2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 42260

Tertibkan PKL dan Parkir Liar di Monas, Ahok Libatkan TNI

Jakarta, Aktual.co —Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melibatkan personel TNI untuk mengamankan kawasan Monas terkait masalah penertiban pedagang kaki lima dan parkir liar.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan kalau kesiapan TNI untuk memberi bantuan disampaikan langsung oleh Pangkostrad Letjen TNI Mulyono saat mereka bertemu di Mabes Kostrad, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat.
Namun Ahok mengatakan kalau bantuan dari TNI hanya bantuan standar saja. Meskipun dia tidak menjelaskan secara jelas apa yang dimaksud ‘standar’ tersebut.
“Ya standar aja sih pengamanan dari Polisi-TNI,” ujar Ahok di Balaikota DKI, Selasa (28/10).
Selain dari TNI, kata Ahok, bantuan juga diberikan oleh Kepolisian. 
Terkait bantuan tersebut, Ahok membantah kalau itu merupakan dampak dari kurangnya jumlah personel Satpol untuk mengamankan kawasan Monas. 
Dia juga tidak mau menjelaskan secara lebih detail mengenai teknis rencana penambahan kekuatan pengamanan Monas tersebut. 
Ahok malah mengatakan kalau untuk detail mengenai urusan itu ditanyakan saja langsung kepada Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Monas Rini Hariyani.
“Dia yang tau dan dia yang akan atur juga,” ujarnya.
Sebagai informasi, Senin lalu (27/10), Ahok mengadakan pertemuan tertutup dengan Pangkostrad Letjen TNI Mulyono di Mabes Kostrad, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat. 
Mereka membahas beberapa topik di mana salah satunya mengenai pengamanan kawasan Monas. 
Ahok mengatakan, Mulyono siap untuk membantu pengamanan kawasan tersebut dari beberapa masalah, seperti PKL dan parkir liar.
“Saya cerita soal Monas, sudah beres, sudah oke sekarang. (Pak Mulyono) dukung penuh untuk bantu amankan, termasuk dari PKL semua,” ujar Ahok. 

Artikel ini ditulis oleh:

Pencetak Gol Bunuh: Itu Gol Kesalahan Saya

Jakarta, Aktual.co — Pencetak gol bunuh diri kedua dari klub PSS Sleman, Agus Setiawan, bersumpah bahwa gol tersebut bukan rekayasa. Ditegaskan Agus bahwa gol itu murni kesalahan dirinya.

“Sama sekali tidak ada unsur kesengajaan. Kalau sengaja, sama aja bunuh karir sendiri. Toh saya kasih makan anak sama istri dari sepakbola,” kata Agus Setiawan kepada Aktual.co di sekretariat PSSI, Senayan, Jakarta, Selasa (28/10).

Lebih lanjut dikatakan Setiawan, bahwa timnya juga emosi ketika melihat pola permainan yang diperagakan oleh Laskar Mahesa Jenar (julukan PSIS Semarang). Agus Setiawan beralasan bahwa, yang seharusnya dianggap mencederai filosofi ‘fair play’ adalah PSIS Semarang.

“Saya geram liat mainnya PSIS. Selama 80 menit mereka main di daerah sendiri. Kami sudah pancing tapi mereka tetap nggak mau rebut bola,” ungkap Setiawan.

Karena ulahnya tersebut, Agus Setiwan harus rela dipanggil oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI untuk mengklarifikasi perihal gol bunuh dirinya pada Selasa (28/10).

Artikel ini ditulis oleh:

Suharno Minta Arema dan SP Junjung Sportifitas

Padang, Aktual.co — Pelatih Arema Cronus, Suharno, mengharapkan dalam pertandingan perebutan tiket semifinal melawan Semen Padang FC, yang akan berlangsung di Stadion Haji Agus Salim, Kota Padang, Rabu (27/10) besok, kedua tim harus sama-sama bermain sportif.

“Kami harapkan, siapapun pun yang menang-kalah, baik Arema maupun Semen Padang, dapat sportif dan menerima. Jangan terulang lagi kejadian seperti pada Persipura lalu,” katanya di Padang, Selasa (28/10)

Menurutnya, Kabau Sirah dan Singo Edan, sama-sama ingin menang. Pasalnya, ini merupakan pertarungan hidup dan mati antara keduanya.

“Disini, Arema pingin menang, begitu juga Semen Padang. Jadi, kami harapkan kita bisa sama-sama menerima, baik kalah maupun menang,” jelasnya.

Untuk merealisasikannya, Suharno mengaku, sudah menekankan kepada anak asuhnya agar dapat bermain secara sportif. “Pastinya, sebelum terbang kesini (Padang), kita sudah clear kan terhadap anak-anak supaya bermain sportif,” terangnya.

Selain itu, terkait pemain, Suharno mengaku seluruh pemainnya siap tempur. “Untuk pemain yang terkena akumulasi kartu tidak ada. Jadi, semua pemain sudah siap tempur,” tuturnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Ini Komposisi Pimpinan Komisi dan Alat Kelengkapan Dewan

Jakarta, Aktual.co — Jelang pemilihan pimpinan komisi dan alat kelengkapan dewan (AKD), Wakil Ketua DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Fadli Zon menjelaskan jika dirinya akan memimpin sidang pemilihan yang membawahi komisi I, II, III, Baleg dan BKSAP.

“Ya, dibagi sesuai koornya. Saya kan ketua polhukam. Komisi I, II, III. Baleg dan BKSP,” ucap dia, di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (28/10).

Ketika ditanya lebih lanjut, fraksi gerindra akan menempati posisi pimpinan komisi apa saja? Wakil Ketua Partai Gerindra itu menempatkan kadernya di komisi IV, VII, dan Baleg.

“Kita rencananya simulasi. Komisi IV pak Edhy Prabowo kita rencanakan, komisi VII pak Kardaya Warnika, dan Baleg pak Muzani. Dan kalau ada komisi V ada pak Fary Djemi Francis,” beber Fadli.

Lebih lanjut, Fadli pun tidak menampik komposisi pimpinan Partai Golkar menyebut jika pimpinan komisi II akan diisi oleh Rambe Kamarul Zaman, dan Komisi III diisi oleh Azis Syamsuddin.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Komdis PSSI Belum Jatuhkan Sanksi Pada PSS Sleman

Jakarta, Aktual.co — General Manager PSS Sleman, Supardjiono, mengungkapkan jika Komisi Disiplin (Komdis) PSSI belum menjatuhkan sanksi kepada klubnya, terkait ‘sepakbola gajah’ yang diperagakan ketika Elang Jawa (julukan PSS Sleman) melakoni laga babak delapan besar kompetisi DU melawan PSIS Semarang pada Minggu (26/10).

Pada Selasa (28/10), dua klub yang mempopulerkan ‘sepakbola gajah’ di Indonesia, PSS Sleman dan PSIS Semarang, harus menjalani sidang yang digelar oleh Komdis PSSI, di sekretariat PSSI, Senayan, Jakarta.

Sebelumnya, Komdis PSSI menilai bahwa laga yang mempertemukan kedua klub itu telah mencederai semangat ‘fair play’.

Dikatakan Supardjiono, jika Komdis PSSI masih harus melakukan pendalaman fakta atas kejadian paling memalukan di sepanjang karir sepakbola di Indonesia.

Selain itu, Supardjiono juga mengatakan bahwa dalam sidang tersebut, pihaknya diberikan beberapa pertanyaan. Salah satu pertanyaan yang dilontarkan oleh Komdis adalah bagaimana proses gol bunuh diri tersebut.

“Komdis belum memutuskan sanksinya. Mungkin nanti setelah PSIS dipanggil,” ungkap Supardjiono kepada wartawan di sekretariat PSSI, Senayan, Jakarta, Selasa (28/10).

“Iya kami jawab apa adanya, bahwa tidak ada rekayasa. Itu murni luapan emosi pemain,” tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan Supardjiono, jika pihaknya berharap hukuman yang diberikan nanti bisa secara adil diterima, baik untuk klub maupun untuk pemain.

Dia menegaskan, bahwasanya apa yang terjadi bukan karena ada kompromi antara kedua tim.

“Mudah-mudahan hanya peringtan secara tertulis. Saya tegaskan, dari awal kami siap untuk ‘fight’,” tutup Supardjiono.

Artikel ini ditulis oleh:

Perusahaan Pelayaran Dirampok, 2 Kg Emas Melayang

Surabaya, Aktual.co — Sebuah perusahaan forwarding dan pelayaran di jalan Perak Barat nomor 203, menjadi korban enam perampok bersenjata api (bersenpi).

Kendati perusahaan milik Tio Ali Candra yang bernama PT. Andalan Pasific Samudra (PT. APS) ini ditempati empat orang karyawannya, namun kawanan perampok berhasil brankas yang berisi 2 Kg emas serta barang berharga lainnya.

Pasalnya, sebelum menguras harta benda didalam kantor, para perampok menyekap keempat karyawan tersebut di dalam pos penjagaan.

Perampokan ini berlangsung sekitar pukul 02.30 Wib hingga 03.39 Wib. Keenam perampok beraksi menggunakan sebuah mobil Xenia. Perampok masuk PT. APS melalui jalan Teluk Amurang Selatan nomor 14 – 16 (bagian belakang kantor). Bagian belakang kantor ini merupakan tempat pos penjagaan sekaligus tempat parkir semua kendaraan karyawan.

Pagar belakang kantor yang hanya setinggi mobil (sekitar 2 meter) itu dengan mudah dilompati tiga perampok. Sedangkan dua perampok memantau keadaan diluar pagar. Sementara satu perampok menunggu didalam mobil.

“Tiba-tiba saya disergap tiga orang yang langsung menodongkan pistol kearah saya. Kemudian saya dilakban dibagian mata dan mulut. Sedangkan tangan saya diikat dengan tali,” tutur Eko Suterto, satpam kantor kepada petugas, Selasa (28/10).

Eko melanjutkan, setelah dirinya disekap, rekannya Wido Siswoko yang berada dilantai atas kantor akhirnya menghampirinya ke lantai bawah. Namun, sejurus kemudian, para perampok juga melumpuhkan Wido dan mengikatnya.

“Sementara kedua rekan Eko dan Wido yang masih di lantai atas kantor juga menyusul diikat oleh perampok saat keduanya tertidur. Kedua karyawan bagian sopir itu bernama Subur dan Yafet Maala. Keempat karyawan ini akhirnya dibawa perampok ke pos penjagaan, kemuadian di lakban dan diikat jadi satu,” beber Kasubag Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKP Lily Djafar.

AKP Lily Djafar juga menjelaskan, para perampok berhasil membawa kabur brankas yang berisi emas 2 Kg, uang tunai dalam bentuk rupiah dan dolar serta surat surat berharga seperti sertifikat. Para perampok juga membawa kabur 2 motor karyawan, yaitu Yamaha Vega L 5629 CB dan Honda Beat S 4138 LX. Bahkan uang milik karyawan sebanyak Rp. 3.015.000.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain