14 Januari 2026
Beranda blog Halaman 42202

IHSG Ditutup Menguat 30,69 Poin

Jakarta, Aktual.co — Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), ditutup menguat sebesar 30,69 poin atau 0,61 persen ke posisi 5.089,54 mengikuti laju bursa saham global yang bergerak di area positif. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 7,76 poin atau 0,89 persen ke posisi 868,05.

Director Investment PT Valbury Asia Asset Management Andreas Yasakasih mengatakan bahwa indeks BEI melanjutkan penguatan seiring dengan bursa saham global.

“Saat ini, pergerakan indeks BEI cenderung mengikuti arah bursa saham global,” ujarnya di Jakarta, Jumat (31/10).

Menurut dia, sentimen positif bursa saham global datang dari bank sentral Jepang yang menambah stimulus keuangannya, situasi itu menutup sentimen negatif dari berakhirnya program pembelian obligasi bank sentral AS (Federal Reserve).

Di sisi lain, lanjut dia, pernyataan pemerintah yang akan menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi juga direspon positif oleh pelaku pasar saham.

“Meski akan ada gejolak setelah BBM dinaikan namun itu berjangka pendek, untuk jangka panjang ekonomi domestik akan bagus sehingga imbasnya akan positif bagi pasar saham,” katanya.

Tercatat transaksi perdagangan saham di BEI sebanyak 198.063 kali dengan volume mencapai 3,23 miliar lembar saham senilai Rp4,79 triliun. Tercatat efek yang mengalami penguatan sebanyak 184 saham, turun sebanyak 135 saham, dan tidak bergerak nilainya atau stagnan 93 saham.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng menguat 296,02 poin (1,25 persen) ke 23.998,06, indeks Nikkei naik 755,56 poin (4,83 persen) ke 16.413,76, dan Straits Times menguat 35,96 poin (1,13 persen) ke posisi 3.270,87.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Dinas PU DKI: Lima Fasilitas Pompa Baru Kurangi 46 Titik Genangan

Jakarta, Aktual.co — Pemprov DKI melalui Dinas Pekerjaan Umum mengabarkan lima fasilitas rumah pompa baru yang akan dibangun bisa mengurangi sedikitnya 46 titik genangan banjir di Jakarta khususnya bagian utara.

“Jika sudah rampung lima rumah pompa ini bisa mengurangi sedikitnya 46 titik genangan banjir di ibu kota,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) Dinas PU DKI Jakarta SM Robert Rajagukguk di Jakarta, Jumat (31/10).

Robert menjelaskan rumah pompa yang kini sedang dalam tahap perencanaan tersebut akan dibangun di lima daerah hilir sungai di Jakarta Utara meliputi Kamal Muara, Muara Angke, Sentiong Muara, Haylay-Marina di Ancol dan Muara Karang.

“Langkah tersebut adalah upaya pemerintah Jakarta untuk menangani banjir rob akibat air laut pasang,” katanya.

Setiap rumah pompa menghasilkan luas daerah tangkapan air bervariasi dari yang tersempit sekitar 10.24 km2 di Marina sampai yang terluas sekitar 47.96 di Muara Sentiong. Sehingga menghasilkan jumlah total area tangkapan yang akan terbebas dari banjir sekitar 158.97 km2 dari total luas Jakarta yang mencapai 649.71 km2.

“Jika pompa tersebut sudah rampung maka akan meringankan beban wilayah seluas 158.97 atau sekitar 24.16 persen dari luas Jakarta,” katanya.

Untuk pembangunan pompa ini Pemprov DKI Jakarta mengajak pihak swasta sebagai pengembang. Seperti rumah pompa di hilir Kali Sentiong yang melibatkan PT Manggala Kridha Yhuda (MKY).

“Rumah pompa di Kali Sentiong ini merupakan kewajiban pengembang yaitu PT Manggala Krida Yhuda (MKY), dengan proyek senilai Rp1,1 miliar,” ucapnya.

Luas daerah tangkapan untuk rumah pompa di Sentiong ini akan mencapai 47 kilometer dan dibangun untuk mengatasi genangan di daerah aliran sungai (DAS) Kali Sunter hingga perbatasan Depok.

Untuk lokasi rumah pompa tersebut, Robert menjelaskan pihaknya memilih membangun rumah pompa di atas sungai guna menghindari berbagai kendala seperti pembebasan lahan tanah masyarakat.

“Kami membangun rumah pompa ini di atas sungai tidak di lahan masyarakat untuk menghindari kendala pembebasan lahan. Fasilitas rumah pompa ini akan dibuat dengan lebar 50 meter dan panjang 200 meter,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

BPOM Musnahkan Obat Ilegal Bernilai Rp1 Miliar

Jakarta, Aktual.co — Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) memusnahkan barang bukti berupa produk kosmetik, makanan dan obat ilegal senilai Rp1 miliar di Batam.
“BPOM memusnahkan obat dan makanan dari hasil pengawasan di Batam pada 2013-2014,” kata Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapetik dan Narkotika Psikotropika Zat Adiktif BPOM T Bahdar J Hamid melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (31/10).
Acara pemusnahan di Kawasan Pengelolaan Limbah Industri Kabil Batam itu dihadiri juga sejumlah pejabat dari BPOM Batam, Pusat Penyidikan Obat dan Makanan, serta Biro Hukum dan Humas BPOM.
Bahdar menyebutkan produk yang dimusnahkan terdiri dari 812 jenis atau 31.180 kemasan obat tradisional, kosmetik dan pangan ilegal termasuk mengandung bahan berbahaya.
Bahdar mengapresiasi partisipasi lembaga lain dalam upaya membantu mengawasi peredaran produk obat dan makanan berbahaya.
Termasuk bantuan dari Direktorat Standardisasi dan Perlindungan Konsumen (SPK), Direktorat Pengawasan Barang Beredar Kementerian Perdagangan, Dinas Kesehatan Kota Batam, perwakilan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Kota Batam. “BPOM tidak mungkin berperan sebagai ‘single player’ dalam pemberantasan obat dan makanan ilegal,” ujar Bahdar.
Pasalnya, pengawasan terhadap peredaran obat dan makanan ilegal berbahaya membutuhkan kerjasama dan sinergisitas lintas sektor yang terkait.
Direktur Jenderal SPK Kementerian Perdagangan Widodo menambahkan produk tanpa label Standar Nasional Indonesia (SNI) di Batam didominasi jenis helm, ban, kipas angin dan alat gosok

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Dirut Pertamina Sebaiknya dari Internal dan Kepercayaan Jokowi

Jakarta, Aktual.co — Semangat Nawa Cita dan Tri Sakti untuk memberantas mafia migas patut diapresiasi, namun Jokowi tidak bisa sendirian memberantas mafia di sektor migas. Semua kekuatan elemen bangsa perlu mendukung upaya presiden dalam memberantas mafia migas tersebut.

“Memberantas mafia migas bisa dimulai dari Pertamina. Pasalnya, selama ini Pertamina dituding oleh banyak pihak sebagai ‘sapi perah’ para mafia yang berlindung di balik tembok kekuasaan,” ujar Peneliti Senior Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo dalam rilis yang diterima di Jakarta, Jumat (31/10).

Menurutnya, Pertamina sebagai perusahaan National Oil Company (NOC) sudah saatnya diperkuat.  Sesuai dengan amanah pasal 33 UUD 1945, pasal 2 menyebutkan, cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Pasal 3 juga menyebutkan, bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

“Bersamaan dengan itu, tata kelola perusahaan Pertamina harus segera diperbaiki untuk mewujudkan prinsip clean and good corporate governance demi meningkatkan kesejateraan rakyat,” tegasnya.

Untuk mewujudkan hal itu, lanjutnya, diperlukan manajemen yang profesional, bersih dari korupsi, bersih dari unsur nepotisme dan steril dari jejaring mafia lama dan baru. Jajaran direksi dan komisaris Pertamina sebaiknya Pertama, harus berintegritas, amanah dan memiliki kemampuan tatakelola migas dari hulu sampai hilir.

“Kedua, Dirut Pertamina dan komisaris harus bersih dari unsur nepotisme secara langsung dengan pejabat di atasnya karena bisa berpotensi menimbulkan kong-kalikong. Misalnya, jika Ari Soemarno menduduki jajaran direksi atau komisaris BUMN, sementara menteri BUMN adalah Rini Soemarno yang notabene adalah adik kandung Ari Soemarno, maka hal ini masuk kategori nepotisme langsung yang berpotensi menimbulkan kong-kalikong,” terangnya.

Ketiga, lanjutnya, proses seleksi jajaran direksi dan komisaris Pertamina harus melewati Fit and Proper Test dan melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi dan PPATK untuk menelusuri rekam jejak korupsi orang-orang yang akan menjabat direksi dan komisaris Pertamina.

“Jajaran direksi dan komisaris harus orang-orang yang bisa menjaga kepercayaan Presiden Jokowi, sehingga tidak dapat di intervensi oleh vested interest baik dari kekuatan politik maupun kelompok kepentingan lainnya,” tambahnya.

Menurutnya Presiden Jokowi seharusnya memprioritaskan figur dari internal Pertamina yang bersih, memiliki integritas dan kemampuan tata kelola migas dari hulu sampai hilir untuk menjaga independensi dan profesionalisme, kontinuitas program yang baik dan percepatan transformasi kebijakan pemerintahan baru yang akan diterapkan.

“Alangkah baiknya Presiden Jokowi memprioritaskan figur dari internal Pertamina yang bersih, memiliki integritas dan kemampuan tata kelola migas dari hulu sampai hilir,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Panitia Perayaan Sekaten Bentuk Tim Terpadu

Jakarta, Aktual.co — Panitia Pasar Malam Perayaan Sekaten akan membentuk tim terpadu lintas satuan kerja perangkat daerah dan instansi. Tim ini dibentuk untuk mengawasi pembangunan anjungan di arena Sekaten yang akan digelar di Alun-alun Utara, Kota Yogyakarta.
“Akan ada tim yang terdiri atas setidaknya lima satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan instansi yang bertugas melakukan pengawasan terhadap proses pembangunan anjungan atau stan oleh penyewa,” kata Asisten Sekretaris Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Yogyakarta Aman Yuriadijaya, di Yogyakarta, Jumat (31/10).
Tim terpadu tersebut terdiri atas Dinas Ketertiban, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian, Dinas Pajak Daerah dan Pengelolaan Keuangan, Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah serta dari Kecamatan Gondomanan.
Ia menyebutkan keberadaan tim terpadu tersebut sangat penting agar penyewa lahan tidak sembarangan membangun stan atau anjungan yang berpotensi merusak pekerjaan revitalisasi Alun-Alun Utara yang kini masih dikerjakan oleh Pemerintah DIY.
“Pemerintah Kota Yogyakarta sudah memberikan jaminan kepada Pemerintah DIY bahwa revitalisasi Alun-Alun Utara itu tidak akan rusak akibat penyelenggaraan Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS),” katanya.
Aman menambahkan, seluruh stan atau anjungan yang akan dibangun di Alun-Alun Utara selama pelaksanaan PMPS tidak boleh dibangun dalam bentuk bangunan semi permanen.
“Seluruhnya terbuat dari tenda sehingga penyewa tidak perlu membuat semacam pondasi untuk mendirikan bangunannya. Jika masih ditemui bangunan selain tenda, maka tim akan memberikan peringatan keras dan meminta penyewa membongkar bangunannya,” katanya.
Ia menegaskan, target pembangunan anjungan di arena PMPS adalah tertib dan rapi. “Tahun ini, anjungan ditargetkan dapat dibangun dengan tertib dan rapi terlebih dulu, belum sampai indah,” katanya.
Pendaftaran penyewa lahan untuk penyelenggaraan PMPS 2014 direncanakan dilakukan pada pekan kedua November menunggu penyelesaian pekerjaan revitalisasi di Alun-Alun Utara Yogyakarta.
“Pendaftaran sengaja dilakukan sedekat mungkin dengan pelaksanaan PMPS. Biasanya, penyewa akan langsung membangun anjungan begitu mereka mendaftar. Hal itu berpotensi mengganggu revitalisasi. Oleh karenanya, pendaftaran akan dimundurkan,” katanya.
PMPS 2014 direncanakan dibuka secara resmi pada 28 November hingga awal Januari 2015.
Secara umum, kata Aman, jumlah lahan yang disewakan tidak akan terlalu berbeda bila dibanding tahun lalu. Sedangkan untuk area parkir ditempatkan di dalam Alun-Alun Utara di sisi timur, utara dan barat.

Artikel ini ditulis oleh:

Antisipasi Banjir, Pemkot Jakbar Keruk Tujuh Sungai

Jakarta, Aktual.co — Suku Dinas (Sudin) Pekerjaan Umum Tata Air Kota Administrasi Jakarta Barat telah mengeruk tujuh sungai di wilayah tersebut pada September 2014 untuk mengantisipasi banjir saat memasuki musim hujan.

“Kami mengeruk sungai-sungai yang dangkal agar dapat menampung volume air sungai yang diperkirakan akan mengalami peningkatan selama musim hujan,” kata Kepala Seksi Perencanaan Sudin PU Tata Air Jakarta Barat Santo di Jakarta, Jumat (31/10).

Ia mengatakan pengerukan itu menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta sebesar Rp700 juta.

Sungai-sungai yang dikeruk tersebut adalah empat sungai di Kecamatan Cengkareng, yakni Kali Sekretaris di Kelurahan Duri Kepak, Kali Benung Canal Timur (BCT) di Kelurahan Cengkareng Timur, Kali Rawa Bengkel dan Kali Maja di Kelurahan Cengkareng Barat dan Kali Pondok Randu di Kelurahan Duri Kosambi.

Kemudian, Kali di kawasan Sumur Bor di Kelurahan Kalideres Kecamatan Kalideres, dan Kali Cosmos di Kelurahan Kedoya dan Kali Sodetan di Kelurahan Duri Kepa di Kecamatan Kebon Jeruk.

“Mudah-mudahan dengan pengerukan sungai ini akan mengurangi bencana banjir selama musim hujan nanti sehingga masyarakat terhindar dari berbagai penyakit dan kerugian material akibat banjir tersebut,” ujarnya.

Ia mengatakan dengan pengerukan tersebut memperlancar sistem aliran sungai dengan volume air yang lebih optimal.

“Kami mengeruk sungai hingga kedalaman 4.5 meter yang sebelumnya hanya 2 meter akibat lumpur dan sampah di sungai,” tuturnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain