16 Januari 2026
Beranda blog Halaman 42179

ICW Sesalkan Jokowi Tak Ingatkan Menterinya Soal LHKPN

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo dan Wakilnya Jusuf Kalla, disayangkan tak mengingatkan para pembantunya, yang telah resmi dilantik sebagai menteri di Kabinet Kerja, tak menyetorkan Laporan Harta Kekayaan Peyelenggara Negara ke Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Saya pikirkan mereka sudah dilantik satu minggu yang lalu dan kemudian untuk mengisi LHKPN ini kan tidak sulit, jadi dia (menteri) cukup panggil KPK untuk asistensi untuk mengisi LHPKN ini,” kata Koordinator Indonesia Corruption Watch, Emerson Yuntho di Jakarta, Minggu (2/11).

Dia mengatakan, jangan sampai hal yang mudah saja, para menteri yang bekerja di Kabinet Kerja Jokowi-JK tak mengindahkan itu. Karena, hal tersebut merupakan bagian kawajiban untuk menciptakan pemerintahan yang bersih bagi pemerintah Jokowi. “Tapi ini kan persoalanya, dia (menteri) mau atau tidak untuk melaporkan itu,” tanyanya.

Meski sudah menjabat sebagai pembantu Presiden Jokowi di pemerintahan kedepan, sebagian para menteri yang bekerja di Kabinet Kerja Jokowi sampai saat ini belum juga melaporkan LHKPN. Meski begitu, mereka mempunyai waktu dua hingga tiga bulan untuk menyerahkan LHKPN ke Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Mereka mempunyai waktu dua sampai tiga bulan menjabat sebagai menteri untuk melaporkan LHKPN,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Kabinet Kerja Jokowi-JK jangan Lupakan Masalah Pertanian

Koordinator divisi investigasi ICW Tama Satrya Langkun, Wakil direktur Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Institute for Policy Research and Advocacy) (ELSAM) wahyu wagiman, Guru besar ui Bambang Laksmono dan Manajer kampanye walhi kurniawan saat menjadi pembicara dalam diskusi dengan tema pekerjaan rumah menteri pertanian era Pemerintahan Jokowi-jusuf Kalla di Jakarta, Minggu (02/11). Dalam diskusi tersebut membahas Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo jangan sampai melupakan masalah pertanian, yang sampai saat ini belum terselesaikan. AKTUAL/TINO OKTAVIANO

Pemberian “Red Notice”, ICW: Menteri Jokowi Harus Dievaluasi

Jakarta, Aktual.co — Indonesia Corruption Watch meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi mengevalusi kinerja para pembantu Presiden Joko Widodo, yang diduga telah diberi red notice oleh lembaga tersebut.

“Kita meminta KPK agar mengevaluasi kinerja menteri Jokowi selama enam bulan kedepan. Jadi kalau kinerjanya tidak baik kemudian ada temuan yang terindikasi korupsi, itu jelas sudah waktunya diganti,” kata Koordinator ICW Divisi Monitoring Hukum dan Peradilan, Emerson Yuntho di Jakarta, Minggu (2/11).

Dia mengatakan, jika benar dari salah satu menteri itu yang telah diberi tanda red notice dan tanda mera dan kuning maka KPK harus memperhatikan secara serius kepada menteri yang telah bekerja di Kabinet Kerja Jokowi itu. “Ini kan Jokowi-JK sudah mengingatkan, tapi malah tidak mengingatkan menterinya,” kata dia.

Dia mengaku, tak mau mengkritisi hal tersebut lebih jauh, karena komisi yang dipimpin Abraham Samad cs itu tak membenarkan soal nama menteri yang telah diberi red notice itu. “Nah, yang bingung KPK sendiri bilang red notice itu nggak ada. Itu yang terjadi. Jadi kalau misalkan KPK sudah tak memberikan stabilo merah dan kuning, menurut saya itu sudah tepat,” tegasnya.

Dia mengaku, permasalahan menteri yang diberi red notice itu pun ICW tak tahu secara menyeluruh. Dia menganggap versi yang berkembang saat ini terlalu banyak soal pemberian red notice kepada salah satu menteri Kabinet Kerja Jokowi itu. “Ada yang bilang itu diberi red notice, ada juga yang bilang gak ada. Nah yang benar itu bagaimana?,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

SDA Sambut Djan Faridz Sebagai Ketum PPP di Kantor DPP PPP

Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali (kanan) menyambut kedatangan Ketua Umum PPP baru hasil Muktamar VIII PPP Djan Faridz (kiri), di kantor DPP PPP, Jalan Dipenogoro, Jakarta Pusat, Minggu (2/11/2014). Djan Faridz menjadi Ketua Umum PPP hasil Muktamar VIII. SDA menegaskan hari ini adalah hari terakhir dirinya mengantor di kantor DPP PPP karena mulai hari ini ada Ketua Umum baru Djan Faridz sebagai ketua umum yang sah dan diakui oleh para peserta muktamar. AKTUAL/TINO OKTAVIANO

Satu Keluarga di Sukabumi Keracunan Jamur

Jakarta, Aktual.co — Satu keluarga di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diduga keracunan jamur yang diambil dari sawah, hingga saat ini warga Kampung Wates, RT 01/06, Kecamatan Cibadak masih menjalani perawatan.

Adapun, keluarga yang menjadi korban keracunan ini yakni Nurdin (53), Yayat (51), Dewi Susanti (33), Eful Saefudin (17) dan Nadia (5). Warga Desa Sukasirna ini, terpaksa harus mendapatkan perawatan medis karena kondisi tubuhnya yang lemah, sebab terlalu banyak mengeluarkan cairan dan muntah-muntah setelah mengkonsumsi jamur itu.

“Jamur itu saya dapat dari sawah dan dibawa ke rumah untuk dimasak, setelah disajikan oleh anak saya yakni Dewi Susanti tiba-tiba perut saya mules dan kepala menjadi pusing,” kata Yayat kepada wartawan di Sukabumi, Minggu (2/11).

Karena tidak kuat menahan pusing dan mual itu, keluarga ini sempat tidak sadarkan diri, namun teriakan Nurdin didengar oleh tetangganya dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Sekarwangi, Kabupaten Sukabumi untuk mendapatkan perawatan medis.

Informasi terakhir yang diterima, kondisi kesehatan keluarga ini sudah membaik, namun masih lemas.

Sementara, tetangga korban, Dudu mengatakan, dirinya kaget setelah mendengar suara teriakan minta tolong dari dalam rumah Pak Nurdin, setelah dilihat keluarga ini sudah terkapar.

Informasinya, keluarga ini keracunan jamur yang didapatnya dari sawah, melihat kejadian itu dirinya dan tetangga lainnya pun langsung membawanya ke rumah sakit.

“Kami kaget dikiranya ada apa, karena terdengar keributan minta tolong dari dalam rumah Pak Nurdin, ternyata keluarga ini sedang muntah-muntah dan mukanya pucat. Setelah ditanya, mereka baru saja mengkonsumsi jamur yang diambilnya dari sawah,” katanya.

Hingga saat ini, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi masih melakukan penelitian terkait dugaan keracunan jamur tersebut, selain itu sample masakan pun sudah diambil untuk dilakukan uji laboratorium, apakah keracunan ini benar disebabkan oleh jamur atau masakan yang kurang higienis.

Artikel ini ditulis oleh:

Lukman Hakim Nyatakan Setia Pada Kekasihnya di Depan Gubernur Bali

Denpasar, Aktual.co — Ada kejadian unik pada acara “Podium Bali Bicara”, acara yang dibuat khusus oleh Pemerintah Provinsi Bali bagi masyarakat Bali untuk menyampaikan keluh kesahnya. Mereka diberi kesempatan untuk menyampaikan isi hatinya secara bebas soal Bali. Mulai dari kemacetan, kemiskinan dan isu lainnya. Namun, Pada acara yang dihadiri langsung oleh Gubernur Made Mangku Pastika dan Wakil Gubernur I Ketut Sudikerta itu, salah seorang peserta sempat menyatakan cinta dan kesetiaannya kepada kekasih pujaan hatinya.

Adalah Lukman Hakim, pria yang menyatakan kesetiaannya kepada Renny, kekasihnya itu. Awal mula naik ke podium, Lukman banyak memberikan pesan moral mengapa kesetiaan begitu penting dalam menjalin suatu hubungan asmara.

“Generasi muda saat ini lebih meningkatkan perselingkuhan ketimbang kesetiaan,” kata dia, Minggu (2/11). Ia lantas mengajak generasi muda untuk tidak mengumbar perselingkuhan yang akan membawanya terjebak dalam dunia hitam, utamanya HIV/AIDS. Lukman lalu mengimbau kepada orangtua untuk menjaga betul anak-anak mereka. “Kualitas hubungan meningkat dengan kesetiaan,” tegas remaja tersebut.

Usai itu, seketika ia turun dari podium dan menghampiri Renny. Ia lalu bersimpuh di hadapannya. Lukman juga memegang tangan perempuan itu dengan hangat. Lalu ia bicara “Saya ingin membuktikan kepadamu bahwa kesetiaan dan tali percintaan yang kita bangun ini tetap abadi selamanya,” ungkapnya.

Sontak saja, aksi tersebut mendapat sambutan hangat ratusan peserta yang hadir. Sorak sorai menandai aksi Lukman kepada Renny. Pastika dan Sudikerta nampak sumringah melihat aksi kedua sejoli yang tengah dimabuk asmara itu.

Sementara itu, Made Mangku Pastika mengaku sengaja membuka ruang luas bagi masyarakat untuk menyampaikan uneg-unegnya melalui forum tersebut. Ia berharap dapat mengetahui apa yang menjadi keinginan masyarakat melalui forum yang baru pertama digelar tersebut.

“Ada pecinta lingkungan, kesehatan, politik dan lainnya. Supaya kita tahu apa seh yang ada di hati dan pikiran masyarakat kita. Biarkan mereka menyampaikannya secara bebas,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain