9 April 2026
Beranda blog Halaman 42133

Warga Kampung Apung Khawatir Kebanjiran

Jakarta, Aktual.co — Warga RT 1 RW 10, Kelurahan Pluit, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat atau yang biasa di sebut Kampung Apung khawatir tempat tinggalnya terendam banjir saat musim penghujan datang.

“Karena kalau hujan pasti banjir, tidak hujan saja air menggenang,” kata Bahari di Kampung Apung, Jumat (14/11).

Bahari mengatakan bila banjir di wilayah tempat tinggalnya tergenang maka aktifitas warga akan lumpuh.

Ia menambahkan hanya warga yang mempunyai perahu rakitan yang dapat keluar masuk kampung tersebut.

Lain halnya dengan Murni warga Kampung Apung lainnya yang mengaku pasrah bila banjir tiba.

“Kami pasrah saja karena sudah biasa merasakan banjir yang datang setiap musim hujan,” kata Murni.

Ia mengatakan keluarganya yang akan melakukan aktifitas bekerja dan sekolah akan tinggal di luar kampung tersebut bila banjir datang.

Murni menambahkan dirinya akan tetap di rumahnya yang tingkat untuk menjaga harta benda milik keluarganya.

Menurut warga, Kampung Apung tergenang sejak tahun 1990. Banyak warga yang sudah meninggikan rumahnya agar tempat tinggalnya tidak selalu terendam.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Indonesia Tidak Sisakan Wakilnya di Tiongkok Terbuka

Jakarta, Aktual.co — Indonesia tidak menyisakan wakilnya pada semifinal kejuaraan bulu tangkis “Thaihot China Open” di Kota Fuzhou, Tiongkok, setelah dua wakilnya tumbang di babak perempat final.

Berdasarkan laman tournamentsoftware, Jumat (14/11), menyebutkan pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang menempati unggulan keempat, dikalahkan pasangan tuan rumah Zheng Si Wei/Chen Qingchen dua game langsung 18-21, 15-21 dalam waktu 33 menit.

Kemudian ganda putri pasangan Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii yang menempati unggulan kedelapan dipaksa harus mengakui keunggulan pasangan tuan rumah Tian Qing/Zhao Yunlei yang menempati unggulan kedua dengan dua game langsung 14-21,17-21 dalam waktu 47 menit.

Pada pertandingan antara Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir melawan Zheng Si Wei/Chen Qingchen sebenarnya pasangan Indonesia tersebut sudah unggul 12-9 kemudian 13-10 pada game pertama tetapi akhirnya mereka tertinggal 14-15. Setelah itu pasangan Tiongkok selalu unggul dalam perolehan angka hingga akhirnya mengakhiri game ini dengan angka 21-18.

Pada game kedua, perolehan angka pasangan Tontowi/Liliyana selalu tertinggal dari pasangan Tiongkok mulai dari 5-9 kemudian 5-11, 13-19, sebelum akhirnya pasangan Si Wei/Qingchen ini mengakhiri dengan skor 21-15.

Pada babak semifinal, pasangan Tiongkok ini akan menghadapi pemenang antara unggulan pertama Zhang Nan/Zhao Yunlei dari Tiongkok melawan rekannya pasangan Liu Cheng/Bao Yixin yang menempati unggulan kedelapan.

Sementara itu pertandingan ganda putri antara pasangan Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii melawan unggulan kedua dari Tiongkok Tian Qing/Zhao Yunlei selalu tertinggal pada perolehan angka.

Pada game pertama pasangan Indonesia tertinggal 1-3,2-4,12-14, kemudian 14-15 sebelum pasangan Tiongkok itu menyudahi game ini dengan 21-14. Kemudian pada game kedua bahkan sempat tertinggal 4-11 kemudian memperkecil ketertinggalannya menjadi 11-17 dan akhirnya tetap dimenangkan pasangan tuan rumah dengan 21-17.

Pada babak semifinal, pasangan Tiongkok ini akan menghadapi pemenang antara unggulan ketiga Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi (Jepang) melawan rekannya yang menempati unggulan keenam Reika Kakiwa/Miyuki Maeda.

Kemudian semifinalis lainnya akan saling berhadapan unggulan ketujuh Luo Ying/Luo Yu (Tiongkok) melawan rekannya yang menempati unggulan kellima Wang Xiaoli/Yu Yang.

Artikel ini ditulis oleh:

Satlantas Jakbar Gelar Operasi Zebra

Jakarta, Aktual.co —Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Jakarta Barat siap melaksanakan Operasi Zebra mulai 26 November sampai dengan 9 Desember 2014.
“Untuk melaksanakan operasi ini kami juga telah berkoordinasi dengan satuan-satuan lain dari Polres seperti Intel, Sabhara, “Reserse”, Binmas, dan lain-lain,” kata Kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Metro Jakarta Barat AKBP Ipung Purnomo di Jakarta, Jumat (14/11).
Dia melanjutkan semua daerah di wilayah Jakarta Barat tidak akan luput dari operasi penertiban lalu lintas yang rutin diadakan setiap tahun.
“Kamiakan berpindah-pindah tempat, terutama di titik-titik lokasi yang banyak terjadi banyak pelanggaran lalu lintas,” ujar Ipung.
Untuk Operasi Zebra tahun ini, Ipung menambahkan ada tiga persoalan yang menjadi fokus perhatian Satlantas Polres Jakarta Barat.
“Ada tiga fokus kami yaitu pelanggaran lalu lintas terkait naik turun penumpang angkutan umum, ‘stop line’, serta kendaraan berlawanan arus,” ujar dia.
Operasi Zebra ini sendiri merupakan agenda rutin Kepolisian Republik Indonesia dalam untuk menertibkan lingkungan berkendara di jalan raya.
Sebelumnya pada 2013, dalam Operasi Zebra di DKI Jakarta terjadi 183 kecelakaan lalu lintas, di mana jumlah korban mencapai 311 orang, 28 di antaranya meninggal dunia.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Enam Kecamatan di Jakut Siaga Banjir

Jakarta, Aktual.co —Enam kecamatan di Jakarta Utara memasuki musim penghujan memberlakukan siaga banjir sebagai langkah antisipasi jika sewaktu-waktu hujan deras menggenangi pemukiman warga.
“Pada titik rawan di enam kecamatan dan 12 kelurahan di Jakarta Utara diberlakukan siaga banjir,” kata Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Utara, Ika Lestari Adji, di Jakarta, Jumat (14/11).
Ika menerangkan keenam kecamatan tersebut ialah Kecamatan Koja, Kecamatan Tanjung Priok, Kecamatan Kelapa Gading, Kecamatan Pademangan, Kecamatan Muara Penjaringan dan Kecamatan Cilincing.
Ia menegaskan pada keenam kecamatan tersebut, titik-titik banjir tidak jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, yaitu yang tersebar di 12 kelurahan.
Dua belas kelurahan tersebut ialah Kelurahan Penjaringan, Kelurahan Kapuk Muara, Kelurahan Pademangan Barat dan Kelurahan Ancol.
“Kemudian Kelurahan Cilincing, Kelurahan Kalibaru, Kelurahan Sunter Jaya, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelurahan Tugu Selatan, Kelurahan Sukapura, Kelurahan Rorotan dan Kelurahan Marunda,” lanjutnya.
Pada wilayah-wilayah yang dinyatakan rawan banjir tersebut nantinya akan ditempatkan beberapa relawan. Mereka berjumlah 200 orang yang sedang saat ini sedang dilatih untuk membantu antisipasi banjir sekaligus membantu warga jika nantinya harus mengungsi.
Selain itu Pemerintah Kota Jakarta Utara juga melakukan persiapan menghadapi banjir dengan memberikan bantuan berupa fasilitas untuk dapur umum. Nantinya akan disebar ke 18 lokasi yang dipersiapkan sebagai lokasi pengungsian.
“Pemerintah juga menyiapkan logistik untuk para pengungsi terutama untuk makanan pokok seperti beras, minyak goreng dan mie instan. Kita juga menyiapkan perlengkapan lain seperti tenda, selimut, matras dan lainnya,” tambahnya.
Pemerintah Kota Jakarta Utara, katanya, telah mengambil sejumlah langkah antisipatif menghadapi bencana banjir, antara lain menata dan normalisasi kali yang berada di sekitar Jakarta Utara.
“Saluran irigasi sudah dibersihkan, harapan kami paling tidak ini bisa mengurangi akibat banjir jika terjadi,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Pihak SMAN 109 Keluarkan 20 Siswa yang Terlibat Tawuran

Jakarta, Aktual.co —Menyusul peristiwa tawuran yang menewaskan satu siswa, sebanyak 20 siswa SMA Negeri 109 yang terlibat dengan SMA Negeri 60 Jakarta dikeluarkan dari sekolah.   Plt Kepala SMA Negeri 109 Jakarta, Sugiono mengatakan keputusan diambil dalam rapat pleno yang digelar Kamis (13/11) kemarin.
“Diputuskan 20 orang siswa kita dikeluarkan atau dikembalikan ke orangtua,” ujarnya, Jumat (14/11).
Ke-20 siswa  itu dianggap melakukan pelanggaran melewati batas sehingga diambil tindakan tegas dikeluarkan. Ditambah lagi sebelumnya beberapa di antaranya memang sudah melakukan pelanggaran lain. “Jadi kalau ditambah dengan kasus kemarin menurut aturan harus begitu.”
Kata dia, kedua siswa itu bukan dari satu angkatan. Delapan orang kelas XI, 10 orang kelas XII, dan dua orang kelas X. 
Sugiono sendiri mengaku awalnya tidak tahu penyebab tewasnya Andi Audi Pratama (16) siswa SMAN 109 kelas XI. Awalnya dikira dia meninggal akibat kecelakaan. 
“Tapi setelah ditelurusi, ternyata meninggal akibat aksi yang tidak wajar,” ujarnya.
Dia pun berharap kasus ini bisa diselesaikan oleh kepolisian. 
Saat ini beberapa siswa sudah diperiksa pihak kepolisian dari Polsek Pasar Minggu. Ada yang diperiksa di sekolah dan di Polsek. 
Andi Audi Pratama (16) siswa kelas XI SMA Negeri 109 Jakarta diketahui tewas di RS JMC, Jakarta Selatan pada Sabtu (8/11) usai dikeroyok belasan siswa SMA Negeri 60 Jakarta di sisi Jalan Raya Warung Buncit, tepatnya simpang Pejaten Village, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (7/11) malam lalu.
Hari ini pihak kepolisian dan tim dokter dari RS Polri Sukamto membongkar kembali makam korban di TPU Jeruk Purut untuk kepentingan otopsi dan penyelidikan lebih lanjut. Hingga kini, sudah ada 12 orang saksi yang diperiksa polisi terkait kasus tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Pemerintah Diskriminasi Antara Pelatih Lokal dan Asing

Jakarta, Aktual.co — Permasalahan kesejahteraan pelaku olahraga di Indonesia, memang menjadi penyebab utama merosotnya prestasi olahraga Indonesia di kancah internasional.

Bukan hanya kesejahteraan atlet yang harus diperhatikan oleh pemerintah, kesejahteraan pelatih juga harus masuk ke dalam daftar masalah yang harus diselesaikan.

Seperti yang dikatakan oleh Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Wushu (PB Wushu), Iwan Kwok bahwa, terdapat “gap” yang terjadi antara pelatih lokal dan pelatih asing.

“Pemerintah tidak punya standarisasi gaji pelatih lokal dan pelatih asing. Pelatih asing mempunyai gaji lebih besar dari pada pelatih lokal. Itu juga jadi masalah,” ungkap Iwan ketika dihubungi Aktual.co, Jumat (14/11).

Oleh karena itu, lanjut Iwan, pemerintah harus memperbaiki hal itu. Banyak pelatih lokal yang mempunyai kemampuan melatih lebih bagus dibanding pelatih asing. Tapi mereka tidak mendapatkan apresiasi lebih dari pemerintah.

“Harus disama ratakan. Jangan heran kalau banyak pelatih lokal yang bagus lebih memilih untuk melatih di luar negeri,” sesalnya.

Meski begitu, Iwan tetap berharap jika pemerintah sekarang bisa menyelesaikan permasalahan-permasalahan olahraga di tanah air.

“Saya melihat anggota Komisi X DPR RI sekarang lebih mengerti tentang olahraga. Mudah-mudahan mereka bisa membantu menyelesaikan masalah olahraga Indonesia,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain