17 April 2026
Beranda blog Halaman 42300

Dishub DKI: Awal Desember Kendaraan Masuk Thamrin Dibatasi

Jakarta, Aktual.co —Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membatasi jumlah kendaraan yang melintas di sepanjang jalan MH Thamrin hingga Medan Merdeka Barat mulai awal Desember.
“Nanti kami berlakukan khusus sepeda motor, mulai dari Bundaran HI, MH Thamrin, hingga jalan Medan Merdeka Barat,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Muhammad Akbar, Senin (10/11).
Menurut dia, pemberlakuan peraturan tersebut juga telah dibahas dalam rapat internal antara Plt Gubernur DKI, Dinas Perhubungan, dan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.
Pemberlakuan peraturan tersebut masih dalam tahap uji coba, dan kemudian akan dilakukan evaluasi setelah satu bulan untuk menentukan apakah peraturan tersebut akan dilanjutkan atau tidak.
Menurut Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Bakharuddin Muhammad Syah, penerapan regulasi tersebut merupakan upaya untuk mengurangi lonjakan kendaraan di jalan raya.
“Perkembangan jalan raya hanya 0,1 persen tiap tahun, sedangkan kendaraan hampir 12 persen. Ini kan sudah tidak sinkron,” katanya ketika ditemui di Gedung Balai Kota DKI Jakarta, Senin.
Pemilihan ruas jalan dari Bundaran HI hingga Medan Merdeka Barat terkait juga dengan mudahnya akses kendaraan umum yang melewati jalan tersebut.
“Kami uji coba dahulu di ruas jalan itu karena banyaknya kendaraan umum, bahkan busway bisa lewat setiap menit. Sehingga yang menggunakan angkutan umum tidak perlu khawatir,” kata Akbar menambahkan.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Obama Undang Jokowi ke Amerika Serikat

Jakarta, Aktual.co — Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengundang Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk berkunjung ke Washington guna membahas lebih jauh peluang-peluang kerja sama kedua negara.
Undangan itu disampaikan oleh Obama dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Jokowi di sela-sela pertemuan puncak Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Beijing, Tiongkok, Senin (10/11) sore.
“Saya senang sekali bertemu dengan bapak presiden dan saya harap kita bisa memperkuat hubungan kerja sama dan pribadi,” katanya.
Obama juga menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan Presiden Jokowi pada 20 Oktober.
Sementara itu Presiden Jokowi mengucapkan terima kasih atas kehadiran Menlu Amerika Serikat John Kerry dalam acara pelantikannya.
Obama bukan satu-satunya kepala pemerintahan yang mengundang Presiden Jokowi untuk berkunjung ke negaranya.
Presiden Vietnam Truong Tan Sang dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Jokowi juga menyampaikan undangannya.
Ia berharap Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Joko Widodo dapat melawat ke Vietnam dalam waktu dekat.
Dihari ketiga kunjungan kerjanya ke Beijing, Presiden melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping, PM Tiongkok Li Keqiang, PM Jepang Shinzo Abe, Presiden AS Barack Obama, Presiden Vietnam Truong Tan Sang dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Artikel ini ditulis oleh:

Evan Dimas Akan Bermain dari Menit Awal Lawan Timor Leste

Jakarta, Aktual.co — Asisten Tim Nasional Senior Indonesia, Widodo C. Putro, mengatakan bahwa mantan pemain Timnas U-19 Indonesia, Evan Dimas Darmono memiliki peluang untuk turun sejak menit awal laga uji coba melawan Timor Leste di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (11/11).

Kesempatan yang dimiliki oleh mantan kapten tim Garuda Jaya itu didapat setelah absennya beberapa pilar timnas senior seperti Firman Utina dan Irfan Bachdim.

Firman Utina sendiri, masih absen setelah memperkuat klubnya, Persib Bandung di partai final Indonesia Super League (ISL), Jumat (7/11). Sementara Irfan Bachdim masih beluh fit dari cedera yang dialami ketika pertandingan timnas senior beberapa waktu lalu.

“Kalau melihat peluang, semua sama. Evan memang punya peluang besar karena beberapa pemain belum bisa tampil. Misalnya Irfan sehingga bisa diisi Evan. Tapi, masih menunggu keputusan Alfred Riedl,” kata Widodo, di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (10/11).

Jika benar-benar diturunkan, Kata Widodo, pertandingan melawan Timor Leste itu, akan menjadi laga debut pemain yang selama ini lebih dikenal sebagai punggawa timnas U-19, bersama timnas senior.

Pertadningan uji coba ini, sebagai persiapan menuju Piala AFF 2014 nanti.

Artikel ini ditulis oleh:

Keberhasilan Reformasi Birokrasi, Berikut Ukuran Kemenpan dan RB

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) menggunakan sembilan ukuran untuk dapat menilai keberhasilan reformasi birokrasi di instansi pemerintah.
“Pertama adalah tidak ada anggaran negara yang dikorupsi dan setiap pemakaiannya dapat dipertanggungjawabkan dengan baik,” kata Deputi Reformasi Birokrasi Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kemenpan-RB Muhammad Yusuf Ateh di Jakarta, Senin (10/11).
Menurut dia, saat ini mekanisme penggunaan anggaran sudah sangat ketat dan kecil peluang untuk dapat melakukan korupsi.
“Pemerintah telah menggunakan sistem “at cost” atau dibayar sesuai kebutuhan sehingga kemungkinan terjadinya penyelewengan lebih kecil,” kata dia.
Selain itu, lanjut dia, ketatnya pemeriksaan yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) membuat penggunaan anggaran menjadi lebih transparan.
Berikutnya, ukuran keberhasilan reformasi birokrasi adalah tidak adanya pelanggaran dan pemberian sanksi kepada aparatur negara.
Dalam hal ini, Muhammad Yusuf mengatakan perlu adanya undang-undang khusus yang mengatur tentang pengawasan internal pemerintah guna memperkuat pengawasan.
Selama ini pengawasan internal sudah ada, namun belum berjalan efisien sehingga perlu diperkuat melalui undang-undang agar payung hukumnya lebih kuat, kata dia.
Kemudian penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) berjalan dengan baik dan tepat sasaran.
Selanjutnya, semua perizinan yang diajukan masyarakat selesai dengan cepat serta penggunaan jam kerja yang efektif dan produktif pada jajaran aparatur negara.
Selain itu juga perlu pemberian penghargaan bagi yang berprestasi dan sanksi bagi yang melanggar aturan, kata dia.
Ia menambahkan jika semua itu berjalan dengan baik maka hasil pembangunan akan terlihat nyata ditandai dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, terbukanya lapangan kerja, pengurangan kemiskinan dan meningkatnya kesejahteraan rakyat.

Artikel ini ditulis oleh:

Rinaldi Firmansyah Kandidat Dirut Pertamina, KSPMI akan Pertanyakan ke Menteri BUMN

Jakarta, Aktual.co — Konfederasi Serikat Pekerja Migas Indonesia (KSPMI) mengatakan tidak mengenal dengan calon Dirut Pertamina yang berlatar belakang Dirut Terlkom, Rinaldi Firmansyah.
Presiden KSPMI, Faisal Yusra mengatakan jika tidak punya track record tentang dia. Akan tetapi, pihaknya bakal menanyakan alasan Renaldy masuk dalam bursa calon Dirut Pertamina.
“Kami tidak kenal sama dia, jadi pekerja migas kami hanya bisa melihat dari apa yang dilakukan di migas, aspek berhubungan dengan migas, kami tidak punya track record dia. Dan kami juga ingin tau apa sebtulnya alasan dia menjadi salah satu calon,” ucap dia, di komplek parlemen, Jakarta, Senin (10/11).
Ia pun menuturkan bahwa kandidat calon yang digadangkan terkuat itu oleh Menteri BUMN, Rini Soemarno itu, bukan orang yang punya keberhasilan dalam memimpin sebuah perusahaan. Pasalnya, PT Telkom selama ini tidak berkembang dengan baik.
“Kita harus tau bahwa Telkom itu 60-70 persen itu adalah keuntungan dan keberhasilan dari telkomsel. Jadi kalau bicaa Telkom, itu duduk manis saja, karena pusat keuntungan merka adalah Telkomsel. Jadi, kalau mau bicara soal hebat seharusnya telkomsel itu,” ucap dia.
Sementara itu dalam kesempatan yang berbeda, Politisi PDI Perjuangan, Effendi Simbolon mengatakan bahwa untuk seorang Dirut Pertamina itu, harus memiliki ideologi Trisakti.
“Kita berharap di sektor yang menyangkut kebijkan publik strategis ini harusnya (diisi orang) benar- benar berlandaskaan ideologi Trisakti,” kata dia, di komplek parlemen, Jakarta, Senin (10/11).

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Komisi X Minta Menpora Dorong Industri Olahraga

Jakarta, Aktual.co — Komisi X DPR RI meminta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) untuk mendorong industri olahraga di Indonesia, karena dapat membuka peluang tenaga kerja baru dan menguntungkan pemerintah.

“Terlebih industri olahraga bisa berdampak pada pariwisata olahraga yang tentu efeknya menguntungkan pemerintah,” ujar Pimpinan Komisi X DPR RI, Ridwan Hisjam saat rapat dengar pendapat umum dengan sejumlah tokoh olahraga di Jakarta, Senin (10/11).

Menurut dia, salah satu peluang dalam pariwisata olahraga yang bisa dikembangkan di Indonesia yakni olahraga laut.

“Sektor laut menjadi potensi, mengingat Indonesia memiliki laut luas dan indah. Pemerintah saat ini juga tengah konsentrasi di bidang kemaritiman sehingga bisa berkesinambungan,” katanya.

Dengan majunya industri olahraga, pihaknya berharap olahraga di Indonesia tidak lagi mengandalkan dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), karena sudah bisa hidup sendiri.

“Justru ke depan, dari sektor ini pemerintah mendapat masukan pajak. Dengan demikian, olahraga tidak akan membebani pemerintah, malah olahraga membantu pemerintah,” kata legislator asal Malang, Jawa Timur, tersebut.

Selain membahas industri olahraga, pertemuan tersebut juga mendengarkan sejumlah masukan dari tokoh-tokoh, yakni Anton Sanjoyo, Tommy Apriantono dan Hasan Abdul Gani.

Dalam kesempatan itu, Hasani Abdul Gani memberi masukan agar DPR RI melakukan reformasi izin keramaian polisi tentang Juklak Kapolri: juklak/28/VII/1991, yang dinilainya sangat memberatkan pelaksana olahraga karena biaya untuk polisi lebih besar daripada biaya pelaksanaannya.

Sedangkan, tokoh lainnya, Anton Sanjoyo mengharapkan DPR RI mendorong pemerintah sampai dengan pemerintah di tingkat daerah menyiapkan ruang terbuka hijau untuk olahraga, bahkan pusat olahraga seperti Gelora Bung Karno di Jakarta.

Tidak itu saja, prestasi atlet Indonesia saat ini menjadi sorotan dan dianggap sulit mencapai puncak akibat tidak adanya persiapan awal di jenjang sekolah, mulai tingkat dasar, menengah hingga perguruan tinggi.

Di samping itu, adanya pembajakan-pembajakan atlet antarprovinsi dalam rangka Pekan Olahraga Nasional (PON) dinilai hanya membuat prestasi di seputar lokal saja, bukan di tingkat Asia Tenggara atau bahkan Asia.

Mewakili Komisi X, Ridwan Hisjam mengaku segera berkoordinasi dan membicarakannya dengan kementerian terkait demi kemajuan olahraga Indonesia.

“Secepatnya kami berdiskusi dengan Menpora Imam Nahrawi, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan, serta Menteri Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi M. Nasir,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain