12 Januari 2026
Beranda blog Halaman 42229

Suporter Garis Keras: Sepak Gola Gajah PSIS Vs PSS Memalukan

Semarang, Aktual.co — Suporter garis keras PSIS Semarang meminta sederasi sepak bola dunia (FIFA) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga turut memeriksa Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) atas insiden sepak bola gajah dalam pertandingan antara PSIS Semarang melawan PSS Sleman. 
Pertandingan itu berakhir dengan skor 3-2 di Sasana Krida Akademi Angkatan Udara, Minggu (26/10). Anehnya, semua gol yang terjadi adalah gol bunuh diri
“PSSI harusnya diperiksa oleh FIFA dan Kemenpora, karena kenapa PSIS dan PSS Sleman (bisa) takut dengan Borneo,” kata  Ketua Kolektif Supporter Semarang Extreme, Doni Kurniawan, di Markas PSIS Semarang, Kamis (30/10).
Meski menilai insiden sepak bola gajah sebagai insiden memalukan, Doni menyayangkan hukuman yang diterima PSIS Semarang dan PSS Sleman dari Komisi Disiplin PSSI.
Menurut Doni, hukuman diskualifikasi dari delapan besar divisi liga utama itu sangat tidak lazim. “Sebagai Supporter Semarang Extreme, lebih sangat terpukul dengan hukuman yang diberikan Komdis kepada PSIS. Hukumannya sangat tidak lazim,” tegas Doni.
Dirinya mendesak manajemen PSIS Semarang mengajukan banding atas hukuman tersebut. “Kami sangat kecewa dan turut terpukul. Kita komunikasi dengan manajemen, semoga ada banding dan kita memenangkan banding itu,” terang Doni.
Seperti diketahui, insiden sepak bola gajah terjadi dalam pertandingan PSIS Semarang melawan PSS Sleman di Sasana Krida Akademi Angkatan Udara pada 26 Oktober lalu. Pertandingan ini menuai kontroversi, karena lima gol yang tercipta antara ke dua klub tersebut lahir dari tendangan bunuh diri.
PSIS mengalahkan PSS Sleman dengan skore akhir 3-2. Pencetak gol bunuh diri dari PSS Sleman adalah Hermawan Putra Jati dan Agus Awank, sedangkan dari PSIS adalah Komaedi dengan mencetak dua gol dan Catur Edi mencetak satu gol. 

BI: Penaikkan BBM Subsidi Sumbang Inflasi 2,31 Persen

Jakarta, Aktual.co —  Kepala Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) Luctor Tapiheru memperkirakan bila kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi Rp3000 per liter akan memberikan sumbangan inflasi Kota Manado sebesar 2,31 persen.

“Kami memperkirakan kenaikan BBM bersubsidi sebesar Rp3.000 per liter maka sumbangan terhadap kenaikan inflasi Kota Manado mencapai 2,31 persen,” kata Luctor di Manado, Kamis (30/10).

Luctor mengatakan dengan asumsi kebijakan berlaku di bulan November, maka inflasi Kota Manado di akhir tahun 2014 diperkirakan akan mencapai 6,2 persen plus minus satu persen secara year on year (YoY).

Inflasi diperkirakan dapat menjadi lebih tinggi karena bertepatan juga dengan perayaan Natal dan Tahun baru, dimana terjadi tekanan permintaan yang cukup besar.

Mencermati hal tersebut, kata Luctor, maka perlu dilakukan berbagai upaya untuk meminimalkan dampak kenaikan harga BBM bersubsidi terhadap inflasi di Kota Manado.

Langkah pertama adalah, meminimalisir kenaikan tarif angkutan darat, kata Luctor, yang merupakan wewenang pemerintah daerah.

Selanjutnya, perlu dipastikan ketersediaan BBM bersubsidi untuk menjaga kelancaran aktivitas perekonomian.

Di sisi lain, katanya, upaya pengendalian tekanan inflasi yang berasal dari non BBM juga perlu terus dilakukan antara lain melalui peningkatan produksi, memperlancar distribusi, mengelola “timing” pasokan pangan dan membangun kerja sama antar daerah dalam penyediaan pangan strategis.

Luctor mengatakan pada bulan Oktorber 2014, inflasi Kota Manado diperkirakan 0,29 persen plus minus satu persen dibandingkan bulan sebelumnya, atau 5,10 persen secara tahunan, sehingga inflasi di akhir tahun diperkirakan 4,29 persen.

“Relatif meningkatnya tekanan inflasi di triwulan IV dibandingkan triwulan III, sesuai dengan pola musiman di akhir tahun yang didorong perayaan Natal dan Tahun Baru,” kata Luctor.

Faktor risiko lain yang dapat menambah tekanan inflasi akhir tahun diantaranya potensi dampak El-nino terhadap produksi pangan, lanjutan kenaikan tarif listrik, serta peningkatan ekspoektasi inflasi seiring isu kenaikan harga BBM bersubsidi sebagaimana tercermin dari Survei Konsumen (SK) BI.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Kalau Ingin Revolusi Mental, Pemerintah Harus Ubah Cara Pandang Persoalan BBM

Jakarta, Aktual.co — Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) hanya berdampak kecil terhadap defisit APBN. Sementara sebenarnya masih ada cara-cara yang lebih cerdas dari sekadar menaikkan harga BBM.
Menurut ekonom senior DR. Rizal Ramli, ada sejumlah pertanyaan penting yang harus dijawab oleh Presiden Joko Widodo dan tim ekonomi di Kabinet Kerja sebelum memutuskan kenaikan harga BBM.
Misalnya, mengapa di saat harga minyak mentah dunia turun dari 110 dolar AS  per barel menjadi 80 dolar AS per barrel, pemerintah mau menaikkan BBM dalam negeri?
“Juga, apakah adil menaikkan BBM tetapi tidak berani memberantas mafia migas yang merugikan negara puluhan trilliun rupiah? Padahal, di masa kampanye lalu, Jokowi kerap mengatakan dirinya akan memberantas segala macam mafia, termsuk mafia migas,” tulis Rizal Ramli lewat akun Twitternya, @ramlirizal.
Kemudian, Rizal Ramli juga mempertanyakan, apakah adil menaikkan harga BBM tapi tidak berani dan tidak bisa menekan biaya cost recovery yang merugikan negara lebih dari Rp 60 trilliun? Apakah adil menaikkan harga BBM, sementara negara membayar subsidi bunga obligasi BLBI Rp 60 trilliun per tahun kepada pemilik bank kaya sampai 20 tahun yang akan datang?
Mantan Menko Perekonomian yang sekarang bertugas sebagai Panel Ahli PBB itu juga bertanya, apakah adil menaikkan harga BBM, sementara pemerintah tidak melakukan langkah konkret membangun fasilitas pengolahan yang dapat mengurangi biaya produksi BBM sebesar 50 persen, plus menyediakan lapangan pekerjaan bagi rakyat.
Rizal Ramli menyinggung tentang kemungkinan kenaikan harga tarif listrik dalam waktu dekat. Untuk hal ini, Rizal Ramli mengatakan, salah urus PT PLN menjadi salah satu sebab penting di balik kenaikan harga tarif listrik itu. Kalau PLN menggunakan batubara sebagai sumber energi pembangkit listri, maka biaya produksi listrik hanya 6 sen per kW. Sementara, PLN merugi karena membeli dan menyewa ratusan diesel yang boros solar sehingga harga produksi listrik naik menjadi 30 sen per kW.
Jadi, Rizal Ramli menyimpulkan, kalau memang ingin melakukan revolusi mental, maka seharusnya pemerintah mengubah cara memandang persoalan BBM. Bukan sekadar melihat persoalan di hilir berupa harga BBM yang dinilai masih dapat dinaikkan.
Tetapi, juga melihat ke persoalan hulu yang berkaitan dengan penyebab krisis BBM di dalam negeri. Empat persoalan utama di sektor minyak dan gas, sebutnya lagi, pertama mafia migas yang berpraktik dengan bebas, diikuti KKN di kalangan pengusaha yang mendapatkan hak khusus dengan anasir di dalam tubuh pemerintahan yang memiliki bentukan kepentingan dengan kebijakan umum di sektor migas. Penyebab keempat, sambungnya adalah cost recovery BBM.

Survei: BBM Naik, Jokowi Aktor Utama yang Paling Disalahkan

Jakarta, Aktual.co — Penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi salah satu ujian pertama bagi Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Akan tetapi, menurut survei yang dilakukan oleh  Lingkaran Survei Indonesia (LSI), jika harga BBM bersubsidi dinaikkan, maka Jokowi menjadi tokoh yang paling disalahkan oleh publik. Presiden, Jokowi akan menjadi sasaran kekecewaan rakyat, terutama rakyat kelas ekonomi menengah ke bawah.
“Sebesar 51,20 persen publik akan menyalahkan Presiden Jokowi sebagai aktor yang bertanggung jawab atas penaikan harga BBM. Hanya 32,40 persen yang menyalahkan DPR,” kata anggota tim riset LSI, Rully Akbar, Kamis (30/10).
Bahkan, kata Rully, dukungan terhadap Jokowi akan merosot tajam karena pada saat Pemilu Presiden 2014 yang lalu, masyarakat “wong cilik” merupakan basis utama pendukung Jokowi.
Jokowi, kata dia, harus mempunyai opsi B untuk mengantisipasi kekecewaan masyarakat. Jokowi, kata Rully, harus membuat suatu kebijakan yang populer agar masyarakat tidak merasa terbebani akibat penaikan BBM.
“Kebijakan populis lain harus segera diimplementasikan, misalnya saja Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Pintar. Jadi, masyarakat tahu subsidinya ke mana,” kata Rully.
Survei ini dilakukan melalui quick poll pada 27-28 Oktober 2014. Survei ini menggunakan metode multistage random sampling dengan 1.200 respons dan margin of error kurang lebih 2,9 persen. Survei dilaksanakan di 33 provinsi di Indonesia.
LSI juga melengkapi survei dengan penelitian kualitatif dengan metode analisis media, FGD, dan in depth interview.
Pemerintah dipastikan akan menaikkan harga BBM sebelum 1 Januari 2015. Saat ini, pemerintah tengah mengkaji program perlindungan sosial yang tepat sasaran sebagai kompensasi atas kenaikan harga BBM bersubsidi itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Rekonsiliasi KMP dan KIH untuk Amandemen UU Pro Asing

Semarang, Aktual.co — Pernyataan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu yang akan meninjau ulang produk konstitusi sebuah upaya rekonsiliasi politik. Ini dilakukan juga untuk meredam ketegangan antara Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat.
Menurut pihaknya, sebetulnya kedua koalisi tidak ada perbedaan platform lewat substansi produk hukum. Kedua kubu memiliki kesamaan platform dalam segala bidang yang bertujuan untuk menuju Indonesia lebih baik.
“Statemen Menhan mengkaji ulang produk UUD 45 untuk merekonsiliasi politik. Keduanya itu bisa ada komunikasi untuk mencairkan ketegangan,” ujar dia saat dihubungi Aktual.co dari Semarang, Kamis (30/10).
Menurut dia, statement Menhan tersebut bisa membantah kecurigaan pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla disetting kekuasaan asing.
Lanjut dia, bila upaya Menhan itu terealisasi dan disambut positif lewat lobi-lobi politik di MPR dan DPR, maka kubu Jokowi-JK akan membuktikan pemerintahannya tidak ada kepentingan asing. Menurut dia, hal itu menjadi kesempatan Presiden Jokowi-JK untuk menyampaikan hal yang tidak kepada KMP.
Untuk itu, Menhan harus dapat melakukan langkah-langkah rekonsiliasi politik melalui pengkajian produk-produk hukum, sehingga ada parameter dan kriteria  yang tidak bertentangan dengan UUD 45. Sehingga ada parameter.
“Kedua kubu secara bersama-sama melakukan analisis produk-produk UU. Dan selanjutnya dikonsultasikan bersama MPR dan DPR untuk disetujui oleh Presiden,” terang dia.

Rupiah Kembali Melemah 52 Poin ke Level Rp12.134

Jakarta, Aktual.co — Nilai tukar Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta bergerak melemah sebesar 52 poin menjadi Rp12.134 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp12.082 per dolar AS.

Analis Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan bahwa mata uang dolar AS melanjutkan penguatannya terhadap rupiah sejak tadi pagi.

“Penguatan dolar AS tadi pagi cukup memberikan sentimen negatif bagi rupiah pada hari ini (Kamis, 30/10),” katanya di Jakarta, Kamis (30/10).

Menurut dia, sentimen yang mendorong dolar AS menguat yakni setelah bank sentral AS (the Fed) meyakini pemulihan ekonomi AS akan berlanjut seiring dengan perbaikan kondisi sektor tenaga kerja AS.

“Kondisi itu membuat pasar khawatir dengan potensi kenaikan suku bunga the Fed (Fed rate) yang lebih cepat dari seharusnya pada tahun 2015,” katanya.

Meski demikian, menurut dia, beredarnya wacana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebelum 1 Januari 2015 dapat mengurangi kekhawatiran investor atas defisit neraca transaksi berjalan Indonesia.

“Namun, investor mungkin akan tetap bersikap ‘wait and see’ menanti data ekonomi Indonesia yang sedianya akan diumumkan pada awal 3 November mendatang yang dapat memberikan petunjuk lebih lanjut atas kondisi perekonomian Indonesia,” katanya.

Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Kamis (30/10) mencatat nilai tukar rupiah bergerak melemah menjadi Rp12.165 dibandingkan hari sebelumnya (29/10) sebesar Rp12.163.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain