7 April 2026
Beranda blog Halaman 41940

Sofyan Djalil: Anggaran Rp714 Triliun Dibakar untuk Subsidi

Jakarta, Aktual.co —  Menteri Koordinator Perekonomian, Sofyan Djalil mengatakan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) selama ini dinilai tak tepat sasaran. Oleh karena itu, pemerintahan Jokowi-JK mengambil kebijakan untuk mengalihkan subsidi BBM tersebut kepada hal yang lebih produktif, seperti energi dan ketahanan pangan.

“Dalam lima tahun terakhir duit Rp714 triliun kita bakar. Sekarang harus lebih ke hal yang produktif, yang bermanfaat,” ujarnya di Rakernas Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia di Jakarta, Jumat (21/11).

Lebih lanjut dikatakan Sofyan bahwa pertanian Indonesia saat ini memperihatinkan, khususnya bahan pangan. Perlu ada perbaikan untuk infrastruktur pertanian. Pasalnya, hampir setengah produk pangan saat ini adalah hasil impor.

“Sekitar 52 persen irigasi kita rusak, akibatnya produksi pangan turun. Kita makin tergantung dengan impor. Seperti impor beras, gula, dan sebagainya. Ngga ada uang untuk perbaiki irigasi akibat subsidi yang dikeluarkan ngga tepat sasaran,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Istri Muda Wali Kota Palembang Jenguk Suami di Rutan KPK

Istri muda Wali Kota Palembang non aktif Romi Herton Liza Merlina Sako, saat mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat (21/11/2014). Kedanganan ke Gedung KPK ini dimaksudkan untuk menjenguk suaminya, Romi Herton yang ditahan di Rutan KPK terkait kasus suap dalam penanganan sengketa Pilkada Palembang di Mahkamah Konstitusi yang melibatkan Akil Mochtar. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Bom Bunuh Diri ISIS, 4 Orang Tewas di Irak

Jakarta, Aktual.co — Kelompok garis keras Negara Islam (IS) mengklaim melakukan pemboman mobil bunuh diri di ibu kota wilayah otonomi Kurdi Irak, dan menewaskan empat orang.
Pelaku menyerang pos pemeriksaan utama dalam perjalanan ke provinsi markas pemerintah di utara kota pada Rabu (19/11), yang menewaskan empat orang, serta melukai belasan orang.
Pemboman itu merupakan serangan terburuk yang melanda Arbil sejak 29 September 2013, ketika gerilyawan menyerang markas besar pasukan keamanan Asayesh di kota, yang menewaskan tujuh orang dan melukai puluhan orang lainnya.
Dalam serangan itu, Asayesh mengatakan seorang pembom bunuh diri meledakkan bom di pintu masuk ke markas mereka, setelah itu mereka membunuh empat calon pelaku pengeboman sebelum yang kelima meledakkan ambulans berisi dengan bahan peledak.
Tiga provinsi wilayah otonomi Kurdi Irak umumnya terhindar dari kekerasan yang merajalela dan mengganggu bagian lain negara itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Pasca Panikan BBM, Polri Masih Berlakukan Siaga I

Jakarta, Aktual.co — Polri masih menerapkan status siaga I pasca pengumuman penaikan harga bahan bakar minyak oleh Presiden Joko Widodo, Senin (18/11) malam lalu.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Ronny F Sompie mengatakan, status siaga I akan dicabut sampai ada penilaian atau saran yang disampaikan oleh Asisten Operasional Polri kepada Kapolri Jenderal Sutarman.
“Seluruh Polda di Indonesia siaga I sejak penaikan BBM diumumkan,” kata Ronny di Mabes Polri, Jumat (21/11).
Menurut Ronny, setiap hari dilakukan analisa terkait situasi kamtibmas selama penerapan status siaga I itu. Ronny menjelaskan, status siaga I itu menunjukkan kesiapan Polri untuk mengamankan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, sehingga petugas yang melakukan pengamanan tidak diizinkan meninggalkan tempat.
“Asops Kapolri dengan tim selalu analisis situasi. Di Polda ada kabiro operasi yang selalu melakukan analisa, evaluasi perkembangan kamtibmas.Yang siaga I itu pasukan-pasukan saja.”
Kendati demikian, Ronny mengungkapkan, aksi-aksi demonstrasi yang dilakukan masyarakat terkait penolakan harga BBM masih kondusif. “Tidak ada yang brutal,” katanya.
Dia menambahkan, ada 31 Polda, 450 Polres yang terus melayani masyarakat dalam rangka menyampaikan pendapat atau demonstrasi di depan umum.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Kapolrestabes Bandung Diganti, Pembatasan Jam Malam Tetap Diberlakukan

Bandung, Aktual.co —- Kombes Pol Angesta Romano Yoyol resmi dilantik menjadi Kapolrestabes Bandung menggantikan Kombes Pol Mashudi, di Mapolda Jabar, Jumat (21/11).
Yoyol mengaku akan melanjutkan beberapa program yang pernah dijalankan Mashudi pada masa jabatannya terdahulu, salah satunya pembatasan operasional jam malam.
“Jam operasional akan kita pertahankan,” katanya usai pelantikan di Mapolda Jabar.
Menurut dia, semenjak diberlakukan pembatasan jam operasional tempat hiburan malam, angka kriminalitas di Kota Bandung berkurang pesat.
Yoyol menyebut memiliki formula untuk menyempurnakan beberapa program yang telah berjalan. Namun, tak disebutkan secara rinci formula tersebut.
“Kita rahasiakan dulu. Yang penting kita ingin masyarakat bisa lebih tenang. Itu kan maunya masyarakat ya akan kita pertahankan.”

Artikel ini ditulis oleh:

Anggap Pengalihfungsian Stadion Lebak Bulus Selesai, Menpora Cabut Laporan

Jakarta, Aktual.co — Kemenpora melalui surat ke Ditreskrimum Bareskrim Mabes Polri mencabut laporan polisi Nomor LP/669/VII/2014/Bareskrim, tentang dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang saat itu masih bertatus pelaksana tugas.
“Kemenpora melalui Kepala Biro Humas, Hukum dan Kepegawaian Sriyono SH pada tanggal 12 November 2014 menyurat resmi bernomor 0244/B-2/11/2014 kepada Ditreskrimum Bareskrim Mabes Polri. Sesuai dengan ketentuan Pasal 75 KUHAP maka Kemenpora mencabut laporan polisi tanggal 7 Juli 2014 tersebut,” kata Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Gatot S Dewa Broto, di Jakarta, Jumat (21/11).
Gatot menganggap, pencabutan laporan polisi ini dilakukan karena substansi persoalan berupa permohonan penerbitan rekomendasi pengalihfungsian prasarana olahraga stadion Lebak Bulus menjadi Depo Mass Rapid Transit telah selesai. Hal itu, lanjut dia telah ditetapkannya Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 0901 Tahun 2014 tentang Pemberian Rekomendasi Peniadaan atau Pengalihfungsian Prasarana Olahraga Stadion Lebak Bulus Menjadi MRT tertanggal 7 November 2014.
Tidak kalah pentingnya dalam surat itu menurut mantan Kepala Pusat Informasi dan Humas Kominfo itu, dengan pencabutan laporan maka Kemenpora tidak akan melakukan tuntutan atau upaya hukum lainnya di kemudian hari.
“Kemenpora berharap Mabes Polri berkenan memproses pencabutan laporan tersebut sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” kata dia.
Sebelumnya, pada 7 Juli 2014 Tim Advokasi Hukum Kemenpora yang didampingi Menpora Roy Suryo saat itu mendatangi Bareskrim Mabes Polri menyampaikan pengaduan dan melaporkan Pelaksana Tugas Gubernur (sebagai terlapor I) dan Kadispora DKI Jakarta (sebagai terlapor II).
Keduanya dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik dan publik masalah proyek MRT dan kaitannya dengan rencana pengalihfungsian stadion Lebak Bulus Jakarta Selatan.
Kemenpora merasa tidak nyaman dengan pernyataan beberapa pejabat Pemprov DKI yang menyalahkan Kemenpora sebagai salah satu penyebab utama terkendalanya kelanjutan Proyek MRT.
Pernyataan tersebut muncul kembali di media massa tanggal 6 Juni 2014 dan beberapa hari berikutnya serta mengancam tidak akan mengindahkan perlunya rekomendasi, tetapi langsung membongkar stadion Lebak Bulus.
“Selanjutnya, surat somasi ketiga yang dilayangkan Kemenpora ditanggapi namun dianggap belum merespon materi yang sesungguhnya hingga berujung pemanggilan sejumlah pihak terkait,” kata dia. [ant]

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain