13 Januari 2026
Beranda blog Halaman 42213

Pelajar di Lamongan Meneliti Daun Kecubung Untuk Usir Hama

Jakarta, Aktual.co — SMA Negeri 02 Lamongan, Provinsi Jawa Timur, melakukan penelitian ekstrak alkaloid daun kecubung yang bermanfaat sebagai bioinsektisida pengendali hama tanaman padi.
“Tanaman kecubung yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, ampuh untuk mengendalikan hama ulat, belalang dan hama lainnya tanaman padi,” kata Diana Putri, siswa SMAN 02 Lamongan yang meneliti manfaat daun kecubung menjadi bioinsektisida di “International Exhibition for Young Inventors” (IEYI) 2014 di Jakarta, Jumat (31/10).
Berdasarkan hasil uji coba penelitian, menurut dia, dalam konsentrasi waktu 30 menit, 31 persen hama padi mati akibat bioinsektisida daun kecubung ini, sehingga petani dapat mencoba menggunakan hasil penelitian ini yang tergolong murah, praktis untuk mengendalikan hama padi.
“Bioinsektisida kecubung ini, hanya untuk bersifat mengendalikan hama, berbeda dengan membasmi hama yang membutuhkan konsentrasi kematian hama padi di atas 50 persen. Pembasmian hama padi ini bisa memutus mata rantai makanan makhluk hidup sawah dan merusak ekosistem sawah,” ujarnya.
Ia menjelaskan tanaman kecubung ini merupakan tumbuhan yang memiliki banyak manfaat, antara lain sebagai obat asma, batuk, obat bius pada operasi, sakit pinggang, rematik dan lainnya.
Namun di masyarakat pedesaan, tanaman ini banyak disalahgunakan untuk obat halusinogen. Oleh Karena itu, kami memanfaatkannya sebagai bioinsektisida pengendali hami penganti persitida buatan.
“bioinsektisida ini dapat membantu masyarakat, khsususnya petani padi untuk meningkatkan hasil panen tanpa merusak ekosistem alami dan masyarakat dapat melestarikan lingkungan agar tidak terjadi ketergantungan dengan pestisida buatan pabrik,” ujarnya.
Ia mengatakan, pembuatan bioinsektisida dari ekstrak alkaloid daun kecubung ini cukup mudah, yaitu mengambil daun kecubung tersebut, mengeringkan selama tiga hari, setelah kering di potong kecil-kecil, digiling dan direndam dengan methanol selama sehari.
Selanjutnya, perendamanan kecubung tersebut diuapkan menggunakan “rotary evaporator” dan diberi larutan H2SO4 sebanyak lima persen dengan PH tiga hingga empat, pada akhirnya terbentuk ekstrak alkaloid yang dilarutkan di air sehingga menjadi larutan dan siap disemprotkan ke tanaman padi terserang hama.
“Hasil panen padi yang dihasilkan tentu lebih baik dan menyehatkan dari pada menggunakan pestisida buatan yang mengandung racun,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Puan Maharani Gelar Rapat dengan Sembilan Kementerian

Jakarta, Aktual.co — Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani memimpin rapat koordinasi dengan sembilan kementerian, serta Badan Penyelenggara Jaminan sosial (BPJS) dan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TN2PK) di Kemenko PMK, Jakarta, Jumat (31/10).
Ada pun sembilan kementerian itu, yakni Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar Menengah Anies Baswedan, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak Yohana Yembise.
Lalu, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menkominfo Rudiantara, dan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Marwan Jafar.
Rapat itu sendiri terkait persiapan peluncuran Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Artikel ini ditulis oleh:

Dalam Lima Tahun, Subsidi Energi Terbuang Rp1.300 Triliun

Jakarta, Aktual.co — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mendatangai kantor Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) untuk memberikan materi dan arahan kepada pegawai SKK terkait subsidi energi. Dirinya menyatakan bahwa subsidi energi selama lima tahun telah terbuang Rp1.300 triliun.

“Subsidi energi selama lima tahun terbuang Rp1.300 triliun, sedangkan subsidi kesejahteraan, infrastruktur, dan kesehatan hanya Rp600 triliun,” ujar Sudirman saat Konferensi Pers di Kantor SKK Migas, Gedung City Plaza Jakarta, Jumat (31/10).

Menurutnya, subsidi energi tersebut dinilai konsumtif dan sangat tidak efektif sehingga perlu adanya tindak lanjut.

“Banyaknya subsidi konsumtif selama lima tahun ini yang sedang dipikirkan pemerintah ke depannya,” pungkasnya.

Terkait dengan kenaikan harga subsidi BBM yang rencananya akan dilakukan sebelum Januari 2015, Sudirman mengatakan bahwa harga kenaikan BBM subsidi tersebut bukan tanggung jawabnya.

“Kenaikan harga BBM di angka berapa itu bukan keputusan Kementerian ESDM, itu yang menentukan Presiden dan Wakil Presiden. Namun ketika subsidi BBM dinaikkan semua unsur harus dipahami dengan baik, mulai dari pengecekan dan penyalurannya,” imbuhnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Pemprov DKI Terapkan E-Money

Jakarta, Aktual.co —Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana untuk menerapkan transaksi menggunakan uang elektronik atau e-money pada sejumlah bidang sebagai upaya mengurangi pemakaian uang tunai.
“Kami akan paksa semua orang di DKI kalau naik kendaraan umum harus pakai e-money (uang elektronik) menuju era masyarakat tanpa transaksi keuangan tunai,” kata Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Jakarta, Jumat (31/10).
Menurut dia, pemakaian uang elektronik juga akan diterapkan pada penghuni rumah susun, pengguna bis tingkat, pedagang kaki lima, hingga penerima kartu Jakarta Pintar “Dengan menggunakan kartu jauh lebih efisien dan memudahkan serta tidak bisa disalahgunakan,” kata Basuki.
Ia menargetkan Jakarta akan menuju era dimana pemakaian uang tunai menjadi tidak ada karena sudah digantikan dengan uang elektronik.
Jadi kalau mau bayar parkir, belanja di PKL, naik bus, cukup menggunakan karu sebagai alat transaksi, kata dia.
Selain itu, tambah Ahok penggunaan uang elektronik akan memudahkan mendata orang miskin dan mencegah manipulasi karena bantuan yang diberikan cukup diberikan melalui tranfer uang dan dapat digunakan sesuai kebutuhan.
Ia juga berencana pada 2015 semua transaksi dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) khusus di bawah Rp25 juta harus menggunakan sistem transfer antarrekening.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Korupsi e-KTP, KPK Periksa 2 Saksi

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi tampaknya terus menggeber pemeriksaan saksi-saksi atas kasus dugaan korupsi proyek mengadaan kartu tanda penduduk elektronik yang merupakan program Kementerian Dalam Negeri. Penyidik KPK, Jumat (31/10) menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua saksi.
Saksi yang bakal diperiksa anatara lain mantan Sales Director PT Oracle Indonesia Tunggul Baskoro dan Countru Manager Commercial and Public Sector PT Hewlett Packard Indonesia‬ Sofran Irchamni. Keduanya bakal dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka Sugiharto.
“Keduanya bakal dimintai keterangan sebagai saksi untuk Sugiharto,” kata Kepala Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha di kantor KPK.
Sebelumnya dalam kasus ini KPK kembali melakukan penggeledahan di 2 lokasi berbeda. Di Cibubur KPK melakukan penggeledahan 2 rumah milik saksi, dan di lokasi berbeda yaitu, Citayam, Bogor penyidik melakukan penggeledahn satu rumah.
Sugiharto adalah Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan pada Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri Sugiharto.
Dalam proyek bernilai Rp6 triliun itu, Sugiharto menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen. Dia diduga melanggar Pasal 2 ayat 1 subsidair Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ke-1 juncto Pasal 64 ke-1 KUHP. 

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu
Nebby

Bos Pertamina Harus Independen dan Bebas Kooptasi Keluarga Soemarno

Jakarta, Aktual.co — Masa jabatan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Pertamina Muhammad Husen akan segera berakhir pada 1 November 2014. Maka dari itu, Dewan Komisaris dan Pemerintah harus segera menemukan dan memutuskan sosok Dirut Pertamina yang baru. Sosok seperti apakah yang harus mengisi posisi tertinggi di BUMN strategis yang menjadi tulang punggung pendapatan Negara itu?

Direktur Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara menyebut Pemerintah harus menempatkan sosok yang berintegritas, amanah, profesionalisme, bersih, bebas KKN dan yang terpenting juga bebas dari kepentingan mafia. Seorang Dirut Pertamina haruslah sosok yang tidak boleh tunduk terhadap intervensi dari pihak manapun selain Presiden.

“Dirut Pertamina haruslah orang yang bisa taat dan tunduk terhadap Undang-Undang, sehingga tidak dapat diintervensi baik dari partai politik maupun dari kooptasi keluarga Soemarno yang jelas telah menguasai sektor BUMN dan ESDM. Jika mendapat intervensi dia harus segera berkordinasi dengan Presiden,” kata Marwan kepada Aktual.co, Jumat (31/10).

Lanjutnya, ia merekomendasikan agar calon Dirut Pertamina adalah orang yang memiliki kemampuan tatakelola hulu-hilir dan kemampuan manajemen yang baik. Ia merekomendasikan agar Dirut Pertamina yang baru berasal dari internal Pertamina sendiri agar ada proses percepatan transformasi dan sudah memahami seluk beluk dalam perusahaan.

“Saya merekomendasikan dirut Pertamina dari Internal. Agar yang sudah memahami kondisi pertamina saat ini dan memiliki jenjang karier yang terukur,” tambahnya.

Selain itu, Marwan menyarankan agar Presiden Jokowi melakukan tahapan uji fit and proper melalui Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seperti yang dilakukan terhadap pembentukan kabinetnya.

“Memang sih tidak ada aturannya harus seperti itu, meski tidak ada akan lebih bagus kalau itu dilakukan agar konsisten seperti pemilihan Menteri kemarin dan itu sudah sepantasnya mengingat ini merupaka BUMN besar,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain