21 April 2026
Beranda blog Halaman 41852

Gatot: Kemenpora Berhutang Pada Atlet Berprestasi SEA Games 2013

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ternyata masih memiliki hutang terhadap beberapa atlet Indonesia. Masalah tersebut diungkapkan langsung oleh Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Gatot S Dewa Broto.

Dikatakan Gatot, bahwa Kemenpora masih memiliki tanggungan kepada sejumlah atlet yang berlaga di SEA Games 2013 silam. Kemenpora mengakui, terdapat beberapa atlet yang belum menerima bonusnya.

“Kami tidak membantah ada satu dua cabang yang atletnya belum mendapat bonus, dan kami secepatnya akan menghubungi yang bersangkutan,” ungkap Gatot kepada wartawan di Gedung Kemenpora, Jakarta, Rabu (26/11).

Lebih jauh disampaikan Gatot bahwa, dana untuk bonus SEA Games 2013, berbeda dengan anggaran ‎bonus Asian Games 2014. Sehingga tidak bisa diselesaikan berbarengan dengan pemberian bonus Asian Games.

Namun, ia menegaskan bahwa, Menpora, Imam Nahrawi, sudah memberikan instruksi agar hal itu bisa segera diselesaikan.

“Posnya beda. Itu kan event SEA Games 2013 tapi kami tetap akan selesaikan semua. Pak Imam juga sudah memerintahkan kepada kami supaya semua bisa diselesaikan. Beliau (Menpora) memberikan tenggang waktu sampai akhir Desember 2014,” papar Gatot.

Artikel ini ditulis oleh:

Kemenpora: Kelengkapan Dokumen Sudah Lengkap

Jakarta, Aktual.co — Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora Gatot S. Dewa Broto mengatakan, kelengkapan dokumen atlet yang akan diberikan bonus, sudah lengkap semua. Dokumen tersebut seperti nomor rekening, NPWP, dan berkas lainnya yang dibutuhkan.

Ditegaskan Gatot, dengan lengkapnya dokumen yang dikumpulkan, maka proses pemberian bonus, tidak bakal terhambat seperti sebelumnya.

“Untuk kelengkapan data memang kami akui tiga hari lalu belum beres. Tapi sekarang sudah rampung semua,” ujar Gatot kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (26/11).

Diungkapkan Gatot, pihaknya tidak mau kejadian yang pernah terjadi, terulang kembali.

Permasalahan satu atlet, kata Gatot, akan berdampak pada atlet yang lain dalam pemberian bonus tersebut. Pasalnya, pemberian bonus itu dilakukan melalui transfer antar bank.

“Jadi kami sangat hati-hati sekali karena semakin cepat pemberian bonus ini beres, yang untung kami juga, karena ‎penyerahan anggaran jadi sangat positif,” pungkasnya Gatot.

Kemepora sendiri, menargetkan seluruh proses transfer bonus tersebut, akan tuntas sepenuhnya akhir Desember.

Pemberian bonus ini dibagikan kepada atlet berprestasi di Asian Games dan Asian Para Games 2014 di Incheon, Korea Selatan kemarin.

Berdasarkan data yang ada, pada Asian Games 2014, Kontingen Indonesia mampu merebut empat medali emas, lima perak dan 11 perunggu. Sedangkan Asian Para Games 2014 merebut sembilan emas, 11 perak dan 18 perunggu.

Meski sama-sama mengharumkan nama bangsa, besar bonus yang diterima oleh atlet Asian Games maupun Asian Para Games berbeda. Bonus bagi peraih emas sebesar Rp400 juta sedangkan untuk emas Asian Para Games hanya Rp200 juta (perorangan/dobel). Sedangkan beregu Rp200 juta dan Rp100 juta.

Untuk perak Asian Games Rp200 juta (perorangan/dobel) dan Rp100 juta untuk beregu. Sedangkan perak Asian Para Games Rp90 juta (perorangan/dobel) dan Rp45 juta untuk beregu. Untuk perunggu Rp50 juta dan perunggu Asian Para Games Rp45 juta.

Bagi pelatih akan mendapatkan bonus mulai Rp15 juta hingga Rp100 juta. Sedangkan asisten pelatih akan mendapatkan bonus antara Rp7,5 juta hingga Rp50 juta. Bonus yang diterima sesuai dengan medali yang diraih oleh atletnya.

“Bonus ini bentuknya uang dan akan ditransfer melalui rekening masing-masing penerima penghargaan. Nilai yang diterima telah dipotong pajak sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku,” kata pria yang juga Kepala Komunikasi Publik Kemenpora itu.

Gatot Dewa Broto menegaskan, proses pengiriman bonus kepada atlet, pelatih dan asisten pelatih tidak dilakukan oleh Kemenpora tetapi langsung dilakukan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Jakarta III.

Artikel ini ditulis oleh:

Kapolri: Belum Ada Barbuk Pemalsuan e-KTP di Luar Negeri

Jakarta, Aktual.co — Kapolri Jenderal Sutarman mengatakan pihaknya belum mendapat barang bukti pemalsuan e-KTP luar negeri seperti yang dilontarkan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, beberapa waktu lalu.
“Kalau ada pemalsuan itu tindak pidana, yang dipalsu apa barang buktinya mana kita analisa. Dari situ kita ketahui siapa yang memalsukan dan dari situ bisa kita ungkap. Semuanya dan sampai sekarang yang dipalsukan belum ada,” ujar Jenderal Sutarman di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (26/11).
Sutarman menjelaskan, informasi mengenai keberadaan server pembuat e-KTP palsu masih simpang siur. Pihak Kemendagri mengatakan bahwa e-KTP tersebut berasal dari Paris dan Tiongkok. Namun ada juga yang mengatakan server tersebut berada di Indonesia.
“Kemarin Mendagri sudah mengatakan servernya itu ada di Indonesia. Saya enggak tahu servernya ada di mana,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Dirut PPKGBK Janji Majukan Sarana Olahraga Bagi Atlet Nasional

Jakarta, Aktual.co — Merosotnya prestasi olahraga Indonesia, bukan saja disebabkan oleh kecilnya anggaran pembinaan atlet. Permasalahan minimnya infrastruktur latihan, juga berimbas negatif terhadap prestasi olahraga Indonesia.

Sebagai salah satu kawasan yang memberikan fasilitas olahraga untuk berbagai kalangan khususnya untuk atlet nasional, komplek Gelora Bung Karno (GBK) dirasa belum bisa mengakomodasi semua kebutuhan infrastruktur atlet di Tanah Air.

Meski begitu, Direktur Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK), Raja Parlindungan Pane berjanji bahwa dirinya akan terus mendorong untuk memajukan sarana dan prasarana atlet Indonesia yang ada di kawasan GBK.

“Saya berjanji akan memajukan aspek olahraga,” kata Raja Pane ketika dihubungi Aktual.co, Rabu (26/11).

Lebih lanjut disampaikan pria yang juga menjabat sebagai Ketua SIWO Pusat itu memastikan, kejadian seperti yang dialami oleh cabang olahraga panahan, tidak terulang lagi.

Seperti diketahui, cabor panahan sempat tidak punya lahan untuk latihan, karena lapangan yang biasanya mereka pakai, dialihfungsikan menjadi lapangan sepakbola.

“Dulu memang ada latihan bola, tapi tidak ada lagi. Kami janji tidak ada lagi hal seperti itu,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Kemenpora Siapkan Dana Rp12 Miliar untuk Bonus Atlet

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Pemuda dan Olahraga siap menggelontorkan dana sebesar Rp12 miliar lebih untuk bonus atlet yang meraih medali pada Asian Games dan Asian Para Games 2014 di Incheon, Korea Selatan.

Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora Gatot Dewa Broto, mengatakan dari total dana yang ada terbagi untuk Asian Games sebesar Rp6,9 miliar lebih dan untuk Asian Para Games Rp5,9 miliar lebih.

“Sesuai dengan rencana, pemberian bonus akan dilakukan langsung Menpora Imam Nahrawi, Jumat (28/11),” katanya di Media Center, Kemenpora, Jakarta.

Menurut dia, pemberikan bonus ini didasarkan pada UU No. 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) khususnya pasal 86 tentang pemberikan penghargaan kepada pelaku olahraga maupun organisasi olahraga yang berprestasi.

Yang mendapatkan bonus, kata dia, tidak hanya atlet, namun pelatih dan asisten pelatih yang membawa atletnya meraih prestasi tertinggi pada kejuaraan olahraga empat tahunan itu. Hal ini, dilakukan sebagai wujud apresiasai dari pemerintah.

Berdasarkan data yang ada, pada Asian Games 2014, Kontingen Indonesia mampu merebut empat medali emas, lima perak dan 11 perunggu. Sedangkan Asian Para Games 2014 merebut sembilan emas, 11 perak dan 18 perunggu.

Meski sama-sama mengharumkan nama bangsa, besar bonus yang diterima oleh atlet Asian Games maupun Asian Para Games berbeda. Bonus bagi peraih emas sebesar Rp400 juta sedangkan untuk emas Asian Para Games hanya Rp200 juta (perorangan/dobel). Sedangkan beregu Rp200 juta dan Rp100 juta.

Untuk perak Asian Games Rp200 juta (perorangan/dobel) dan Rp100 juta untuk beregu. Sedangkan perak Asian Para Games Rp90 juta (perorangan/dobel) dan Rp45 juta untuk beregu. Untuk perunggu Rp50 juta dan perunggu Asian Para Games Rp45 juta.

Bagi pelatih akan mendapatkan bonus mulai Rp15 juta hingga Rp100 juta. Sedangkan asisten pelatih akan mendapatkan bonus antara Rp7,5 juta hingga Rp50 juta. Bonus yang diterima sesuai dengan medali yang diraih oleh atletnya.

“Bonus ini bentuknya uang dan akan ditransfer melalui rekening masing-masing penerima penghargaan. Nilai yang diterima telah dipotong pajak sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku,” kata pria yang juga Kepala Komunikasi Publik Kemenpora itu.

Gatot Dewa Broto menegaskan, proses pengiriman bonus kepada atlet, pelatih dan asisten pelatih tidak dilakukan oleh Kemenpora tetapi langsung dilakukan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Jakarta III.

Artikel ini ditulis oleh:

Pengendara Motor Mulai Konsumsi SPBU Asing

Jakarta, Aktual.co —  Seminggu pascapenaikan harga bahan bakar minyak masyarakat pengguna sepeda motor mulai mengonsumsi BBM swasta atau industri yang ada di SPBU di sepanjang jalan di sekitar Jakarta.
“Sehari bisa mencapai ratusan motor yang masuk ke SPBU kami,” kata Anggi salah satu petugas pengisian bahan bakar swasta di Jakarta, Rabu (26/11).
Menurutnya hal ini terkait harga premium milik Pertamina yang tidak jauh berbeda dengan harga BBM swasta. Bahkan harganya ada yang lebih murah dari pertamax dengan oktan 92.
Harga pertamax 92 turun Rp250 menjadi Rp9.250 sedangakan bensin kualitas super milik swasta sebesar Rp9.500.
Menurut pantauan wartawan di beberapa SPBU swasta, konsumen didominasi oleh pengguna sepeda motor.
Sementara itu, Iwan salah satu konsumen SPBU swasta mengatakan hal ini karena kualitas dan pelayanannya lebih cepat daripada antre premium milik pertamina.
“Kalau di sini lebih cepat, harganya juga tidak jauh dari pertamina. Jadi sekarang sudah sama saja mau swasta atau bukan,” ujar Iwan.
Pengendara lain beranggapan bahwa kualitasnya lebih baik daripada premium.
“Kata teman-teman kualitasnya lebih baik untuk mesin dan sama dengan pertamax, daripada antre panjang, ya mending di sini,” ujar Danang salah satu warga yang mengisi di SPBU swasta.
Motor yang melakukan pengisian, bukan hanya kategori silinder besar, tetapi motor di bawah 150 cc juga banyak yang menggunakan oktan tinggi setara pertamax 92.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain