3 April 2026
Beranda blog Halaman 42084

AS kedatangan lagi pasien Ebola yang lebih parah

Jakarta, Aktual.co — Seorang dokter bedah Sierra Leone pengidap virus Ebola, yang telah diterbangkan ke Amerika Serikat untuk mendapatkan perawatan, diketahui mengalami sakit kronis yang kemungkinan lebih parah dibandingkan pasien mana pun yang dirawat di AS, kata Pusat Kesehatan Nebraska seperti dikutip Reuters.

Dr Martin Salia (44), warga AS yang terjangkit Ebola selagi bekerja sebagai dokter bedah pada sebuah rumah sakit di Freetown, Sierra Leone, waktu diterbangkan dari Afrika Barat ke AS dinyatakan cukup stabil.  Dia diperkirakan tiba di Nebraska, Sabtu (15/11) waktu AS atau Minggu (16/11) pagi pukul 05.00 WIB.

“Kendati kondisi pasti si pasien tidak diketahui sampai para dokter mengevaluasinya setelah dia tiba, informasi yang berasal dari tim yang merawat dia di Sierra Leone menunjukkan bahwa dia sakit parah, yang kemungkinan lebih sakit ketimbang pasien-pasien pertama yang berhasil dirawat di Amerika Serikat,” kata rumah sakit di negara bagian Nebraska itu.

Salia akan menjadi pasien ketiga yang dirawat karena dijangkiti  Ebola, di Unit Biocontainment rumah sakit Nebraska sejak wabah itu mengharu biru Sierra Leone, Guinea dan Liberia tahun ini. Salia adalah kepala urusan medis Rumah Sakit Kissy pada Gereja Metodis Bersatu, ketika dia dikonfirmasikan terkontraksi Ebola.

Pengungsian dirinya adalah atas permintaan istrinya, yang juga warga negara AS yang tinggal di Maryland, dan sudah sepakat membayar biaya pengganti apa pun kepada pemerintah AS, kata Departemen Luar Negeri AS seperti dikutip Reuters.

Artikel ini ditulis oleh:

Korut kembali peringatkan Korsel

Jakarta, Aktual.co — Korea Utara Sabtu (15/11) memperingatkan akan melancarkan serangan balasan, beberapa hari setelah Korea Selatan memberikan tembakan peringatan ke satu kapal patroli Pyongyang yang berada dekat perbatasan.

Pasukan Korsel Senin (10/11) melepaskan tembakan peringatan, ketika kapal patroli Korut mendekati garis demarkasi militer (MDL) yang menandakan perbatasan laut. Tetapi tidak ada baku tembak dan kapal itu akhirnya meninggalkan perbatasan.

“Militer boneka Korea Selatan harus sadar bahwa provokasi militer yang sembrono di daerah MDL bisa mengundang serangan-serangan balasan yang tidak dapat diduga, yang akan segera menuju pada perang besar keadilan bagi reunifikasi nasional,” kata Front Komando militer Korut.

“Jika mereka terus melakukan provokasi militer kendatipun adanya peringatan kami, mereka akan membayar dengan daerah mereka.”

Ada serangkaian insiden kecil, yang melibatkan baku tembak tetapi tidak ada korban, di perbatasan-perbatasan darat dan laut dalam beberapa bulan belakangan ini.

Kedua Korea secara teknis masih berada dalam perang karena Perang Korea 1950-1953 diakhiri dengan gencatan senjata, bukan satu perjanjian perdamaian. Semenanjung Korea terbagi dua oleh zona demiliterisasi (DMZ) selebar empat kilo meter dengan panjang 245 km membentang dari timur ke barat.

Artikel ini ditulis oleh:

Pemimpin Afghanistan dan Pakistan berjanji akhiri perselisihan

Jakarta, Aktual.co — Pakistan dan Afghanistan hari Sabtu (15/11) berjanji akan memulai era baru kerja sama ekonomi. Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengatakan, tiga hari perundingan telah mengakhiri perselisihan 13 tahun.

Ghani dan Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif mengatakan, kerja sama dalam masalah-masalah ekonomi dan energi akan merupakan landasan keamanan lebih baik di wilayah yang kacau itu, saat pasukan tempur NATO pimpinan Amerika Serikat meninggalkan Afghanistan setelah lebih dari satu dasa warsa memerangi Taliban.

Kedua negara memiliki hubungan yang rawan, dengan mantan presiden Afghanistan Hamid Karzai sering menuduh Pakistan mendukung Taliban yang berusaha menggulingkan pemerintahnya.

Pakistan sebaliknya menuduh Kabul tidak cukup bertindak untuk menutup pangkalan-pangkalan di daerahnya bagi gerilyawan yang menyerang sasaran-sasaran Pakistan.

Ghani memilih mengunjungi Islamabad bagi lawatan bilateral pertamanya sejak memangku jabatannya bulan September. Kunjungan itu dianggap sebagai satu tanda penting keinginannya untuk memperbaiki hubungan dengan Pakistan.

Mantan ahli ekonomi Bank Dunia itu tiba di Islamabad Jumat (14/11), tetapi para pembantunya telah memulai perundingan dengan para pejabat Pakistan sehari sebelumnya. Setelah perundingan antara Ghani dan Sharif hari Sabtu, menteri-menteri keuangan kedua pihak menandatangani perjanjian yang bertujuan melipat gandakan perdagangan antara kedua negara menjadi lima miliar dolar pada 2017, serta mempermudah perjanjian bea cukai.

Artikel ini ditulis oleh:

Erdogan: Benua Amerika ditemukan muslim, bukan Columbus

Jakarta, Aktual.co — Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengklaim, benua Amerika ditemukan oleh para pelaut muslim pad abad ke-12 atau hampir tiga abad sebelum Christopher Columbus menginjakkan kaki di sana.

“Kontak-kontak antara Amerika Latin dan Islam berikhwal sejak abad ke-12. Muslim menemukan Amerika pada 1178, bukan Christopher Columbus,” kata presiden konservatif itu dalam pidato KTT para pemimpin muslim Amerika Latin di Istanbul.

“Para pelaut muslim tiba di Amerika dari 1178. Columbus menyebutkan keberadaan masjid di satu bukit di pantai Kuba,” kata Erdogan. Erdogan mengatakan, Ankara bahkan siap membangun masjid di lokasi yang disebut penjelajah asal Genoa itu.

“Saya ingin berbicara tentang hal itu kepada saudara-saudara saya di Kuba. Masjid akan hadir dengan sempurna di bukit itu hari ini,” kata pemimpin Turki tersebut.

Sejarah mengatakan Columbus menginjakkan kaki di benua Amerika pada 1492 setelah ia mencari rute maritim baru ke India. Kelompok kecil sarjana muslim baru-baru ini mengklaim kehadiran muslim lebih dulu di Amerika, meskipun tidak ada reruntuhan bangunan Islam pra-Columbus yang pernah ditemukan. Dalam satu artikel kontroversial yang terbit pada 1996, sejarawan Youssef Mroueh, mengacu pada catatan harian Columbus, menyebutkan bahwa sebuah masjid ada di Kuba, demikian AFP.

Artikel ini ditulis oleh:

Taiwan berharap indonesia tak larang kapal ikannya

Jakarta, Aktual.co — Badan Perikanan Taiwan berharap, pemerintah Indonesia tidak mengeluarkan larangan berlayar terhadap kapal pencari ikan asal Taiwan di wilayah perairan Indonesia.

Deputi Direktur Jenderal Badan Perikanan Taiwan, Tsay Tzu-yaw, sebagaimana dikutip Harian The China Post di Taipei, Sabtu (15/11), mengakui bahwa pemerintah Taiwan akan membicarakan masalah tersebut dengan pemerintah Indonesia.

Pembicaraan itu menyangkut tentang kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti, yang melarang beroperasinya 40-60 unit kapal pencari ikan tuna asal Taiwan untuk melindungi kepentingan wilayah perairan Indonesia.

Menurut Tzu-yaw kepada Kantor Berita Taiwan, CNA, perairan Indonesia merupakan wilayah perlintasan ikan tuna bermata besar dan tuna bersirip kuning. “Jika kapal pencari ikan asal Taiwan tidak diizinkan melintasi wilayah perairan Indonesia, maka mereka harus mengubah wilayah operasi,” katanya menambahkan.

Ia mengakui, pemerintah Indonesia memiliki hak mengeluarkan regulasi tersebut. Namun, pihaknya tetap berharap pemerintah Indonesia tidak mengeluarkan larangan.

Artikel ini ditulis oleh:

Pemerintah Harus Tata Ulang Sistem Distribusi BBM

Jakarta, Aktual.co —Rencana Pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla menaikkan harga BBM bersubsidi disarankan tetap memperhatikan tekanan terhadap APBN.
Mantan Ketua Komisi VI DPR Erik Satrya Wardhana mengatakan pemerintahan harus bisa menekan biaya pengadaan BBM bersubsidi dengan menata ulang sistem pengadaan dan melakukan efesiensi pada komponen-komponen biaya produksi, transportasi, dan distribusi BBM.
“Memperbaiki cara penghitungan besar subsidi BBM, dengan terlebih dulu menghitung harga pokok produksi BBM subsidi secara berdaulat dan menggunakannya sebagai patokan dalam menghitung besaran subsidi pada APBN,” ujar politisi Hanura, dalam acara diskusi di Bumbu Desa, Jakarta Pusat, Minggu (16/11).
Pemerintahan Jokowi juga harus melakukan pengawasan ketat dan mengambil tindakan tegas terhadap penyelundupan BBM bersubsidi, maupun praktek-praktek yang merugikan negara dalam tata niaga minyak.
Mantan politisi Golkar itu juga berharap pemerintah melakukan pengendalian BBM subsidi secara sungguh-sungguh. Yakni dengan membatasi pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor. “Dalam hal ini, pemerintah harus bersunguh-sungguh membangun sistem trasnportasi umum yang layak dan massif. Serta harus menuntaskan implemantasi kebijakan konversi dan memperluas infrastruktur penyaluran BBG (Bahan Bakar Gas).”
Tak hanya di situ, pemerintahan juga harus bisa menekan subsidi listrik. Yakni melalui penggunaan energi yang lebih murah dan ramah lingkungan. Serta dapat menjamin sasaran subsidi listrik yang semata-mata ditunjuk untuk mengurangi beban biaya rumah tangga rakyat miskin, dan mengurangi beban produksi usaha kecil, mikro, dan koperasi.
“Pemerintah juga harus melakukan optimalisasi sumber-sumber pendapatan APBN dan meningkatkan tax ratio menjadi 13,5 persen pada realisasi APBN 2015.” 

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain