19 Januari 2026
Beranda blog Halaman 42144

Peringati 10 Muharam, 11 Ribu Mangkuk Bubur Asyura Dibagikan ke Warga

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, membagikan 11 ribu mangkuk bubur Asyura kepada masyarakat pada peringatan 10 Muharam 1436 Hijriah.
Bupati Banjar Sultan Khairul Saleh di Martapura, Senin (3/11) mengatakan, pembagian belasan ribu mangkuk bubur juga bertepatan hari lahir atau Milad Kesultanan Banjar ke-510.
“Adat masyarakat Banjar dahulu memasak bubur Asyura bertepatan 10 Muharam dan sekarang dirangkai Milad Kesultanan Banjar sehingga adat tetap lestari,” ujarnya.
Ia mengatakan, pelestarian adat istiadat suku Banjar itu sejalan dengan tema Milad Kesultanan Banjar ke -510 yakni mengabadikan kearifan adat, menjunjung kesempurnaan syariat.
Diharapkan, pembuatan bubur Asyura itu dapat melestarikan adat budaya dan warisan nenek moyang Suku Banjar bahari yang berlandaskan syara dan Kitabullah.
“Tradisi pembuatan bubur Asyura secara bersama-sama dapat diambil pelajaran yakni adat kebersamaan dan tingginya semangat gotong royong di masa sekarang,” ungkapnya.
Koordinator pelaksana pembuatan bubur Asyura Masruri mengatakan, pembagian bubur dilaksanakan di lapangan Pertokoan Cahaya Bumi Selamat Kota Martapura.
“Belasan ribu mangkuk bubur Asyura dibagikan gratis baik kepada masyarakat maupun dibagikan kepada anak yatim piatu dan penghuni panti asuhan serta panti werdha,” ujarnya.
Sementara itu, rangkaian Milad Kesultanan Banjar disemarakkan seni dan olahraga tradisional Suku Banjar seperti Madihin, Mamanda, Balamut, Musik Panting, Rudat dan Damarwulan.
Sedangkan olahraga tradisional yang dilombakan yakni Terompah Panjang, Engrang, Dagongan yang mendapat antusias peserta maupun masyarakat yang menontonnya.
“Seni dan olahraga tradisional yang dilombakan untuk melestarikan adat dan budaya Suku Banjar,” ujar Ketua Panitia Lomba Olahraga Tradisional Kun Nasrullah.

Artikel ini ditulis oleh:

Persipura: PBR Tidak Terlalu Membahayakan

Jakarta, Aktual.co — Kupang, Aktual.co — Juru bicara Persipura Jayapura, Rocky Bebena, menilai tim lawan, Pelta Bandung Raya (PBR), tidak terlalu membahayakan klub berjuluk Mutiara Hitam itu di babak semifinal Indonesia Super League (ISL). Pasalnya, sejak awal kompetisi, PBR tidak diperhitungkan untuk lolos dari fase grup.

“Apalagi tim PBR yang menurut banyak pengamat bahwa tim yang tidak terlalu diprediksi tidak bisa masuk delapan besar dan semifinal,” ujarnya di Jayapura, Senin malam (3/11).

Rocky menilai, tim PBR kebanyakan mengadobsi permainan lawan sambil melakukan serangan balik memanfaatkan celah lawan.

“Hal yang lebih penting dari itu jangan sampai tim Persipura terpancing emosi disela-sela pertandingan, karena tinggal selangkah lagi menuju semifinal,” ujarnya.

Persipura Jayapura melaju ke babak semifinal setelah pada laga akhir melawan Persela Lamongan meraih kemenangan 4-1 dan berhak juara grup dengan mengemas poin 12.

Sementara calon lawannya di semifinal adalah Pelita Bandung Raya yang secara mengejutkan juga berhasil mengalahkan saudara tuanya Persib Bandung yang sudah terlebih dahulu lolos ke semifinal dengan skor 2-1.

Artikel ini ditulis oleh:

Profesionalisme Para Ranger Untuk Harimau Sumatera

Jakarta, Aktual.co — Harimau sumatera (Panthera tigris sumatraensis), raja rimba tanpa wilayah kekuasaan. Predator tertinggi dalam rantai makanan di Pulau Sumatera ini pada akhirnya tanpa taring menghadapi manusia.
Hutan-hutan lebat Sumatera tumbang satu per satu oleh excavator yang dicukongi para pengejar kapital. Sang raja rimba terkepung di dalam hutannya sendiri, terjerat oleh sling kawat yang sengaja dipasang di tengah hutan lindung hingga perkebunan sawit dan akasia.
Ruang gerak dari subspecies harimau yang tersisa di Indonesia ini semakin terbatas dengan menciutnya tutupan hutan alam yang terbentang dari Aceh hingga Lampung. Habitat asli dari sang raja rimba ini pun tercerai-berai oleh perkebunan dan pemukiman.
Tidak heran jika Direktur Program Sumatera dan Kalimantan WWF Indonesia Anwar Purwoto mengatakan pekerjaan rumah pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla untuk konservasi Harimau Sumatera adalah menyatukan kembali habitat asli yang terfragmentasi, membangun kembali koridor jelajah dari predator yang terancam punah ini.
Layaknya seorang raja, akhirnya raja rimba yang ditakuti ini pun membutuhkan pengawalan. Perlindungan oleh manusia dari ancaman manusia itu sendiri.
Ranger lah yang ditugaskan untuk mengawal satwa liar sekaligus habitatnya dari ancaman manusia lain. Tugas mereka tidak lah ringan karena berhadapan dengan manusia, alam, sekaligus sang raja rimba.
Banyak dari para ranger bekerja dengan sedikit atau bahkan tanpa dukungan perlengkapan yang memadai dan pelatihan yang tepat, serta merelakan waktu mereka jauh dari keluarga dalam waktu lama saat berada di dalam hutan.
Tidak hanya keterbatasan perlengkapan dan pelatihan, di Indonesia keterbatasan jumlah ranger pun diakui pemerintah sebagai masalah dalam melaksanakan konservasi satwa liar. Dengan luas hutan mencapai 130 juta hektare (ha), menurut Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Sonny Partono, jumlah polisi hutan hanya mencapai 8000 orang, yang artinya masing-masing mereka harus menjaga wilayah seluar 15.000 ha.
Thin Green Line Foundation mengeluarkan statistik yang menunjukkan 1000 ranger terbunuh saat bertugas melindungi satwa liar dalam 10 tahun terakhir. Itu sama artinya dengan dua ranger terbunuh dalam satu minggu, setiap minggu dalam dekade terakhir ini.
Ranger profesional Sebuah tantangan besar bagi Indonesia untuk dapat memenuhi target Tx2, menggandakan populasi harimau dan nol perburuan liar di 2020, dengan jumlah ranger yang ada saat ini. Tantangan lain yakni mengetahui secara pasti jumlah Harimau Sumatera yang ada di habitat aslinya.
President Ranger Federation of Asia (RFA) Rohit Singh mengatakan keberadaan ranger sangat penting dalam upaya konservasi, melawan perburuan liar. Karena itu jelas jumlah ranger jauh lebih penting dibanding jumlah kamera trap yang dipasang untuk mengawasi satwa liar di dalam hutan.
Namun sayangnya, menurut dia, kondisi para ranger hampir di semua negara Asia cukup menyedihkan. Mereka dibayar rendah dan tidak dibekali dengan pelatihan dan peralatan yang memadai selama menjalankan tugas.
Karena itu, ia mengatakan RFA bersama dengan the International Ranger Federation (IRF) dan WWF melakukan inisiatif bersama meningkatkan standar kerja dan kesejahteraan para ranger di seluruh Asia. Termasuk salah satunya meluncurkan ide asuransi bagi para ranger yang bekerja menantang bahaya demi melindungan satwa liar.
Inisiatif untuk meningkatkan standar kerja dan kesehteraan para ranger di Asia dilakukan mulai 31 Juli 2014 hingga 31 Juli 2017, dengan target menaikkan profile ranger secara signifikan di regional dan memperbaiki kondisi kerja serta kapabilitas para ranger. Fokus aksi yang akan dilakukan yakni meningkatkan kepedulian masyarakat akan pentingnya keberadaan para ranger, sehingga perlu adanya upaya meningkatkan profesionalisme ranger sekaligus mempromosikan pentingnya standarisasi kerja para pelindung satwa liar dan habitatnya ini.
Data WWF 2012 menyebutkan dari 135 lokasi situs harimau dengan kondisi kritis menunjukkan 64 persen dari ranger tidak dilengkapi peralatan lengkap, sedangkan 66 persen tidak diberikan pelatihan yang memadai.
Sementara itu, Anwar Purwoto mengatakan sebagai upaya pengamanan konservasi tentu jumlah dan kapasitas ranger sangat perlu. Namun demikian, tentu penambahan jumlah polisi hutan tentu bukan dominan perhatian Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan saja tetapi juga Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
Tidak hanya tugas pemerintah, menurut dia, jika berkaitan dengan upaya konservasi seharusnya masyarakat dan semua pihak yang berkepentingan ikut dilibatkan. Terlebih lagi bagi masyarakat yang memang hidup berdekatan dengan kawasan konservasi.
Guna menutupi kekurangan ranger di lapangan, Anwar mengatakan pemerintah dapat mengoptimalkan semua fasilitas dan teknologi yang dimiliki untuk melindungi keberadaan Harimau Sumatera, dengan memanfaatkan teknologi penginderaan jauh dengan citra satelit untuk mengetahui kondisisi tutupan hutan alam yang menjadi habitat sang raja rimba.
“Tinggal mau apa tidak kemampuan yang dimiliki pemerintah itu dimanfaatkan dengan tepat, jika teknologi itu dengan tepat digunakan saja sudah sangat membantu,” ujar dia.
Sumatera Regional Leader WWF Indonesia Suhandri pun mengatakan jika ranger tidak diperkuat maka pemerintah akan sulit dapat melindungi satwa liar. Jumlah ranger yang kurang tidak boleh menjadi alasan bagi pemerintah lemah dalam melaksanakan konservasi.
“Tidak bisa bilang ranger sedikit terus pengawasan lemah. Dari dulu jumlah ranger juga segitu, tapi bagaimana kerja sama dibentuk dengan masyarakat termasuk LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat-red), memanfaatkan citra satelit untuk melindungi populasi Harimau Sumatera itu yang seharusnya dilakukan,” ujar dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Persipura Optimis Menangi Laga Semifinal Lawan PBR

Jakarta, Aktual.co — Juru bicara persipura Jayapura, Rocky Bebena optimistis tim berjuluk Mutiara Hitam itu, akan memenangi laga semi final Liga Super Indonesia (LSI) 2014, melawan tim pelita Bandung Raya (PBR) di Stadion Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (4/11).

“Saya yakin dan tim juga sudah optimistis untuk laga besok adalah laga yang menunjukan kemampuan persipura diajang ISL sebagai juara bertahan, saya optimistis mereka memenangi pertandingan,” kata Rocky di Kota Jayapura, Senin malam (3/11).

Rocky meyakini persipura akan memenangi laga tersebut dengan mengisi banyak gol ke gawang lawan. Menang dengan adu pinalti dan adu lapangan juga sama saja menang, namun adu pinalti lebih kepada persiapan mental.

Tetapi alangkah baiknya, kata dia, menang didua kali empat puluh lima menit, jika perpanjang waktu maka mental yang lebih banyak berbicara bukan kualitas timnya, baik itu pemain maupun penjaga gawang.

“Ini pertandingan yang menentukan Persipura lolos ke babak final, kalau sudah lolos ke semifinal, berarti tidak ada cerita lagi untuk kita bersantai-santai, apalagi tanpa kehadiran pelatih, tetapi tim pelatih yang ada sudah sangat efektif,” ujarnya.

Diungkapkan Rocky Bebena, tim pelatih yang ada juga mampu memberikan yang terbaik dan memberikan rasa percaya diri kepada para pemain untuk menghadapi pertandingan.

Menurut Rocky yang juga Kepala Bidang Humas Pemerintah Kota Jayapura itu, pengalaman pemain dalam laga melawan Arema Malang, Semen Padang, dan Persela Lamongan, dapat menjadi motivasi tersendiri. “Apalagi tim PBR yang menurut banyak pengamat bahwa tim yang tidak terlalu diprediksi tidak bisa masuk delapan besar dan semifinal,” ujarnya.

Tetapi, katanya, ketika tim itu masuk final menunjukan bahwa mereka termasuk salah satu tim yang solid. “Persipura jangan sampai terbawa irama pragmatis yang diterapkan oleh PBR,” ujarnya.

Rocky menilai, tim PBR kebanyakan mengadobsi permainan lawan sambil melakukan serangan balik memanfaatkan celah lawan. “Hal yang lebih penting dari itu jangan sampai tim persipura terpancing emosi disela-sela pertandingan, karena tinggal selangkah lagi menuju semifinal,” ujar mantan redaktur Surat Kabar Harian Bintang Papua itu.

Persipura Jayapura melaju ke babak semifinal setelah pada laga akhir melawan Persela Lamongan meraih kemenangan 4-1 dan berhak juara grup dengan mengemas poin 12.

Sementara calon lawannya di semifinal adalah Pelita Bandung Raya yang secara mengejutkan juga berhasil mengalahkan saudara tuanya Persib Bandung yang sudah terlebih dahulu lolos ke semifinal dengan skor 2-1.

Artikel ini ditulis oleh:

Mukomuko Bangun Museum Benda Peninggalan Benteng Anna

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, mengusulkan pembangunan museum mini untuk menyimpan benda-benda peninggalan Benteng Anna.
“Tahun 2015 kami mengusulkan pembangunan museum mini menggunakan dana dari APBN,” kata Kabid Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomuko, Yulia, di Mukomuko, Senin (3/11).
Benteng Anna (Fort Anna) merupakan peninggalan masa kolonialisme Inggris (EIC) dan didirikan pada tahun 1798 di pinggiran selatan Sungai Selagan, dekat dengan Pantai Mukomuko.
Menurutnya, anggaran untuk pembangunan museum mini ini cukup besar, sehingga instansi itu mengusulkan kegiatan pembangunannya menggunakan dana bersumber dari APBN.
Ia berharap, usulan pembangunan museum mini di daerah itu dapat terealisasi dari dana APBN.
Ia mengatakan, benda benda purbakala yang terpantau oleh instansi itu benda peninggalan Benteng Anna yang berada di Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jambi dan Balai Arkeologi Palembang.
Kedua balai ini, menurutnya, yang selama ini rutin melakukan aktivitas penelitian dan pengkajian situs Benteng yang berada sejauh 270 kilometer sebelah utara Kota Bengkulu.
Benda benda Benteng Anna dari dua balai ini, lanjutnya, yang diharapkan dapat mengisi museum mini di daerah itu.
Menurutnya, termasuk benda benda bersejarah lainnya yang masih disimpan oleh warga masyarakat di daerah itu.
Ia menerangkan, karena daerah itu rawan gempa sehingga konstruksi bangunan musium mini dibangun tahan gempa.

Artikel ini ditulis oleh:

Gantikan Posisi Indra Sjafri, PSSI Datangkan Pelatih Asing

Jakarta, Aktual.co — Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), akan mendatangkan pelatih asing untuk Timnas Indonesia U-19. Hal ini dilakukan karena, kekosongan posisi pelatih Timnas Garuda Jaya, setelah ditinggalkan Indra Sjafri.

“PSSI akan mencari pelatih dari luar negeri untuk u-19. Nama-namanya belum tahu, saya tidak mau berandai-andai,” kata Wakil Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mahmuda Mattalitti usai bertemu dengan Menpora, Imam Nahrowi di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Senin (3/11).

Indra Sjafri diputuskan hubungan dengan PSSI, setelah adanya rapat Executive Committee (Exco) PSSI, yang diselenggarakan di Jakarta, Minggu (2/11) malam.

Hal ini karena, PSSI menilai Indra Sjafri tidak mampu mencapai target yang terlah dibebankan kepada dirinya untuk bisa lolos ke babak semifinal Piala Asia U-19 di Myanmar.

Evan Dimas cs, dalam turnamen tersebut, ternyata tidak mampu lolos dar fase grup.

Dengan demikian, secara otomatis, Timnas U-19, di bawah asuhan Indra Sjafri, juga tidak lolos ke Piala Dunia U-20 pada 2015 mendatang.

Sebelum diberhentikan, Indra telah melaporkan hasil evaluasi pemain selama menjalani persiapan hingga pelaksanaan Piala Asia U-19 di Yangon, Myanmar, kepada Badan Tim Nasional (BTN) pada Jumat (31/11).

Dalam evaluasi tersebut Indra mengatakan bahwa kegagalan Evan Dimas Cs tidak membuat masyarakat menghakimi mereka. Pihaknya optimistis Evan Dimas dan kawan-kawan akan berkembang pada level yang lebih tinggi.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain