokasi disetiap Polsek dijajaran Polrestro setempat.
“Kami selalu meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat dan bukan itu saja anggota juga kami perintah untuk lebih meningkatkan patroli di daerah pemukiman yang terkena banjir,” tuturnya.
Selain itu juga, diimbau kepada masyarakat untuk bekerjasama kepada pihak kepolisian untuk melaporkan setiap kejadian yang ada agar bisa cepat ditindak lanjuti.
“Kami juga bekerjasama dengan pihak terkait dan masyarakat, terhadap kejadian yang terjadi, untuk wilayah banjir yang cukup tinggi maka posko pengamanan kami tingkatkan,” ucapnya.
Bukan itu saja, diingatkan kepada setiap masyarakat jangan sampai mempunyai niat jahat dengan mengambil kesempatan dari musibah ini, apabila tertangkap sedang melakukan tindak pidana maka langsung ditindak tegas.

Artikel ini ditulis oleh:

Layanan Bus Sekolah di DKI ‘Melempem’, Ini Penyebabnya

Jakarta, Aktual.co —Masih temui sejumlah kendala, layanan bus sekolah di DKI Jakarta masih belum mampu menampung satu juta pelajar di Ibukota.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Angkutan Sekolah, Nurhayati Sinaga, memaparkan sejumlah masalah yang ditemui Dinas Perhubungan DKI dalam memaksimalkan pelayanan bus sekolah.
Masalah pertama, yakni adanya penolakan dari rute angkot KWK dan angkutan umum lainnya untuk pengembangan rute-rute tertentu bus sekolah.
“Berbenturan dengan KWK, padahal mereka cuma sampai jam lima. Sementara lewat jam lima pelajar tidak ter-‘cover’, sehingga naik ojeg yang biayanya cukup mahal,” ujarnya, dalam acara diskusi bertajuk “Bus Sekolah Gratis; Antara Problem dan Solusi” di DPRD DKI, Rabu (26/11).
Masalah kedua, adanya kemacetan lalu lintas di kawasan yang dilintasi bus sekolah. 
Ketiga, tentang belum optimalnya kordinasi dengan sekolah dalam memanfaatkan bus sekolah. Padahal secara fisik bus sekolah tidak kalah saing dengan angkutan bus yang berbayar.
“Banyak problem untuk memaksimalkan. Pertama secara keunggulan hanya di fasilitas. Bus-nya dilengkapi GPS, CCTV, Call center. Jadi bisa tau supirnya siapa kondekturnya siapa. Kalau dibandingkan dengan bus yang berbayar, bus sekolah ini patut dipilih,” ujar Nurhayati.
Dibeberkannya, jumlah armada bus sekolah saat ini masih terbatas lantaran armadanya banyak yang rusak. 
“Total ada 104 armada. Dari 104 ini yang rusak buatan tahun 2006. Dengan kondisi pol di tempat banjir. Tahun 2010 pernah banjir, ada 33 armada yang rusak. Setelah kita hitung-hitung, ‘cost’ untuk perbaikan lebih mahal dibanding beli baru.”

Artikel ini ditulis oleh:

Anggaran Infrastruktur Cabor Bakal Masuk ke APBNP

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) berencana memasukkan anggaran perbaikan infrastruktur dari setiap cabang olahraga (cabor), ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP).

Dikatakan Deputi V Bidang Keharmonisan dan Kemitraan Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto, rencana tersebut akan dilakukan setelah Kemenpora menerima proposal perbaikan sarana dari pihak cabor.

“Nantinya, saat pembahasan APBNP 2015 itu kami bisa lakukan revisi. Karena sampai sekarang dalam DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) 2015 itu, belum dibahas tentang renovasi dari sejumlah fasilitas yang ada di GBK,” jelas Gatot di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (26/11).

Meski begitu, sebelum DIPA direvisi, lanjut Gatot, pihak Kemenpora akan terlebih dahulu berembuk dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI).

Dijelakan Gatot, pertemuan dengan KONI dan KOI dilakukan untuk membahas infrastruktur mana yang benar-benar harus diperbaiki dan mana yang tidak. Artinya, tidak semua keluhan dari cabor akan dipenuhi semua oleh Kemenpora.

“Nantinya begitu surat dari PB masuk, Kemenpora, KONI dan KOI, akan membahas mana yang lebih prioritas dan sebagainya. Jadi tidak semua cabang akan direnovasi total, karena tidak semua cabang butuh fasilitas yang permanen,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Disebut Bakal Jadi Wagub, Sarwo Serahkan ke Ahok

Jakarta, Aktual.co —Ketua Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan DKI Jakarta, Sarwo Handayani enggan besar kepala, meski namanya santer disebut-sebut sebagai kandidat kuat wakil gubernur (wagub) di ibu kota.
Yani mengatakan, menyerahkan seutuhnya kepada Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama (Ahok) mengenai kepastian tersebut.
“Saya berfokus di Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUP2) saja,” Kata, Sarwo Handayani,di Balai Kota,rabu (26/11)
Yani pun membantah mengenai kabar miring yang dialamatkan kepadanya, disebut-sebut akan mengakomodir kepentingan sejumlah pengusaha reklame dan billboard di Jakarta yang ruang geraknya terbatas sejak Joko Widodo (Jokowi) menjadi gubernur.
Alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) ini menjelaskan, kedekatannya dengan sejumlah pengusaha, termasuk periklanan di luar ruangan, karena pernah terkait dengan tugasnya sebelumnya, saat menjabat kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jakarta.
“Saya harus dekat, agar bisa merayu mereka memberikan dana corporate social responsibility. Anggaran pemprov terbatas. Karena itu, kami harus menggandeng pengusaha,” ungkapnya.
Meski tak mempersoalkan kabar tersebut, menurut Yani, beredarnya rumor tak sedap tersebut sengaja disebarkan pihak-pihak yang merusak nama baiknya, karena masuk radar Ahok untuk mengisi kursi DKI-2.
“Enggak masalah, dibilang apa. Orang kan tahu rekam jejak saya seperti apa,” pungkas perempuan kelahiran Solo ini.
Sesuai Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) No. 1/2014 tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Ahok selaku gubernur memiliki kewenangan penuh untuk memilih pendampingnya atau tak lagi harus berasal dari partai yang mengusungnya, PDIP dan Gerindra.
Merujuk Pasal 168 ayat 1 poin C Perppu tersebut, Jakarta bisa memiliki dua wagub. Namun, Ahok diwajibkan menyetorkan nama wakilnya 15 hari, setelah dilantik sebagai gubernur.
Menyikapi itu, di Istana Bogor, Jawa Barat, kemarin lusa (24/11), Ahok menerangkan, akan menyetorkan nama wagub, setelah Peraturan Pemerintah (PP) terkait diterbitkan.
“Jumat (28/11/2014) ini, keluar PP-nya. Kalau cepat, Senin-Selasa saya masukin,” kata mantan Bupati Belitung Timur itu.

Artikel ini ditulis oleh:

PPOB Bermasalah, Ombudsman Panggil Direksi PDAM Tirtanadi

Medan, Aktual.co — Sistem pembayaran rekening tagihan air secara online atau Payment Point Online Bank (PPOB) oleh PDAM Tirtanadi Sumatera Utara, dinilai bermasalah dan meresahkan masyarakat.

Untuk itu, Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara, akan memanggil Direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi untuk menjelaskan hal tersebut.

“Kita panggil direksinya ke kantor untuk memberi penjelasan, rencana Senin depan (1/12),” ujar Kepala Perwakilan Ombudsman Sumut Abyadi Siregar di Medan, Rabu (26/11).

Menurutnya, penjelasan mengenai sistem pembayaran online tersebut sangat penting, karena telah menimbulkan keresahan di masyarakat. Masyarakat banyak melapor ke Ombudsman akibat pelayanan sistem pembayaran online ini.

Dari hasil monitoring Ombudsman di beberapa loket pembayaran online, seperti di loket pembayaran PDAM cabang Medan Kota, terjadi antrian cukup panjang. Bahkan, ada loket yang membatasi jumlah pelanggan, sehingga masyarakat menjadi kecewa.

“Dari sejumlah masyarakat yang kita wawancarai, sistem ini membingungkan dan meresahkan. Ini belum layak dioperasikan karena Bank belum bisa jalan, kecuali Bukopin, itu pun hanya Bukopin yang menerima pembayaran rekening listrik. Pembayaran di cabang-cabang PDAM pun antri, bahkan ada yang dibatasi. Ini kan kacau,” kata Abyadi.

Abyadi mensinyalir, carut marutnya sistem pembayaran online ini, terkesan dipaksakan. Hal itu juga terlihat dari SDM yang ditempatkan di unit-unit pelayanan cabang yang terkesan tertutup saat dimintai penjelasan.

“Kita nanti akan meminta direksi untuk menunda sistem itu. Jangan sampai akibatnya dari sistem yang belum siap ini, berdampak pada pelanggan. Misalnya pelanggan dikenakan denda akibat terlambat membayar. Padahal keterlambatan itu terjadi karena ketidaksiapan PDAM sendiri,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain