10 April 2026
Beranda blog Halaman 42201

Le Chong Wei Takut Tak Bisa Raih Mimpi

Jakarta, Aktual.co — Pemain bulu tangkis andalan Malaysia, Lee Chong Wei, takut tidak dapat meraih mimpinya menjadi juara dunia dan Olimpiade, menyusul skors akibat gagal dalam tes doping.

“Jika saya di-skors dalam waktu lama, itu akan berdampak pada kesempatan saya menjadi juara dunia pada 2015 dan juga meraih medali emas Olimpiade 2016,” kata Lee dalam wawancaranya kepada New Straits Times, Rabu (12/11).

Pebulutangkis peringkat pertama dunia itu mendapatkan hukuman sementara dan tidak dapat mengikuti kompetisi setelah tes doping, menunjukkan hasil positif kandungan deksametason dan berujung pada penundaan keikutsertaan Lee dalam pertandingan selama dua tahun.

“Hal yang selalu menjadi mimpi saya adalah memenangkan kedua kejuaraan itu. Itu juga menjadi alasan saya terjun dalam bidang olahraga,” kata pebulutangkis berusia 36 tahun itu.

Meski telah meraih peringkat lima dunia bulu tangkis selama bertahun-tahun dan masuk dalam partai final Olimpiade, Lee tidak pernah memenangkan kedua kejuaraan bergengsi dunia itu.

Federasi Bulu Tangkis Dunia (Badminton World Federation/BWF), pada Selasa (11/11), memutuskan Lee dihukum penundaan keikutsertaan pertandingan karena melanggar aturan anti-doping sementara sebuah panel mempertimbangkan apakah Lee telah melakukan pelanggaran itu.

Hasil uji anti-doping terhadap sampel urin Lee pada Kejuaraan Dunia BWF Agustus di Copenhagen menunjukkan positif.

Lee mengatakan peralihan kejadian-kejadian yang dialaminya seperti sebuah “mimpi buruk” seraya menambahkan “tidak ada cara lain” dia dapat mengkonsumsi obat di luar naungan Institut Olahraga Nasional Malaysia.

“Saya telah menjadi pemain nasional di bawah Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) selama 15 tahun dan saya sangat khusus terkait cedera. Saya selalu berkonsultasi dengan Institut Olahraga Nasional untuk nasehat,” katanya.

Lee mengatakan tidak dapat mempercayai apa yang terjadi dengan dirinya dan selalu kembali ke pertandingan tanpa gagal meski sering kalah.

“Tidak mungkin saya bisa mendapatkan deksametason ke tubuh saya sendiri,” kata Lee.

Artikel ini ditulis oleh:

Satu Napi Kerobokan Asal New Zealand Hirup Udara Bebas

Denpasar, Aktual.co —  Satu narapidana asal New Zealand, Leeza Tracey Ormsby (38) hari ini menghirup udara bebas. Napi tahanan narkotika itu telah usai menjalani masa hukuman 10 bulan penjara lantaran. Leeza divonis 10 bulan penjara dalam kasus kepemilikan narkotika. Dia dijerat pasal 127ayat 1 UU Narkotika.

Kalapas Kelas IIA Kerobokan, Denpasar Sudjonggo menuturkan, saat menjalani hukuman Leeza sempat mendapat remisi 1 bulan penjara. “Kalau dilihat negaranya dia seharusnya pulang ke New Zealand.  Tapi yang lebih tahu Imigrasi. Saat pamitan kepada saya, dia sempat bilang ‘thank you’.  Saya baru bertemu dia itu saja,” kata Sudjonggo, Rabu (12/11).

Sudjonggo mengaku mengatakan kepada Lezza agar jangan sampai ia kembali lagi ke Lapas Kerobokan setelah ia menghirup udara bebas. “Selama di penjara dia ikut kegiatan merajut. Tadi banyak teman-teman dia (napi wanita) yang ikut mengantar sampai ruang registrasi,” katanya.

Leeza sendiri sempat membuat pesta perpisahan kepada teman-temannya. “Makan-makan saja,” imbuhnya. Pantauan di lapangan, Leeza ke luar dari pintu lapas sekira pukul 9.45 WITA. Ia mengenakan baju tanpa lengan motif loreng harimau dan celana 3/4 warna hitam. Ia membawa sebuah koper warna biru dan tas. Leeza lalu dibawa dua orang petugas Imigrasi menuju mobil. Saat ditanya, dia tidak banyak komentar. Leeza hanya bilang ia dalam suasana hati yang senang. “I’m happy,” tuturnya. Setelah itu, ia masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi tengah. “Saya mau tutup pintu,” kata Leeza dalam bahasa Indonesia.

Leeza ditangkap di vila tempatnya menginap di wilayah Dalung, Kuta Utara, Badung. Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti berupa hasis 26,97 gram, jenis MDMA (metil dioksi metamfetamin) atau sejenis ekstasi seberat 159,26 gram dan daun kering yang diduga dicampur dengan hasis seberat 0,30 gram.

Artikel ini ditulis oleh:

Puluhan Seniman Borobudur Pameran “Seratus Persen Indonesia”

Jakarta, Aktual.co — Sedikitnya 73 seniman kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, bersama lainnya berasal dari sejumlah kota, menggelar pameran lukisan dan patung bertajuk “Seratus Persen Indonesia”, 15 hingga 29 November 2014.
“Kami terinspirasi dengan jiwa dan semangat keindonesiaan almarhum Pak Boediardjo. Melalui pameran, kami mengaca kepada semangat keindonesiaan Pak Boed,” kata Ketua Bidang Pameran Seni Rupa Panitia “Mengenang Pak Boed” Yogi Setyawan di Magelang, Rabu (12/11).
Pameran yang digelar di Gandok Saraswati, kompleks Pondok Tingal, sekitar 500 meter timur Candi Borobudur itu, dilakukan para seniman, antara lain dari Borobudur, Magelang, Yogyakarta, Semarang, Solo, Jakarta, Wonosobo, dan Bali. Sekitar 35 di antara semua perupa yang pameran karya itu, tinggal di sekitar Candi Borobudur.
Boediardjo selain sebagai pejuang kemerdekaan, juga pernah memangku berbagai jabatan penting, seperti Atase Udara di Kairo, Mesir (1956-1961), Duta Besar Indonesia untuk Kamboja (1965-1968), Menteri Penerangan (1968-1973), Ketua Dewan Pers (1972), dan Duta Besar Indonesia untuk Spanyol (1976-1979), serta Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur dan Prambanan (1980-1985).
Dia juga merintis pembangunan kompleks Pondok Tingal yang antara lain berupa pendopo dan gandok seni, museum wayang, tempat pertemuan, dan penginapan.
Boediardjo wafat 15 Maret 1997 dalam usia 72 tahun, dimakamkan di kampung halamannya di Desa Wanurejo, sekitar satu kilometer timur Candi Borobudur. Pengelola Pondok Tingal hingga saat ini secara rutin menggelar pentas wayang kulit, acara edukatif berupa dolanan dan dongeng anak di tempat tersebut, serta pementasan kesenian rakyat bernama “Padang Rembulan”. Tempat tersebut juga menjadi simpul penting kegiatan seni dan budaya masyarakat kawasan Candi Borobudur.
Yogi yang didampingi personel panitia lainnya, seperti Cipto Purnomo dan Albertus Nurdiyanto, mengatakan berbagai karya yang dipamerkan menebarkan pesan tentang kekayaan Indonesia.
“Pameran ini tidak mengutamakan aliran tertentu, namun berbagai karya aliran lukisan, seperti realis, surealis, dekoratif, abstrak, naif, abstrak-figuratif, dan karikatur, disuguhkan kepada masyarakat umum, termasuk wisatawan Candi Borobudur,” kata Yogi yang juga pengelola Galeri Lukisan “Yogi Stw” di tepi alur Kali Belan, di Dusun Srowol, Desa Progowati, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang. Aliran air sungai itu berhulu di Gunung Merapi.
Beberapa lukisan yang dipamerkan, antara lain berjudul “The Blue Temple” (Serli Nafa’a Yuana), “Borobudur Relief” (Tanggol Angien Jatikusumo), “Borobudur di Puncak Merbabu Terlihat dari Gunung Moyeng” (Godod Sutejo), “Felkur” (H. Agus Salim), dan “Atlantik Yang Hilang” (Andri Topo). Jumlah lukisan yang dipamerkan sekitar 100 karya dengan berbagai ukuran.
Beberapa karya patung juga dipamerkan dalam kesempatan yang akan dibuka oleh Dandung Bardo Kahono, putra sulung di antara tujuh anak almarhum Pak Boed itu, antara lain berjudul “The One for Every One” (Atek Deru), “Refleksi Kehidupan” (Septian Puji Andriyanto), dan “Five Thruth” (Yoga Budi Wantoro). Pembukaan pameran antara lain ditandai pementasan tarian rakyat, musik, demo melukis, teater, dan ketoprak.
Rangkaian agenda “Mengenang Pak Boed” (15 hingga 29 November 2014), berupa pameran seni rupa, donor darah, lokakarya penyembuhan holistik, lokakarya seni senam silat, ekshibisi pengolahan dan pameran batu mulia, pentas wayang kulit “Salya Begal” (karya Pak Boed), dongeng bocah, dan dolanan anak.

Artikel ini ditulis oleh:

Sumut Gelar Turnamen Golf Peduli Sinabung

Medan, Aktual.co — Persatuan Golf Indonesia (PGI) Provinsi Sumatera Utara, akan menggelar Tournament Golf Peduli Sinabung, di Royal Sumatera, 15 November mendatang.

Hal itu terungkap dalam audiensi pengurus Golf Indonesia (PGI) Provinsi Sumatera Utara dengan Gubernur Sumatera Utara di Makodim I/BB, jalan Gatot Subroto, Medan, Rabu (12/11).

Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho mengatakan, dirinya mendukung dan mengapresiasi kegiatan amal itu. Gubernur berharap kegiatan itu dapat dimaksimalkan.

“Karena kegiatan ini manfaatnya kan dunia akhirat, saya harap bisa dimaksimalkan,” pinta Gubsu.

ketua PGI Provinsi Sumut, Ichsan Hakim Batubara, didampingi Wakil Ketua yang juga Aster Kodam I/BB, Kolonel Kav Bambang Supardi, Sahala Siagian dan panitia lainnya menyebutkan, 140 peserta akan unjuk ketangkasan dalam tournamen amal ini.

“Acara dimulai pukul 07.00 WIB. Alhamdulillah banyak yang ingin berpartisipasi yaitu anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, juga para pengusaha sudah positif ikut ambil bagian,” kata Ichsan.

Menurut Ichsan, semua dana yang terkumpul dalam penyelenggaraan tournamen, akan disumbangkan untuk kebutuhan pembangunan listrik dan air di relokasi Pengungsi Sinabung. Dana itu akan diserahkan melalui Dansatgas, yakni Dandim Tanah Karo serta Bupati Karo.

Sementara, Wakil Ketua Panitia Kolonel Bambang menambahkan pembangunan Listrik dan pengadaan air bersih dilokasi relokasi pengungsi itu rencananya akan diresmikan oleh Presiden.

“Begitu presiden nantinya akan resmikan tempat Relokasi maka listrik sudah ada juga air bersih,” katanya.

Setiap peserta, sambungnya akan dibebankan biaya sebesar Rp25 Juta dan diharapkan dana yang terkumpul bisa tercapai Rp10 M ditambah nantinya lelang suara Gubsu, Pangdam, Kapolda, Kejati, dan lainnya. “Target kita Listrik harus sudah masuk di Relokasi,” imbuhnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Tontowi/Liliyana Melaju ke Babak Kedua Tiongkok Terbuka

Jakarta, Aktual.co — Ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir melenggang ke babak kedua turnamen Thaihot China Open 2014, setelah mengalahkan ganda Thailand, Maneepong Jongjit/Sapsiree Taerattanachai dalam pertandingan yang berlangsung di Haixia Olympic Sport Center Distrik Fuzhou, Tiongkok, Rabu (12/11).

Owi/Butet, sapaan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, seperti dilansir situs tournamentsoftaware.com, unggul atas Jongjit/Taerattanachai dengan skor 25-23 dan 21-9 dalam pertandingan yang berlangsung 33 menit.

Pada babak kedua yang akan berlangsung pada Jumat (14/11), Owi/Butet yang menempati peringkat ke-empat dunia akan menghadapi ganda campuran Belanda Jorrit De Ruitter/Samatha Barning yang menduduki peringkat ke-26 dunia.

Pada nomor yang sama, ganda campuran lain Indonesia Praveen Jordan/Debby Susanto juga melenggang ke babak kedua selepas menundukkan ganda Singapura Chayut Triyachart/Shinta Mulia Sari dengan skor 21-12 dan 21-11.

Praveen/Debby pada laga kedua kejuaraan berhadiah total 700 ribu dolar AS itu akan menghadapi pemenang dari pertandingan ganda campuran Tiongkok Liu Cheng/Bao Yixin dan ganda campuran Malaysia/India Vountus Indra Mawan/Prajakta Sawant.

Sementara, Ricky Widianto/Puspita Richi Dili yang juga mewakili Indonesia untuk nomor ganda campuran dipaksa takluk oleh ganda Belanda Jorrit De Ruitter/Samatha Barning dengan skor 20-22 dan 10-21.

Indonesia menurunkan tujuh wakil dalam Thaihot China Open 2014 yang berlangsung pada Selasa (11/11) hingga Minggu (16/11).

Selain tiga wakil di nomor ganda campuran, empat wakil Indonesia di turnamen kelas superseries premier itu adalah Tommy Sugiarto untuk tunggal putra, Milicent Wiranto untuk tunggal putri, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan pada nomor ganda putra, dan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari pada nomor ganda putri.

Artikel ini ditulis oleh:

Kasus Izin Lahan Bogor dan Riau, KPK Telusuri Adanya Aliran Dana ke Kemenhut

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi menelusuri dugaan aliran dana yang mungkin diperoleh pejabat Kementerian Kehutanan dalam kasus korupsi yang melibatkan kementerian tersebut.
Kasus tersebut adalah dugaan korupsi tukar-menukar kawasan hutan di Kabupaten Bogor dan terkait Pengajuan Revisi Alih fungsi Hutan Riau 2014, kata Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas seusai menghadiri evaluasi dan refleksi perkembangan perjalanan Nota Kesepakatan Bersama (NKB) Percepatan Pengukuhan Kawasan Hutan Indonesia di Jakarta, Rabu (12/11).
“Ya itu tadi, kalau nanti ada ‘kick back’ ke sejumlah nama, itu yang akan kami analisis apakah ‘kick back’ atau aliran dana itu berasal dari uang yang keluar dari pihak-pihak yang memperoleh izin tersebut. Kalau iya, potensi untuk terkena pasal-pasal yang terkait dengan suap penting, dan tidak hanya suap saja, tapi berdasarkan hasil pengembangan penyidikan kami tidak pernah berhenti, Lihat saja dulu kasus damkar (pemadam kebakaran) sampai ke pusat. Puncaknya ke menteri,” katanya.
Pada Rabu ini, KPK memeriksa mantan menteri Kehutanan Zulkifli Hasan yang saat ini menjabat sebagai Ketua MPR dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait Pengajuan Revisi Alih fungsi Hutan Riau 2014 kepada Kementerian Kehutanan dengan tersangka Gubernur Riau Annas Maamun.
Pada Selasa (11/11) KPK juga memeriksa Zulkifli dalam kasus tukar-menukar kawasan hutan di kabupaten Bogor dengan tersangka presiden komisaris PT Bukit Jonggol Asri Kwee Cahyadi Kumala.
“Siapapun juga yang diperiksa dan tidak menutup kemungkinan siapapun juga yang nanti patut dimintai pertanggungjawaban secara pidana. Tapi kalau tidak ya akan berhenti di situ,” tambah Busyro.
Khusus mengenai kasus di Bogor yang merupakan tukar-menukar hutan lindung, KPK, menurut Busyro memang sudah melakukan kajian mengenai hutan lindung.
“Hasil kajian ini menemukan indikasi ada proses yang tidak transparan. Intransparansi ini, kemudian sedang kami konstruksikan dalam kasus Gubernur Riau dan kasus Bupati Bogor. Mengingat sudah masuk tahap penyidikan, pengembangan kasus ini dilakukan dalam pendekatan sistem dan struktur konkret,” ungkap Busyro.
Dugaan awal menurut Busryo adalah adanya suap yang sampai ke Kemenhut.
“Dugaan itu muncul dalam pertanyaan-pertanyaan kepada kami. Tapi kami belum bisa menemukan bukti-bukti awal tentang aliran dana itu masuk ke pihak mana. Justru karena itulah, Pak Zulkifli kami periksa supaya ‘fairness’,” tegas Busyro.
Busyro menjelaskan bahwa keterangan Zulkifli akan divalidasi. “Keterangannya akan kami hormati, hormati itu keterangannya akan kami validasi,” jelas Busyro.
Zulkifli seusai diperiksa selama tujuh jam mengaku ia menjelaskan mengenai perubahan tata ruang hutan di Riau. “Jadi saya terangkanlah tadi semuanya juga tugas-tugas Kementerian Kehutanan apa, tugas eselon terkait apa jadi teknis sekali, tetapi pada prinsipnya bahwa tata ruang yang kami selesaikan di Riau itu bagi kami merupakan prestasi, bahwa ada soal-soal lain ya sedikit agak mencederai,” kata Zulkifli.
Kasus ini berawal dari operasi tangkap tangan pada 25 September 2014 dan didapatkan barang bukti berupa uang sebanyak 150 ribu dolar Singapura dan Rp500 juta sehingga bila dijumlahkan total uangnya adalah sekitar Rp2 miliar.
Pemberian diberikan pengusaha Gulat Medali Emas Manurung kepada Gubernur Riau Annas Maamun agar kebun kelapa sawit miliknya seluas 140 hektare yang masuk dalam kawasan Hutan Kawasan Industri (HTI) dikeluarkan dan dimasukkan ke dalam Area Peruntukan Lain (APL).
Kebun kelapa sawit itu berada di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau.
KPK juga menduga uang itu digunakan sebagai ijon proyek-proyek lain di Riau karena saat penangkapan dan pemeriksaan ditemukan daftar beberapa proyek yang akan dilaksanakan di provinsi Riau.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain