6 April 2026
Beranda blog Halaman 42111

DKI Diminta Perluas Lokasi Kebijakan Pelarangan Sepeda Motor

Jakarta, Aktual.co — Pengamat Perkotaan Nirwono Yoga menyambut positif rencana Kebijakan Pemprov DKI melarang pengendara sepeda motor melewati kawasan bundaran Hotel Indonesia (HI) hingga Medan Merdeka Barat dan sebaliknya.
Menurut dia, kebijakan tersebut dilakukan sebagai realisasi menekan tingkat kemacetan yang sudah tidak terkendali di Jakarta. Diharapkan setelah uji coba selama satu bulan pada Desember mendatang, kebijakan tersebut dapat diterapkan juga di lokasi lain, terutama jalan protokol.
“Menurut saya Pemprov DKI harus lebih berani memperluas kebijakan tersebut. Jadi bukan hanya di titik HI-Medan Merdeka Barat saja, namun di ruas jalan Sudirman, Rasuna Said, MT Haryono, Gatot Subroto, atau di jalan-jalan protokol lainnya,” kata Nirwono ketika dihubungi Aktual.co, Sabtu (15/11).
Kebijakan tersebut seharusnya didukung oleh peraturan daerah yang baru, bukan hanya mengacu pada UU No. 22 tahun 2009 mengenai angkutan dan lalu lintas. Ditambah lagi fasilitas pendukung lain seperti angkutan umum, bus Transjakarta, atau jalur sepeda sebagai alternatif kebijakan tersebut.
“Pemprov DKI juga harusnya segera menyiapkan Raperda dan tahun depan harus ada Perdanya. Selain itu juga perlu dukungan armada tambahan seperti angkutan umum dan bus Transjakarta baru, atau juga didukung pembangunan jalur sepeda dan sepeda sewa sebagai alternatif angkutan,” tambahnya.
Seperti diketahui, pada bulan Desember mendatang Pemprov DKI akan memberlakukan kebijakan pelarangan pengendara sepeda motor melintas di kawasan bundaran HI hingga Medan Merdeka Barat dan begitupula sebaliknya. Hal ini dilakukan untuk mengurangi resiko tingkat kecelakaan sepeda motor, sekaligus  mengalihkan pengguna kendaraan pribadi ke angkutan transportasi massal.

*Editor: Karel Ratulangi

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

KMP DKI Ancam Gelar Paripurna Ulang

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohammad Taufik mengatakan bahwa pihaknya akan mengulang paripurna yang sesuai aturan, terkait pengangkatan Plt Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama menjadi Gubernur DKI Jakarta.
Menurut ketua presidium Koalisi Merah Putih DKI ini, paripurna yang dipimpin oleh ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi, tidak sah dan menyalahi aturan. Hal ini dikarenakan dalam rencana sidang paripurna tersebut hanya diputuskan ketua DPRD DKI Jakarta.
“kita tidak akan paripurna tandingan, yang akan kita buat paripurna sesuai aturan yang betul.Soal institusi lain yang mau melengserkan,itu hak institusi lain, dewan harus berjalan, sesuai mekanisme yang ada,” kata Mohammad Taufik,saat dihubungi aktual.co, Sabtu (15/11).
Taufik menegaskan dalam mengadakan sidang paripurna ada mekanisme yang perlu dilakukan. Menurut dia, ketua DPRD DKI tergesa-gesa dalam melantik Ahok menjadi Gubernur .
“Kita bukan mau menghalangi, kalau kesepakatan dijalani. Kita kasih tau, tongkat yang miring jangan berharap menghasilkan bayangan yang tegak. Kalo begitu nanti APBD juga nanti ditanganin dia doang lagi,” ungkap Taufik.
Diketahui, pimpinan fraksi yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) DPRD DKI menolak sidang paripurna yang mengumumkan persetujuan pelantikan Plt Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai Gubernur DKI definitif.

*Editor: Karel Ratulangi

Artikel ini ditulis oleh:

PBNU Kembangkan Dakwah Era Teknologi Informasi

Ketua Umum Penguru Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj, didampingi Ketua Lembaga Dakwah NU KH Zaki Mubarok saat memberi sambutan di Gedung PBNU, Jakarta, Sabtu (15/11/2014). Pembukaan pendidikan sekaligis pelepasan Dai tersebut dengan tema Pengembangan Dakwah pada Era Teknologi Informasi.  AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

DPR: Rumor, Isu Kenaikan Harga BBM

Anggota DPR RI dari fraksi Gerindra Kardaya Warnika mengatakan bahwa isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi hanyalah rumor belaka.
Menurut dia, informasi kenaikan harga BBM baru diketahui melalui media, sehingga menganggap isu tersebut hanyalah rumor belaka.
“Kami belum mendapat informasi resmi. Kami menganggap ini rumor, karena tahunya dari media,” kata Kardaya dalam diskusi bertajuk ‘Bola Panas BBM’ di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (15/11).
Kardaya mengaku belum mengetahui kapan kenaikan harga BBM bersubsidi diumumkan, karena hingga saat ini belum menerima informasi resmi dari pemerintah tentang waktu kenaikan harga BBM bersubsidi.
“Kami belum tahu, dan belum ada informasi dari pemerintah” kata dia.
Pada kesempatan yang sama, Anggota DPR dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Effendi Simbolon menyatakan bahwa tidak mengetahui informasi kenaikan harga BBM bersubsidi. “Saya tidak tahu,” kata Effendi.

*Editor: Karel Ratulangi

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Warga Ternate Hiraukan Peringatan Tsunami

Jakarta, Aktual.co — Warga Ternate, Maluku Utara (Malut), terlihat menghiraukan peringatan potensi tsunami dari BMKG pascaterjadinya gempa bumi berkekuatan 7,3 SR di daerah ini pada Sabtu (15/11) sekitar pukul 11.31 WIT.
Sejumlah pusat keramaian di Kota Ternate yang terletak di dekat pantai, seperti Pasar Higienis Terante, pusat perbelanjaan Jatiland dan Taman Nukila terlihat tetap dipadati warga, walaupun mereka mengetahui peringatan adanya tsunami dari BMKG.
Kondisi serupa juga terlihat di sejumlah pelabuhan di Ternate, yang tetap diramaikan dengan aktivitas penumpang, baik yang akan berangkat ke sejumlah daerah di luar Ternate maupun sebaliknya, begitu pula angkutan umum tetap beroperasi seperti biasa.
Seorang warga Ternate di Pasar Higienis bernama Husna mengaku memang mengetahui peringatan tsunami dari BMKG melalui media elektronik, tetapi tidak terlalu mengkhawatirkannya dan tetap ke pasar untuk berbelanja.
Ketika terjadinya gempa dan ada peringatan adanya tsunami, warga memang sempat waspada dan memperhatikan kondisi perairan laut di sekitarnya dan setelah melihat tidak terjadi apa-apa, warga kembali beraktivitas seperti biasa.
Sebelumnya Kepala BMKG Ternate Suwardi mengatakan, gempa 7,3 SR yang melanda Ternate dan wilayah sekitarnya pada kedalaman 10 kilometer tersebut pusatnya berada di lokasi 1,94 Lintang Utara, 126.50 BT atau 132 kilometer Barat Laut Halmahera Barat.

Artikel ini ditulis oleh:

Effendy Simbolon Sebut Rini Soemarno Rakus

Jakarta, Aktual.co — Menteri BUMN Rini Soemarno dikabarkan telah mendesak Presiden Joko Widodo agar menandatangani Keputusan Presiden (Kepres) yang isinya untuk pemilihan dan penetapan direksi BUMN cukup dilaksanakan sepenuhnya oleh Menteri BUMN. Hal tersebut diutarakan oleh Pengamat Geopolitik sekaligus Direktur Global Future Institute Hendrajit.
“Untungnya Jokowi tidak menandatangani SK tersebut karena dicegah oleh Mensesneg. Karena seharusnya untuk BUMN strategis yang jumlahnya 25 mutlak Presiden yang menetapkan, memilih dan menunjuk direksi dan komisaris tersebut,” kata dia dalam diskusi terbuka di Jakarta, Sabtu (15/11).
Dalam kesempatan yang sama, menanggapi hal itu Anggota DPR RI Fraksi PDIP Effendy Simbolon mengatakan bahwa upaya Rini untuk memutus rantai Tim Penilai Akhir (TPA) dalam penunjukan 25 direksi BUMN strategis itu menandakan bagaimana rakusnya sosok Rini Soemarno.
“Yah inilah, orang itu kalau sudah rakus begitu ya. Sudah lupa daratan, lupa siapa dia. Ini kan harus dihentikan,” kata Effendy kepada wartawan.
Menurutnya, hal itu tidak bisa dibiarkan karena akan berdampak negatif pada Pemerintahan yang dipimpin oleh Jokowi.
“Ini kan tidak bisa dibiarkan terlalu lama orang-orang seperti ini hidup. Akan merusak pemerintahan jokowi. Dan jokowi jangan segan-segan untuk mereshuffle dia. Karena saya kira Rini dan kroni-kroninya harus dikeluarkan dari kabinet. Dan siapa sudrman said, saya dari awal kan, dalam beberapa minggu lalu kan sudah menyampaikan siapa Rini, siapa Sudirman Said siapa Sofyan Djalil,” tukasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain