15 Januari 2026
Beranda blog Halaman 42187

Kota Sampit Masih Diselimuti Kabut Asap

Jakarta, Aktual.co — Kabut asap kembali muncul dan menyelimuti Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, akibat kebakaran lahan yang marak terjadi lagi.
“Kabut asapnya kembali parah, bahkan sepanjang hari. Biasanya kabut asap hanya terjadi pagi hari, sekarang ini asap pekat menyelimuti sampai sore,” kata Alfian, warga Jalan HM Arsyad Sampit, Sabtu (1/11).
Kabut asap sepanjang Sabtu cukup pekat. Tidak hanya pagi hari, kabut asap terjadi hingga sore sehingga cukup mengganggu kenyamanan masyarakat yang beraktivitas.
Kabut mengganggu jarak pandang sehingga masyarakat yang berkendaraan harus mengurangi kecepatan. Tidak sedikit pula warga yang mengeluh mata mereka perih karena terkena asap yang diperkirakan bercampur debu bekas kebakaran lahan.
Di beberapa lokasi seperti di kawasan Jalan Pramuka, warga dan sekitarnya harus membersihkan pelataran rumah mereka lantaran banyak dijatuhi abu bekas rumput terbakar yang terbawa angin.
“Padahal sudah enak seminggu lalu udara kita bersih tanpa asap, tapi sekarang kabut asap kembali terjadi. Mudah-mudahan pemerintah bisa segera mengatasi kebakaran lahan ini supaya kondisinya tidak bertambah parah seperti bulan lalu,” kata Fauzi, warga Kecamatan Baamang.
Kebakaran lahan dan kabut asap masih menjadi momok bagi masyarakat Kotim. Sebabnya ialah saat asap pekat menyelimuti langit kota itu, kegiatan masyarakat menjadi terganggu, bahkan beberapa waktu lalu penerbangan di Bandara Haji Asan sering dibatalkan karena kabut asap mengganggu jarak pandang aman untuk penerbangan.
Penderita infeksi saluran pernafasan atas juga meningkat tajam. Dinas Kesehatan membagikan ribuan masker kepada masyarakat untuk mengurangi dampak meningkatnya penyakit akibat terhirup asap bercampur debu.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Bandara Haji Asan Sampit memperingatkan masyarakat untuk tetap waspada karena kekeringan di daerah tersebut diperkirakan masih akan berlangsung hingga pertengahan November nanti.
“Kalau melihat kondisi ini, kami memerkirakan potensi hujan masih kecil hingga sepuluh hari hingga dua minggu ke depan. Jadi ini harus kita waspadai,” kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Bandara Haji Asan Sampit, Yulida Warni.
Yulida menjelaskan meningkatnya suhu di kawasan Pasifik turut memengaruhi kondisi di Kotim. Rendahnya kelembaban membuat awan hujan sulit terbentuk sehingga potensi turunnya hujan juga masih kecil.
Menyikapi kondisi itu, masyarakat diingatkan untuk tetap waspada, khususnya agar kebakaran lahan dan kabut asap tidak makin parah seperti beberapa waktu lalu. Upaya pemadaman kebakaran lahan juga harus terus dilakukan.

Artikel ini ditulis oleh:

Pencarian Pesawat Latih Sumbawa Masih Belum Membuahkan Hasil

Sahibu
Ilustrasi Pencarian Nelayan. DOK/IST

Jakarta, Aktual.co — Kepala Badan SAR Nasional Mataram Budiawan mengatakan pencarian pesawat latih PK-LLC jenis Liberty dengan type XL2 yang hilang kontak di sekitar perairan Pulau Moyo, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat sejak 30 Oktober 2014, hingga saat ini belum membuahkan hasil.
“Hingga hari ketiga pencarian, kami belum bisa menemukan pesawat dan dua orang yang berada di dalamnya,” katanya ketika dihubungi di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (1/11).
Seperti diberitakan, Pesawat latih PK-LLC jenis Liberty dengan type XL2 milik sekolah penerbangan Lombok Intitute Flight Technoloy (Lift) Mataram, dilaporkan hilang kontak di sekitar perairan Pulau Moyo, Kabupaten Sumbawa, NTB, Kamis (30/10), sekitar pukul 11.25 WITA.
Pesawat latih itu membawa dua orang penumpang, masing-masing Boon Huan Lua, warga Singapura selaku instruktur sekaligus pilot, dan Jati Wikanto dari Desa Donolayan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, selaku siswa sekolah penerbangan Lift Mataram.
Budiawan mengatakan, upaya pencarian pada hari ketiga difokuskan di sekitar perairan Desa Limong, Pulau Moyo, dengan mengerahkan dua unit helikopter Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL) dan dari Basarnas.
TNI AL juga mengerahkan kapal perang KRI Sorong untuk melakukan penyisiran di permukaan laut. Ada juga kapal milik polisi air dan udara (Polairud) dari Kepolisian Resort Sumbawa.
Basarnas Mataram juga mengerahkan kapal untuk melakukan pencarian di sekitar lokasi penemuan alat pemadam kebakaran dan alumunium foil yang biasa menjadi lapisan dalam pesawat latih.
Sejumlah penyelam juga sudah dikerahkan untuk melakukan pencarian di 12 titik penyelaman, namun belum membuahkan hasil. “Kami sudah berupaya maksimal hari ini, tapi kenyataannya tidak ada kami temukan,” ujarnya.
Dia mengatakan, upaya pencarian pada hari ketiga sudah ditutup sejak pukul 18.00 WITA, karena kondisi perairan laut sudah gelap dan sulit melihat benda-benda di permukaan laut.
Upaya pencarian akan kembali dilakukan pada Minggu (2/11) mulai pukul 06.00 WITA, pada lokasi yang berbeda karena diperkirakan badan pesawat bergeser ke lokasi lain akibat terseret arus laut.

Artikel ini ditulis oleh:

Kurangnya Akses ke Daerah Konflik Sulitkan Kirim Bantuan ke Libya

Jakarta, Aktual.co — Kurangnya akses ke daerah yang dilanda konflik di Libya tetap menjadi tantangan utama bagi organisasi kemanusiaan nasional dan internasional dan menghambat pengiriman bantuan penting untuk masyarakat yang jadi korban.
Juru Bicara PBB Stephane Dujarric, yang mengutip Kantor PBB bagi Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), mengatakan dalam satu taklimat di Markas PBB, New York, badan PBB, telah mampu mengirim makanan buat sebanyak 65.000 orang. PBB juga mengirim barang kebutuhan dasar rumah tangga buat ratusan keluarga yang mengungsi dan pendatang yang rentan.
“Semua badan PBB sedang bersiap untuk meningkatkan bantuan kemanusiaan dalam beberapa pekan ke depan. Namun, seruan kemanusiaan buat Libya sangat memerlukan dana,” katanya.
Pada penghujung September dan awal Oktober saja, pertempuran yang meningkat antar-kelompok yang bersenjara dan bertikai di Libya telah memaksa hampir 290.000 orang meninggalkan tempat tinggal mereka di seluruh negara Afrika Utara tersebut. Di antara mereka terdapat 100.000 orang, yang sangat memerlukan makanan, perawatan kesehatan dan tempat berlindung yang memadai, terutama saat ini musim dingin mulai mendekat, kata Komisariat Tinggi PBB Urusan Pengungsi (UNHCR) pada awal Oktober.
“Makin banyak orang yang kehilangan tempat tinggal melucuti kemampuan masyarakat setempat,” kata Juru Bicara UNHCR Adrian Edwards, sebagaimana dikutip Xinhua, Sabtu (1/11).
Ia menambahkan lembaga PBB tersebut dan mitranya menanggapi sebagian kebutuhan tersebut, tapi “kami menghadapi halangan besar dalam masalah akses”.
Dalam beberapa pekan belakangan, negara Afrika Utara itu telah dirongrong pertempuran paling sengit sejak aksi perlawanan 2011, yang menggulingkan pemimpin Libya Muammar Gaddafi. Parlemen Libya bersidang untuk pertama kali pada awal Agustus tahun ini, tindakan yang disambut baik oleh PBB sebagai tindakan ke arah perdamaian.
Namun, pertempuran yang berlarut antara berbagai kelompok bersenjata yang saling bertikai terus merenggut korban jiwa di pihak sipil.
Menurut UNHCR, kebanyakan orang yang mengungsi berasal dari Warshefana di pinggiran Tripoli, tempat pertempuran dalam beberapa pekan belakangan telah mengakibatkan 100.000 orang menyelamatkan diri. Selain itu, sebanyak 15.000 orang diperkirakan meninggalkan rumah mereka di sekitar Benghazi.
Berbagai upaya untuk mencapai orang yang kehilangan tempat tinggal seringkali terhambat oleh akses terbatas ke kota kecil yang terpengaruh oleh pertempuran antara kelompok bersenjata yang bertikai. UNHCR dan mitranya mengirim rombongan bantuan pertama buat 12.000 orang yang meninggalkan rumah mereka di Libya Barat pada Agustus.
Namun bantuan tambahan sangat diperlukan, dan untuk itu, akses lebih baik diperlukan, katanya.
Misi Pendukung PBB di Libya (UNMIL) telah menyerukan gencatan senjata segera dan akses untuk melakukan pembagian bantuan. Sementara itu, PBB telah mengeluarkan seruan kemanusiaan buat Libya guna meminta dana tambahan untuk terus membantu ratusan ribu orang.

Nenek 90 Tahun Digugat Anaknya Rp1 Miliar Berharap Menang

Jakarta, Aktual.co — Fatimah (90 tahun), nenek yang digugat Rp1 miliar oleh anaknya berharap kemenangan dalam kasus pidana yang masih diproses Polres Metro Tangerang.
Aris Purno Hadi, kuasa hukum Fatimah yang dihubungi, Sabtu (1/11), mengatakan, pihaknya sampai masih menunggu kelanjutan dari pemeriksaan di Polres.
“Kita akan menghormati proses hukum dan berharap adanya kemenangan kepada Fatimah di kasus pidana ini,” katanya.
Ia mengatakan, pihaknya telah memberikan keterangan kepada polisi sesuai dengan fakta. Adapun kaitan laporan mengenai kasus penggelapan, pihaknya pun siap memberikan bukti.
“Semoga saja, hasil keputusan di pengadilan bisa menjadi bagian dari keputusan di kepolisian. Sehingga, Fatimah bisa bebas dari semua masalah,” katanya.
Fatimah telah menjalani pemeriksaan di Polres Metro Tangerang pada Selasa (7/10). Pemeriksaan itu merupakan yang pertama dalam kasus yang dilaporkan menantunya, Nurhakim, atas dugaan tindak pidana penggelapan dan memasuki pekarangan tanpa izin.
Sementara itu, dalam kasus perdata di PN Tangerang, Fatimah dibebaskan dari membayar uang sebesar Rp1 miliar. Hakim menilai kasusnya tidak jelas sehingga tidak bisa diputuskan.
Sedangkan kuasa hukum Nurhakim, M Singarimbun, menyatakan kliennya sangat yakin bisa mendapatkan hak atas kepemilikan tanah.
Apalagi, pihaknya pun masih memiliki kesempatan untuk mengajukan banding dalam putusan hakim dalam sidang di PN Tangerang.

Artikel ini ditulis oleh:

Korban Ranjau Darat di Kamboja Naik 55 Persen

Jakarta, Aktual.co — Kamboja melaporkan 129 korban ranjau darat dalam delapan bulan pertama 2014, atau meningkat 55 persen dari 83 korban dibanding periode yang sama tahun lalu.
Namun, jumlah korban tewas menurun menjadi 17 selama periode Januari-Agustus tahun ini, turun dari 19 kematian selama periode yang sama tahun lalu, kata laporan Otoritas Bantuan Korban dan Aksi Ranjau negara itu.
Jumlah orang yang terluka naik menjadi 112 selama periode tahun ini, naik dari 64 pada periode yang sama tahun lalu, katanya.
“Sekitar 69 persen korban adalah laki-laki, 17 persen adalah anak laki-laki, sembilan persen perempuan dan lima persen adalah anak perempuan,” kata laporan itu, Sabtu (1/11).
Kamboja adalah salah satu negara di dunia yang menderita terburuk akibat ranjau.
Diperkirakan empat-enam juta ranjau darat dan amunisi lainnya telah tersisa dari tiga dekade perang dan konflik internal yang berakhir pada tahun 1998.
Negara Asia Tenggara ini mengupayakan dana sekitar 50 juta dolar AS setahun hingga 2020 untuk menghilangkan semua jenis ranjau anti-personil, menurut Heng Ratana, direktur jenderal Pusat Aksi Ranjau Kamboja.

Artikel ini ditulis oleh:

Listrik di Palembang Sering Padam, Semifinal ISL Akan Terganggu?

Jakarta, Aktual.co — Semifinal ISL akan digelar di Stadion Jakabaring, Palembang, Selasa (4/11). Namun sepertinya akan ada permasalahan dalam penyelenggaraan pertandingan yang akan mempertemukan Arema Cronus versus Persib dan PBR vs Persipura. Pasalnya sudah beberapa hari terakhir listrik padam di kota “wong kito” tersebut. 
Selain rumah, lampu rambu lalu lintas mengalami gangguan. “Sampai kini sebanyak 30 lampu lalu lintas tergantung pada energi listrik karena hanya 15 yang menggunakan tenaga surya,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang Masripin Toyib, Sabtu.
Menurut dia, akibat pemadaman listrik tersebut terjadi kekacauan di puluhan persimpangan.
Karena itu, petugas di lapangan bekerja sama dengan Satlantas Polresta Palembang untuk mengatur lalu lintas, khususnya di persimpangan yang lampu lalu lintasnya padam, tambahnya.
Ia mengatakan menyiagakan petugas menjadi salah satu upaya untuk memperlancar lalu lintas kendaraan di kota pempek itu.
Apalagi, akhir pekan ini mobilitas kendaraan di daerah tersebut biasanya semakin tinggi sehingga penting pengaturan ekstra, katanya.
Dia menjelaskan sampai kini dari 45 persimpangan dengan “traffic light” hanya 15 unit lampu lalu lintas yang tetap menyala meskipun aliran listrik padam.
Sejumlah lampu lalu lintas yang tetap berfungsi normal tersebut, seperti di simpang Jalan Angkatan 45 dan Jalan Merdeka, ujarnya.
Masripin menambahkan selama listrik padam petugas dinas perhubungan tentunya akan terus siagakan.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain