11 April 2026
Beranda blog Halaman 42199

Peran PAUD Untuk Pembentukan Karakter Anak di Usia Dini

Jakarta, Aktual.co — Sekretaris Daerah Nusa Tenggara Barat H Muhammad Nur menyatakan, keberadaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dapat membentuk karakter anak untuk mempersiapkan generasi yang tangguh di masa mendatang.
“Saya menyampaikan rasa bangga karena dapat bertemu dengan para bunda dan anak PAUD se-NTB yang telah mengemban tugas mulia dalam membentuk karakter anak untuk mempersiapkan generasi yang tangguh,” kata Muhammad Nur saat membuka “Gebyar PAUD Tingkat Provinsi NTB” tahun 2014 di Mataram, Rabu (12/11).
Menurut dia, hal yang utama yang di prioritaskan dalam membentuk karakter anak agar menjadi generasi yang tangguh, adalah pertama dari sisi nutrisinya. Sebab dengan memaksimalkan nutrisi dari usia 0 hingga 6 tahun bagi anak merupakan hal penting yang sangat dibutuhkan dalam pertumbuhannya.
Untuk itu, terkait tema kegiatan Gebyar PAUD dalam rangka membangun iptek dan imtaq, pembentukan karakter anak hanya bisa dilakukan pada usia dini dengan membentuk tiga hal, yaitu membentuk fisik, mengelola emosional dan spritualnya serta membentuk intelektual anak.
Karenanya, mantan Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda NTB ini, menyampaikan rasa bangganya karena dapat bertemu langsung dengan para Bunda Paud dan anak PAUD se-NTB tersebut.
Sedikitnya, seribu anak peserta didik PAUD bersama bunda PAUD kabupaten/kota hadir pada “Gebyar PAUD Tingkat Provinsi NTB” tahun 2014 tersebut. Acara ini juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan positif seperti lomba menyanyi dan mewarnai.
Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga NTB H Imhal menambahkan, pelaksanaan program PAUD telah menunjukkan keberhasilan dan peningkatan yang dibuktikan dengan jumlah PAUD formal dan nonformal hingga saat ini 3.687 yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota.
Sedangkan jumlah pendidik 13.426 yang sudah berkualifikasi S1 dan yang belum berkualifiksi S1 sejumlah 670 orang atau empat puluh atau 40 persen.
Namun dibalik peningkatan yang dicapai selama ini berbagai persoalan yang harus disikapi diantaranya masih ditemukan adanya tenaga pendidik yang belum mendapat pelatihan dan belum berkualifikasi S1/D4.
Di samping masih terdapat anak usia 0-6 tahun yang belum terlayani bersekolah di PAUD juga masih dirasakan kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini.
Lebih lanjut dijelaskannya, terkait kendala yang dihadapi berbagai upaya telah dilakukan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB, di antaranya dengan meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan berbagai instansi seperti media, tokoh agama dan tokoh masyarakat guna meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya PAUD.
Di samping memprioritaskan Bantuan Rintisan pada desa yang belum memilki PAUD.

Artikel ini ditulis oleh:

Menurut Riset, Jumlah Protein Terbanyak Ada di Testis

Jakarta, Aktual.co — Sebuah fakta unik tentang variasi protein pada tubuh manusia berhasil diungkapkan berdasarkan sebuah proyek penelitian bernama Human Protein Atlas (HPA). Dalam riset etrsebut terungkap bahwa organ tubuh manusia yang paling kaya protein adalah Testis. 
Testis adalah organ paling kaya protein, dengan miliki 70 persen total protein pada manusia.
Diberitakan situs IFLScience.com, Senin (10/11), testis memiliki 999 jenis protein yang unik atau 77 persen dari total jenis protein pada manusia. Organ manusia yang paling hebat, otak, ternyata hanya memiliki 318 jenis protein.
“Melimpahnya jenis protein pada testis mungkin berkaitan dengan tugasnya sebagai pabrik sperma. Namun, masih diperlukan penelitian untuk membuktikan hal ini,” ungkap peneliti. 
Mathias Uhlen, pimpinan proyek HPA, menerangkan, “Apa yang terjadi pada testis sangat unik.” Ia menambahkan bahwa sel telur pada perempuan mungkin juga kaya akan protein tapi sulit untuk membuktikannya.
Proyek HPA berlangsung sejak 10 tahun lalu dan baru saja selesai. Proyek ini melibatkan puluhan ilmuwan dan 13 labolatorium. Dalam penelitian, ilmuwan mengambil sampel jaringan dan memaparkannya dengan antibodi.
Antibodi dan protein tertenti seperti kunci dan lubangnya. Jika antibodi bisa “lengket” atau pas dengan protein tertentu, maka protein itu diekspresikan oleh jaringan bagian organ tubuh yang diteliti.
Protein diekspresikan oleh asam nukleat (DNA). Untai DNA masing-masing bagian tubuh memang sama. Namun, tidak setiap bagian tubuh mengekspresikan semua kode DNA sehingga protein yang dihasilkan pun bervariasi.
Riset etrsebut juga mengungkapkan bahwa setengah bagian DNA manusia menghasilkan protein yang ditemukan di seluruh tubuh manusia, yang disebut sebagai protein penjaga yang berfungsi dalam produksi energi. 
Ada sekitar 2.500 jenis protein merupakan unik untuk organ tubuh tertentu. Altas protein, menurut ilmuwan, bisa membantu para dokter mengidentifikasi kegagalan organ menghasilkan protein spesifik. Dikutip dari NatGeo, Rabu (12/11). 

Menpora Gagal Buka Kejuaraan Catur di Makassar

Jakarta, Aktual.co — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, batal membuka secara resmi pelaksanaan kejuaraan nasional catur di Asrama Haji Sudiang Makassar, Sulawesi Selatan, pada 12-22 November 2014 karena terjebak macet di Jakarta.

“Menpora sebenarnya sudah siap berangkat ke Makassar namun akhirnya batal, karena sedang terjebak macet. Apalagi di beberapa jalan di Jakarta saat ini memang sedang tergenang banjir,” jelas Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi Kemenpora Amung Ma’mun di Makassar, Rabu (12/11).

Meski tidak sempat hadir, kata dia, Menpora Imam Nahrawi tetap menyempatkan memberikan titipan bagi para peserta kejurnas agar tetap fokus sehingga mampu mengeluarkan kemampuan terbaik di kejurnas yang ke-44 tersebut.

Ketua Panitia Kejurnas Wasir Thalib, juga mengakui jika menpora memang sudah siap ke Makassar untuk membuka kejurnas. Pihak penyelenggara bahkan sudah menyiapkan penjemputan di bandara meski pada akhirnya batal datang karena terjebak macet di Jakarta.

“Kami sejak awal memang berharap Menpora bisa hadir di Makassar. Hanya saja karena beberapa kendala sehingga tidak bisa datang. Untuk pembukaan kejuaraan akhirnya dbuka resmi Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo,” katanya seusai pembukaan kejurnas, Rabu malam.

Pada pelaksanaan Kejurnas Catur 2014 diikuti sebanyak 754 atlet yang berasal dari 34 provinsi di Indonesia. Seluruh atlet, kata dia, akan saling bersaing dalam puluhan nomor pertandingkan dari tiga kategori yakni kelompok senior putra-putri, junior putra-putri serta kelompok terbuka.

Artikel ini ditulis oleh:

Callejon Akan Buktikan Diri di Timnas Spanyol

Jakarta, Aktual.co — Jose Callejon tampil gemilang untuk klubnya Napoli pada musim ini, dan penyerang Spanyol itu mungkin sekarang mendapatkan peluang untuk membuktikan bahwa ia memiliki apa yang diperlukan untuk meraih kesuksesan di arena internasional.

Pelatih Spanyol, Vicente del Bosque memasukkan Callejon dalam tim sang juara Eropa untuk pertama kalinya untuk pertandingan kualifikasi Piala Eropa 2016 melawan Belarus pada Sabtu (8/11), dan pertandingan persahabatan Selasa (18/11) mendatang melawan juara Piala Dunia 2014 Jerman.

Pemilihan pemain 27 tahun itu dipicu oleh delapan golnya untuk Napoli dari 11 penampilannya di Liga Italia musim ini, sudah separuh lebih banyak dari 15 gol yang ia torehkan pada 2013/2014, dan itu merupakan langkah besar untuk lulusan akademi Real Madrid yang diabaikan klub ibukota Spanyol itu.

Setelah pindah dari tim Real B pada 2008, Callejon menghabiskan tiga musim di klub Liga Spanyol Espanyol sebelum kembali ke Real pada 2011, di mana ia lebih banyak dimainkan sebagai pemain pengganti di bawah asuhan pelatih Real saat itu Jose Mourinho.

Del Bosque berharap kemampuan-kemampuan “nakal” sang pemain dan pengamatan tajamnya terhadap gawang lawan akan membantu Spanyol mengatasi minimnya gol mereka, khususnya dengan penyerang Diego Costa yang tidak dapat dimainkan.

“Ia (Callejon) memiliki teknik yang bagus untuk mencetak gol-gol, dengan tembakan yang sangat akurat,” kata Del Bosque, dikutip Reuters, Rabu (12/11).

“Bukan kejutan (bahwa ia melakoni penampilan yang bagus), ia tidak memiliki kesempatan-kesempatan reguler bersama Madrid,” tambahnya.

Callejon mengatakan, bahwa ia “percaya diri” dan bertekad untuk memaksimalkan peluangnya.

“Saya berada dalam bentuk penampilan yang bagus untuk klub saya, dan saya ingin memperlihatkan bahwa di sini saya pun mampu tampil bagus,” ucapnya.

“Saya ingin mendemonstrasikan bahwa saya berada dalam kondisi fisik yang sangat bagus, dan saya dapat mempertahankan tempat di tim untuk kurun waktu yang lama,” tambahnya.

Upaya Spanyol untuk lolos ke turnamen di Prancis pada dua tahun mendatang, ketika mereka akan mengejar mahkota level benua untuk ketiga kalinya secara beruntun, tersentak saat mereka kalah 1-2 di Slovakia pada bulan lalu.

Tim Eropa Timur itu memuncaki klasemen Grup C dengan sembilan angka dari tiga pertandingan, sedangkan Spanyol dan Ukraina memiliki enam angka, Macedonia mengumpulkan tiga angka, dan Belarus serta Luxemburg masing-masing satu angka.

Artikel ini ditulis oleh:

Riedl Minta Maaf Coret Pemain

Jakarta, Aktual.co — Pencoretan Tiga pemain dari skuat Timnas Indonesia Senior, disesalkan oleh pelatih Alfred Riedl. Meski demikian, pelatih asal Austria itu tetap meminta maaf kepada pemain yang dicoretnya.

Tiga pemain yang dicoret itu adalah, Andritany Ardhiyasa, Teguh Amiruddin serta Dedi Hartono.

“Saya minta maaf pada pemain yang dipulangkan hari ini,” ucap Riedl usai latihan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Rabu (12/11).

Sebelumnya, pelatih asal Austria itu sudah lebih dulu memulangkan enam pemain yaitu Greg Nuwokolo, Hendro Siswanto, Ferdinand Sinaga, Hamka Hamzah, Toni Sucipto dan Ruben Sanadi.

“Ini adalah keputusan sulit, namun hal itu harus saya lakukan,” tutupnya.

Dengan total sembilang yang dicoret, Riedl praktis hanya tinggal mencoret satu nama lagi, karena penghuni timnas saat ini masih berjumlah 24 pemain.

Berikut Daftar Pemainnya:

Penjaga Gawang: Kurnia Meiga, I Made Wiryawan, Dian Agus Prasetyo

Belakang: Zulkifli Syukur, Fachruddin Wahyudi, Muhammad Roby, Rizki Rizaldi Pora, Manahati Lestusen, Supardi Nasir, Achmad Jufrianto, Victor Igbonefo

Gelandang: Raphael Maitimo, Evan Dimas Darmono, Zulham Malik Zamrun, Ramdani Lestaluhu, Ahamd Bustomo, Firman Utina, Hariono, Imanuel Wanggai, Bayu Gatra

Penyerang: Serginho Van Dijk, Cristian Gonzales, Samsul Arif, Irfan Bachdim

Artikel ini ditulis oleh:

Jokowi di Antara Dua Karang

Jakarta, Aktual.co — Sepanjang November ini, Presiden Jokowi untuk pertama kalinya akan memulai debut internasionalnya di tiga forum internasional yang cukup penting dan strategis. Pada 10-11 November, Jokowi akan berada di Beijing, Cina, menghadiri KTT Asia Pacific Economic Cooperation (APEC). 12-13 November, ke Nay Pyi Daw, Myanmar, untuk menghadiri KTT Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) ke-25, dan terakhir pada 15-16 November ke Brisbane, Australia, untuk mengikuti KTT G-20.

Ketiga KTT tersebut tak pelak lagi merupakan forum diplomasi berskala internasional yang mana pertaruhan kepentingan nasional ekonomi Indonesia sangatlah besar, mengingat APEC dan G-20 praktis dikuasai oleh persekutuan strategis Amerika Serikat dan negara-negara Uni Eropa yang tergabung dalam blok ekonomi G-7. Begitupula halnya dengan G-20, meskipun ada Rusia sebagai kekuatan penyeimbang, namun tetap saja didominasi oleh pengaruh kuat Amerika dan Uni Eropa.
 
Sayang sekali, terkesan Presiden Jokowi beserta tim kabinetnya, seperti Menteri Luar Negeri dan Menteri perekonomian, tidak terlalu siap untuk menampilkan debut pertamanya di forum internasional dengan mengajukan isu-isu strategis untuk dilemparkan forum APEC, G20 maupun KTT ASEAN. Visi Ekonomi Jokowi 5 tahun ke depan hanya menyoroti pentingnya integrasi dan konektivitas ekonomi. Sedangkan di KTT ASEAN, Indonesia akan mengangkat 6 isu seperti kesehatan terkait Ebola, konflik Laut Cina Selatan, dan ASEAN Community Building 2015.
 
Konflik Laut Cina Selatan, sepertinya dipandang secara spesifik sebagai sengketa kelautan antar bebeberapa negara yang melibatkan Cina, tapi sayangnya tidak dilihat dalam lingkup yang lebih strategi, yaitu trend untuk menjadikan Laut Cina Selatan sebagai Medan Peperangan antara dua negara adidaya : Amerika versus Cina di kawasan Asia Tenggara. Akan menjadi blunder ketika masalah konflik Laut Cina Selatan semata dipandang sebagai persengketaan di wilayah laut antar beberapa negara.
 
Masalah Kesehatan terkait penyebaran virus Ebola, jelas tidak bisa dipandang semata-mata sebagai isu kesehatan, melainkan harus dilihat dalam perspektif Amerika dan sekutu-sekutu baratnya untuk memanfaatkan momentum mewabahnya virus Ebola untuk mewujudkan kepentingan-kepentingan strategisnya di bidang ekonomi, politik dan bahkan kemiliteran, di negara-negara yang sedang dilanda wabah Ebola.
 
Dan yang paling krusial terkait KTT ASEAN, yaitu kesiapan Indonesia menyongong ASEAN Economic Community 2015, yang agenda tersembunyinya adalah, adanya rencana strategis dari negara-negara asing untuk menguasai sektor-sektor strategis bidang ekonomi di negara-negara yang tergabung dalam ASEAN, melalui diterapkannya Free Trade Agreement di kawasan ASEAN. Di sinilah aspek paling krusial dari ASEAN Economic Community berdasarkan skema AFTA (ASEAN Free Trade Agreement).
 
Berdasarkan amatan terhadap beberapa isu yang akan diangkat pemerintahan Jokowi-JK di tiga KTT berskala internasional tersebut, ada satu  benang merah yang bisa ditarik, yaitu betapa paham ekonomi neoliberalisme sedang mengepung secara besar-besaran kawasan Asia Tenggara, yang  berarti juga Indonesa termasuk negara yang telah ditetapkan sebagai sasaran penguasaan ekonomi.
 
Karena itu, Indonesia harus mengajukan prakarsa ekonomi yang jauh lebih strategis daripada sekadar mengangkat tema integrasi dan konektivitas ekonomi yang tidak terlalu jelas tujuan dan sasaran strategisnya. Apalagi ketika pemerintahan Jokowi-JK sedang dalam kepungan dan telikungan kekuatan-kekuatan kapitalis global yang dimainkan melalui Skema Ekonomi Neoliberalisme.
 
Sehubungan dengan hal tersebut, maka pemerintahan Jokowi-JK harus mempunyai pemetaan yang jelas mengenai akar masalah perekonomian Indonesia saat ini, sehingga mempunyai referensi dan landasan yang kuat untuk melakukan perang diplomasi di tiga forum internasional tersebut: KTT ASEAN, KTT APEC dan KTT G20.

Maka itu, dalam keikutsertaan Indonesia dalam ketiga forum internasional tersebut, harus dipandu oleh penjabaran kembali secara imajinatif Politik Luar Negeri Indonesia yang bebas dan aktif sesuai dengan konstalasi global saat ini, sehingga tidak terjebak untuk beralih dari satelit Amerika Serikat dan Uni Eropa, lantas kemudian berpindah masuk orbit pengaruh Cina.

Politik Luar Negeri yang bebas dan aktif, berarti harus mengondisikan Indonesia dan negara-negara berkembang yang satu visi dan misi, untuk menjadi suatu kekuatan ketiga. Sebagaimana dipertunjukkan oleh pemerintahan Bung Karno melalui prakarsa terbentuknya Konferensi Asia-Afrika pada 1955, maupun solidaritas lintas kawasan yang menjadi dasar terbentuknya Gerakan Negara-Negara non blok.

Harus Kritis Tanggapi Tawaran Bantuan Cina Untuk Pembangunan Infrastruktur Maritim
Menyusul pertemuan Presiden Jokowi dengan Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi Senin 3 November, Jokowi terkesan akan mendorong Cina membantu pembangunan infrastruktur, khususnya pengembangan bidang kemaritiman. Pada tataran ini, pemerintah Indonesia harus hati-hati dan pandai-pandai untuk bermain.

Apalagi ketika persaingan global antara Amerika Serikat dan Cina di sepanjang jalur sutra, yang mana termasuk di dalamnya Laut Cina Selatan dan Selat Malaka, semakin meningkat skala dan intensitasnya dalam beberapa waktu belakangan ini.
 
Informasi yang berhasil dihimpun oleh tim riset Global Future Institute, dalam pertemuan tersebut Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi sempat menyinggung tentang Silk Road Economic Belt (SERB) in Asia dan Maritime Silk Road Point (MSRP).

Bayangkan jika Indonesia begitu saja menerima skema kerjasama pembangunan infrastruktur kemaritiman berdasarkan skema SERB dan MSRP, maka Cina akan membantu pembangunan infrastruktur di pulau-pulau besar di Indonesia. Sebagai investor, Cina pada perkembangannya ke depan akan menguasai akses pelabuhan-pelabuhan dan galangan kapal di Indonesia.

Berdasarkan pada tawaran kerjasama Cina berdasarkan skema SERB dan MSRP, apakah kerjasama tersebut bersifat saling menguntungkan antara Indonesia dan Cina? Ini penting mengingat kenyataan bahwa Cina memang mempunyai sasaran strategis menguasai wilayah-wilayah yang berada di jalur Laut Cina Selatan, yang merupakan Jalur Sutra Maritim. Untuk menguasai Jalur Sutra Maritim, Cina punya doktrin kemaritiman yang dikenal dengan String of Pearl.  

Jika tawaran Cina berdasarkan skema SERB dan MSRP tersebut disetujui mentah-mentah oleh Presiden Jokowi, maka pembangunan dan pengembangan infrastruktur maritim tersebut justru kontra produktif dari tujuan strategis kita untuk meningkatkan pertahanan dan keamanan maritim Indonesia.

Tentu saja perlu analisis dan penilaian yang kritis terkait permintaan Cina untuk mengaitkan rencana Poros Maritim pemerintahan Jokowi-JK dan Jalur Sutra Maritim Cina.

Ketika sasaran strategis Jalur Maritim Cina bertumpu pada strategi String of Pearl yang tujuan strategisnya adalah penguasaan wilayah-wilayah yang punya nilai strategis secara geopolitik di kawasan Asia Tenggara, Poros Maritim dan Pembangunan Tol Laut semata-mata didasarkan pada gagasan pembangunan ekonomi dan proyek pembangunan infrastruktur bidang kemaritiman.

Dalam hal pembangunan tol laut misalnya, tujuan sesungguhnya hanya sebatas untuk meningkatkan jalur armada angkut kargo laut antar pelabuhan. Jika skema kerjasama Indonesia-Cina seperti ini, maka Indonesia di masa depan akan berada pada pihak yang dirugikan. Karena melalui skema SERB dan MSRP, secara geopolitik Cina akan menguasai Indonesia secara bertahap melalui matra ekonomi.
 
Akibatnya, di tengah persaingan global yang semakin menajam antara Amerika dan Cina di matra politik, militer dan ekonomi di kawasan Asia Tenggara, posisi tawar Indonesia justru malah semakin melemah. Dan akan menjadi sasaran perebutan pengaruh antara kedua negara adidaya tersebut.

Bagi negara-negara asing, kerjasama strategis dengan Indonesia di sektor maritim memang  punya nilai strategis.  Sekadar ilustrasi, potensi industri berbasis maritim bernilai 1,2 Triliun dollar Amerika Serikat per tahun.

Wajar jika beberapa negara adidaya, berebut pengaruh untuk menguasai sektor maritim Indonesa dengan memanfaatkan program penguatan sektor maritim sebagaimana dicanangkan oleh Presiden Jokowi.

Adapun penguatan sektor maritim memang sudah dicanangkan oleh Menteri Koordinasi Kemaritiman Indroyono Susilo kepada pers beberapa waktu lalu. Konsep penguatan sektor maritim bertumpu pada ketersediaan kapal-kapal besar yang rutin hilir mudik dengan frekuensi tinggi dari ujung barat di Aceh sampai ujung timur di Papua, atau dari ujung utara sampai ujung selatan Indonesia. Melalui penerapan konsep ini, diharapkan ada peningkatan frekuensi perdagangan antarpulau dan antardaerah.

Selain itu, Menko Kemaritiman Indroyono juga mencanangkan perlunya pembangunan infrastruktur yang mendahului pembangunan Tol Laut sebagaimana yang menjadi program unggulan Jokowi. Seperti misalnya dengan memperkuat jalur utama pelayaran. Untuk itu, Menko Indroyono menekankan ada empat pelabuhan yang perlu segera dibangun di empat titik jalur utama pelayaran dari barat hingga timur Indonesia, yaitu Belawan, Jakarta, Makasar, dan Sorong.

Yang tak kalah penting terkait program pembangunan sektor maritim adalah kesiapan industri nasional kita. Maka dari itu, pembangunan memperkuat sektor maritim harus bersinergi dengan kementerian-kementerian lain khususnya ekonomi. Karena pada perkembangannya kemudian, hal ini menjadi tantangan untuk mengembangkan ekonomi kelautan.

Berarti, seluruh kegiatan ekonomi akan dipusatkan di beberapa wilayah pesisir dan di lautan. Sehingga mau tidak mau, para pemangku kepentingan ekonomi kelautan akan memusatkan perhatiannnya pada beberapa sektor seperti perikanan, industri pengolahan, bahari, dan sebagainya.  

Mengingat luasnya lingkup pembangunan sektor maritim dan kelauatan, nampaknya terlalu riskan jika pemerintah Indonesia hanya mengandalkan pada ajakan bantuan kerjasama dari Pemerintah Cina. Bisa-bisa, maksud awalnya adalah untuk menciptakan keseimbangan baru menghadapi dominasi AS dan Uni Eropa, pada perkembangannya malah berpindah dari Mulut  Macan, ke mulut Buaya.

Oleh: Hendrajit, Redaktur Senior Aktual.co

Berita Lain