13 Januari 2026
Beranda blog Halaman 42219

Meski Sudah Jadi Ketua DPR, Setnov Janji Tetap Perhatikan NTT

Kupang, Aktual.co — Wakil Ketua DPR Setya Novanto berkunjung ke Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia melakukan itu dalam rangka melakukan syukuran, lantaran ia terpilih menjadi wakil rakyat dari Dapil NT. 
Dalam syukuran itu, Setya juga melibatkan masyarakat dan pemerintah daerah setempat. 
Kendati sebagai ketua DPR, Setnov berjanji tetap menaruh perhatian serius kepada NTT. Terutama mengenai pembangunan infrastruktur, peternakan, pertanian dan persoalan lainnya.
“Kita harus memberkan perhatian yang betul kepada kualitas dan makanan ternak,” ujarnya kepada wartawan di Kupang, Kamis (30/10) malam.
Setelah di Kupang, syukuran serupa dijadwalkan akan digelar di sejumlah tempat seperti di Pulau Sumba dan Timor.

CEO PSIS Akui Rencanakan “Sepakbola Gajah”

Semarang, Aktual.co — CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi, mengaku sengaja melakukan pertandingan “sepakbola gajah” melawan PSS Sleman, Minggu (26/10) lalu. Hal ini dilakukan untuk menghindari Pusamania Borneo FC, yang berada di posisi kedua grup.

“Borneo FC itu sudah dipastikan sebagai runner-up grup. Mereka ternyata juga menghalalkan segala cara untuk menang. Makanya, kita harus memiliki strategi sendiri untuk menghindari mereka,” kata Yoyok saat menemui Suporter Semarang Extreme (Snex), di Sekretariat PSIS Semarang, Jalan Ki Mangunsarkoro, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/10).

Dalam pertandingan yang diselenggarakan di Lapangan Sepakbola Stadion AAU, Sleman, Yogyakarta, Minggu (26/10) lalu, kedua kesebelasan melakukan gol bunuh diri sebanyak lima gol, hingga kedudukan akhir 3-2 untuk PSS Sleman.

Selain itu, Yoyok mengungkapkan, pihaknya sebelum berangkat ke Sleman, telah berencana untuk melakukan Walk Out (WO).

“Kami tetap berangkat ke sana (Sleman), meski pertandingannya terlihat aneh. Tapi, kita bawa semua pemain ke Sleman. Ya kita ke sana itung-itung piknik,” ujar dia.

Oleh karena itu, pihaknya meminta maaf kepada duo pendukung fanatik Mahesa Jenar, yakni Snex maupun Panser Biru, karena telah mengecewakan mereka.

“Bagaimana pun, kita telah gagal di ISL. Kami atas nama manajemen tim mohon maaf karena membuat kesalahan fatal, hingga didiskualifikasi oleh Komdis PSSI,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Fraksi Demokrat Ngotot Minta Dua Kursi Pimpinan Komisi

Jakarta, Aktual.co —Pembentukan Alat Kelengkapan Dewan di DPRD DKI masih terkatung lantaran tak bergemingnya Fraksi Demokrat-PAN untuk ngotot mendapat jatah dua kursi pimpinan komisi.
Anggota Fraksi Demokrat-PAN di DPRD DKI Taufiqurrahman berpendapat fraksinya berhak mendapat jatah dua kursi pimpinan komisi di alat kelengkapan dewan DPRD.
Alasannya, Fraksi Demokrat yang bergabung jadi satu dengan PAN menurutnya merupakan fraksi ketiga terbesar di DPRD DKI.
“Yakni dengan jumlah kursi 12. Sepuluh dari Demokrat ditambah dua dari PAN. Nah yang dua (PAN) itu kan tetap dihitung,” ujarnya, di Gedung DPRD Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (30/10).
Tapi, klaim itu ternyata mendapat tentangan dari fraksi lain. “Mereka berpendapat ukuran fraksi terbesar itu dihitung berdasarkan rekapitulasi perolehan suara hasil pemilu lalu,” ujarnya.
Kendati demikian Taufiq menegaskan kalau fraksinya tetap tak bergeming. Dan berpendapat sebagai fraksi terbesar karena dihitung berdasar jumlah kursi yang mereka miliki di DPRD.  Diakuinya, Demokrat sudah menjelaskan pandangannya itu kepada sejumlah fraksi. 
“Kita sudah kasih gambaran bahwa hari ini perolehan kursi Gerindra 15, PKS 11, PKB 6, PAN 2, PDI 28, Hanura 10, Nasdem 5, Golkar 9. Dan pada saat pembentukan fraksi, PAN bergabung dengan kita. Sehingga (fraksi) kita jumlahnya 12 orang,” ujarnya.
Artinya, jelas Taufiq, fraksi partai lain yang hanya punya sepuluh kursi tentunya kalah jumlah dengan kursi yang dimiliki fraksi gabungan Demokrat-PAN.

Artikel ini ditulis oleh:

Perampok Bertopeng Obama Gasak Uang di Dunkin Donuts

Jakarta, Aktual.co — Barrack Obama merampok toko Dunkin Donuts di Massachusetts, Amerika Serikat (AS). Namun pelaku perampokan bukanlah Obama yang merupakan presiden AS.
Seorang pria dengan pistol melancarkan aksinya pada pukul 10 malam, Selasa (21/10). 
Dengan menembakkan pistolnya, perampok berhasil menggasak uang yang disimpan di toko tersebut.
Dari pantauan CCTV, usai berhasil membawa uang dari Dunkin Donuts, pria bertopeng Obama langsung melarikan diri. Hingga kini polisi masih kesulitan mengidentifikasi pelaku perampokan tersebut.
Ini bukan yang pertama kali seorang dengan topeng Presiden AS melakukan tindakan kriminal. Desember 2009, seseorang dengan menggunakan topeng Richard Nixon merampok dua bank di California.
Insiden tersebut juga semakin membuat khawatir rakyat AS. Hal itu mengingat peredaran senjata api di kalangan sipil masih marak terjadi.

Borneo FC Keberatan dengan Rencana Pertandingan Ulang

Jakarta, Aktual.co — Pusamania Borneo FC (PBFC), mengajukan banding terkait keputusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI mengenai laga ulangan yang melibatkan PBFC dengan Persis Solo. Banding tersebut, karena keberatan untuk pertandingan ulang.

“Iya kami lakukan banding ke PT Liga (PT Liga Indonesia),” kata Manajer PBFC, Tommy Ermanto Pasemah kepada wartawan ketika ditemui di kantor Badan Tim Nasional (BTN), Jakarta, Kamis (30/10).

Seperti diketahui, pertandingan lanjutan babak delapan besar kompetisi Divisi Utama (DU) Liga Indonesia, yang mempertemukan PBFC melawan Persis Solo tidak berhasil digelar, karena ‘walk out’ (WO) yang dilakukan oleh Persis.

Persis beralasan, WO tersebut dilakukan karena mereka merasa panitia pelaksana (panpel) pertandingan tersebut tidak bisa menjamin keselamatan baik pemain pelatih hingga ofisial Persis.

Dijelaskan Tommy Ermanto, WO yang dilakukan oleh Persis itu, telah menyalahi aturan. Pasalnya, kata Tommy Ermanto, Persis telah melakukan technical meeting sebelum kick-off pertandingan.

“Kalau sudah technical meeting, berarti sudah siap bertanding dong,” tegasnya.

Sebelumnya, Komisis Disiplin (Komdis) PSSI, telah memutuskan untuk menggelar pertandingan ulang bagi kedua kesebelasan. Namun, kapan waktu dan tempatnya, belum diputuskan.

Dilain pihak, Manajer Persis Solo, Totok Supriyanto, mengaku mendapatkan ancaman ketika timnya sudah berada di Samarinda, Kalimatan untuk melakukan pertandingan denagn PBFC, Sabtu (25/10) lalu.

Ia mengatakan setelah tiba di hotel di Samarinda dan kemudian hendak latihan di Stadion Segiri, bus yang ditumpangi pemain Persis diserang sekelompok massa. Kejadian itu, ketika bus hendak masuk kawasan stadion.

“Bus yang ditumpangi tim Persis yang jelas hancur, dan sopir bisa melarikan diri ke polsek terdekat. Kami baru mau mencoba lapangan sudah mendapat teror sekitar 75 hingga 100 orang,” kata Totok.

Artikel ini ditulis oleh:

Pengcab PSSI: PSS Harus Jalani Sanksi

Jakarta, Aktual.co — Pengurus Cabang PSSI Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, minta sanksi apapun yang nanti diterima PSS Sleman atas pertandingan “sepak bola gajah” mengatur skor saat menjamu PSIS Semarang pada Minggu (26/10), harus diterima dan dijalaninya.

“Kasus seperti itu baru terjadi sekali ini di PSS Sleman, dan sudah mencoreng tim,” kata Ketua Pengcab PSSI Kabupaten Sleman, Hendricus Mulyono, Kamis (30/10).

Menurut dia, apapun sanksinya meski berat, harus dijalani, diterima dan menjadi pelajaran agar PSS Sleman dan tim sepak bola lainnya di Indonesia nantinya bisa lebih baik lagi.

“Kami sangat menyayangkan dan menyesalkan pertandingan itu yang jauh dari nilai sportivitas,” katanya.

Hendricus yang merupakan tokoh dan sesepuh sepak bola DIY serta mantan manajer PSS Sleman pada era 2000-an tersebut mengatakan, selama dirinya memegang PSS Sleman beberapa tahun silam, tim pun tidak pernah melakukan sepak curang tersebut.

“Bahkan ketika ada permain yang melakukan ‘handsball’ secara sengaja di pertandingan resmi, langsung dipecat oleh pengurus. Dulu sekitar 2003, kami sangat tegas,” katanya.

Ia mengatakan, dari pertandingan tersebut menurutnya ada indikasi perang mafia. Kecurigaan tersebut sudah terlihat antara kedua tim, yaitu PSS Sleman dan PSIS Semarang tidak ingin memenangi laga, karena jika menjadi juara grup akan melawan Borneo FC yang sebagai runner up di grup lain, pada putaran semifinal nanti.

“Indikasi itu sudah ada. Jangan kekerasan dibalas dengan kekerasan, mafia dibalas dengan mafia,” katanya.

Ia berharap, Komisi Disiplin PSSI harus mengusut kasus ini sampai ke akar-akarnya. Jangan sampai, hal ini terulang kembali dalam persepakbolaan Indonesia yang mulai banyak digemari masyarakat.

“Kasus ini harus diusut tuntas, kenapa bisa sampai terjadi. Termasuk yang melatarbelakanginya,” katanya.

Seharusnya, kata dia, PSS Sleman tidak harus melakukan sepak bola gajah seperti itu.

“Semua lawan dalam kompetisi dianggap sama, dan menjunjung tinggi sportivitas. Bola itu bundar, kemenangan ditentukan dalam pertandingan. Bukan sebelum tanding, sudah tahu hasilnya,” katanya.

Sebelumnya PSS Sleman saat menjamu PSIS Sleman di Lapangan Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta beberapa hari lalu, menang dengan skor 3-2.

Namun, gol-gol yang tercipta tersebut dari hasil bunuh diri masing-masing tim.

Atas kemenangan itu, PSS Sleman menjadi juara grup N dengan 14 poin, sementara PSIS Semarang sebagai runner up. Keduanya lolos ke babak semifinal Divisi Utama untuk memperebutkan dua tiket promosi ke kompetisi Indonesia Super League (ISL).

PSS Sleman akan menghadapi Borneo FC, runer up grup P. Sementara, PSIS Semarang akan melawan Martapura FC juara grup P.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain