3 April 2026
Beranda blog Halaman 42085

Menteri Susi minta proses hukum kapal nelayan asing dipercepat

Jakarta, Aktual.co — Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengharapkan kerugian negara dikurangi, dengan cara mempercepat proses hukum terhadap kapal motor nelayan asing yang tertangkap mencuri ikan di perairan Indonesia.

“Saya pribadi ingin dua hari saja proses hukumnya sudah putus,” kata Susi Pudjiastuti, saat melakukan kunjungan kerja ke Pontianak, Sabtu (15/11) malam.

Ia juga mengusulkan ada aturan yang simpel, misalnya  kapal motor asing itu ditenggelamkan sehingga bisa menjadi tempat ikan bertelur.  “Sudah mereka mencuri ikan, nangkap keluar biaya, setelah disita tidak bisa digunakan sehingga bangkai kapal motor itu menghambat infrastruktur untuk nelayan melaut,” katanya.

Dia mengasumsikan, untuk sekitar 500-1.000 kapal motor asing yang ditangkap, kalau satu kapal motor bisa menangkap sekitar 100 ton ikan, dikalikan Rp 90 ribu/kilogram ikan, artinya Rp 9 miliar kerugian negara untuk satu kapal motor. Kemudian kalau dikalikan 1.000 kapal motor, kerugian negara sekitar Rp 9 triliun akibat pencurian ikan.

Sementara itu, Kepala Stasiun Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pontianak Sumono Darwinto menyatakan, sejak 2008-2014 telah menangkap 253 kapal motor nelayan asing yang mencuri ikan di wilayah Indonesia, khususnya di perairan laut Kalimantan Barat.

“Dari sebanyak itu, hasil putusan pengadilan, empat kapal motor dikembalikan ke nelayan asing, kemudian sebanyak 249 kapal motor dirampas untuk negara,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Indonesia Diecast Expo 2014

Pengunjung memilih diecast (miniatur mobil) di salah satu stan pada Indonesia Diecast Expo 2014 di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu (15/11). Pameran yang diadakan untuk pertama kali dengan melibatkan exhibitor yang tersebar di Indonesia, hingga dari luar negeri seperti Brunei, Malaysia, Singapura, dan Austalia ini didukung lebih dari 60 komunitas penggemar mainan di Tanah Air.AKTUAL/TINO OKTAVIANO

Seminar IPB: Perkebunan sawit rakyat hadapi banyak masalah

Jakarta, Aktual.co — Upaya memajukan perkebunan sawit rakyat saat ini masih dibayangi berbagai masalah. Banyak tumpang tindih tata ruang, banyaknya kebun sawit di kawasan hutan, banyak kebun sawit di lahan gambut, persoalan agraria (kepemilikan lahan), penguasaan modal asing, proporsi perkebunan estate dan rakyat. Segala persoalan tersebut dibahas dalam Seminar Nasional di Fakultas Pertanian IPB, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/11).

Dekan Fakultas Pertanian IPB, Dr Ernan Rustiadi mengatakan, politik Indonesia saat ini memberi perhatian yang besar untuk dikembangkannya perkebunan sawit rakyat. Banyak pandangan yang ingin mengurangi porsi penguasaan sawit oleh pihak asing atau korporasi besar.

“Suka tidak suka, persoalan sawit sulit untuk kita tutup mata, kalau tidak dikaitkan dengan politik perdagangan,” kata Ernan dalam seminar yang mengangkat tema “Pengembangan Produksi Kelapa Sawit Rakyat melalui Pembinaan Petani Swadaya”

Ernan menyebutkan, banyak negara yang terancam dan tersaingi dengan semakin kompetitifnya minyak sawit Indonesia. Produksi sawit dalam negeri mencapai 3,5 juta ton per hektar per tahun. Tidak ada minyak nabati lainnya yang bisa menandingi. “Oleh karena itu banyak upaya untuk membatasi masuknya ekspor produk sawit dari kita,” ujar Ernan.

Ernan mengatakan, sistem pertanian kelapa sawit adalah yang terluas dalam mengokupasi lahan pertanian di Indonesia. Sawit telah mencapai 10 juta hektar, jauh melampaui sawah yang luasnya terus menurun, yakni di bawah delapan juta hektar dari hasil proses keseimbangan yang panjang.

“Persoalan lainnya adalah teknologi. Menurut pakar sawit IPB, potensi sawit masih besar. Saat ini produksi sawit masih di bawah yang sebenarnya bisa dihasilkan,” ujar Ernan.

Artikel ini ditulis oleh:

Ribuan Umat Muslim Datangi Kedubes AS Minta Blokade Al-Aqsa Dibuka

Massa dari Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) menggelar aksi unjuk rasa yang memadati Jalan Medan Merdeka Selatan, tepatnya di depan Kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Minggu (16/11/2014). Dalam aksi tersebut, mereka menuntut pembukaan blokade menuju Masjid Al-Aqsa oleh Israel. AKTUAL/TINO OKTAVIANO

Petani Sumut keluhkan harga kopi turun

Jakarta, Aktual.co — Petani kopi di Dairi, Sumatera Utara, mengeluhkan harga Kopi Arabika yang turun sekitar Rp 7.000 atau menjadi Rp 17.000 per kilogram. Alasan pihak eksportir adalah, harga turun karena pasokan banyak di pasar internasional.

“Harga terus turun sejak pertengahan Oktober. Dari Rp 24.000 per kg di akhir September tinggal Rp 17.000 per kilogram pertengahan November ini,” kata Romel Sembiring, petani berbagai komoditas Dairi di Medan, Sabtu (15/11).

Pedagang pengumpul, kata dia, berdalih penurunan harga itu terjadi akibat harga jual di luar negeri turun. Pasar dibanjiri kopi menyusul masuknya musim panen di berbagai negara produsen. Menurut Romel, penurunan harga itu membuat petani kecewa karena terjadi saat musim panen. “Jadi meski sedang panen, petani tidak menikmati keuntungan besar karena harga anjlok,” katanya.

Hanya jenis Robusta naik menjadi Rp 23.000 dari Rp 20.000 per kilogram sebelumnya. Harga Robusta naik diduga karena panennya sangat sedikit, karena petani di Sumut sudah 90-an persen beralih menanam Arabika.

Ketua Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Sumut, Andryanus Simarmata mengaku ada tekanan harga ekspor karena memang lagi banyak kopi, di tengah permintaan yang masih belum banyak akibat dampak krisis global. Harga ekspor yang turun, otomatis menekan harga pembelian di dalam negeri atau petani. Apalagi, sebelumnya harga kopi Indonesia masih tergolong mahal karena sulit ditekan, akibat produksi yang tidak banyak.

Artikel ini ditulis oleh:

Jaga Stabilitas Pangan, Mendag Rakor di Hari Libur

Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, menyalami stafnya saat akan menggelar rakor pangan di kementerian Pedagangan, Jakarta, Minggu (16/11/2014). Rapat kali ini terutama membahas langkah-langkah teknis terkait upaya menjaga stabilitas harga lewat pengamanan pasokan pangan dan perdagangan. Ia pun mengutarakan rasa terima kasih kepada segenap pihak yang bersedia hadir meskipun sedang libur. AKTUAL/TINO OKTAVIANO

Berita Lain