14 Januari 2026
Beranda blog Halaman 42200

Kurnia Meiga Absen Dipertandingan Semifinal Lawan Persib

Jakarta, Aktual.co — Penjaga gawang Arema Cronus, Kurnia Meiga Hermansyah, dipastikan tidak turun di pertandingan semifinal melawam Persib Bandung. Hal itu karena, penjaga gawang timnas itu terakumulasi kartu kuning.

Kurnia Meiga mendapat kartu kuning, ketika meladeni Persela Lamongan (8/10), dijamu Persipura Jayapura (21/10), dan terakhir saat menghadapi Semen Padang di Stadion Haji Agus Salim Padang (29/10).

“Meiga harus absen satu kali pertandingan dan kebetulan saat menghadapi Persib Bandung. Kami juga belum tahu dan memastikan apakah yang menggantikan Meiga nanti Ahmad Kurniawan atau Made Wardhana, tergantung kondisi dan kesiapan maisng-masing,” kata pelatih kiper Arema, Alam Haviludin di Malang, Jawa Timur, Jumat (31/10).

Ahmad Kurniawan sudah bergabung dengan tim di Jakarta, sedangkan Made Wardhana akan menyusul dan bergabung dengan tim, karena ketika menghadapi Semen Padang, pemain asal Bali itu tidak diikutsertakan dalam rombongan.

Arema lolos babak semifinal setelah menahan imbang Semen Padang 2-2 di Stadion H Agus Salim Padang, PBR mengalahkan Persib Bandung, Persipura mengempaskan Persela Lamongan, dan Persib sudah memastikan lolos semifinal ketika tiga tim lainnya masih bertanding di babak delapan besar.

Pada babak semifinal, Arema yang menjadi “runner up” grup K bakal menghadapi juara grup L, yakni Persib Bandung dan Persipura yang menjadi juara gruk K bakal menghadapi “runner up” grup L, yakni PBR.

Pertandingan babak semifinal Indonesia Super League (ISL) musim ini, akan diselenggarakan di Stadion Jakabaring, Palembang pada 4 November mendatang, setelah PT Liga Indonesia (PT LI), selaku operator kompetisi di Indonesia, memutuskan hal tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Menkeu: AIIB Bisa Biayai Pembangunan Infrastruktur

Jakarta, Aktual.co — Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa Asean Inftastructure Investment Bank (AIIB) memiliki urgensi yang cukup besar bagi Indonesia. Urgensi tersebut karena adanya celah pada pembiayaan infrastruktur Asia, terutama emerging market.

“Kalau kita hitung dari Asian Development Bank, World Bank, atau pun lembaga pembiayaan lainnya pasti nggak akan sanggup menutupi,” ujar Bambang di kantor Kementerian Keuangan Jakarta, Jumat (31/10).

Bambang menjelaskan bahwa dengan kebutuhan Indonesia saat ini maka diperlukan institusi baru seperti AIIB. Hal ini agar dapat menurupi gap yang ada. Selain itu dengan AIIB diharapkan bukan hanya menjalankan project loan biasa.

“Dengan AIIB akan tersambung dengan proyek Public Private Partnership (PPP). Hal ini agar AIIB tidak hanya menjalankan project loan biasa, seperti pinjaman proyek atau hanya membuat jembatan,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Museum Ini Sering Disinggahi Turis Belanda

Jakarta, Aktual.co — Museum Bahari didirikan tahun 1652 oleh pemerintah kolonial Hindia-Belanda di Batavia. Tepatnya di jalan Pasar Ikan Jakarta Utara, menghadap Teluk Jakarta. Disebelah kanan tak jauh dari gudang induk dibangun menara. Sekarang dikenal dengan nama Menara Syahbandar dibangun tahun 1839 untuk proses administrasi keluar masuknya kapal sekaligus sebagai pusat pengawasan lautan dan daratan sekitar.
Secara signifikan gudang tersebut mengalami perubahan. Tahun perubahan itu dapat dilihat pada pintu-pintu masuk. Di antaranya tahun 1718, 1719 dan 1771. Pada masa pendudukan Jepang, tepatnya ketika perang dunia II meletus (1939-1945) gudang tersebut menjadi tempat logistik peralatan militer tentara Dai Nippon. Setelah Indonesia Merdeka difungsikan untuk gudang logistik PLN (Perusahaan Listrik Negara) dan PTT (Post Telepon dan Telegram). 
Museum bahari awalnya adalah bekas gudang rempah-rempah VOC Belanda, terletak di tepi Teluk Jakarta yang indah. Dahulu kala tempat itu menjadi pusat perniagaan penting, begitu sibuknya sehingga perlu penjagaan ketat, Kapal-kapal besar dan kecil hilir-mudik mengangkut rempah-rempah, berupa cengkeh, buah pala, lada, kayu manis, kayu putih, tembakau, kopra, daun teh, biji kopi dan lain-lain diangkut ke Eropa dan beberapa negara lain di dunia.
Hasil bumi Nusantara ini menjadi monopoli komoditi penting perusahaan dagang VOC (Vereningde Indische Compagnie) Belanda. Hingga kini gudang tua itu masih bertengger dan terkesan angker. Cocok diubah fungsinya sebagai museum yang menyimpan benda-benda sejarah kelautan.
Sejauh ini gudang bersejarah itu tampak lebih utuh setelah direnovasi Pemda DKI Jakarta dan diresmikan menjadi Museum Bahari pada 7 Juli 1977 oleh Ali Sadikin, yang pada waktu itu menjabat Gubernur DKI Jakarta. Di perut Museum Bahari tersimpan benda-benda sejarah berupa kapal dan perahu-perahu asli maupun miniatur. Mengingatkan kepada kita bahwa sejak jaman dahulu kala ‘nenek moyangku orang pelaut’. Ada kebanggaan ‘kebaharian’ dari bangsa pemberani di dalam mengarungi samudra luas dan ganas. 
Di antara materi sejarah bahari yang dipajang antara lain perahu tradisi asli Lancang Kuning (Riau), Perahu Phinisi Bugis (Sulawesi Selatan), Jukung Karere (Irian) berukuran panjang 11 meter. Miniatur Kapal VOC Batavia, miniatur kapal latih Dewa Ruci, biota laut, foto-foto dan sebagainya. Museum ini selain sebagai pusat informasi budaya kelautan, juga menjadi tempat wisata pendidikan bagi leluhur baru yang ingin mengetahui lebih banyak mengenai sejarah kebaharian bangsa tempo dulu.
Yang menarik perhatian ialah pada awal diresmikannya Museum Bahari itu banyak mendapat kunjungan wisatawan. Tetapi belakangan ini tampak sepi. Angin laut dibiarkan semilir mengipasi benda-benda koleksi sejarah yang kesepian. Kalaupun ada rombongan yang menjenguk, layaknya lebih banyak dikunjungi wisatawan mancanegara katimbang wisatawan lokal. Prosentasinya 65 persen wisatawan mancanegara dan 35 persen wisatawan lokal. Wisatawan Belanda tercatat menempati urutan teratas dalam jumlah pengunjung. Menyusul wisatawan Eropa lainnya seperti Jerman, Inggris, Perancis, Australia, Selebihnya bangsa-bangsa dunia lainnya termasuk Asia.
Mengapa kunjungan wisatawan Belanda lebih banyak dibandingkan wisatawan Eropa lainnya? Ini dapat dipahami karena bangsa Belanda menyimpan hubungan emosional dengan Indonesia. Hampir 3,5 abad lamanya kolonial Belanda menduduki Nusantara. Wajar jika wisatawan Belanda yang berkunjung itu seringkali terkagum-kagum. Dari mulai opa dan oma, hingga anak cucu mereka. Terutama opa dan oma-oma Belanda yang pernah tinggal di Indonesia khususnya di Batavia. Dikutip dari museum-bahari, Jumat (31/10).

Wapres JK Tak Setuju Ada Pimpinan DPR Tandingan

Jakarta, Aktual.co — Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan jika dualisme kepemimpinan di Parlemen tidak perlu ada.
“Yang namanya pimpinan tandingan itu tidak perlu ada,” kata JK di Kantor Wapres, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (31/10).
Eks Ketua Umum Golkar itu berharp anggota parlemen bisa membuka diri dan kembali mengutamakan musyawarah guna mencapai mufakat dalam mengambil keputusan di Parlemen.
“Ya tentu dibutuhkan musyawarah lebih baik lagi, pengalaman, saling memberi antara koalisi agar terjadi harmoni yang baik dan dua-duanya saya yakin akan baik. Tapi butuh suatu musyawarah yang saling memberi toleransi harus ada, demokrasi harus begitu,” kata JK. 
Seperti diketahui, terjadi dualisme kepemimpinan di DPR. Koalisi Indonesia Hebat (KIH) membentuk kepemimpinan DPR yang baru serta menjalankan sidang paripurna perdana di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta.
Padahal, sudah ada pimpinan DPR RI untuk periode 2014-2019.

Artikel ini ditulis oleh:

Menkeu: Semoga KIS dan KIP Tidak Berakhir dalam Tiga Bulan

Jakarta, Aktual.co — Penyaluran dana kompensasi terkait kenaikan harga subsidi BBM menggunakan uang elektronik sedang disiapkan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro. Menurutnya bantuan dana ini akan berbeda dengan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM).

“Ini akan berbeda dengan BLT dan BLSM karena tidak sekedar memberikan dana tunai tapi membantu secara spesifik untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Bambang di Kementerian Keuangan Jakarta, Jumat (31/10).

Bambang mengatakan bahwa bantuan tersebut akan dilakukan dalam bentuk Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Hal itu sejalan dengan visi dan misi Presiden Jokowi. Nantinya kartu-kartu tersebut menjadi skema tetap penyaluran bantuan subsidi BBM.

“Kami harap skema ini akan menjadi permanen bukan hanya satu, dua, atau tiga bulan lalu berakhir,” pungkasnya.

Bambang yakin cara ini akan efektif karena memiliki sistem yang jelas. Nantinya kartu-kartu ini diberikan kepada satu keluarga. Kartu Indonesia Sejahtera berfungsi menjaga daya beli masyarakat. Kartu Indonesia Sehat digunakan untuk pembiayaan kesehatan baik di Puskesmas maupun Rumah Sakit. Dan para anak dalam keluarga juga akan menerima Kartu Indonesia Pintar sebagai bentuk penyaluran bantuan pada pendidikan.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Ini Saran dari Menteri Puan untuk DPR yang Terbelah

Jakarta, Aktual.co — Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani berharap ketegangan di DPR yang saat ini terus terjadi dapat segera mereda.
“Saya berharap teman-teman di parlemen bisa menurunkan emosinya, dan saling mengalah,” kata Puan di Kantor Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta, Jumat (31/10).
Anak Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri itu mengatakan, sikap saling mengalah dapat mendinginkan suasana dan memudahkan mencari solusi terbaik. Semuanya perlu dilakukan untuk mengembalikan suasana kondusif dan mempercepat kinerja DPR dengan semua mitra kerjanya.
“Supaya parlemen bisa kondusif, duduk bersama, cari solusi bersama,” kata Puan.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain