9 April 2026
Beranda blog Halaman 41929

“LPS Rate” Bakal Tingkatkan Penetrasi Syariah

Jakarta, Aktual.co — Suku bunga penjaminan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS Rate) khusus untuk simpanan perbankan syariah, diyakini mampu meningkatkan penetrasi jasa keuangan syariah kepada masyarakat, sekaligus menjadi upaya tambahan memitigasi risiko.

“Jika kita memiliki LPS rate khusus syariah, masyarakat juga akan lebih yakin untuk menyimpan uangnya di bank syariah,” kata Direktur Utama BNI Syariah Dinno Indriano di Jakarta, ditulis Sabtu (22/11).

Saat ini LPS menjamin simpanan di perbankan syariah dengan skema yang sama untuk penjaminan simpanan perbankan umum. Pada 2015, LPS akan merumuskan skema penjaminan simpanan khusus untuk perbankan syariah.

“Dampaknya kepercayaan kepada perbankan syariah akan jauh lebih tinggi, dibandingkan sekarang,” ujar Dinno.

Upaya LPS itu juga diharapkan Dinno, dapat mendongkrak tingkat penetrasi perbankan syariah ke masyarakat yang masih relatif rendah.

“Yang jadi masalah, bank syariah masih berada (penetrasinya) di angka lima persen. Masyarakat masih banyak yang tidak percaya kepada perbankan syariah,” ujar dia.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad mengatakan pihaknya belum mendengar secara resmi rencana LPS tersebut. Namun, jika terdapat wacana demikian, dia mengaku akan mengkaji lebih jauh dan pihaknya akan melakukan harmonisasi kebijakan.

“Oh ya saya kira, kita akan kaitkan nanti (dengan rencana pengembangan),” ujarnya.

Kepala Eksekutif LPS Kartika Wirjoatmodjo di perhelatan Indonesian Islamic Economic Forum 2014 mengatakan pihaknya akan mengatur skema penjaminan simpanan khusus untuk perbankan syariah pada 2015.

“Pada 2015, skemanya akan kita perkuat untuk perbankan syariah, karena selama ini masih mengikuti tingkat penjaminan LPS yang umum,” katanya.

Skema penjaminan itu, menurut Kartika, akan diklasifikasikan berdasarkan produk perbankan syariah dan prinsip-prinsip sesuai fatwa syariah dari Dewan Syariah Nasional (DSN).

Isu yang penting diperhatikan, ujar Kartika, di antaranya bagaimana penerapan prinsip mudharabah, wadiah, dan lainnya dalam produk simpanan.

Kartika menjelaskan, pada tahap awal LPS akan mempersiapkan peraturan LPS dan fatwa DSN. Kemudian, pemisahan investasi penjaminan syariah, dan pelaporan penjaminan syariah.

Dalam pembentukan skema penjaminan, LPS juga akan mengkaji penentuan akad penjaminan simpanan, penentuan produk simpanan, batasan penjaminan, dan penentuan persentase premi penjaminan. “Tapi besaran batasannya belum ditentukan saat ini,” kata dia.

Setelah 2015, ujar Kartika, LPS juga akan memisahkan pembayaran premi penjaminan syariah, penerapan pengawasan perbankan syariah sesuai kriteria risiko syariah.

Pada 2017, LPS juga akan mengkaji penerapan metode likuidasi bank syariah. Sedangkan pada 2019, LPS mengharapkan protokol manajemen krisis penjaminan syariah sudah diterapakan secara komprehensif. LPS juga akan memitigasi “Moral Hazard” penjaminan syariah.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Jika Kinerja Prasetyo Buruk, Jokowi Bisa Kena Imbasnya

Jakarta, Aktual.co — Ditunjuknya HM Prasetyo sebagai Jaksa Agung oleh presiden Joko Widodo (Jokowi) menuai pro dan kontra sejumlah kalangan. Mengingat Latar belakang Prasetyo sebagai mantan politisi, dinilai sarat akan intervensi.
Direktur Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo berpendapat, penolakan dan perdebatan sosok Prasetyo sebagai pengganti Basrief Arief, merupakan hal biasa dalam demokrasi.
“Terpenting, membuktikan komitmen kinerja Jaksa Agung ke depan,” kata Karyono, Jumat (21/11).
Apabila kinerjanya buruk, lanjut dia, maka presiden Jokowi akan terkena efeknya. Begitu pula sebaliknya. Hal penting lain adalah partisipasi publik untuk ikut melakukan pengawasan terhadap kinerja Jaksa Agung.
“Partisipasi publik untuk mengontrol kinerja Jaksa Agung perlu ditingkatkan,” ujarnya.
Dia berharap, Prasetyo bisa menerima semua tantangan, dan bergerak cepat menyelesaikan segala perkara yang ditangani Korps Adhyaksa. Mulai dari lingkungan internal maupun eksternal.
“Justru yang menjadi tantangan terberat Jaksa Agung adalah intervensi dari kekuasaan dan tantangan internal,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Yuk Kenali Dampak “Bullying” Bagi Anak di “Car Free Day” Hari Minggu Esok!

Jakarta, Aktual.co — Dalam rangka mengenalkan acara “Festival Hari Anak:Melawan Bullying” pada masyarakat luas, maka akan diadakan Pre Event pada 23 November 2014 yang bertempat di Car Free Day dengan titik mulai dari stasiun sudirman hingga bundaran HI. 
Dalam rangkaian acara pre event ini akan diusung konsep publikasi dengan mencari testimoni masyarakat mengenai Bullying dan pandangan mereka mengenai definisi dari bullying itu sendiri.
Pre-event diadakan dengan tujuan agar acara ini semakin dikenal oleh masyarakat karena acara ini memiliki tujuan utama untuk membangkitkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mencegah dan melawan bullying yang dapat mengancam nyawa serta kepribadian anak.  
Pre event ini akan diikuti oleh segenap panitia dan juga akan dihadiri oleh LSM yaitu We Can Survive Bullying (@WCSBullying) dan GENAB (Gerakan Nasional Anti Bullying). Dengan diadakannya pre event ini kami harapkan bisa lebih banyak masyarakat yang turut berpartisipasi untuk mendukung Anti Bullying, dukungan tersebut dapat berupa foto, video testimoni, hadir dalam diskusi, dan Kampanye Pasca Event Anti Bullying. 
Untuk informasi lebih lanjut silakan buka festivharianak.tumblr.com atau follow twitter kami di @festivharianak. 

Inilah Pemenang Anugerah Adirupa IV CitraRaya 2014 – EcoCulture

Jakarta, Aktual.co — Memperingati perayaan hari jadi yang ke-20, CitraRaya Tangerang menggelar “Anugerah Adirupa IV CitraRaya 2014 – EcoCulture” berupa Lomba Patung Tingkat Nasional IV. Kategori yang dilombakan yaitu Seni Patung Lingkungan dan Street Art Furniture. Kegiatan inovasi kreatif ini diikuti 80 karya seni bekerjasama dengan Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

“Harapan saya yang terbesar dengan terselenggaranya lomba ini adalah meningkatnya apresiasi terhadap karya seni diantara kalangan masyarakat Indonesia,” ujar Chairman & Founder Ciputra Group, Dr. (HC). Ir. Ciputra, di Jakarta, Jumat (21/11).

Menurutnya, masa depan kreatif bangsa Indonesia ada di tangan bersama. Berdasarkan bakat-bakat yang terlihat dalam lomba ini, Bangsa Indonesia memiliki masa depan seni dan budaya yang sangat cerah.

Direktur Utama PT Ciputra Residence, Budiarsa Sastrawinata mengatakan bahwa semua karya seni yang dihasilkan dari lomba tersebut dalam pelaksanaannya dapat menghiasi jalan-jalan dan area publik di kawasan CitraRaya dan juga proyek Ciputra Group lainnya.

“Kami harapkan proyek-proyek Ciputra Grup menjadi sarana promosi dan edukasi tentang nilai seni dan estetika kepada generasi muda yang tentunya turut mendorong peningkatan kemampuan apresiasi seni yang lebih tinggi dan bermutu bagi semua masyarakat untuk masa-masa yang akan datang,” ujar Budiarsa.

Pada malam penganugerahan diumumkan pemenang lomba patung. Berikut para pemenangnya:

Kategori Seni Patung Lingkungan:
Juara 1: Susi Harahap, dengan karya Patung “Melody”
Juara 2: Benny Ronald Tahalele, dengan karya Patung “Bahtera Pengharapan”
Juara 3: Budi Santoso, dengan karya Patung “Anak dan Lingkungan”

Juara Harapan 1: Yani M. Sastranegara, dengan karya Patung “Semburat Cahaya”
Juara Harapan 2: Innes Indreswari Soekanto, dengan karya Patung “Wave Circles 2014”
Juara Harapan 3: Lukman Hakim, dengan karya Patung “Kukuruyuk kukuruyuk kukuruyuk”

Kategori Street Art Furniture:
Juara 1: Alvi Luviani, dengan karya “Dari Bumi untuk Bumi”
Juara 2: Susi Harahap, dengan karya “Hidden Forest”
Juara 3: Panca Dwinandhika Zen, dengan karya “Concrete Jungle”

Juara Harapan 1: Miky Endro, dengan karya “Perjalanan Mencapai Keseimbangan”
Juara Harapan 2: Karte Werdaya, dengan karya “Wajah nDeso”
Juara Harapan 3: Rangga Samiaji R., dengan karya “Park n Go” & “Kayuh dan Singgah”.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Pemerintah Serahkan Blok Pase ke BUMD Aceh

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah memutuskan menyerahkan pengelolaan blok migas Pase Aceh ke Badan Usaha Milik Daerah PT Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA).

“Kami memutuskan melanjutkan hak pengelolaan blok Pase ke BUMD Aceh Yaitu PT Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh,” kata Menteri ESDM Sudirman Said, di Kantor SKK Migas, Jakarta, Jumat (21/11).

Namun, lanjut dia, BUMD Aceh tersebut tidak bekerja sendirian. Selain menggandeng Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) Triangle Pace, mereka saat ini juga sedang mencari rekan kerja lainnya.

“Telah melakukan beauty contest untuk mencari mitra, yang dipilih  dengan begitu suatu perkawinan yang indah. Haknya Insya Allah tidak ada gangguan lifting,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Blok Pase akan habis masa kontraknya pada 2015, dari operator sebelumnya Triangle Pace. Kontrak baru akan berlaku maksimal 20 tahun ke depan.

Sementara itu, Gubernur Aceh Zaini Abdulla menyambut gembira keputusan itu.

Menurutnya, rakyat Aceh daerah telah lama menunggu keputusan pengalihan pengelolaan blok migas tersebut.

“Ini sungguh-sungguh kabar menggembirakan yang telah lama ditunggu masyarakat Aceh. Menyangkut persoalan BUMD sudah ada PTDA dengan mitra kerja Triangle Pace,” sambungnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Ketua Umum PBNU Tagih Janji Jokowi

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj meminta Presiden RI Joko Widodo untuk tidak merealisasikan 1 Muharam sebagai hari santri.

Menurut dia, sangat tidak tepat jika Jokowi menetapkan hari santri pada 1 Muharam.

“1 Muharam hari santri tolong sampaikan ke presiden, itu tidak tepat, yang hari santri Indonesia adalah 22 Oktober,” kata dia.

Dipilihnya tanggal 22 Oktober, kata dia, karena saat itu para santeri telah mempertahankan kemerdekaan di Surabaya, dengan melawan pasukan Netherlands Indies Civil Administration (NICA) di Surabaya.

“Pada saat itu korbannya 22 ribu orang santri, dan alhamdulillah berhasil (mengusir NICA). Makanya hari santri 22 (Oktober) lebih ok,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, Jokowi pernah ingin menetapkan hari santri pada 1 Muharam pada saat kampanye pemilihan presiden (pilpres).

Namun, Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto menyampaikan, pada 1 Muharam lalu, Jokowi memang menyampaikan janjinya untuk menetapkan hari santri. Namun, menurut Andi, hal itu bukan berarti Jokowi berjanji menetapkan 1 Muharam sebagai hari santri.

Andi mengungkapkan, Jokowi berpandangan bahwa 1 Muharram adalah tahun baru Islam yang maknanya jauh lebih luas dari hari santri. Itulah mengapa Jokowi tak pernah berjanji menetapkan 1 Muharram sebagai hari santri.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain