15 Januari 2026
Beranda blog Halaman 42186

Bangkai Pesawat Latih Belum Ditemukan, Basarnas Harapkan Keajaiban

 Mataram, Aktual.co – Pencarian pesawat latih PK-LLC jenis Liberty type XL2 yang hilang kontak di perairan Pulau Moyo, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat sejak 30 Oktober 2014, sampai saat ini belum berhasil.

“Hingga hari ketiga pencarian, kami belum bisa menemukan pesawat dan dua orang yang berada di dalamnya,” kata Kepala Badan SAR Nasional Mataram Budiawan di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu petang (1/11).

Sebelumnya diberitakan, Pesawat latih PK-LLC jenis Liberty dengan type XL2 milik sekolah penerbangan Lombok Intitute Flight Technoloy (Lift) Mataram, dilaporkan hilang kontak di sekitar perairan Pulau Moyo, Kabupaten Sumbawa, NTB, Kamis (30/10), sekitar pukul 11.25 WITA.

Pesawat latih itu membawa dua orang penumpang, masing-masing Boon Huan Lua, warga Singapura selaku instruktur sekaligus pilot, dan Jati Wikanto dari Desa Donolayan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, selaku siswa sekolah penerbangan Lift Mataram.

Budiawan mengatakan, upaya pencarian pada hari ketiga difokuskan di sekitar perairan Desa Limong, Pulau Moyo, dengan mengerahkan dua unit helikopter Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL) dan dari Basarnas.

TNI AL juga mengerahkan kapal perang KRI Sorong untuk melakukan penyisiran di permukaan laut. Ada juga kapal milik polisi air dan udara (Polairud) dari Kepolisian Resort Sumbawa.

Basarnas Mataram juga mengerahkan kapal untuk melakukan pencarian di sekitar lokasi penemuan alat pemadam kebakaran dan alumunium foil yang biasa menjadi lapisan dalam pesawat latih.

Sejumlah penyelam juga sudah dikerahkan untuk melakukan pencarian di 12 titik penyelaman, namun belum membuahkan hasil. “Kami sudah berupaya maksimal hari ini, tapi kenyataanya tidak ada kami temukan,” ujarnya.

Dia mengatakan, upaya pencarian pada hari ketiga sudah ditutup sejak pukul 18.00 WITA, karena kondisi perairan laut sudah gelap dan sulit melihat benda-benda di permukaan laut.

Upaya pencarian akan kembali dilakukan pada Minggu (2/11) mulai pukul 06.00 WITA, pada lokasi yang berbeda karena diperkirakan badan pesawat bergeser ke lokasi lain akibat terseret arus laut.

Tim gabungan juga akan mengembangkan daerah pencarian hingga ke daratan karena tak tertutup kemungkinan pesawat jatuh di  daratan.

“Kami akan perluas jarak pencarian ke daratan hingga dua kilometer dari penemuan alat pemadam dan lokasi hilangnya kontak,” ucap Budiawan.

Upaya pencarian menggunakan alat “Remotely Operated Vehicle” (ROV) atau robot bawah air untuk mendeteksi bangkai pesawat, belum bisa dilakukan karena alat itu belum tiba di tempat.

“Mungkin baru bisa besok pakai robot bawah air itu karena barangnya tiba malam ini,” katanya.

Budiawan berharap dua penumpang pesawat itu selamat, karena selalu mungkin ada keajaiban. “Kami belum bisa memastikan mengenai keselamatan dua orang di dalam pesawat itu, tapi kemungkinan selalu ada. Bisa saja melompat sebelum pesawat jatuh,” kata Budiawan memperkirakan.

Artikel ini ditulis oleh:

Milad 510 Kesultanan Banjar, Dihadiri Kerabat Sultan se-Indonesia dan Malaysia

Jakarta, Aktual.co — Puncak peringatan hari lahir Kesultanan Banjar ke-510 dihadiri sejumlah sultan se-Indonesia hingga kerabat kesultanan yang tinggal di Malaysia.

“Kehadiran sejumlah sultan dari berbagai daerah ini membuat kami sangat berbahagia,” ujar Khairul Saleh, Sultan Banjar, Kalimantan Selatan di sela acara milad, pada Kamis (30/10).

Tamu istimewa yang datang, menurut Sultan Khairul, antara lain Sultan HR Iskandar Mahmud Badaruddin dari Kesultanan Palembang Darussalam.

Sultan Palembang itu didampingi tiga kerabatnya, Pangeran Nato Wijaya Masagus Ahmad, Pangeran Nato Wikramo dan Pangeran Adiguna Ismed M Nur.

Hadir pula kerabat Kesultanan Palembang Darussalam dari Malaysia, seperti YM Dato Seri Amar Di Raja Che ku Mohm Sahdi dan YM Dato Paduka Mohd Syahrulnizam.

Dari Kesultanan Kalimantan Barat hadir Pangeran Ratu Kertanegara H Gusti Kamboja, Penembahan Anom Pakunegara dan Dato Pangeran Muhammad Natsir.

Tamu istimewa lain adalah Bupati Tembilahan HM Wardan dan tokoh nasional Prof Laode M Kamaludin yang didampingi istri, keduanya merupakan besan Sultan Banjar.

Tokoh Kalsel yang hadir yakni Prof Kustan Basri, Ketua MUI Kalsel Ahmad Makkie, sejarawan Prof Helius Syamsuddiin, budayawan daerah Suriansyah Idham dan H Adjim Ariadi.

Sementara itu, serangkaian acara budaya warisan masyarakat Banjar tempo dulu di gelar selama sepekan sejak tanggal 29 Oktober hingga 9 November 2014.

Peringatan milad juga disemarakkan prosesi adat perkawinan Banjar yakni badudus, bapacar, batimung balulur dan bapadah orang tua yang dipraktekkan oleh Gusti Dhia Hidayat dan istri Halida R.

“Resepsi perkawinan anak kami diselenggarakan, Minggu (2/11) dan kami minta doa restunya sehingga mereka menjalani kehidupan rumah tangga bahagia,” katanya

Artikel ini ditulis oleh:

Indonesia Akan Jual Oksigen, Masyarakat Global Harus Bayar

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co —  Indonesia akan meminta kontribusi masyarakat global yang ikut menikmati oksigen (O2) dari upaya menjaga hutan bakau (mangrove) dan hutan sebagai paru-paru dunia.

“Indonesia merupakan negara yang mampu melepaskan oksigen yang dihirup masyarakat di dunia,karena mangrove kita yang luasnya 3 juta hektare terbesar di dunia, padang lamunnya juga terbesar di dunia,” ujar Menteri Koordinator Kemaritiman Indroyono Soesilo di Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (1/11)’

Menko Kemaritiman menjelaskan, “Itu semuanya mengemisi atau mengeluarkan oksigen yang kita gunakan untuk bernapas, dan berarti bangsa-bangsa di dunia utang ke Indonesia karena dikasih oksigen kok gratis.”

Sikap pemerintahan Jokowi-JK itu dijelaskan oleh Indroyono, saat menanggapi pertanyaan Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamudji dalam kunjungan kerja perdana Menko Kemaritiman.

Tatto mempertanyakan sesungguhnya untuk apa upaya pemulihan 32.000 hektare hutan mangrove di Laguna Segara Anakan, yang kini hanya tersisa 600 hektare akibat sedimentasi itu. Dalam arti, apa manfaat langsung pemulihan lingkungan itu bagi masyarakat setempat.

Untuk itu, Indroyono menguraikan, jika hutan mangrove itu bisa dipulihkan dan dipelihara, maka akan menyerap karbondioksida (CO2) dan selanjutnya mengeluarkan oksigen (O2) yang digunakan untuk bernapas bagi manusia dan mahluk lainnya.

Karena itu, lanjutnya, Kementerian Kemaritiman akan mengundang tim untuk menghitung berapa juta meter kubik karbondioksida (CO2) yang terserap oleh hutan mangrove Cilacap, dan berapa juta meter kubik oksigen (O2) yang dikeluarkannya.

“Nanti kita jual ke luar negeri. Itu (masyarakat luar negeri) harus bayar. Kalau dia bayar, maka ada pemasukan untuk Pemerintah Kabupaten Cilacap yang dapat digunakan untuk memelihara dan memperluas mangrovenya. Itu rencana kami,” katanya.

Dia mengatakan bahwa keberadaan mangrove juga memiliki peran sebagai tempat pemijahan ikan.

“Jadi, kalau mangrovenya bagus, di bawahnya pasti banyak ikan,” ujar pakar penginderaan jarak jauh (remote sensing) bersatelit itu.

Selain itu, dia menyatakan, buah mangrove juga dapat digunakan sebagai bahan baku makanan yang memiliki nilai gizi tinggi.

Terkait hal itu, Indroyono Susilo mengajak masyarakat untuk melestarikan keberadaan hutan mangrove.

Artikel ini ditulis oleh:

DPR Belum Move On, PBNU: “Tidak Ada Lagi Istilah Berseberangan”

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co —  Persaingan antar kubu koalisi yang masih terbelenggu ekses persaingan semasa Pilpres, dinilai KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus), telah menyandera DPR RI sehingga lembaga wakil rakyat ini belum bergerak maju.

“Sekarang justru para wakil rakyat yang istilah anak mudanya belum bisa move on. Di sini saya ingin mengamanatkan kepada Pak JK agar bisa mengembalikan DPR layaknya DPR yang sesungguhnya,” kata Gus Mus selaku penjabat Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) saat membuka Munas dan Konperensi Besar NU, di Gedung PBNU, Jakarta, Sabtu, Sabtu (1/11).

Kepada Wakil Presiden M. Jusuf Kalla (JK) yang menghadiri Munas Alim Ulama dan Konbes NU itu, Gus Mus mengemukakan, salut kepada tokoh bangsa yang bersaing dalam pilpres justru telah menunjukkan sikap yang membanggakan. Bahkan, membuat masyarakat internasional berdecak kagum akan kedewasaan berdemokrasi Indonesia.

Namun sayang sikap kenegarawanan yang ditunjukkan tokoh-tokoh yang bersaing dalam pilpres itu, menurut Rais Aam PBNU ini, belum disikapi secara cerdas oleh semua pihak, termasuk para kiai, yang sebelumnya terbelah akibat perbedaan dukungan di Pilpres. 

“Tidak ada lagi istilah berseberangan di antara kita,” tutur kiai yang juga budayawan itu.

Untuk itu, Gus Mus menegaskan komitmen NU sebagai organisasi keagamaan niscaya akan mendukung, selama apa yang dikerjakan pemerintah memang bagi kepentingan rakyat, bangsa, dan negara.

“Kepada kader-kader NU yang mendapat amanat berada di kabinet, tunjukkan kekuatan dalam membantu pemerintah membela rakyat, jaga kesederhanaan, dan tetap menjaga akhlak,” demikian Gus Mus.

Hadir dalam acara itu, antara lain Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menag Lukman Hakim Saifuddin, Mensos Khofifah Indar Parawansa, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, dan Ny. Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid.

Artikel ini ditulis oleh:

Kunjungi Menteri Susi di Pangandaran, Tomy Winata Mengaku Sahabat Lama

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co —  Tomy Winata (TW) pengusaha nasional pemilik Sudirman Central Business District (SCBD) bertemu Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan, di rumah pribadi Susi pada Sabtu (1/11) di Pangandaran, Sukabumi.

“Apa salahnya sahabat datang ke rumah sahabatnya untuk silaturahmi dan ucapkan selamat,” kata Tomy, pengelola Bank Artha Graha, melalui siaran pers pada Sabtu (1/11).

Kunjungan ke rumah Susi itu, menurut Tomy, karena ia harus mendampingi Solichin GP yang ingin berkunjung dan silaturahim dengan Susi. Pengusaha yang dikenal dengan sapaan akrab TW ini, mengaku dia sahabat lama Susi, dan juga sama-sama anak asuh Solichin GP, sejak letjen (purn) ini menjabat Panglima Siliwangi.  

Solichin GP adalah juga mantan Gubernur Jawa Barat. Sementara Bank Artha Graha yang dikelola TW, sebagian sahamnya dimiliki pula oleh TNI AD, selaku cikal bakal dari bank umum devisa ini. Solichin selaku sesepuh Jawa Barata yang akrab disapa Mang Ihin, diketahui mendampingi Susi tatkala dilantik menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan oleh Presiden Jokowi di Istana Merdeka . 

“Mohon pertemuan itu jangan ditafsirkan lebih dari silaturahmi antarsahabat dan antarkeluarga sesama anak asuh Bapak Solichin GP,” jelas TW.

Susi dan Tomy sudah saling kenal dan bersahabat sejak lama. Di samping sama-sama anak asuh Solichin GP, tokoh berpengaruh di Jawa Barat, mereka berdua sama-sama pengusaha perikanan dan penyewaan pesawat terbang. Kepedulian keduanya atas masalah kemaritiman pun sama sejak jauh hari, sebelum wawasan bahari ini menjadi program utama Presiden Jokowi.   

“Kami sama-sama sangat peduli program kemandirian NKRI dalam kelautan dan pelestarian pantai, karang laut dan pelestarian biota laut, seperti yang kami lakukan di cagar alam laut Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC),” ujar Tomy.

Baik Susi maupun dirinya, menurut TW, adalah pengusaha yang sama-sama gigih bekerja keras dan berkomitmen untuk bangsa dan negara. Sehingga sebagaimana diberitakan Antara, mereka berdua merasa lebih sebagai “social entrepreneur” yaitu pengusaha yang lebih berkomitmen untuk membantu dan memberdayakan masyarakat, bukan sekadar mencari keuntungan bisnis semata.

Sebagai contoh, Susi dan TW pernah bahu membahu membantu korban tsunami Aceh pada tahun 2004. Susi mengerahkan pesawatnya Susi Air dan Tomy mengerahkan pesawat Tranwisata Artha Graha Peduli. TW bersama Susi ketika itu menggelar operasi tanggap darurat di Aceh. Bahkan Susi menerbangkan sendiri pesawat yang membawa bantuan ke Meulaboh, dengan mengangkut bahan makanan, obat-obatan dan personil bantuan.

Karena itu, jelas TW, jika kali ini dia dan Susi bertemu itu seharusnya dilihat dari kerangka persahabatan lama dan kesamaan visi dan misi mereka.

“Kami bersilaturahmi bersama-sama dengan Pak Solichin GP,” demikian jelas Tomy Winata.

Artikel ini ditulis oleh:

NU dan Spiritualis Gelar Acara, Lakon “Ilange Pusaka Jamus Kalimasadha”

Surabaya, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co —  Pengukuhan wayang sebagai Adikarya Pusaka Kemanusiaan Dunia oleh Lembaga Kebudayaan PBB (UNESCO) 11 tahun yang lalu, akan diperingati Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) selam sebulan.

“Peringatan Pengukuhan Wayang sebagai Pusaka Dunia akan dipusatkan di Pesantren Kaliopak Yogyakarta, dimulai dengan Diskusi Pendahuluan Epos Mahabharata, Lakon-Lakon Wayang Jawa dan Cultural Studies,” kata Jadul Maula,ketua panitia pengarah kegiatan, di sela pembukaan Munas Alim Ulama dan Konperensi Besar NU di PBNU Jakarta, Sabtu (1/11).

Peringatan oleh Lembaga Seniman dan Budaya Muslimin Nahdlatul Ulama (Lesbumi) PBNU ini, menurut Jadul yag juga Wakil Ketua Pengurus Pusat Lesbumi, merupakan rangkaian Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Jakarta.

Beda dari Munas dan Konbes yang berlangsung dua hari sejak Sabtu (1/11) hingga Ahad (2/11), peringatan pengukuhan wayang akan digelar sebulan hingga 6 Desember 2014 dan dipusatkan di Pesantren Kaliopak Piyungan,Yogyakarta.

Rangkaian acara ini terlaksana berkat dukungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan lain dari berbagai lembaga, individu dan komunitas budaya yang peduli. Secara khusus acara ini didukung penuh Rais Aam PBNU KH A.Mustofa Bisri (Gus Mus).

Pada 10 November panitia menggelar sarasehan bersama Ki Herman Sinung Janutama (Spiritualis Jawa di Yogyakarta), Dr St Sunardi (Dosen IRB, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta), dan Dr. Holland C. Taylor (Spiritualis dan Ahli Sastra Jerman dari Harvard University USA).

Lalu dilanjutkan dengan Seminar Nasional “Wayang dan Krisis Manusia Nusantara” bersama Prof Dr Sri Heddy Ahimsa Putra (UGM), Dr Sindhunata SJ (Majalah Basis), M Jadul Maula (Pesantren Kaliopak) pada 17 November. Dalam seminar ini, Rais Aam PBNU KH Musthofa Bisri akan menyampaikan pidato iftitah.

Rangkaian kegiatan berikut hingga 6 Desember adalah Belajar Bersama “Pesantren, Wayang, dan Jatidiri Bangsa”, Pameran Bentuk-bentuk dan Komik Wayang, Lomba Mewarnai dan Dongeng Wayang, Wayang Edukatif, Pentas Seni Tradisi dan Modern, dan Pagelaran Wayang Kulit.

Pagelaran wayang semalam suntuk sebagai puncak acara sekaligus penutup seluruh rangkaian kegiatan pada 6 Desember itu, akan menampilkan dalang Ki Gondo Suharno. “Dengan lakon Ilange Pusaka Jamus Kalimasadha,” kata Jadul.  

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain