18 Januari 2026
Beranda blog Halaman 42145

8.000 Titik Lampu Akan Terpasang di Jaktim

Jakarta, Aktual.co —Suku Dinas Perindustrian dan Energi Jakarta Timur berencana akan memasang 8.000 titik lampu, yang berfungsi untuk memberikan penerangan jalan umum agar warga yang melintas tidak mengalami rasa takut.
Rencananya penerangan jalan umum tersebut akan diperuntukan di jalan Arteri, Protokol dan Jalan Layang. 
Demikian disampaikan Tuti Kurnia, Kepala Suku Dinas Perindustrian dan Energi Jakarta Timur kepada wartawan, Senin (3/11).
“Pemasangan 8.000 titik lampu PJU baru, kami targetkan selesai akhir Desember,” katanya.
Dikatakan Tuti bahwa data yang dimiliki oleh pihaknya kalau saat ini titik lampu penerangan jalan umum baru terpasang 52 ribu. Dengan jumlah tersebut dianggap kurang mencukupi.
“Selain menambah jumlah lampu PJU, Kami juga akan mengganti 2.000 titik lampu menggunakan lampu hemat energi Light Emitting Diode (LED),” paparnya. 

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

DPR Sarankan Pemerintah Ubah Nomenklatur BPJS Jadi KIS

Jakarta, Aktual.co — Anggota Fraksi PPP DPR Okky Asokawati menyarankan agar pemerintah Jokowi-JK untuk melakukan perubahan nomenklatur BPJS menjadi Kartu Indonesia Sehat (KIS).
Hal itu dikhawatirkan akan muncul dualisme di dalam sistem pelayanan kesehatan Indonesia.
“Jika memang dalam kajian pelaksanaan KIS di lapangan belum paripurna, sebaiknya tidak perlu dipaksakan. Lebih baik ubah nomenklatur saja dari BPJS menjadi KIS,” kata Okky dalam keterangan tertulisnya, Senin (3/11).
“Ini jauh lebih rasional dan minim potensi masalah daripada menambah yang baru (KIS) namun justru berpotensi bermasalah di lapangan.”
Terlebih, kata dia, merujuk keterangan pemerintah, disebutkan KIS sama dengan BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI). Sementara BPJS PBI saat ini baru bisa menampung dari APBN hanya 86, 4 juta jiwa.
“Jika KIS dimaksudkan sama dengan BPJS BPI dan pemerintah mau menambahkan, pertanyaannya darimana anggarannya? Saya sarankan pemerintah agar lebih berhati-hati, terlebih terkait penggunaan APBN,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Diputus Hubungan, Indra: Saya Puas Mengabdi Pada Bangsa

Jakarta, Aktual.co — Indra Sjafri menegaskan, tidak kecewa terkait dengan keputusan PSSI, yang memutuskan hubungan dengannya. Hal ini karena, pelatih asal Sumatera Barat itu, gagal membawa Timnas Indonesia U-19 bersinar di Piala Asia 2014 Myanmar.

Indar Sjafri menilai, selama menangani Timnas U-19, dirinya sudah berusaha memberikan kemampuan terbaiknya. Hasilnyapun empat prestasi sudah dicatat yaitu deua kali juara HKFA, Piala AFF 2013 dan lolos ke Piala Asia 2014.

“Saya puas sudah mengabdi kepada bangsa dan negara. Kalau tidak dibutuhkan lagi, saya tidak masalah,” katanya saat dikonfirmasi, Senin (3/11).

Indra Sjafri diberikan target oleh PSSI adalah, lolos hingga babak semifinal Piala Asia 2014. Tapi, Indra Sjafri gagal lolos dari fase grup. Gagalnya timnas ini juga memupus upaya timnas lolos ke Piala Dunia U-20 di Selandia Baru tahun depan.

“Kalau karena tidak lolos Piala Dunia 2015 saya diberhentikan, ya tidak apa-apa,” ucapnya.

Selain itu, Indra Sjafri juga mengucapkan terimakasih kepada PSSI, karena telah memberikan kepercayaan kepada dirinya untuk mengarsiteki Evan Dimas cs.

“Terimakasih atas kesempatan yang diberikan. Mohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah mendukung Timnas U-19, saya tidak bisa memenuhi target yang dibebankan,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Mensos: Program Simpanan Keluarga Sejahtera Gunakan SIM Card Tepat Sasaran

Jakarta, Aktual.co —Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, kartu program Simpanan Keluarga Sejahtera (SKS) menggunakan “SIM card” sehingga memastikan bantuan yang diterima tepat sasaran.

“Penggunaan SIM card sebagai antisipasi bantuan tidak sampai, karena uang dari Bendahara Umum Negara langsung ke nomor penerima jadi tidak ‘mampir’ kemana-mana lagi,” kata Khofifah di Jakarta, Senin (3/11).

Dikhawatirkan, jika tidak langsung jumlah uang yang diterima berkurang, tambah Khofifah.

Pada kartu SKS terdapat barcode dan pesan singkat (SMS) akan muncul jika SIM card dimasukkan.

Jumlah simpanan yang diterima sebesar Rp200 ribu per bulan selama delapan bulan. Untuk tahap pertama diberikan Rp400 ribu untuk dua bulan setiap keluarga.

Program Simpanan Keluarga Sejahtera adalah program pemberian bantuan dalam bentuk tabungan yang diberikan kepada 15,5 juta keluarga kurang mampu.

Program tersebut diberikan kepada keluarga kurang mampu secara bertahap diperluas mencakup penghuni panti asuhan, panti jompo dan panti sosial lainnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Menteri KKP: Pengusaha Ilegal Akibat Banyaknya Retribusi Kelautan

Jakarta, Aktual.co — Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti mengatakan karena banyaknya retribusi atau pungutan-pungutan dalam setiap proses di sektor kelautan menjadi salah satu alasan banyak pengusaha perikanan ataupun nelayan memilih untuk melakukan kegiatan yang ilegal dibanding legal karena dinilai lebih cepat.

“Kita berpikir kenapa orang tidak berinvestasi di indonesia, karena mau usaha di darat itu susahnya setengah mati, jadi orang lebih baik nyuri ketimbang resmi,” kata Susi saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait moratorium perizinan kapal ikan di gedung Minabahari, Kementrian Perikanan dan Kelautan, Jakarta, Senin (3/11).

Ia menilai nelayan Indonesia terlalu banyak dibenani pungutan pajak untuk mengurusi berbagai perizinan.

“Di Indonesia baru urus PT pendaftaran bayar, mau investasi, bangun bayar, kalau pakai kontraktor harus bayar 10 persen. Impor mesin, mesinnya masih di beacukai bayar 2,5 persen. Nelayan masuk ke pelalangan ikan mesti bayar retribusi 4 persen, pembeli bayar 2 persen. Itu bukan pungli tapi resmi. Terlalu banyak pos,” katanya.

Ia menjelaskan retribusi ini ada yang beberapa wilayah masuk dalam kewenangan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten yang dinilai memberatkan pelaku usaha perikanan.

“Retribusi ini yang akan kami usulkan diubah karena itu memberatkan pelaku usaha di dalam negeri. Juga membuat investor tidak mau investasi di dalam negeri,” jelasnya.

Dia membandingkan dengan penarikan pajak antara Indonesia dengan Malaysia.

Menurutnya, investasi di sektor kelautan Malaysia justru sangat memudahkan investor. Hal itu menurut dia bertolak belakang dengan kondisi di Indonesia.

“Produk nelayan Indonesia baru masuk pasar ikan sudah dikenai biaya hampir 40 persen. Malaysia cuman 3 persen saja, karena di sana hampir semua ‘free’. Kalau kita investasi di Malaysia kita dapat kemudahan dibanding di Indonesia,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Walhi Desak Menteri Susi Komitmen 20 Juta Hektar Kawasan Konservasi

Denpasar, Aktual.co — Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Bali, Suriadi Darmoko berharap Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti berkomitmen untuk mewujudkan 20 juta hektar kawasan konservasi hingga tahun 2020 sebagaimana dicanangkan menteri pendahulunya, Cicip Syarif Sutarjo.
Menurut Walhi, hal itu penting mengingat saat ini kawasan konservasi di Indonesia baru seluas 16 juta hektar. Ia memastikan jumlah itu akan berkurang lantaran kawasan konservasi Teluk Benoa di Denpasar, Bali kini telah berubah fungsi guna kepentingan reklamasi.
Komitmen terhadap kawasan konservasi, lanjut dia, sejalan dengan pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo yang menyatakan jika laut merupakan masa depan Indonesia. “Itu sebabnya Jokowi membentuk Kementerian Maritim. Kami meminta agar Menteri Susi berkomitmen terhadap hal itu,” kata Darmoko, Senin (3/11).
Sebagai bukti komitmennya, pria yang akrab disapa Moko itu meminta Menteri Susi untuk menolak izin reklamasi Teluk Benoa oleh PT Tirta Wahana Bali Internasional (TWBI). Sebabnya, rencana reklamasi Teluk Benoa telah mengubah kawasan konservasi seluas 700 hektar berdasarkan Perpres 51 Tahun 2014 yang diterbitkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Padahal, kata dia, proses pengeluaran rekomendasi kepada investor untuk reklamasi mengabaikan protes yang diajukan masyarakat Bali. Saat ini, Bali menghadapi persoalan tata kelola di Teluk Benoa, di mana teluk tidak difungsikan sebagai kawasan konservasi. “Kami juga meminta kepada Menteri Susi untuk meninjau segala hal yang berkaitan dengan reklamasi Teluk Benoa,” ucap Moko.
Untuk itu, Moko meminta Menteri Susi membatalkan Perpres 51 / 2014 yang mengizinkan reklamasi Teluk Benoa seluas 700 hektar. Kendati begitu, Moko mengaku belum melihat respons Jokowi terkait hal tersebut. “Saya belum lihat adanya respons serius dari jokowi,” tegas dia.
Walhi pun menuntut Jokowi untuk membuktikan komitmennya dalam menjaga kawasan konservasi kemaritiman dengan mencabut Perpres yang dikeluarkan masa pemerintahan SBY. Jika saja reklamasi Teluk Benoa diberikan izin, ia khawatir hal itu akan menjadi preseden bagi daerah lain untuk ikut mengajukan perubahan status kawasan konservasi guna kepentingan arus investasi.
“Ini bisa menjadi preseden buruk bagi kawasan konservasi lainnya di Indonesia. Jadi, jangan dianggap kecil masalah, harus ditangani serius dan secepatnya,” harap Moko.

Berita Lain