11 April 2026
Beranda blog Halaman 42198

Terindikasi Jual Beli Jabatan, Jokowi Didesak Batalkan Seleksi Dirut Pertamina

Jakarta, Aktual.co — Pengamat politik Rusmin Effendy mengatakan, proses seleksi calon Direktur Utama Pertamina yang dilakukan oleh Menterian BUMN Rini Soemarno, yang bekerjasama dengan perusahaan manajemen konsultan atau PT. Daya Dimensi Indonesia, berbau kolusi, nepotisme dan praktik jual beli jabatan.
Maka dari itu, dirinya menuntut ketegasan dari Presiden Joko Widodo untuk membatalkan proses fit and proper test yang saat ini sedang dilakukan oleh Rini Soemarno.
Bahkan dirinya menyebut jika apa yang dilakukan Rini Soemarno dalam pergantian beberapa direksi BUMN menyalahi ketentuan, dan sarat praktik jual beli jabatan seperti penunjukan Menteri ESDM.
Menurut Rusmin, dari beberapa nama kandidat dirut Pertamina yang beredar di publik saat ini sudah mengarah kepada satu nama, yakni bekas Dirut Telkom Rinaldi Firmansyah, yang kabarnya diendorse Wapres Jusuf Kalla, Sofyan Djalil, dan Rini Soemarno.
“Kalau hal ini benar, inilah awal petaka bagi kehancuran bangsa karena posisi-posisi strategis sudah dikuasai para mafia migas. Padahal, tidak satupun dari nama-nama yang beredar memiliki pengalaman soal migas,” kata dia di Jakarta, Kamis (13/11).
Presiden Jokowi, kata dia, sebaiknya bersikap tegas dan menganulir kembali semua seleksi direksi BUMN yang dilakukan Rini Soemarno yang ditengarai punya agenda khusus demi kepentingan kelompoknya. 
“Termasuk PDIP yang paling bertanggung jawab karena penujukkan Rini mendapat ‘back-up’ politik PDIP.” 

Artikel ini ditulis oleh:

Pasar Modal Menanti RDG BI Soal BI Rate

Jakarta, Aktual.co —  Bank Indonesia (BI) hari ini mengadakan Rapat Dewan Gubernur (RDG). RDG tersebut merupakan RDG triwulan ketiga tahun 2014 yang akan menentukan nilai BI rate.

“Hari ini akan ada konferensi pers hasil RDG triwulan ketiga oleh anggota dewan gubernur BI setelah makan siang,” demikian pesan singkat dari Staf Humas BI, Anton yang diterima wartawan Aktual.co, Kamis (13/11).

Analis dari Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI), Reza Priyambda mengatakan bahwa hasil RDG BI banyak ditunggu oleh pelaku pasar. Pasalnya, selama setahun ini BI tetap mempertahankan angka BI rate senilai 7,5 persen.

“BI rate hari ini ditunggu pelaku pasar, apakah BI tetap mempertahankan BI rate pada level 7,5 persen atau tidak. Namun, kami memperkirakan tetap di 7,5 persen, selain karena jarak BI rate dengan inflasi yang masih lebar, rencana kenaikan harga BBM yang akan disesuaikan dengan kejatuhan harga minyak akan membuat ekspektasi inflasi lebih rendah dari perkiraan awal,” ujar Reza.

Diketahui RDG dilakukan setiap bulannya untuk mengevaluasi kebijakan moneter saat ini dan menetapkan arah kebijakan moneter ke depannya.

Pada Oktober 2014 BI memutuskan untuk tetap mempertahankan BI rate di level 7,5 persen. Otoritas moneter juga mempertahankan suku bunga pinjaman (lending facility) dan suku bunga simpanan (deposit facility) masing-masing di level 7,5 persen dan 5,75 persen.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Terbakar September, SDN 11 Tebet Sudah Kembali Dibangun

Jakarta, Aktual.co —Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Lasro Marbun mengatakan SDN 11 di Tebet Timur yang beberapa waktu lalu hangus terbakar setelah langit-langitnya ambruk, kini sudah mulai dibangun kembali.
Diperkirakan pembangunannya akan selesai bulan Desember.
“Desember nanti semoga sudah bisa dipergunakan kembali oleh para murid untuk belajar mengajar,” ungkapnya, saat ditemui di Jakarta, Rabu (12/11).
Selain itu, Lasro mengatakan untuk mengantisipasi berulangnya kejadian serupa, Dinas Pendidikan DKI sudah membuat tim khusus untuk mengecek kondisi bangunan sekolah di Jakarta. 
Hasilnya, saat ini ditemui sedikitnya tiga sekolah yang kondisi ruang kelasnya rawan ambruk. “Karena konstruksi bangunannya tidak baik, sudah langsung kita tangani.”
Namun saat ditanya sekolah mana saja yang akan segera ditangani untuk renovasi, dia enggan menjawab dan berdalih tak bisa memberikan data-data mengenai itu.
Diketahui sebelumnya, di SDN Tebet Timur Anggota DPRD Fajar Sidik, mengaku menemukan banyak kejanggalan saat sidak (30/9) lalu.
Menurutnya, bentuk bangunan tersebut sangat tidak sesuai dengan maket awal bangunan. Seperti adanya kelas-kelas yang tidak memiliki tiang-tiang penyangga.
“Jadi kita sudah tinjau ternyata tidak ada tiang penyangga,” ujar Anggota Fraksi Gerindra itu.
Kejanggalan lain, kata Fajar, juga ditemukannya pada beratnya genteng di atap sekolah yang ambruk. “Masa berat satuannya mencapai 3,5 kilogram. Untung aja ambruknya atap sekolah itu bukan saat jam sekolah.”
Kejadian ambruknya atap beberapa ruang kelas SDN Tebet Timur 11 terjadi pada Sabtu (27/9).
Beberapa ruang kelas mendadak ambruk dan kemudian muncul api yang langsung melalap bangunan. Api diduga muncul akibat korsleting atau hubungan pendek arus listrik saat ambruknya atap. Tidak ada korban jiwa pada kejadian ini, tetapi lima ruang kelas roboh dan satu kelas rusak.

Artikel ini ditulis oleh:

Pertemuan Elit Demokrat, SBY Kasih Agenda 100 Hari di Parlemen

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dalam pertemuan yang digelar kemarin, Rabu (12/11), bersama para elit demokrat, memberikan arahan tentang agenda 100 hari ke depan di parlemen.
“Agenda 100 hari program Demokrat di parlemen,” kata seorang anggota Demokrat.
Sekjen Edhie Baskoro Yudhoyono, Wakil Ketua Umum Nurhayati Ali Assegaf, Ketua Harian Syarif Hassan, Wakil Ketua MPR EE Mangindaan, dan Wakil Ketua DPR Agus Hermanto, hadir dalam pertemuan yang dinilai penting itu.
“‎Saking pentingnya anggota dewan yang belum datang ditelpon-telpon.”
Sebelumnya, juru bicara Partai Demokrat Ruhut Poltak Sitompul membenarkan jika Ketua Umum DPP Partai Demokrat SBY mengadakan pertemuan dengan para petinggi Partainya, Rabu (12/11) sore.
“Kita ketemu ketua umum, kan kita selalu dapat pembekalan dari ketua umum,” kata Ruhut, Rabu (12/11).
Personel komisi III DPR RI itu tak membantah jika pertemuan akan membahas dinamika politik yang terjadi di parlemen.
“Ya banyak (yang dibahas),” kata Ruhut.

Artikel ini ditulis oleh:

HMI Kupang Unjuk Rasa Tolak Rencana Kenaikan Harga BBM

Kupang, Aktual.co — Mahasiswa aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar  unjuk rasa menolak rencana pemerintah menaikan harga BBM. Ketua HMI Kupang, Abdul Syukur menilai jika Jokowi-JK menaikkan harga BBM, maka pemerintah tidak berpihak kepada kepentingan rakyat.

Dalam aksi unjuk rasa ke DPRD NTT itu, pengunjuk rasa membawa spanduk dan Pamflet yang antara lain bertuliskan, HMI menolak kenaikan harga BBM, menuntut menasionalisasi Sumber Daya Alam Indonesia, BBM naik Jokowi turun,  Dimana Buku putih PDI Perjuangan,  Jebolnya APBN atau jebolnya nasib rakyat.

Menurut Abdul Syukur, DPRD NTT harus  seirama dengan rakyat untuk menolak kenaikan harga BBM, karena berimplikasi pada kesejahteraan rakyat Indonesia.

“Kepada Pemerintah Jokowi kami minta untuk menasionaliasi semua sumber daya alam (SDA) Indonesia yang telah dijual kepada asing,” katanya.

Dalam orasinya, dia juga meminta Pemerintahan Jokowi menggunakan buku putih yang dikeluarkan Fraksi PDIP sebagai solusi tidak menaikan harga BBM. Pemerintah Jokowi harusnya lebih mementingkan nasib sekian ribu wong cilik yang hidup dibawah garis kemiskinan dengan cara berlakukan tiga program unggulan tanpa menaikan harga BBM.

“Kepada seluruh anggota DPRD NTT agar bersuara menolak rencana kenaikan harga BBM oleh Pemerintah Jokowi karena akan mengakibatkan masyarakat NTT semakin sengsara,” imbuhnya.

Unjuk rasa yang dikawal belasan polisi dari Polres Kupang Kota itu, berlangsung tertib diakhri dengan dialog antara para pengunjuk rasa dengan pimpinan DPRD NTT.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Dituding Palsukan Dokumen, Sekda Depok Dilaporkan ke Polda Metro

Jakarta, Aktual.co —Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok Jawa Barat, Heti Suryahati dilaporkan oleh warganya ke Mapolda Metro Jaya (12/11) karena diduga melakukan tindak pidana memalsukan dokumen. 
Yakni terkait pembebasan lahan tol Cijago seluas 4.700 meter per segi milik warga.
Laporan mereka diterima langsung oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya dengan nomor : LP/4121/XI/2014/PMJ/Dit Reskrimum tertanggal 12 November 2014. 
Dalam berkas laporan tercantum pelapor adalah Mat Sujeh, warga Jalan IR H Juanda, RT 05/014, Kemiri Muka Beji, Depok, Jawa Barat. 
Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Heru Pranoto membenarkan terkait laporan tersebut. Pihaknya akan mempelajari dan mendalami kasus tersebut. Apabila masuk dalam pelanggaran tindak pidana, akan diproses sesuai aturan.
“Kita selidiki dahulu, apakah laporan itu benar masuk ranah pidana atau tidak. Pasalnya, hal itu memerlukan tahapan serta saksi ahli,” kata Heru di Jakarta, Rabu (12/11).
Koordinator warga Depok, Kasno, mengatakan dilaporkannya Heti karena dianggap telah bekerja sama dengan oknum yang bernama Abdul Rosyid untuk memalsukan dokumen jual beli lahan seluas 4.700 meter per segi milik warga. 
“Lahan milik warga itu dokumen jual belinya dipalsukan demi untuk membebaskan lahan peruntukan tol Cijago. Sedangkan lahan itu adalah milik warga yang salah satunya adalah Amar bin Apun yang kemudian diwarirkan kepada Mat Sujeh,” ungkap Kasno.
Bukti-buktinya dugaan pemalsuan dokumen yang dilakukan Heti, dijelaskan Kusno, pertama ada di perbedaan tahun yang tertera pada logo stempel akta jual beli lahan.
Di stempel tertulis tahun 1962, namun dalam surat itu dengan logo stempel yang sama tertera tahun 1963.
“Perbedaan itu sangat jelas, padahal bila memang asli pasti logo stempel dan tanggal dalam surat itu sama dan tidak mungkin berbeda,” ujarnya.
Bukti kedua, adalah jabatan Heti. Di mana saat itu Heti belum menjabat sebagai kepala desa. Namun dalam dokumen dia  menandatangani dan tertera jabatannya adalah seorang kepala desa. 
Ketiga, adalah cap jempol yang tidak jelas serta surat pernyataan jual beli yang dibuat. 
Belum lagi dengan surat itu yang dibuat dengan pulpen boxy. Sedangkan menurut Karno di tahun 1963 penggunaan pulpen boxy belum ada. “Tetapi surat itu dibuat dengan tinta boxy dan warnanya berbeda dengan warna tinta kalimat tabahan dalam surat tersebut.” 
Parahnya lagi, ujar dia, Heti mengeluarkan surat itu kepada masyarakat pada 26 Maret 2003. Dia mengatakan lahan telah dibebaskan dan mengatasnamakan Sekda. Padahal saat itu jabatan Heti adalah Asda III Kota Depok. 
“Semua bukti telah kami bawa dan serahkan kepada penyidik Polda Metro Jaya,” kata Kusno dengan nada kesal.
Heti juga dilaporkan ke Polda Metro untuk kasus lain. Yakni dugaan tindak pidana korupsi terkait ruislag lahan SD Kemuri Muka II dan III pada tahun 2012 silam, dengan PTP dan P2T tol Cijago.
Di tahun 2012 Heti mencantumkan nama dan rumah guru sebagai pihak yang menempati lahan itu. Maka, para guru itu secara otomatis mendapatkan biaya ganti rugi menggunakan uang negara. Tapi nyatanya para guru itu tidak sama sekali mendapatkan uang ganti rugi. “Jumlah total anggaran ganti ruginya Rp6,3 miliar.”
Kini kasus tersebut masih didalami oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain