14 Januari 2026
Beranda blog Halaman 42199

Cari Dukungan Maju Ketum, Priyo Budi Temui DPD Golkar Jabar

Jakarta, Aktual.co — Bakal calon ketua umum Partai Golkar Priyo Budi Santoso menggelar pertemuan dengan pengurus DPD Golkar tingkat I Provinsi Jabar dan sejumlah DPD kota/kabupaten Golkar di Grand Aquila, Kota Bandung, Jumat (31/10).
Priyo mengatakan jika pertemuannya dengan DPD Golkar di Jabar guna menjaga komunikasi untuk menyamakan pemikiran dalam membangun Golkar dan bangsa Indonesia ke arah lebih baik.
Dia menyampaikan harapannya kepada DPD Golkar tingkat I dan II di Jabar tentang keinginannya maju menjadi calon ketua umum Partai Golkar.
Dalam sambutannya, Prio berharap Golkar terus jaya sebagai partai besar dengan terus melakukan pembaharuan mengikuti zaman serta terbuka bagi generasi muda untuk bergabung dengan Golkar.
“Ini adalah upaya untuk menghindari stigmatisasi Partai Golkar sebagai partai cap orang tua, sebagai partai kumpulan para orang tua atau para pensiunan,” kata dia.
Bekas wakil ketua DPR RI periode 2004-2019 itu menyampaikan janjinya ketika terpilih menjadi Ketua Umum akan membenahi Partai Golkar untuk lebih baik dan tetap dipercaya rakyat.
Dia menggambarkan kerja yang akan dilakukannya ketika menjadi pemimpin yakni menata kepengurusan partai di daerah dan pusat.
“Kedepan mari kita tata kembali, jangan semua (kader terbaik) ditarik ke Jakarta,” kata dia.
Priyo menambahkan harapan Golkar kedepan yakni mengaktifkan kembali Korwil dan Korda serta menghidupkan kantor DPD dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kita harus jelaskan ke publik, kita abdikan kepada rakyat bukan ke golongan kita,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Sejarah Tentang Sumpah Pemuda Ada di Museum Ini

Jakarta, Aktual.co — Museum Sumpah Pemuda adalah sebuah museum sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia yang berada di Jalan Kramat Raya No. 106, Jakarta Pusat dan dikelola oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia. 
Museum ini dibuka untuk umum, setiap hari Selasa sampai dengan Jumat dari pukul 08.00 hingga 15.00 dan setiap Sabtu dan Minggu pada pukul 08.00 sampai 14.00 WIB, dan setiap hari Senin dan hari besar nasional, museum ini ditutup untuk umum.
Di dalam museum ini terdapat koleksi foto dan benda-benda yang berhubungan dengan sejarah Sumpah Pemuda 1928, serta kegiatan-kegiatan dalam pergerakan nasional kepemudaan Indonesia. Museum Sumpah Pemuda ini didirikan berdasarkan SK Gubernur DKI Jakarta pada tahun 1972 dan menjadi benda cagar budaya nasional. 
Bangunan di Jalan Kramat Raya 106 ini adalah tempat dibacakannya Sumpah Pemuda, sebuah rumah pondokan untuk pelajar dan mahasiswa yang awalnya ‘hak’ guna bangunannya dipegang oleh Sie Kong Liong.
Sejak 1925, gedung Kramat 106 menjadi tempat tinggal pelajar yang tergabung dalam Jong Java. Mereka kebanyakan pelajar Sekolah Pendidikan Dokter Hindia alias Stoviadan dari sekolah tinggi hukum RHS. Aktivis Jong Java menyewa bangunan 460 meter persegi ini karena kontrakan sebelumnya di Kwitang terlalu sempit untuk menampung kegiatan kepanduan, diskusi politik dan latihan kesenian Jawa. Anggota Jong Java dan mahasiswa lainnya menyebut gedung ini Langen Siswo.
Sejak 1926, penghuni gedung ini makin beragam. Mereka kebanyakan aktivis pemuda dari daerahnya masing-masing. Kegiatan penghuni gedung itu juga makin beragam. Selain kesenian, mahasiswa di gedung ini aktif dalam kepanduan dan olahraga. 
Gedung ini juga menjadi markas Perhimpunan Pelajar-pelajar Indonesia (PPPI), yang berdiri pada September 1926, usai kongres pemuda pertama. Penghuni kontrakan, dengan payung PPPI, sering mengundang tokoh seperti Bung Karno untuk berdiskusi. Para pelajar menyewa gedung itu dengan tarif 12,5 gulden per orang setiap bulan, atau setara dengan 40 liter beras waktu itu. Mereka memiliki pekerja yang mengurus rumah yang dikenal dengan nama Bang Salim.
Pemerintah Hindia-Belanda selalu mengawasi dengan ketat kegiatan rapat pemuda. Pemerintah memang mengakui hak penduduk di atas 18 tahun mengadakan perkumpulan dan rapat. Namun bisa sewaktu-waktu memberlakukan vergader-verbod atau larangan mengadakan rapat, karena dianggap menentang pemerintah. Setiap pertemuan harus mendapat izin dari polisi. Setelah itu, rapat dalam pengawasan penuh Politieke Inlichtingen Dienst (PID), semacam dinas intelijen politik. Rumah 106 ini juga selalu dalam kuntitan dinas intelijen ini, termasuk rapat ketiga Kongres Pemuda II.
Di gedung ini juga terdapat majalah Indonesia Raya, yang dikelola PPPI. Karena sering dipakai kegiatan pemuda yang sifatnya nasional, para penghuni menamakan gedung ini Indonesische Clubhuis, tempat resmi pertemuan pemuda nasional. Sejak 1927, mereka memasang papan nama gedung itu di depan. Padahal Gubernur Jenderal H.J. de Graff sedang menjalankan politik tangan besi.
Kegiatan pemuda dialihkan ke Jalan Kramat 156 setelah para penghuni Kramat 106 tidak melanjutkan sewanya pada 1934. Gedung itu lalu disewakan kepada Pang Tjem Jam sebagai tempat tinggal pada 1937-1951. Setelah itu, gedung disewa lagi oleh Loh Jing Tjoe, yang menggunakannya sebagai toko bunga dan hotel. 
Gedung Kramat 106 disewa Inspektorat Bea dan Cukai untuk perkantoran pada 1951 – 1970. Pada 1968, Sunario berprakarsa mengumpulkan pelaku sejarah Sumpah Pemuda, dan meminta kepada Gubernur DKI mengelola dan mengembalikan gedung di Kramat Raya 106 yang “hak guna bangun” nya dipegang oleh Sie Kong Liang tetapi telah habis masa berlakunya ke bentuknya semula. Tempat ini disepakati menjadi Gedung Sumpah Pemuda, tetapi usulan mengganti nama jalan Kramat Raya menjadi jalan Sumpah Pemuda belum tercapai.
Gedung Kramat 106 sempat dipugar Pemda DKI Jakarta 3 April sampai 20 Mei 1973 dan diresmikan Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, pada 20 Mei 1973 sebagai Gedung Sumpah Pemuda. Gedung ini kembali diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 20 Mei 1974. Dalam perjalanan sejarah, Gedung Sumpah Pemuda pernah dikelola Pemda DKI Jakarta, dan saat ini dikelola Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.
Koleksi museum ini terdiri dari koleksi yang berhubungan dengan peristiwa Sumpah Pemuda. Pada tahun 2007, keseluruhan koleksi berjumlah 2.867 koleksi, dimana koleksi utamanya adalah Gedung Kramat 106 yang merupakan tempat direncanakan dan dilaksanakannya Kongres Pemuda Kedua, 27 sampai 28 Oktober 1928. 
Gedung ini terbagi atas bangunan utama dan paviliun. Bangunan utama terdiri atas serambi depan, satu ruang tamu, 5 kamar, dan satu ruang terbuka atau ruang rapat. Sedangkan bangunan paviliun memiliki 2 kamar.
Di dalam museum tersebut terdapat beberapa koleksi seperti foto kegiatan organisasi pemuda, sebanyak 2.117 koleksi, Bendera organisasi, sebanyak 35 koleksi, Stempel, sebanyak 11 koleksi, Patung tokoh pemuda, sebanyak 11 koleksi. Dan masih banyak koleksi lainnya. Dikutip dari wikipedia, Jumat (31/10).

Catatan Merah Menteri, HNW: KPK Dikalahkan “Operasi” Penguasa

Jakarta, Aktual.co — Ketua Fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid (HNW) mengatakan KPK sudah dikalahkan oleh “operasi” penguasa.
Tanggapan itu menyusul munculnya informasi perihal adanya “operasi” pihak tertentu untuk menghilangkan data nama menteri yang terkena tanda merah, agar tidak tersiar ke publik.
“Itu lebih serem lagi, seandainya benar. Jika itu terlaksana berarti KPK dikalahkan mafia hukum. Nggak boleh dong KPK kalah,” ucap Hidayat di komplek parlemen, Jakarta, Jumat (31/10).
“Apalagi ketuanya (KPK) sudah dengan gagah berani mengatakan presiden ngga boleh mengangkat (nama terkena tnda merah) menjadi menteri,” tambah dia.
Ia mengatakan akan jadi berbeda situasinya bilamana KPK tidak membuka masalah soal tanda merah itu kepada publik. Bahkan, kata dia, pernyataan keras pimpinan KPK yang mengatakan jika menteri terindikasi (catatan  merah) dalam waktu dekat akan menjadi tersangka.
“Loh inikan berarti masalah serius nih. Artinya harusnya KPK menegakan hukum demi hukum itu sendiri. Jadi calon menteri atau tidak kalau dia masalah dengan hukum ditegakan sepenuhnya,” tandas dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Arema Fokus Hadapi Persib di Semifinal ISL

Jakarta, Aktual.co — Pelatih Arema Cronus, Suharto menyatakan, saat ini seluruh pemain fokus untuk mematangkan persiapan menghadapi Persib Bandung, di babak semifinal Indonesia Super League (ISL).

“Kami harus mencoba berbagai komposisi pemain dan skema permainan, karena Persib Bandung merupakan tim yang sangat tangguh, bahkan berada di puncak klasemen babak delapan besar grup L,” katanya, Jumat (31/10).

Menyinggung formasi yang bakal diterapkan saat menghadapi Maung Bandung, Suharno mengaku masih terus melakukan eksperimen dan belum menentukan formasi baku.

“Yang terpenting bagi kami sekarang ini fokus untuk pertandingan semifinal dan meraih poin sempurna,” katanya menegaskan.

Selama ini, Arema sering melakukan eksperimen dengan mengganti formasi permainan dan biasanya menggunakan dua formasi, yakni 4-4-3 dan 3-5-2, namun ketika meladeni Semen Padang, Arema memakai pola 4-4-2. Formasi 4-4-3 biasa digunakan Arema ketika bertanding di kandang, sedangkan 3-5-2 digunakan Arema jika bermain bertahan atau saat mempertahankan keunggulan.

Empat tim yang bakal bertarung di babak semifinal, adalah Persib Bandung, Persipura Jayapura, Arema, dan Pelita Bandung Raya (PBR).

Pertandingan babak semifinal Indonesia Super League (ISL) musim ini, akan diselenggarakan di Stadion Jakabaring, Palembang pada 4 November mendatang, setelah PT Liga Indonesia (PT LI), selaku operator kompetisi di Indonesia, memutuskan hal tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Menelusuri Ruang Demi Ruang di Tugu Monas

Jakarta, Aktual.co — Untuk mengenang dan melestarikan kebesaran perjuangan bangsa Indonesia yang dikenal dengan Revolusi Kemerdekaan Rakyat Indonesia 17 Agustus 1945 dan untuk membangkitkan inspirasi dan semangat patriotisme bagi generasi sekarang dan generasi masa mendatang, maka dibangunlah suatu tugu peringatan yang kemudian dikenal sebagai Tugu Monumen Nasional (Monas).
Pembangunan Tugu Monumen Nasional berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 214 Tahun 1959 tanggal 30 Agustus 1959 tentang Pembentukan Panitia Monumen Nasional yang diketuai oleh Kolonel Umar Wirahadikusumah, Komandan KMKB Jakarta Raya. 
Pembangunan Tugu Monumen Nasional baru terwujud ketika Republik Indonesia genap berusia dua windu atas dasar gagasan Presiden Republik Indonesia Pertama Ir. Soekarno, dan pemancangan tiang pertama sebagai awal pembangunan Tugu Monumen Nasional dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus 1961.
Pembangunan Tugu Monumen Nasional dibiayai sebagian besar dari sumbangan masyarakat Indonesia secara gotong-royong dan mulai dibuka untuk umum pada tanggal 18 Maret 1972 berdasarkan Keputusan Gubernur KDKI Jakarta Nomor Cb.11/1/57/72. 
Arsitektur Tugu Monumen Nasional dan dimensinya penuh mengandung lambang khas budaya bangsa Indonesia. Bentuk tugu yang menjulang tinggi melambangkan lingga (alu/antan), sedangkan pelataran cawan melambangkan yoni (lumpang). Alu dan lumpang merupakan alat rumah tangga yang terdapat hampir di setiap rumah pribumi Indonesia.
Di pelataran puncak tugu, api nan tak kunjung padam, melambangkan tekad bangsa Indonesia untuk berjuang yang tidak akan pernah surut sepanjang masa. Tinggi pelataran cawan 17 meter dan tinggi ruang Museum Sejarah 8 meter, luas pelataran cawan yang berbentuk bujur sangkar berukuran 45 meter X 45 meter merupakan pelestarian angka keramat Proklamasi Kemerdekaan RI 17-8-1945.
Ruang Museum Sejarah terletak 3 meter di bawah permukaan halaman Tugu Monumen Nasional dengan ukuran luas 80 x 80 meter persegi. Dinding, tiang, dan lantai secara keseluruhan berlapiskan marmer.
Di ruang Museum Sejarah terdapat 51 jendela peragaan diorama yang mengabadikan peristiwa sejarah sejak zaman kehidupan nenek moyang bangsa Indonesia, perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan bangsa Indonesia, hingga masa pembangunan Orde Baru. 
Sementara Ruang Kemerdekaan berbentuk amfiteater yang terletak di dalam Cawan Tugu Monumen Nasional. Di dalamnya terdapat empat atribut kemerdekaan Republik Indonesia, Peta Kepulauan Negara Republik Indonesia, Bendera Sang Saka Merah Putih, Lambang Negara Bhinneka Tunggal Ika, dan Pintu Gapura yang berisi Naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Bendera Sang Saka Merah Putih disimpan di Istana Merdeka, yaitu istana yang menghadap Monas.
Pelataran Puncak Tugu Monumen Nasional terletak pada ketinggian 115 meter dari halaman Tugu Monumen Nasional. Dengan elevator tunggal berkapasitas maksimum 11 orang pengunjung dapat mencapai Pelataran Puncak yang luasnya 11×11 meter persegi, dan dapat menampung sebanyak 50 orang. 
Di pelataran ini, pengunjung dapat menikmat pemandangan seluruh penjuru kota Jakarta. Di sekeliling rangka elevator di dalam badan Tugu, terdapat tangga darurat yang terbuat dari besi. Lidah Api di Pelataran Puncak dibuat dari perunggu seberat 14,5 ton dengan tinggi 14 meter dan berdiameter 6 meter, terdiri dari 77 bagian yang disatukan. 
Seluruh permukaan Lidah Api berlapis emas (gold leaf) seberat lebih kurang 50 kg. Ketinggian dari halaman Tugu Monumen Nasional sampai dengan puncak Lidah Api adalah 132 meter. Dikutip dari museum Indonesia, Jumat (31/10).

PGN Bukukan Pendapatan USD2,5 Miliar

Jakarta, Aktual.co — Perseroan Terbatas Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) membukukan pendatan bersih naik sebesar 14 persen menjadi 2,5 miliar dolar AS pada kuartal ketiga 2014 dibanding periode sama tahun sebelumnya 2,2 miliar dolar AS.

“Kenaikan pendapatan diperoleh dari peningkatan volume penjualan dari usaha distribusi sebesar 6,3 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya dari 808 MMSCFD menjadi 859 MMSCFD,” kata Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (31/10).

Sementara itu, dari usaha transmisi, kata dia, PGN dan anak usaha PT Transportasi Gas Indonesia mengalirkan gas sebesar 864 MMSCFD dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu 867 MMSCFD.

Ia menambahkan bahwa dari sisi beban pokok pendapatan, kenaikan harga beli gas dari pemasok mulai 1 April 2013 lalu memengaruhi kenaikan beban pokok pendapatan pada tanggal 30 September 2014 sebesar 22 persen menjadi 1,4 miliar dolar AS, dibanding periode sama tahun sebelumnya sebesar 1,2 miliar dolar AS.

Untuk laba bersih, lanjut dia, kondisi ekonomi global mempengaruhi kinerja laba bersih perusahaan pada tanggal 30 September 2014. PGN membukukan laba bersih sebesar 591,8 juta dolar AS pada tanggal 30 September 2014, menurun dibandingkan periode sama tahun sebelumnya 641,6 juta dolar AS.

Untuk meningkatkan bisnis gas bumi, PGN melalui anak usaha PT Saka Energi Indonesia (SEI) pada awal tahun 2014 mengakuisisi 75 persen hak partisipasi di Blok Pangkah sehingga kepemilikannya menjadi 100 persen.

Pada tanggal 15 Juli 2014, lanjut dia, SEI juga meyelesaikan transaksi akuisisi working interest sebesar 36 persen termasuk carry di blok shale gas Fasken wilayah Eagle Ford, Houston-Texas, Amerika Serikat milik Swift Energy Company senilai 175 juta dolar AS.

“Hal itu memberikan kontribusi pendapatan dari usaha di bidang hulu sebesar 219,4 juta dolar AS,” katanya.

Dalam percepatan konversi BBM ke BBG, Hendi Prio Santoso mengatakan bahwa pihaknya akan menjadi yang terdepan baik di sektor industri, UKM, transportasi dan rumah tangga.

“Konversi BBM ke gas bumi mendesak untuk dilakukan karena ketergantungan pada minyak bumi yang mahal dan impor akan membuat rapuh ketahanan energi kita,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain