16 April 2026
Beranda blog Halaman 42178

KPK Klaim Sudah 10 Kementerian Diberi Pemahaman Pengendalian Gratifikasi

Jakarta, Aktual.co — Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad mengklaim, sudah ada 10 kementerian diberi pemahaman soal pengendalian gratifikasi. Pemahaman itu, diberikan karena dianggapnya Indonesia masih mengalami penyakit korupsi.
Dia pun berharap dalam pengendalian itu seluruh pihak bisa progresif untuk membrangus korupsi. Terlebih lagi, dia mengklaim mempunyai mimpi berantas korupsi lebih progresif.
“Kita tidak konvensional. Karena tidak mungkin selesai yang masif. Kalau kecil bisa pakai cara biasa. Kita ubah dengan integrais antara pendekatan penindakan dan pendekatan pencegahan korupsi karena individu karena ada integritas dan lalu ada sistem,” kata dia ketika, di kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Revormasi Birokrasi, Jumat (14/11).
Dengan adanya perihal tersebut, dia menganggap birokrasi di Indonesia terlalu berbelit-berlit, sehingga dalam hal ini, dia berharap semua intansi memiliki tugas bersama untuk membeprbaiki sistem birokasi di negera ini.  “Kita coba lihat dari sistem. Apa penyebab di tiap kalau ada fraud.” 

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu
Nebby

Tiket Pertandingan Timnas vs Suriah Dijual “Online”

Jakarta, Aktual.co — Direktur Pemasaran PSSI, Edi Prasetyo mengungkapkan, tiket pertandingan uji coba antara Timnas Indonesia melawan Suriah di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (15/11) malam, dijual secara online.

“Selain secara online di situs tiketpssi.com dan kiostix.com, tiket juga dijual di mal, pertokoan dan perkantoran,” katanya di Jakarta, Jumat (14/11).

Menurut dia, penjualan tiket secara online ini dilakukan sejak uji coba sebelumnya pada Selasa (11/11) kemarin, ketika melawan Timor Leste.

“Jadi, tidak akan ada penjualan di Gelora Bung Karno sebelum pertandingan dan ketika pertandingan akan berlangsung,” ujarnya.

Edi menuturkan, pihaknya menyiapkan 10 ribu tiket untuk pertandingan Timnas Indonesia melawan Suriah. Harga tiket masih sama dengan pertandingan sebelumnya ketika melawan Timor Leste.

“Tiket ekonomi Rp25 ribu sedangkan tiket VIP Rp100 ribu,” katanya.

Dia menjelaskan penonton yang membeli tiket ekonomi akan duduk di tribun timur kanan dan kiri, sedangkan tiket VIP untuk tribun VIP.

“Pembelian dibatasi hingga enam tiket saja paling banyak, di atas jumlah tersebut tidak bisa untuk satu orang,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Pengamat: Langkah Deportasi WNI Yang Ikut Militer Singapura Sudah Tepat

Jakarta, Aktual.co — Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana menilai kebijakan Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko mendeportasi WNI yang masuk militer Singapura, merupakan langkah yang tepat.
“Hal ini harus ditindaklanjuti oleh Direktorat Jenderal Imigrasi dengan mencabut paspor atas kedua WNI tersebut,” kata Hikmahanto di Jakarta, Jumat (14/11).
Menurut dia, dua mantan WNI ini tidak boleh memasuki wilayah Indonesia dengan paspor Indonesia yang selama ini mereka miliki. Secara teknis kedua WNI tersebut saat ini berstatus ‘stateless’ alias tanpa kewarganegaraan.
“Ini mengingat status mereka di Singapura bukan sebagai warga negara Singapura, melainkan sebagai Permanent Resident yang sebelumnya berkewarganegaraan Indonesia, katanya.
Ke depan, kata Hikmahanto, insiden seperti ini tidak boleh terulang. Perwakilan Indonesia harus aktif menyosialisasikan kepada para ‘permananent resident’ berkewarganegraan Indonesia untuk tidak mengikuti wajib militer karena dapat menyebabkan hilangnya kewarganegaraan Indonesia.
Panglima menyampaikan dalam latihan bersama Indo Defence Indonesia dan Singapuura, terdapat dua WNI yang berstatus anggota militer Singapura.
Hikamhanto mengatakan status anggota militer kedua WNI tersebut berakibat pada hilangnya kewarganegaraan Indonesia.
Berdasarkan Pasal 23 huruf (d) UU Kewarganegaraan 2006 ditentukan bahwa WNI kehilangan kewarganegaraannya jika yang bersangkutan (d) masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin terlebih dahulu dari Presiden.
Dua WNI tersebut memenuhi apa yang dilarang dalam Pasal 23 huruf (d) dengan masuk dinas tentara Singapura. Oleh karenanya kewarganegaraan Indonesianya dengan sendirinya (otomatis) hilang sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2007 tentang Tata Cara Memperoleh, Kehilangan, Pembatalan dan Memperoleh Kembali Kewarganegaraan Republik Indonesia.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

GMJ Tak Perduli Sidang Paripurna Setujui Pelantikan Ahok

Jakarta, Aktual.co —Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi sudah menggelar sidang paripurna yang menyetujui pelantikan Plt Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai Gubernur definitif. Meskipun sidang digelar tanpa persetujuan dari keempat Wakil Ketua DPRD dan fraksi-fraksi yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP).
Diselenggarakannya sidang paripurna itu pun menuai kecaman dari Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ), yang terdiri dari berbagai organisasi masyarakat di Jakarta yang menolak pelantikan Ahok. 
Saat dihubungi oleh Aktual.co, Ketua GMJ Fakhrurozy mengatakan tidak perduli apakah Ahok dilantik atau tidak.
“Bagi saya Ahok dilantik atau tidak dilantik tidak ada urusan. GMJ mewakili masyarakat Jakarta tidak menginginkan Ahok jadi pemimpin di Jakarta. Jadi wakil gubernur saja kita minta dia turun. Ahok itu sumber konflik,” ujarnya, di Jakarta Jum’at (14/11).
Lagipula, dia menilai rapat paripurna yang diselenggarakan DPRD hari ini tidak sah. Karena dilakukan tanpa kehadiran dari ke 57 anggota dewan dari Koalisi Merah Putih. 
“Yang saya dengar paripurna hari ini tidak kuorum. Karena anggota dewan dari KMP yang anggotanya 57 orang. Dia minus malah kan kalo kuorum harusnya 2/3, kalau 57 kursi berarti 50 persen plus. Artinya itu paripurna tidak bisa disahkan,” tambahnya.
Masyarakat Jakarta menolak Ahok sebagai gubernur karena dinilai arogan dan tidak berakhlak layaknya seorang pemimpin. GMJ berencana akan menggelar aksi lanjutan untuk menolak Ahok jadi gubernur.
Diberitakan sebelumnya, saat demo Senin (10/11) lalu, GMJ akan tetap menuntut dilengserkannya Ahok meskipun dilantik jadi Gubernur DKI definitif oleh Pemerintah Pusat.
Saat orasi di tengah ribuan massa saat berunjukrasa di depan Balaikota DKI, penasihat GMJ Habib Rizieq Sihab bahkan mengatakan mengancam membuat Gubernur tandingan kalau Ahok tetap dilantik.
“Kita buat Gubernur tandingan, kalau Ahok masih tetap diangkat menjadi Gubernur DKI Jakarta kita juga akan tetap berdemo,” ujarnya di Jakarta, Senin (10/11).
Karena Rizieq menilai pelengseran Ahok sudah sesuai dengan konstitusi dan Undang-Undang Dasar 45.
“Kita harus buka mata dan telinga kalau Ahok menjadi gubernur. Berani ngga datang ke kampung-kampung? kalau berani kita timpukin pake telur busuk seperti rasul yang pernah ditimpukin kaum Thaif,” ungkapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Selain Lelang, Menteri ESDM Reposisi Jabatan Eselon I dan II

Jakarta, Aktual.co — Selain berencana melakukan lelang jabatan eselon I dalam struktur kementeriannya, Menteri ESDM Sudirman Said dalam waktu dekat juga akan mengumumkan reposisi untuk eselon I dan II.

“Jadi setelah persiapannya baik akan kita umumkan reposisi Eselon I dan II,” kata Sudirman di kantor Dirjen Minerba, Jakarta, Jumat (14/11).

Ia menghimbau agar pejabat Eselon II secara sukarela menawarkan diri untuk direposisi kemana dan ingin tantangan baru seperti apa.

“Jadi, eselon II yang sudah lama berada di posisinya harap menyampaikan ingin tantangan di tempat baru apa,” himbaunya.

Selain itu, Dirjen Minerba R Sukhyar menilai dengan adanya lelang jabatan ini maka bisa mendapatkan anak bangsa yang bekerja lebih baik dan memberikan sumbangsih bagi bangsa.

“Dari lelang jabatan ini diharapkan bisa mendapatkan anak bangsa dan memberikan sumbangsih yang tepat bagi bangsa ini,” tutup dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

SPKP: Ada Calon Dirut Pertamina yang Tak Bisa Kuasai Migas

Jakarta, Aktual.co — Koordinator Serikat Pensiunan Karyawan Pertamina (SPKP), Binsar Effendi Hutabarat mempertanyakan sejumlah nama calon Dirut Pertamina yang tengah beredar dipublik saat ini. Pasalnya, sejumlah nama dinilai sudah tidak masuk akal.
“Yang saya heran dan nggak mengerti calon-calon itu mayoritas tidak menguasai pengelolaan Migas. Masak ada dari bank Mandiri terus mau ngurusin Migas, nggak nyambung itu. Terus ada yang dari Telkom, udah ini ga masuk diakal,” ucap dia ketika dikonfirmasi melalui saluran telepon, di Jakarta, Jumat (14/11).
“Kita jadi nggak ngerti aturan negara ini. Itulah yang sekarang membuat teman-teman galau, baik dari pertamina maupun politisi,” tambah dia.
Ia pun mengatakan, meski Indonesia menganut sistem demokratis, bukan berati seenaknya menempatkan seseorang diposisi strategis tanpa pertimbangan yang masuk akal.
“Okelah demokrasi, tapi juga berfikir pakai logika dong, calon Dirut pertamina ya harus paham peta perminyakan. Kelihatannya seleksi ini menyepelekan, sebab ngurus minyak itu tidak gampang,” tandas dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Berita Lain