13 April 2026
Beranda blog Halaman 42187

Prasetyo Ngotot Sidang Paripurna, Taufik: KMP Tak Akan Hadir

Jakarta, Aktual.co —Pertentangan kubu Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dan Koalisi Merah Putih (KMP) di DPRD DKI semakin memanas terkait polemik pelantikan Plt Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai Gubernur definitif.
Setelah Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi dari PDI-P ngotot akan menggelar sidang paripurna besok untuk mengumumkan pelantikan Ahok, tanggapan keras muncul dari politisi Gerindra yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD DKI M. Taufik.
Kata Taufik, kalau sidang paripurna jadi digelar besok oleh Prasetyo, itu adalah sidang yang tidak resmi.
Alasannya, sidang tidak memenuhi quorum lantaran tidak mendapat tandatangan dari keempat Wakil Ketua DPRD, yakni M. Taufik dari Gerindra, Abraham Lunggana dari PPP, Ferial Sofyan dari Fraksi Demokrat-PAN, dan Triwicaksana dari PKS.
“Saya kira teman-teman (wartawan) bisa lihat bagaimana cara (Prasetyo) memimpin dewan sebagai lembaga resmi yang ada aturan ketika keputusan yang diambil adalah keputusan bersama. Saya kira semua bisa nilai, untuk apa ada aturan main. Saya bayangkan rapat itu kita bilang gak resmi,” ujar politisi Gerindra itu, saat konferensi pers yang digelar tak lama usai konferensi pertama digelar Prasetyo, di DPRD DKI, Kamis (13/11).
Fraksi-fraksi yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) yang terdiri dari Fraksi Gerindra, PPP, Golkar, dan Fraksi Demokrat-PAN (FDPAN) juga tidak akan hadir di sidang paripurna besok. Dengan tidak hadirnya KMP DKI maka keputusan sidang paripurna tidak sah. 
Alasannya, KMP berkekuatan 57 dari 106 anggota dewan, sehingga rapat tidak memenuhi kuorum.
“Kalau besok diumumkan, silakan saja. Tapi pada posisi rapat paripurna yang tidak memenuhi syarat,KMP besok (sidang paripurna) tidak akan Hadi hadir,” ujar Ketua Presidium KMP DKI Jakarta ini.
Diancam seperti itu, ditemui terpisah, Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi tak khawatir. “(Sidang paripurna) ini kuorum atau tidak, akan saya umumkan. Ini (pengumuman pelantikan Ahok) sesuai surat Mendagri,” dalihnya.
Pras kembali mengingatkan, sepatutnya KMP DKI tak mempersoalkan Ahok dilantik sebagai gubernur Jakarta. Sebab, itu sudah menjadi hak mantan bupati Belitung Timur tersebut. 
Dia pun mencontohkan dengan kasus di Solo, ketika Joko Widodo (Jokowi) terpilih sebagai pemimpin di ibu kota. “Jadi gini, ini contoh soal. Walikota Solo waktu itu Jokowi dan wakilnya Rudy. Jokowi kan kepilih jadi Gubernur Jakarta. Yang gantikan Jokowi siapa? Rudi kan. Ya itu sama aja.” 

Artikel ini ditulis oleh:

Mega Teken Surat Pemecatan Honing Sebagai Anggota DPR dan Kader PDIP

Jakarta, Aktual.co — Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Honing Sanny mengatakan DPP PDI Perjuangan hingga sidang perdana gugatannya ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan belum pernah mengkonfrontir secara langsung dirinya dengan Ketua DPP Andreas Hugo Parera. 
Dua orang yang memperebutkan keterwakilannya sebagai Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur (NTT) I.
“Nggak ada, belum pernah dibangun komunikasi dengan Andreas terkait sengketa ini,” tegas Honing di PN Jakarta Selatan, Kamis (13/11).
Honing menggugat pemecatan dirinya sebagai kader dan anggota DPR RI terlantik 1 Oktober 2014 lalu oleh DPP PDIP. Keanggotaan dan keterpilihannya sebagaimana putusan yang diteken Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan Sekjen Tjahjo Kumolo digantikan oleh caleg nomor urut satu, Andreas Hugo Parera.
Putusan DPP PDIP itu dikeluarkan pada tanggal 14 September 2014, yakni surat Nomor 408/KPTS/DPP/XI/2014 tentang Pemberhentian Honing Sanny dari Keanggotaan PDIP.
Tidak terima atas putusan itu, Honing selanjutnya mengajukan gugatannya ke PN Jaksel dengan perkara perdata Nomor 607/PDT/G/2014PN.JKT.SEL. Mereka yang digugat adalah Andreas Hugo Parera sebagai Tergugat I, DPP PDIP sebagai Tergugat II dan KPU Pusat sebagai Tergugat III.
“Mahkamah partai pernah memanggil untuk kumpulkan data C1, tapi setelah itu tidak ada proses lagi, lalu tiba-tiba muncul surat supaya saya diganti,” terang Honing.
Ia menyebut pemecatan dan pergantian dirinya sangat misterius. Karenanya pada sidang selanjutnya ia siap membeberkan bukti-bukti keterpilihannya menjadi anggota DPR tidak melanggar aturan yang ada. 

Artikel ini ditulis oleh:

Pemerintahan Jokowi-JK Dinilai Kabinet Bersifat Transaksional

Jakarta, Aktual.co — Pengamat politik Rusmin Effendy prihatin dengan kabinet kerja pimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Hal itu lantaran para menteri yang ada sekarang, hanya 30 persen saja yang sesuai bidangnya. Bahkan, kata dia, lainnya sama sekali tidak mengerti tugas dan tanggung jawab sebagai menteri. 
“Kan aneh, masak ada menteri melakukan blusukan, memangnya persoalan bangsa ini bisa diselesaikan dengan blusukan,” kata dia, Kamis (13/11).
Menurut dirinya, hal itu merupakan tanda-tanda penyusunan kabinet yang bersifat transaksional tanpa melihat kemampuan dan kualitas.
“Bahkan banyak yang kontroversial,” kata dia. 

Artikel ini ditulis oleh:

Ada Paket Mencurigakan di Bea Cukai Ngurah Rai

Denpasar, Aktual.co — Sebuah paket mencurigakan menggegerkan Kantor Bea Cukai Ngurah Rai.

Paket mencurigakan tersebut dikirim melalui Kantor Pos Renon, Denpasar. Awalnya, paket itu berada di Kantor Pos Renon. Saat melewati proses X-Ray di Kantor Pos Renon, terdapat benda mencurigakan. Paket tersebut lantas diserahkan kepada Bea dan Cukai.

Tak mau ambil resiko, tim Gegana Polda Bali diterjunkan untuk mengamankan paket tersebut. Sekira pukul 15.00 WITA, tim Gegana Polda Bali tiba di lokasi dan langsung menyeterilkan area. Selanjutkan, dengan hati-hati tim Gegana mengamankan paket berwarna coklat tersebut.

Belum diketahui isi paket tersebut. Kepala Bea Cukai Ngurah Rai, Budi Harjanto mengaku masih berada di luar kota. “Saya masih di Malang. Saya masih koordinasi terus soal itu,” kata Budi saat dihubungi, Kamis (13/11).

Sementara itu, Kasi Penindakan dan Penyidikan Bea dan Cukai Ngurah Rai, Piasdo Maranuli mengaku isi paket tersebut masih didalami. “Masih kita dalami isi paketnya. Nanti kita beri keterangan resmi jika sudah tahu,” ujarnya.

Kapolsek KP3 Bandara Ngurah Rai Komisaris Nini Nyoman Wismawati enggan berkomentar panjang perihal penemuan benda mencurigakan tersebut. “Tidak ada,” katanya, seraya mematikan telpon genggamnya.

Hingga kini petugas Bea dan Cukai beserta aparat kepolisian Polda Bali masih melakukan penyelidikan mengenai isi paket tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

BI: Defisit Neraca Migas Meningkat

Jakarta, Aktual.co — Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) triwulan ketiga 2014 yang dilakukan siang tadi selain menetapkan BI rate juga membahas mengenai kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI). NPI membaik pada triwulan ketiga ini, terutama didukung oleh defisit transaski berjalan.

Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara mengatakan bahwa defisit transaksi berjalan pada triwulan ketiga 2014 mencapai USD6,8 miliar, membaik dari kuartal ketiga tahun 2013. Perbaikan tersebut didukung oleh kenaikan surplus neraca perdagangan non-migas.

“Perbaikan tersebut sejalan dengan penurunan impor sebagai hasil kebijakan stabilisasi ekonomi yang ditempuh selama ini ditengah defisit neraca migas yang masih meningkat,” ujar Mirza saat konferensi pers RDG di Kantor Bank Indonesia Jakarta, Kamis (13/11).

Lebih lanjut dikatakan Mirza perbaikan tersebut juga didukung masih positifnya ekspor manufaktur. Hal itu karena berlanjutnya pemulihan ekonomi Amerika Serikat (AS).

“Selain itu perbaikan tersebut juga didukung oleh ekspor manufaktur yang positif, akibat berlanjutnya pemulihan AS. Lalu mulai pulihnya ekspor tambang pasca keluarnya izin ekspor mineral mentah juga mempengaruhi,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Kapolsek Janji Buru Pelaku Pemukulan Wartawan

Medan, Aktual.co — Kapolsek Sibolga Sambas Iptu Tohap Sibuea berjanji akan memburu pelaku pemukulan terhadap wartawan Waspada Poltak (50).

Hal itu diungkapkan Tohap kepada wartawan usai acara upa-upa (doa) kepada Poltak di jalan KH. Ahmad Dahlan, kelurahan Pancuranbambu, Kota Sibolga, lokasi terjadinya pemukulan, Kamis (13/11).

“Kami turut prihatin kepada wartawan atas pemukulan yang terjadi. Kami membenarkan adanya pengaduan di Polsek Sibolga sambas. Sejauh ini masih kita dalami, kita ekstra,” ujar Tohap.

Sejauh ini, lanjut Tohap, pihaknya sudah melakukan cek Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta meminta visum hasil pemukulan tersebut. Sayangnya, menurut Tohap laporan itu masih membutuhkan saksi yang lebih banyak.

“Kita sudah cek TKP, meminta Visum, karena beliaunya ini melakukan pengaduan di Polsek tanpa ada saksi. Tapi ini akan terus kita dalami,” tuturnya.

Ditanya apakah pihaknya menargetkan pengejaran terhadap pelaku, Kapolsek agaknya tak mau berjanji lebih jauh. “Kita akan dalami,” ujarnya singkat.

Diberitakan sebelumnya, Poltak (50), jurnalis Harian Waspada terbitan Medan, mengalami pemukulan oleh orang tak dikenal. Pemukulan itu terjadi saat Poltak menjalankan tugas jurnalistiknya.

Tepatnya, usai meliput lokasi proyek cor beton berbiaya Rp 9,5 milyar di Jalan KH. Ahmad Dahlan, Kelurahan Pancuranbambu Kecamatan Sibolga Sambas, sekira pukul 17.20 WIB, Selasa (11/11). Poltak dipukul pakai kayu berukuran 2×3 sepanjang 1 meter di bagian pundak.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain