2 April 2026
Beranda blog Halaman 42225

Pemkot Kupang Komitu Bangun Waduk Kolhua

Kupang, Aktual.co — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Lebu Raya menegaskan komitmen pemerintah untuk membangun Waduk Kolhua, guna penyediaan kebutuhan air baku bagi masyarakat Kota Kupang yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Penegasan tersebut disampaikan Lebu Raya menanggapi pertanyaan wartawan di Kupang, Selasa (11/11) sehubngan dengan rencana pemerintah membangun waduk tersebut pada tahun anggaran 2015 mendatang.

Dia mengakui, hingga saat ini masalah paling krusial yang belum diselesaikan dan menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Kupang yakni, masalah pembebasan lahan milik warga setempat.

“Memang ada masalah lahan, tetapi kita upayakan dalam tahun ini bisa dituntaskan oleh Pemkot Kupang, sehingga pembangunan Waduk Kolhua sudah bisa dimulai,” katanya.

Dia mengataan, untuk Waduk Kolhua, diperkirakan pembangunannya akan dilaksanakan dalam tiga tahun, dengan anggaran sebesar Rp480 miliar yang bersumber dari APBN dan pinjaman luar negeri, yakni dari Pemerintah Tiongkok.

Dia menjelaskan, sesuai rencana Waduk Kolhua, nantinya akan menyiapkan sumber air baku 150 liter per detik, dan juga sebagai sumber air bagi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro, yang akan dilaksanakan oleh PLN.

“Kami sudah bertemu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di Jakarta bebrapa waktu lalu, untuk mebicarakan rencana pembangunan waduk Kolhua dan Waduk Raknamo, yang sudah masuk dalam grand desain Kementerian Pekerjaan Umum,” ujarnya

Waduk Kolhua, tambahnya, akan menampung sekitar tujuh juta meter kubik air dengan luas genangan 81 hekatare. Dengan kapasitas tampung seperti itu, kesulitan air yang dikeluhkan masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya bisa teratasi.

“Kita berharap, masalah lahan bisa diselesaikan, sehingga sumber dana yang sudah ada, akan dialihkan ke daerah lain, yang juga membutuhkan pembangunan waduk,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Naikan Harga BBM Bersubsidi, Jokowi-JK Sakiti Rakyat

Jakarta, Aktual.co — Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla akan menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dalam waktu dekat.
Meski hal itu akan memenyakitkan rakyat, namun pemerintah seakan tidak peduli dan tetap akan menaikan harga BBM bersubsidi dengan alasan ketidak mampuan APBN menopang subsidi BBM, ataupun subsidi BBM tidak tepat sasaran.
Menanggapi hal itu, anggota DPR RI dari fraksi Partai Gerindra Ramson Siagian mengatakan, penaikan harga BBM bersubsidi sebesar Rp 3.000 menyakitkan hati rakyat. Terlebih, saat Jokowi-JK kampanye di Pilpres lalu, keduanya tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi.
“Begitu dilantik yang diekspos justru penaikkan BBM,” kata dia di gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (11/11).
Bekas politikus PDI Perjuangan itu juga menyayangkan wacana penaikan itu. Sebab, wacana penaikan digulirkan saat harga minya mentah dunia sedang turun dari 105 dolar AS perbarel ke arah kurang dari 80 dolar AS.
“Harga minyak mentah dunia di Singapura sekitar 80 dolar AS perbarel, sudah turun kok malah mau dinaikkan,” kata anggota Komisi VII itu.
Lebih menyakitkan lagi, kata dia, pemerintah yang tidak tranparan mengenai harga pokok penjualan BBM tiba-tiba menuduh bahwa rakyat yang mengkonsumsi BBM subsidi telah membakar uang negara sebanyak Rp 714 triliun pertahun.
“Itu itung-itungannya darimana? Gimana? Kan menyakitkan, harus transparan kalau belum diberi masukkan oleh menteri-menterinya jangan beliau mengklaim seperti itu,” kata dia. 

Artikel ini ditulis oleh:

Zulkifli Hasan Penuhi Panggilan KPK terkait Kasus Annas Maamun

Ketua MPR Zulkifli Hasan tiba diGedung KPK memenuhi panggilan Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Selasa (11/11/2014). Zulkifli Hasan akan diperiksa sebagai saksi dengan tersangka tersangka Gubernur Riau nonaktif Annas Maamun dalam kasus alih fungsi lahan perkebunan Hutan Tanaman Indsutri 140 hektar di Riau. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Seleksi Dirut Pertamina Secara Diam-diam, Rini Soemarno Miliki Niat Tak Baik

Jakarta, Aktual.co — Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara mempertanyakan proses seleksi Direktur Utama Pertamina yang dilakukan oleh Menteri BUMN, Rini Soemarno secara diam-diam. 
Dirinya meyakini ada niat tidak baik dari bekas kepala staf rumah transisi Jokowi-JK itu.
“Bila seperti itu, ini kan sudah tanda-tanda niat tidak baik, minimal sudah tak transpran, dan hasilnya bisa bermasalah,” kata Marwan Batubara pada Aktual.co, di Jakarta, Selasa (11/11).
Dirinya berharap siapapun orang yang menjabat sebagai Direktur Utama Pertamina nanti haruslah profesional, memiliki track record yang bagus serta bebas intervensi.
“Orang yang semua kriteria baik yang kita butuhkan (sebagai Ditur BUMN), orangnya profesional dibidangnya, track record bagus, bebas intervensi, bebas KKN (Korupsi Kolusi dan Nepotisme), amanah, apapun yang baik-baik itu harus dimiliki,” kata dia.
Sebelumnya, Menteri BUMN Rini Soemarno dikabarkan telah melakukan tahapan uji fit and proper terhadap para calon Direktur Utama Pertamina dalam beberapa hari terakhir dan masih berlangsung hingga jelang akhir pekan ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Musim Hujan, Pemprov Konsentrasi Bersihkan Sampah di Pintu Air

Jakarta, Aktual.co —Dinas Kebersihan DKI berkonsentrasi mengantisipasi banjir di musim hujan dengan membersihkan sampah di pintu-pintu air.

“Pintu air harus dijaga terus. Yang penting kami fokusnya di sungai yang ada pintu airnya. Sampah yang menumpuk di pintu air tersebut harus cepet-cepet dikeruk biar gak mampet. Itu antisipasinya,” ujar Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Saptastri Ediningtyas di Balaikota DKI, Selasa (11/11).

Tyas sapaan Saptastri mengatakan akan menyiapkan petugas untuk bekerja melakukan pembersihan sungai di pintu air.

Selain itu, untuk memaksimalkan pengerjaan para petugasnya akan berjaga secara bergantian (shift). Tak hanya andalkan petugas dari dinas, kecamatan dan kelurahan juga diminta untuk meminjamkan anggotanya untuk ikut serta dalam pembersihan sungai di pintu air.

“Kalau untuk SDM dan alat saat ini masih akan dimaksimalkan ya, kalau nanti kurang kami akan meminta pihak kecamatan dan kelurahan untuk ikut serta dalam pembersihan,” kata dia.

Dinas Kebersihan DKI juga akan menyiapkan kantung plastik, tempat sampah dan toilet umum jika banjir tersebut mangakibatkan warga harus mengungsi. “Andaikan banjir, kami siapkan toilet untuk warga yang mengungsi, kantung plastik dan tempat sampah.”

Selain itu, ia juga meminta masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan sebagai salah satu bentuk kerjasama dalam upaya pencegahan dan penanggulangan banjir.

“Meskipun sampah kami bersihkan ribuan kali, kalau masih banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan ya sama saja, tidak ada artinya.”

Artikel ini ditulis oleh:

Seniman Pekalongan Pamerkan Pembuatan Batik di Swiss

Jakarta, Aktual.co — Seniman batik Indonesia asal Pekalongan, Sapuan menampilkan pembuatan proses batik pada pentas seni budaya bertajuk “The Beauty of Indonesia” atau Keindahan dari Indonesia di Zurich, Swiss, akhir pekan.
Acara yang digelar Persatuan Indonesia Swiss “Verein Indonesia Schweiz (VIS)” menampilkan Dewa Ruci A man’s Journey to find the meaning of life,” kata Pensosbud KBRI Bren Rizka Desinta, Selasa (11/11).
Menurut Sapuan, jika pada masa kini, orang menggunakan facebook untuk mengekspresikan pengalamannya, aspirasi dan keinginannya, pada masa sebelumnya, masyarakat Jawa mengekspresikannya pada karya batik.
Di balik karya cipta Batik-batik ciptaan Sapuan tersimpan cerita tersendiri yang filosofis.
Batik karya Sapuan tersebut tidak terbatas pada motif-motif yang sudah ada seperti parang rusak atau truntum, kebanyakan karyanya merupakan suatu cerita yang utuh baik kisah legenda ataupun keadaan masa kini dengan permainan warna-warna berani.
Usaha Sapuan yang mendapatkan dukungan dari PT Indosat ini berkembang sehingga mampu memberikan lapangan pekerjaan menaikan taraf hidup masyarakat sekitar terutama wanita dan ibu rumah tangga.
Selain demonstrasi batik juga pameran batik Sapuan, acara “Beauty of Indonesia,” juga menghadirkan persembahan tari Nusantara, tari Gelang Room, dan tari Jaipong.
Acara yang didukung KBRI Bern ditujukan sebagai malam penggalangan dana bagi Yayasan Kesehatan Payudara Jakarta (YKPJ) menampilkan model-model yang berhasil mengatasi penyakit kanker payudara dengan memperagakan koleksi Alleira Batik, Reny Feby Jewellry dan Inafest.
Sebagian dari penjualan tiket masuk dan sumbangan pengunjung disumbangkan kepada yayasan Pita Pink YKPJ untuk meringankan penderita kanker payudara.
Dubes RI untuk Swiss dan Liechtenstein, Linggawaty Hakim, menyampaikan acara kali ini tidak hanya mempromosikan kebudayaan dan produk asal Indonesia, tetapi juga meringankan beban penderita kanker payudara di Indonesia.
Selain itu ia juga mengharapkan acara tersebut akan dapat mempererat hubungan persahabatan dan “people to people contact” antara masyarakat Indonesia dan Swiss.
“The Beauty of Indonesia” dihadiri sekitar 200 pengunjung, yang terdiri dari warga Swiss dan Indonesia.
Selain dihibur dengan penampilan penari dan model penonton juga dibuai dengan “unplugged music” grup AMA Acoustic, yang beranggotakan tiga orang warga Indonesia di Swiss.
Pengunjung juga dapat mengobati rindu akan cita rasa kuliner Indonesia dengan mencicipi hidangan buffet nasi goreng, mie goreng, sate ayam, dan berbagai penganan kecil khas Indonesia.
Selain itu, pihak panitia menyiapkan hadiah door prize berupa satu tiket pp Amsterdam-Jakarta-Amsterdam yang disponsori Garuda Indonesia dan hadiah voucher menginap di hotel Rimba, Jimbaran, Bali, serta hadiah menarik lainnya.
Acara dimotori VIS pimpinan Ersalina Schmidlin menggandeng pengusaha dan desainer asal Indonesia, yang tergabung dalam INAfest.
Di acara ini, mereka membuka bazaar dengan menjual produk khas Indonesia, seperti batik dan aksesoris.
Acara pentas budaya dan malam dana bukan yang pertama kali digelar oleh VIS. Berbagai acara pameran, bazaar dan penampilan kebudayaan berhasil dilaksanakan semenjak berdirinya VIS. VIS merupakan organisasi tertua yang dimiliki komunitas Indonesia dan friends of Indonesia di Swiss, yang berdiri sejak tahun 1969.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain