7 April 2026
Beranda blog Halaman 42054

Tak Tahan Godaan, Golkar Diprediksi Merapat ke Pemerintahan Jokowi-JK

Jakarta, Aktual.co — Lembaga Setara Institute memperkirakan Partai Golkar bakal pindah haluan dari oposisi menjadi koalisi pemerintah karena tak tahan dengan godaan dalam struktur pemerintahan.
“Kemungkinan besar Golkar akan menyeberang ke koalisi, meskipun nanti Pak Ical (Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie) diganti atau tidak. Karena Golkar tidak tahan tidak berkuasa,” kata Wakil Ketua Setara Institute Bonar Tigor Naipospos, di Jakarta, Senin (17/11).
Bonar menilai, bila Golkar menjadi bagian dari kekuasaan atau dalam hal ini berkoalisi dengan pemerintah, maka Golkar akan mendapatkan konsensi-konsensi yang menguntungkan.
Dia mengatakan, meskipun kursi menteri sudah tertutup bagi partai lain yang akan bergabung, namun masih ada ribuan jabatan lain yang termasuk dalam kategori jabatan kelas menengah.
“Jangan dibayangkan konsensi itu hanya jabatan menteri, tidak. Konsensi itu ada di jabatan-jabatan lain yang disebut ‘middle management’ di luar menteri, misalnya dirjen, komisaris, direktur BUMN. Ribuan jabatan seperti itu masih terbuka,” kata dia.
Dia menekankan, meskipun hanya jabatan kelas menengah, namun sesungguhnya jabatan yang tersisa ini cukup strategis.
Sebagaimana diketahui, 19 November 2014, DPP Partai Golkar melangsungkan Rapimnas di Yogyakarta dengan seluruh DPD tingkat I se-Indonesia. Dalam Rapimnas ini bakal dibahas isu-isu politik terkini.
Selanjutnya DPP Partai Golkar bakal mengadakan Musyawarah Nasional pada Januari 2015, di mana salah satu agendanya adalah pemilihan ketua umum periode selanjutnya.

Artikel ini ditulis oleh:

HMI Blokade Jalan Cikini Tolak Kenaikan BBM

Jakarta, Aktual.co — Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Senin (17/11), memblokade JL. Cikini, Jakarta, tepatnya di depan salah satu restoran cepat saji.

Berdasarkan pantauan Aktual.co di lapangan, Senin (17/11) malam, blokade jalan yang dilakukan oleh kader HMI untuk menentang kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), dan menuntut turunnya tiga menteri antek neolib yang dianggap bertanggung jawab atas kenaikan harga BBM.

Dalam orasinya, HMI mengutuk kebijakan yang baru saja diberlakukan ini. Menurut mereka, kebijakan tersebut adalah sebuah pengkhianatan terhadap rakyat Indonesia.

Para aktivis HMI juga melakukan aksi bakar ban sebagai penanda keseriusan mereka menentang kebijakan kenaikan harga BBM.

Seperti diketahui, tepat 21.00 WIB, pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla, resmi mengumumkan kenaikan harga BBM yang akan dimulai tepat 24.00 WIB.

Pemerintahan era Joko Widodo memutuskan untuk menaikkan harga BBM dari Rp6.500 menjadi Rp8.500.

Artikel ini ditulis oleh:

Antrian Panjang di SPBU Pramuka, Konsumen:Ya Mau Bagaimana Lagi

Jakarta, Aktual.co —Jelang diberlakukannya harga BBM bersubsidi yang baru oleh pemerintah pada pukul 00.00 WIB tanggal 18 November nanti, sejumlah antrian panjang kendaraan terjadi di pom bensin di Jakarta. Salah satunya di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 31.13101, di Jalan Pramuka, Jakarta Timur.
Salah satu pemilik kendaraan roda dua, Wati (40) yang tengah menunggu suami mengisi BBM jenis premium ini mengaku berinisiatif untuk mengisi kendaraanya hingga penuh, tujuannya agar tetap menggunakan harga lama Rp6500.
“Iya ngantri pom bensin, pas tau harga premium naik langsung aja ke pom bensin untuk isi penuh (tanki),” ujar dia kepada Aktual.co, di lokasi SPBU, Jakarta, Senin (17/11).
Ia pun mengakui, kenaikan yang diketahuinya dari televisi oleh pemerintah Jokowi-JK, sangat mengecewakan, terutama oleh rakyat kecil.
“Kecewa ya kecewa, tapi kita hanya rakyat kecil. Jadi kita ikut pemerintah saja. Ya mau bagaimana,” ucapnya.
Dari pantauan Aktual.co, antrian panjangan yang menjalar hingga memakan bahu jalan di jalur lambat tersebut, membuat sedikit arus lalu lintas tersendat.
Untu diketahui, Presiden Joko Widodo secara resmi mengumumkan kenaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi. Pengumuman ini dilakukan di Istana Negara, Jakarta, Senin (17/11).
Kata mantan Gubernur DKI ini, setelah melalui sidang kabinet, pemerintah memutuskan pengalihan subsidi BBM dari sektor konsumtif ke produktif.
“Sebagai konsekuensi, maka pemerintah menetapakan harga BBM bersubsidi baru terhitung pada tanggal 18 Nopember 2014 pukul 2014 yakni harga Premium semula Rp 6500 menjadi 8500, solar ditetapkan semula Rp 5500 menjadi Rp 7500,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

DPR Harap Hasil Pertemuan Jokowi di Sejumlah KTT dapat Diimplementasikan untuk Kesejahteraan Rakyat

Jakarta, Aktual.co — Wakil ketua DPR RI Taufik Kurniawan berharap hasil pertemuan, baik di KTT APEC, KTT ASEAN, dan KTT G-20, dalam sepekan kemarin dapat ditindak lanjuti oleh menteri-menteri kabinet kerjanya dalam sebuah program kesejahteraan rakyat.
Terlebih, berdasarkan agendanya Presiden Jokowi telah menggelar rapat kabinet, untuk memberikan arahan terkait tindaklanjut hasil kunjungan tersebut.
“Ya kita mengharapkan sekarang ada rapat kabinet terkait hasil itu, semuanya diterjemahkan dan disampaikan dalam kabinet kerja, sehingga dalam posisi-posisi itu apa yang disampaikan tentunya akan di break down oleh menteri kabinet sebagai program prioritas,” kata dia, di komplek parlemen, Jakarta, Senin (17/11).
Dia mengatakan, DPR RI hanya menunggu langkah pemerintah, terlebih jika program yang pro rakyat nantinya memerlukan persetujuan dari lembaga legislatif tersebut.
“Kami menunggu saja di DPR. Antara lain terkait dengan hal-hal isu publik yang berkembang, apakah itu terkait dengan penaikan BBM, atau prioritas kompensasi yang akan ditujukan kemana,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

PT LI Jamin Keselamatan Persis?

Jakarta, Aktual.co — CEO PT Liga Indonesia (PT LI), Joko Driyono menegaskan bahwa, pihaknya menjamin keselamatan seluruh elemen klub Persis Solo, ketika bertanding melawan Pusamania Borneo FC (PBFC) pada Kamis (20/11).

“Menjamin dalam batas yang wajar. Kita tidak mungkin menjamin sepakbola terhindar dari suasana mencekam, layaknya perang. Jika kondisinya seperti itu, pertandingan akan kita hentikan,” tegas Jokdri di sekretariat PSSI, Senayan, Jakarta, Senin (17/11).

“Objek kita adalah pemain, pelatih, ofisial dan wasit. Dari mulai kedatangan hingga pulang, menjadi objek pengamanan kita,” tambahnya.

Lebih jauh disampaikan oleh pria yang biasa di sapa Jokdri ini, dirinya berharap tidak ada oknum yang menyebarkan isu jika di Borneo itu kondisinya tidak aman.

“Kenapa ditakut-takutin seperti itu sih? Sepakbola sederhana saja, kita tidak mungkin mengelola sepakbola seperti perang,” sesal Jokdri.

Seperti diketahui, Laskar Sambernyawa (julukan Persis) memang sempat mendapatkan intimidasi dari suporter PBFC ketika akan menjajal Stadion Segiri beberapa waktu lalu.

Karena ancaman tersebut, Persis Solo memutuskan untuk kembali ke Solo dan tidak melakoni pertandingan melawan PBFC yang telah dijadwalkan pada Minggu (26/11).

Pertandingan ini, merupakan pertandingan ulang babak delapan besar Divisi Utama, yang sempat tertunda. Hal itu karena, Persis melakukan Walk Out (WO) karena pengamanan yang diberikan oleh PBFC dan PT LI tidak ada.

Artikel ini ditulis oleh:

Menkominfo Sambangi Terdakwa IM2 di Lapas Sukamiskin

Jakarta, Aktual.co —Menteri Telekomunikasi dan Informasi (Menkominfo), Rudiantara sambangi terpidana kasus IM2, Indar Atmanto di LP Sukamiskin. Ia menganggap PT Indosat Mega Media (IM2), dinilai tidak melanggar regulasi dalam menjalankan bisnisnya. Tidak ada yang dilanggar dalam kerjasama penyelenggaraan 3G di frekuensi 2.1 GH7 antara PT Indosat dan anak usahanya, PT IM2.
“Sebagaimana keputusan Menkominfo sebelum saya, tidak ada yang dilanggar dalam kerjasama Indosat dan IM2 dalam penyelenggaraan 3G di Frekuensi 2.1 GHz. Semua telah sesuai aturan,” ujar dia, ketika dihubungi, Senin (17/11).
Selain itu, kunjungan tersebut sebagai bentuk kepedulian pemerintah dalam melindungi industri telekomunikasi, mengingat kerjasama Indosat dan IM2 juga dilakukan oleh banyak perusahaan penyelenggara jasa Internet lainnya.
Sebagai regulator, tegasnya, pemerintah harus melindungi industri telekomunikasi karena saat ini ada  keresahan yang melanda para pelaku industri telekomunikasi. Walaupun Kejagung memiliki interpretasi yang berbeda.
Menurut Rudi, pemerintah tidak dalan kapasitas  untuk mencampuri urusan hukum, tapi kami sangat berharap bahwa proses hukum yang saat ini masih berjalan tidak menimbulkan keresahan di industri telekomunikasi.
“Kami harus melindungi kepentingan investor yang sudah berinvestasi diindustri telekomunikasi dan sudah menyumbangkan pendapatan negara yg cukup signifikan. Sehingga kita harus sama-sama menjaga agar tetap bisa berjalan dan tidak terganggu dengan masalah hukumnya,” jelasnya. 

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain