8 April 2026
Beranda blog Halaman 42122

Purek Unhas Diciduk Saat Pesta Sabu

Jakarta, Aktual.co —Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar Prof Musakkir diringkus aparat kepolisian saat “pesta” sabu bersama mahasiswi Nilam di kamar 312 Hotel Grand Malibu, Makassar.

“Ada informasi yang diterima kalau ada pesta narkoba di Hotel Malibu dan anggota yang mendapat laporan itu memastikan ke lokasi kejadian dan mendapati pelaku sedang nyabu di dalam kamar hotel,” ujar Kasat Narkoba Polrestabes Makassar AKBP Syamsu Arib di Makassar, Jumat (14/11).

Bukan cuma Prof Musakkir yang merupakan guru besar itu tetapi juga dosen lainnya bernama Ismail Alrip SH MKN yang diamankan karena diduga ikut menikmati barang terlarang tersebut.

Bahkan, setelah penangkapan ketiga orang dari kalangan dosen dan mahasiswa Unhas itu, polisi kemudian menggeledah kamar 205 dan menangkap dua orang lagi yakni Syamsuddin (44) dan Ainun (18).

“Karena informasinya yang menggunakan narkoba bukan cuma di satu tempat, tetapi di beberapa kamar, akhirnya kita geledah kamar yang dimaksud dan mendapati mereka lagi nyabu,” katanya.

Syamsu menjelaskan penangkapan Syamsuddin dan Ainum merupakan tindak lanjut dari pengembangan kasus atas tersangka Ito yang merupakan staf Zona Cafe di daerah Daya yang lebih awal diciduk di rumahnya.

Syamsu menjelaskan jika para pengajar yang tertangkap sedang nyabu itu adalah orang terpelajar dengan disiplin ilmu hukum pidana dan bahkan salah satu dari keduanya itu adalah Ketua Lembaga Hukum (LBH) Unhas.

Kuasa hukum keduanya, Acram Mappaona Azis, menegaskan bahwa kedua kliennya yang berasal dari Fakultas Hukum Unhas itu sedang berada di hotel untuk keperluan akademik.

“Klien saya itu berada di hotel karena ada karya ilmiah yang mau dikerjakannya. Awalnya Pak Prof itu sendirian di dalam kamar, kemudian rekannya dan mahasiswanya datang belakangan,” katanya.

Mengenai kliennya terbukti atau tidak, ia menyarankan untuk menunggu hasil penyelidikan polisi karena urine yang bersangkutan masih diperiksa.

Wakil Ketua Senat Unhas Ambo Ala mengaku sudah mendapat informasi terkait tertangkapnya Pembantu Rektor III dan seorang dosen terkait kasus narkoba oleh Satuan Narkoba Polrestabes Makassar itu.

“Senat sudah mendapat infonya. Sementara dibahas oleh Majelis Etik Unhas. Terkait sanksinya, nanti diputuskan oleh komisi. Kita tunggu saja apa hasil penyelidikan polisi,” katanya.

Selain menangkap terduga pengonsumsi sabu, polisi juga menyita dua paket sabu lengkap dengan alat hisapnya serta menyita 1 gram sabu, dua butir ekstasi dan satu alat penghisap sabu (bong).

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Masuk Musim Hujan, Pengawasan Kali Bekasi Ditingkatkan

Jakarta, Aktual.co —Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, mulai mengintensifkan pengawasan terhadap aliran Kali Bekasi untuk mengantisipasi banjir menyusul dimulainya musim hujan pada November 2014.
“Saat ini kami sudah mulai memasuki lagi musim hujan. Sesuai pengalaman biasanya akan timbul banjir di sekitar bantaran akibat luapan Kali Bekasi,” kata Kepala Dinas Sosial Kota Bekasi Agus Dharma di Bekasi, Jumat.
Menurut dia, Kali Bekasi yang merupakan gabungan dari aliran Sungai Cikeas dan Cileungsi merupakan pemicu banjir terparah di wilayah setempat setiap tahunnya.
“Titiknya ada di sekitar Perumahan Pondokgede Permai (PGP), Lottemart Bekasi Selatan, dan Tuluk Pucung Bekasi Utara,” katanya.
Dikatakan Agus, pihaknya juga merasa perlu melibatkan sejumlah petugas bendungan sungai yang selama ini bertanggung jawab atas aliran sungai di Kali Bekasi.
“Kami akan undang petugas Bendung Kali Bekasi dan Katulampa untuk mengintensifkan lagi komunikasi selama musim hujan kali ini,” katanya.
Menurut dia, komunikasi dengan petugas bendung dibutuhkan agar saat terjadi peningkatan debit, petugasbendug terkait bisa segera melepas alirannya menuju hilir dan menghindari potensi banjir yang parah.
Selain itu, pihaknya juga telah membentuk lima kampung siaga berbasis masyarakat untuk emningkatkan pengawasan di lokasi rawan banjir.
“Kampung siaga ini juga ada di sekitar bantara Kali Bekasi yang siap menyampaikan laporan secara berkala seputar kondisi permukaan air Kali Bekasi,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

RD Tersanjung Jika Kembali Tangani Persipura

Jakarta, Aktual.co — Mantan pelatih Persebaya Surabaya, Rahmad Darmawan, mengaku tersanjung jika bisa kembali melatih Persipura Jayapura di Liga Super Indonesia (LSI) musim depan.

“Wah tersanjung saya dan semoga bisa kembali ke Jayapura,” kata Rahmad Darmawan ketika dihubungi, Jumat malam (14/11), menanggapi dirinya menjadi salah satu pelatih incaran Persipura.

Namun, mantan pelatih Timnas itu mengaku belum dihubungi oleh manajemen tim yang berjuluk “Mutiara Hitam” itu untuk menggunakan jasanya kembali, setelah pada 2005 lalu Ia memberikan gelar pertama Liga Indonesia bagi tim kebanggaan warga Kota Jayapura dan Papua itu.

Ia mengatakan, akan menunggu kepastian jika tim asal timur Indonesia itu benar-benar ingin menggunakan jasanya. “Oh, saya tunggu pasti. Iya,” katanya.

Mengenai klub lamanya, Persebaya Surabaya, Rahmad Darmawan yang juga pernah membawa Sriwijaya Fc juara LSI pada beberapa musim lalu itu mengatakan telah berakhir dengan baik.

Karena sejumlah pembicaraan tidak menemui kesepakatan untuk tim “Bajul Ijo” kedepannya. “Kita (saya dan Persebaya) bersepakat untuk tidak melanjutkan kontrak karena tidak adanya titik temu dalam membangun tim kedepan, jadi kita mengakhiri,” katanya.

Pelatih asal Metrolampung itu mengatakan, akan kembali berdinas jika tidak ada tim yang menggunakan jasanya sebagai pengatur strategi tim sepak bola. “Sementara ini saya akan kembali berdinas,” katanya.

Ketika disinggung apakah sudah ada tim atau klub yang ingin meminangnya menjadi pelatih, mantan pelatih Persija Jakarta itu mengungkapkan sudah ada.

“Tim dari LSI juga, sesama tim di Pulau Jawa dan juga di luar Pulau Jawa, tetapi saya tidak bisa menyebutkan nama klub atau tim tersebut,” ujarnya.

Pada 2005 lalu, Rahmad Darmawan berhasil membawa Boaz TE Salossa dan kawan-kawan meraih juara Liga Indonesia yang pertama, kala itu tim berkostum merah-hitam itu bertemu Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Karno.

Dalam final itu, Persipura Jayapura berhasil mengalahkan tim berjuluk Macan Kemayoran dengan skor 3-2 lewat pertandingan yang sangat sengit dan melelahkan.

“Intinya, saya menunggu kabar baik (pinangan Persipura),” kata Rahmad Darmawan yang akrab disapa “Coach RD”.

Artikel ini ditulis oleh:

Firman Utina Berpeluang jadi Kapten Timnas

Jakarta, Aktual.co — Firman Utina berpeluang menjadi kapten Timnas Indonesia baik saat menjamu Suriah di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (15/11) maupun pada Piala AFF 2014 di Hanoi, Vietnam, 22 November.

Pemain Persib Bandung itu, bahkan disebut pertama oleh pelatih Alfred Riedl usai latihan di Stadion GBK, Jakarta, Jumat (14/11). Selain itu, pelatih asal Austria itu juga menyebut nama Zukifli Syukur dan Muhammad Roby.

“Kalau Firman main, maka dia kaptennya. Jika tidak main maka Zukifli kaptennya. Dan jika keduanya tidak main, maka Roby kaptennya,” kata Riedl.

Nama Firman Utina sudah tidak asing lagi bagi Timnas Indonesia. Mantan pemain Arema Malang ini bahkan sudah memperkuat Timnas Garuda sebanyak 63 kali. Bahkan, pada Piala AFF 2010 menjadi pilihan utama Alfred Riedl.

Selama pemusatan latihan, Firman Utina selalu menjadi pilihan utama dilini tengah, meski tandemnya selalu berubah. Selain bersama Hariono, pemain asal Manado ini juga tandem dengan Ramdani Lestaluhu. Duet pemain ini cukup bagus dalam menyuplai bola ke barisan penyerang.

Sementara itu, Firman Utina mengaku siap jika diberi kepercayaan oleh pelatih Alfred Riedl untuk turun saat bertanding melawan Suriah maupun pada Piala AFF 2015. Bahkan, pemain Persib ini tidak mempermasalahkan jika menjadi pemain cadangan.

“Bagi saya tidak masalah. Saya akan mendukung setiap keputusan pelatih. Yang jelas, setiap kepercayaan yang diberikan akan saya maksimalkan,” kata Firman usai latihan.

Selain bersaing untuk menjadi kapten, Firman Utina juga harus bersaing dengan pemain tengah lainnya. Alfred Riedl juga memanggil beberapa nama pemain yang cukup berpengalaman seperti Ahmad Bustomi dan Immanuel Wanggai. Selain itu, ada pemain muda seperti Bayu Gatra dan Evan Dimas.

“Yang terpenting semua pemain bisa melepaskan egonya masing-masing. Saat ini semuanya membela timnas. Makanya, semuanya berusaha maksimal dengan meraih hasil terbaik,” kata mantan pemain Persija itu.

Uji coba melawan Suriah merupakan pertandingan terakhir bagi Kurnia Meiga dan kawan-kawan sebelum berangkat ke Hanoi, Vietnam. Pertandingan ini juga dijadikan media bagi pelatih untuk menentukan 22 pemain serta penguatan formasi pertandingan yang selama ini menjadi acuan.

Artikel ini ditulis oleh:

Polisi Aniaya Wartawan, Kapolda Sulsel Siap Dicopot

Jakarta, Aktual.co —Kapolda Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Irjen Pol Anton Setiadji mengaku siap dicopot dari jabatannya terkait dengan adanya insiden penganiayaan yang dilakukan oknum polisi terhadap sejumlah wartawan.

“Saya bertanggungjawab atas insiden penganiayaan yang dilakukan anggota dan kalau memang saya dicopot karena hal itu, saya akan terima sebagai konsekwensi,” ujarnya di Makassar, Jumat.

Ia mengatakan, tindak penganiayaan yang dilakukan terhadap para wartawan adalah tindakan melawan hukum dan dirinya siap untuk menindak anggotanya yang terbukti melakukan penganiayaan itu.

Anton mengaku, akan bertindak secara tegas terhadap oknum anggota polisi yang melakukan aksi pemukulan, apalagi kekerasan itu selain pidana juha melanggar Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

“Saya siap bertanggung jawab dan akan melakukan proses hukum kepada anggota kami yang menyalahi prosedur di lapangan. Yang jelas tidak ada komando untuk melakukan kekerasan terhadap wartawan,” tegasnya.

Selain akan menindak para anggotanya yang telah melakukan pengeroyokan terhadap wartawan baik juru kamera, juru foto maupun pewarta, dirinya juga akan menanggung biaya pengobatan itu.

Anton mengaku sangat menyesalkan atas tindakan yang dilakukan oleh anggotanya dan akan mengganti semua kerusakan fasilitas wartawan seperti kamera yang dirusak maupun handy camera serta fasilitas kampus Universitas Negeri Makassar (UNM).

“Kita bentuk tim gabungan untuk menginvestigasi kasus pengeroyokan wartawan di Makassar. Dalam tim ini juga diharapkan ada wartawan untuk mengawal jalannya proses penyelidikan dan penyidikan. Jadi kami menunggu laporan dari media, termasuk juga kerusakan-kerusakan yang dialami rekan-rekan,” kata dia.

Sementara itu, dari beberapa wartawan yang mengalami kasus kekerasan dalam bentrokan antara mahasiswa dan polisi, baru seorang yang telah melapor ke polisi. Wartawan yang telah melapor yakni Waldhy, kontributor Metro TV di Makassar.

Kepala Biro Metro TV Makassar Herman Hafsah saat ditemui di sela-sela aksi solidaritas wartawan Makassar di Polrestabes Makassar, menuntut agar pelaku pengeroyokan semua wartawan di Makassar segera diproses.

“Kalau Waldhy sudah melapor langsung kemarin di Polrestabes, di mana karyawan saya mengalami luka robek di pelipis kirinya. Setelah mendapat lima jahitan di lukanya oleh tim medis RS Faisal, Waldhy langsung melapor. Kalau yang lainnya saya belum tahu, tapi kemarin saya ajak ramai-ramai pergi melapor. Kami harap kasus ini segera diproses dan tindak tegas seluruh anggota polisi yang melakukan tindak kekerasan terhadap wartawan,” tandasnya.

Kebringasan polisi yang sedang bertugas mengawal aksi unjuk rasa penolakan pencabutan subsidi bahan bakar minyak (BBM) di Jalan AP Pettarani, depan kampus UNM Makassar berakhir bentrok dengan mahasiswa setelah Wakapolrestabes Makassar AKBP Totok Lisdiarto terluka karena anak panah.

Pascakecelakaan itu, ratusan polisi gabungan langsung mengejar semua mahasiswa hingga ke dalam kampus dan para wartawan yang berada dibelakang polisi juga menjadi sasaran amuk para polisi.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Angkutan Pakai Sopir Tembak, Sudinhub Jakbar Bakal Cabut Ijin Trayek

Jakarta, Aktual.co —Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat berencana akan melakukan penertiban dan mencabut ijin trayek angkutan umum terhadap sopir tembak. Hal tersebut dilakukan menyusul keberadaan sopir tembak angkutan umum di ibu kota khususnya di Jakarta Barat sangat meresahkan dengan cara ngetem sembarangan, melanggar aturan lalu lintas dan ugal-ugalan sehingga rawan kecelakaan.  Demikian disampaikan Kasie Pengawasan dan Pengendalian, Sudin Perhubungan Jakarta Barat, Imam Slamet bahwa di Jakarta Barat, hampir 90 persen angkutan umum seperti mikrolet, kopaja, kopami, dan metromini dikemudikan sopir tembak. 
“Maraknya sopir tembak memang sudah sangat meresahkan karena banyaknya laporan dari penumpang yang khawatir akan keselamatannya karena saat mengemudikan angkutan cenderung ugal-ugalan,” ujarnya, Jumat (14/11).
Dikatakan Imam bahwa sopir tembak tersebut pada umumnya hanya memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) B 1 Umum. Selain akan merazia kendaraan yang parkir sembarangan, kata Imam, pihaknya telah berupaya merazia sopir tembak. 
“Razia tersebut akan kami gelar selain demi menegakkan aturan juga demi menjaga kenyamanan dan keselamatan penumpang hingga meminimalisir angka kecelakaan angkutan umum,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain