12 April 2026
Beranda blog Halaman 41919

Dirjen Pajak Baru Harus Berintegritas, Atasi Permasalahan Pajak

Jakarta, Aktual.co —Perlu sosok Dirjen Pajak yang memiliki integritas dan kompetensi untuk mengelola pajak. Karena di Indonesia hampir 78 persen atau hampir sebagian besar, penerimaan Indonesia berasal dari pajak. 
Pengamat pajak, Wiko Saputra mengatakan sepintar dan sepaham apapun seorang Dirjen Pajak dalam bidang ekonomi dan perpajakan, namun jika tidak memiliki integritas tinggi maka permasalahan pajak akan terus ada bahkan meningkat.
“Yang paling penting adalah sosok itu punya integritas yang tinggi. Bagaimana dia bisa mengatasi permasalahan pajak kita,” ujar Wiko saat diskusi di Warung Daun Cikini Jakarta, Minggu (23/11).
Terkait sosok internal maupun eksternal untuk Dirjen Pajak, Wiko menganggap tidak ada masalah. Nantinya, sosok Dirjen Pajak mendatang harus mempunyai visi perekonomian sehingga bisa membuat kebijakan pajak yang baik.
“Selain integritas, harus ada visi perekonomian yang baik. Bagaimana dia nantinya bisa membuat kebijakan-kebijakan yang tepat,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Dirjen Pajak saat ini Fuad Rahmany akan segera pensiun per Desember 2014. Kementerian Keuangan akan melakukan lelang jabatan untuk menggantikan posisi Dirjen Pajak. Untuk kriteria dan syarat-syaratnya bisa dilihat di website kemenkeu.go.id. 

Artikel ini ditulis oleh:

Belum Kerja Buat Rakyat, DPR Dianggap Makan ‘Gaji Haram’

Jakarta, Aktual.co —Sejak dilantik satu Oktober lalu, hingga kini para anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI masih saja berkutat pada persoalan konflik dualisme antara para fraksi yang tergabung di Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dan Koalisi Merah Putih (KMP).
Yang berakibat pada terbengkalainya pekerjaan-pekerjaan penting untuk kepentingan rakyat, di luar kepentingan kelompok. Pengamat politik dari Komite Pemilih Indonesia (TEPI), Jeirry Sumampow pun menilai para anggota DPR RI saat ini makan ‘gaji haram’. Karena praktis sejak dilantik belum ada yang dikerjakan untuk kepentingan rakyat.
“Sejauh ini masih terus memperdebatan posisi pimpinan. Praktis tidak ada kinerja DPR dalam tiga bulan ini. Jadi DPR sekarang ini otomatis gaji yang diterimanya (DPR) adalah ‘gaji haram,” ujarnya dalam acara diskusi, di kawasan Jakarta Pusat, Minggu (23/11).
Jeirry pun menyayangkan sosok-sosok muka baru para anggota DPR yang juga tidak bisa diharapkan. “Tidak ada gerakan dari mereka untuk mengembalikan citra DPR.”
Sedangkan peneliti dari Indonesian Institute for Development and Democracy, Arif Susanto, menilai kebobrokan di DPR sekarang merupakan warisan dari pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
“Ini merupakan warisan sistem politiknya SBY yang masih dijalankan. Di mana (di era SBY) hanya menghasilkan ironi demokrasi. Pasalnya, satu sisi demokrasi kita relatif stabil, tapi stabil itu karena transaksi. Ini yang coba dilakukan khususnya KMP di mana coba menekan terus agar mendapat power sharing (dari Jokowi),” paparnya.
Para anggota DPR sekarang, menurutnya, masih ‘kagok’ dengan gaya politik baru Presiden Jokowi. “Karena anggota DPR masih menjalankan gaya politik lama.”

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Legislatif Dorong DKI Naungi Industri Kreatif, Seperti Jakjazz 2014

Jakarta, Aktual.co —Parlemen Muda Jakarta (PMJ) akan mendorong keberpihakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada industri kreatif di DKI Jakarta.
Tak hanya itu, PMJ juga akan mendorong agar Pemprov untuk menciptakan satuan badan tersendiri yang menaungi industri kreatif di DKI Jakarta.
Misal dengan membuat “Jakarta Creatif Center” yang nantinya akan menaungi segala bentuk industri kreatif yang ada di Jakarta.
“Nah musik jazz bagian dalam industri kreatif salah satunya,” ujar Taufiqurahman, Ketua PMJ saat dihubungi Minggu (23/11).
Seperti di pelaksanaan event Jakjazz 2014 yang akan digelar tanggal 24 November sampai tujuh Desember 2014. Di mana PMJ juga turut serta dalam pelaksanaannya. “Jadi PMJ seperti pelindung dalam acara tersebut.”
Dalam upaya awal ini, kata dia, PMJ bersama pelaksanaan event yang menampilkan para musisi jazz itu memberi terobosan berbeda dibanding gelaran event serupa di tahun-tahun sebelumnya. Di mana Jakjazz 2014 kali ini diklaimnya akan lebih merakyat, jauh dari kesan eksklusif. 
“Semua kalangan dapat menikmatinya karena gratis.”
Selain itu, bakal banyak muncul juga wajah baru di panggung Jakjazz 2014. Sebagai bentuk bahwa di tahun ini banyak memberi kesempatan bagi musisi-musisi jazz muda untuk tampil. 
Setengah promosi, dia mengatakan kalau pemilihan tempat untuk panggung Jakjazz kali ini pun sangat unik. Mulai di pasar tradisional, taman terbuka, bahkan pinggiran kali. 
“Dengan pesan jangan buang sampah ke kali karena bisa bikin banjir misalnya. Sehingga memberikan kesan yang kuat bahwa jazz milik semua, Jakjazz milik Ibukota.” 

Artikel ini ditulis oleh:

Munas Golkar Momentum Jokowi-JK Gembosi KMP

Jakarta, Aktual.co — Partai Golongan Karya (Golkar) akan menggelar hajatan penting berupa Musyawarah Nasional (Munas) dengan agenda utama memilih ketua umum. Hajatan yang akan digelar pada 30 November 2014 ini menjadi momentum emas bagi Jokowi-JK untuk memperkuat koalisi pendukung pemerintah di parlemen, sekaligus menggembosi Koalisi Merah Putih (KMP).
Peneliti Indonesian Institute for Development and Democracy Arif Susanto mengatakan, Munas Golkar akan sangat menentukan ke mana arah politik partai beringin dalam lima tahun kedepan, apakah tetap menjadi oposisi atau berbalik arah menjadi pendukung pemerintahan.
“Momentum ini bisa diambil oleh Jokowi untuk setidaknya menarik suara-suara dari elemen partai Golkar demi keberlangsungan stabilitas politik,” ucap Arief dalam sebuah diskusi di Jakarta, Minggu (23/11).
Pemerintah Jokowi-JK, lanjut Arif, perlu segera bernegoisasi dengan Partai Golkar agar kondisi politik bisa segera membaik.
“Hal ini perlu ya, untuk bernegoisasi, bukan berkompromi. Karena jika mengacu kepada SBY, itu kompromi. Jokowi jangan berkompromi tapi bernegoisasi untuk menciptakan keadaan politiknya yang membaik,” tuntas Arif.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Lelang Jabatan Dirjen Pajak Harus Steril Kepentingan Politik

Jakarta, Aktual.co — Pengamat ekonomi dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Mangasa Sipahutar mengatakan bahwa lelang jabatan pada Dirjen Pajak ini sama esensinya seperti lowongan pekerjaan. Namun karena badan yang mengadakannya adalah Direktorat Jenderal Pajak, maka ini menjadi sangat luar biasa.
“Saya merasa tidak ada bedanya antara lelang jabatan Dirjen Pajak ini dengan lowongan pekerjaan. Sama-sama mencari posisi yang kosong. Namun karena yang mengadakan adalah Ditjen Pajak, ini yang menjadi perhatian banyak kalangan,” ujar Mangasa di Warung Daun Cikini, Jakarta, Minggu (23/11).
Lebih lanjut dikatakan Mangasa, yang harus mendapat perhatian khusus dalam lelang jabatan ini adalah panselnasnya. Sebab anggota panselnas harus orang yang berkompetensi tinggi dan jauh dari kepentingan politik.
“Panselnasnya ini yang harusnya diperhatikan, harus yang berkompetensi tinggi. Kita lihat dulu siapa panselnya disana? Apakah ada kepentingan politik disana?,” pungkas Mangasa.

Artikel ini ditulis oleh:

Lelang Jabatan Dirjen Pajak harus Serius agar Mafia tak Berkuasa

Ekonom IPB Mangasa A Sipahutar (kiri) bersama Anggota Dewan Pertimbangan kadin Imron Rosyidhi (tengah),Pengamat Perpajakan Wiko Saputra, serta Pengamat Komunikasi Politik Hendri Satrio saat menyampaikan kriteria calon dirjen pajak hasil lelang saat diskusi publik uneg uneg Politik di Jakarta, Minggu (23/11/2014). Sosok Dirjen Pajak diharapkan bebas dari calon calon dan kooptasi mafia pajak dan mampu mengenjot penerimaan negara. AKTUAL/TINO OKTAVIANO

Berita Lain