16 April 2026
Beranda blog Halaman 42177

Paripurna Pengisian Jabatan Gubernur DKI Sepi

Suasana sidang paripurna istimewa pengumuman pengisian jabatan Gubernur DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (14/11). Sidang paripurna yang tidak dihadiri 4 Wakil Ketua DPRD serta hanya diikuti 38 anggota dari 106 anggota dewan itu beragendakan pembacaan mekanisme pengangkatan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menjadi Gubernur DKI Jakarta sisa masa jabatan tahun 2012-2017. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

KAMMI Tuntut Tiga Menteri Neolib Mundur

Jakarta, Aktual.co —  Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) mengkritik keras rencana Pemerintah menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Sebuah ironi ditengah turunnya harga minyak dunia turun ke level terendah dalam empat tahun terakhir.

Menurut Ketua KAMMI Nasional Herdi, sikap pemerintah yang sedemikian rupa menunjukan bahwa Pemerintah bukan hanya tak bekerja baik, tapi juga membawa kebutuhan rakyat akan BBM pada persaingan bebas. Perusahaan minyak dunia kini banyak bercokol di tanah air. Maka jelas bahwa Kabinet Kerja tengah dinaungi oleh Neolib.

“Maka atas nama rakyat Indonesia menyampaikan tiga tuntutan rakyat (Tritura), pertama, menolak kenaikan harga BBM. Kedua, buang Menteri antek Neolib, Sofyan Djalil (Kemenko Perekonomian), Rini Soemarno (Menteri BUMN), dan Sudirman Said (Menteri ESDM). Ketiga, menuntut Pemerintah untuk menurunkan harga bahan pokok,” kata Herdi di Jakarta, Jumat (14/11).

KAMMI menilai pemerintah tidakmampu mengelola Sumber Daya Alam dan memberantas Mafia Migas, kemudian dibebankan pada rakyat dengan mengurangi subsidi BBM.

“Alasannya juga sangat klise, dengan alasan bahwa subsidi memicu defisit APBN,” ucap Herdi.

Herdi menyebut bahwa Pemerintah tidak layak menyalahkan defisit APBN karena beban dari subsidi BBM semata. Karena penyebab defisit APBN adalah penurunan target pendapatan negara yang tidak sebanding dengan kenaikan beban belanja negara.

“Defisit APBN itu bukan hanya karena beban dari subsidi BBM,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Trend Warna Nippon 2015

Head of Marketing Nippon Paint Indonesia, Irena Josoeb (kiri) dan Ahli Feng Shui Indonesia, Master Djohar Koh, saat acara konferensi pers Nippon Paint Colours of Fortune 2015 di Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (13/11/2014). Colors of fortune merupakan panduan warna keberuntungan 2015 berdasarkan warna dan shio menurut perhitungan Feng Shui. AKTUAL/TINO OKTAVIANO

KONI Sesalkan Besaran Dana Pelatnas

Jakarta, Aktual.co — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) kecewa dengan besaran dana pelatnas atlet yang telah di tetapkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Kemenpora telah mengetok palu mengenai besaran dana yang akan digelontorkan untuk pembinaan atlet pelatnas. Kemenpora akhirnya memberikan dana sebesar Rp325 miliar untuk pembinaan atlet.

“Paling kami siasatinya, misal yang tadinya ajang “try out” di jadwalkan sebanyak lima kali jadi di perkecil menjadi dua kali. Jadi tidak maksimal program KONI,” sesal Ketua Umum KONI, Tono Suratman ketika di temui di gedung DPR, ditulis Jumat (14/11).

Sebelumnya, KONI pusat telah meminta kepada Kemenpora untuk menyediakan anggaran sebesar Rp514 miliar. Hal itu digunakan untuk pembinaan atlet selama satu tahun.

Namun, disampaikan oleh Tono jika KONI akan kembali berbicara dengan Kemenpora terkait masalah tersebut. Dirinya berharap, jika tidak dikabulkan, Kemepora bisa mengalihkan dana tersebut kepada perbaikan infrastruktur.

“Iya kami akan bicara lagi. Paling tidak ada penambahan di alokasi dana selain untuk pembinaan atlet,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

2 Tersangka Korporasi Segera Duduk Dikursi Pesakitan

Jakarta, Aktual.co — Kejaksaan Agung (Kejagung) segera melimpahkan berkas perkara dua koorporasi segera duduk dikursi pesakitan terkait kasus dugaan korupsi penyalahgunaan frekuensi 3G oleh PT Indosat tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2).
“Terhadap tersangka koorperasi berkas perkara segera ke (jaksa) penuntut,” kata Tony T Spontana di Kejagung, Jakarta, Jumat (14/11).
Tony menjelaskan, berkas milik 3 tersangka saat ini telah tahap finalisasi oleh tim penyidik, termasuk mendatangkan saksi ahli. Pelimpahan 3 tersangka itu dua diantaranya perusahaan (korporasi), yakni PT Indosat Tbk dan anak usahanya, PT Indosat Mega Media, dan seorang mantan Direktur Utama Indosat Johnny Swandi Sjam.
“Penyidik sudah memperoleh keterangan ahli untuk melengkapi alat bukti dan segera meningkatkan ke tahap II dari penyidik ke penuntu untuk selanjutnya ke pengadilan,” jelasnya.
Namun, Tony belum dapat memastikan pelimpahan tahap 2 itu. Menurutnya terkait hal tersebut tinggal menunggu waktu.
“Yang terpenting tim segera mempercepat pelimpahan para tersangka koorporasi itu. Tunggu saja,” kata Tony.
Penetapan dua korporasi itu sebagai tersangka pada 3 Januari 2013 saat Andhi Nirwanto masih menjabat sebagai Jampidsus. Penetaan status tersangka korporasi itu dalam upaya untuk menggembalikan dugaan kerugian negara sebesar Rp1,3 triliun. Kedua korporasi itu dikenai Pasal 2 dan 3 UU Nomor 20Tahun2001tentang Pemberantasan Tipikor.
Kasus berawal saat pemerintah melelang frekuensi 3G pada tahun 2007 yang dimenangi Indosat, Telkomsel, dan XL. PT IM2 diduga tidak mengikuti tender. Kejaksaan menilai dengan memakai jaringan itu untuk layanan data atau internet melalui kerja sama yang dibuat antara PT IM2 dan Indosat.
Karena itu, IM2 sebagai penyelenggara jasa telekomunikasi dinilai telah menyalahgunakan jaringan bergerak seluler frekuensi 3G karena menggunakan jaringan tersebut tanpa izin pemerintah.
Dengan bergulirnya kasus ini, Indosat dan IM2 harus mengembalikan kerugian negara yang mencapai Rp 1,3 triliun. Namun setelah 4 kali lakukan pertemuan untuk membayar ganti rugi sebagai kewajiban atas putusan Mahkamah Agung.Perusahaan telekomunikasi milik asing itu urung membayarnya. Jaksa pun geram dan segera mengambil langkah untuk merampas aset perusahaan tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Minta Maaf, Kapolri Janji Usut Oknum Pemukul Wartawan

Jakarta, Aktual.co — Kapolri Jenderal Sutarman meyatakan permohonan maafnya atas perlakuan jajaran Polda Sulawesi Selatan yang bertindak represif saat mengamankan aksi unjuk rasa mahasiswa Universitas Negeri Makassar UNM, Sulawesi Selatan, Kamis (13/11).
Dalam demonstrasi yang dilakukan mahasiswa tersebut berujung bentrok dan melukai sejumlah wartawan. Saat kejadian itu, beberapa wartawan tengah meliput demonstrasi penolakan kenaikan bahan bakar minyak juga menjadi sasaran amarah oknum anggota Polri yang merangsek masuk Kampus UNM.
“Saya mohon maaf khususnya yang terjadi teman media,” kata Kapolri usai memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun Korps Brimob, di Markas Komando Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Jumat (14/11).
Dia memastikan akan melakukan penegakan hukum kepada anak buahnya yang salah dan telah memukul wartawan. “Kekerasan kepada wartawan itu salah. Saya minta maaf. Itu akan ada penegakan hukum,” ujarnya.
Mantan Kabareskrim itu menegaskan, kekerasan terhadap wartawan itu tidak dibenarkan dan merupakan  penyalahgunaan hukum. “Hari-hari kita sampaikan, teman-teman (media) harus kita lindungi. Media adalah teman kita,” katanya.
Dia menjamin akan memberikan sanksi kepada anggota yang melakukan kekerasan. “Nanti kita lihat sanksinya. Prosesnya jalan, nama-namanya belum sampai di saya,” tutup Sutarman.
Diduga, aksi brutal Polri saat mengamankan demonstrasi mahasiswa di kampus UNM Makassar itu dipicu karena Wakapolrestabes Makassar AKBP Toto Lisdiarto, sebelumnya di panah oleh orang yang sampai sekarang belum berhasil ditemukan. Namun sangat disayangkan, wartawan yang sedang meliput aksi unjuk rasa itu pun malah menjadi sasaran amuk aparat kepolisian.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain