18 April 2026
Beranda blog Halaman 42301

FPKB Pertanyakan Kesepakatan KMP-KIH yang Dilontarkan Pramono Anung

Jakarta, Aktual.co — Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPR RI meminta politikus senior PDIP Pramono Anung menjelaskan hasil kesepakatan antara partai-partai anggota Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH).
Anggota FPKB DPR RI Daniel Johan di Jakarta, mengungkapkan bahwa PKB sampai saat ini belum mengetahui secara detail apa yang menjadi kesepakatan antara KMP dan KIH sebagaimana disebutkan Pramono dalam akun Twitternya, Sabtu (8/11).
“PKB berharap hasil tersebut dapat segera dikomunikasikan dan dikonsultasikan ke ketua umum dan ketua fraksi terkait agar keputusan itu dapat segera menjadi keputusan bersama yang bersifat final,” ucap Daniel, Senin (10/11).
Wakil Sekjen DPP PKB itu berharap kesepakatan dapat segera tercapai secara final dan tidak ada lagi dualisme kepemimpinan di DPR, sehingga para anggota dewan dapat segera bekerja mengawal politik anggaran, legislasi, dan pengawasan.
Daniel menegaskan, sikap PKB dalam merumuskan kesepakatan konsisten dengan hasil musyawarah dan mufakat para ketua umum bersama ketua dan sekretaris kelima fraksi anggota KIH, yaitu PDIP, PKB, NasDem, Hanura, dan PPP, bahwa Alat Kelengkapan Dewan harus proporsional.
Menurut dia, ada dua hal yang melandasi sikap PKB itu. Pertama, DPR bukan tanpa kewajiban dan tanggung jawab kepada rakyat sebagai konstituen, dan DPR memiliki kewajiban untuk mengawal aspirasi dan memenuhi janji dan cita-cita politik sesuai dengan ideologi masing-masing partai.
“Hal itu dapat dilakukan salah satunya melalui mekanisme keterwakilan dalam Alat Kelengkapan Dewan, mengingat 70 juta suara rakyat yang terwakilkan di dalam lima fraksi bukan tanpa makna,” tukasnya.
Kedua, kata Daniel, di dalam Pasal 98 UU MD3 disebutkan bahwa segala keputusan dan kesimpulan rapat kerja komisi bersifat mengikat dan wajib dilaksanakan pemerintah. Bila pemerintah tidak melaksanakan, maka komisi dapat mengusulkan hak interpelasi, hak angket, dan hak menyatakan pendapat atau mengajukan pertanyaan.
“Keterwakilan proporsional di Alat Kelengkapan Dewan menjadi penting untuk menjaga stabilitas pemerintahan. Untuk itu asas proporsionalitas ini bukan merupakan urusan bagi-bagi kedudukan tetapi sebagai upaya mengamankan dua hal substansi tersebut,” sambung Daniel.
Sebelumnya, Pramono Anung melalui akun Twitternya @pramonoanung menyebut jika perseteruan antara kubu KMP dan KIH telah selesai dengan penyelesaian yang saling menghormati.
Menurut mantan wakil ketua DPR ini, perseteruan KMP dan KIH diselesaikan dalam sebuah pertemuan yang dihadiri Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Radjasa, Wakil Ketua DPR/Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon, Ketua MPR/Wakil Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Fraksi Partai Golkar Ade Komarudin, dan Ketua Fraksi PDI Perjuangan Olly Dondokambey.

Artikel ini ditulis oleh:

PB Wushu Harus Rebutan untuk Latihan di GBK

Jakarta, Aktual.co — Cabang Olahraga (Cabor) Wushu Indonesia, mengaku masih berebutan untuk melakukan latihan di komplek Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Pasalnya, mereka harus bergantian dengan cabor lain untuk melakukan latihan.

Dikatakan Sekretaris Jenderal PB Wushu, Iwan Kwok, untuk melakukan latihan, pihaknya juga menyewa tempat kepada pengurus GBK.

Dengan bergantian melakukan latihan itu, pihak PB Wushu, kata Iwan, mengalami kesulitan untuk melakukan penjadwalan tepat.

“Selain mengganggu jadwal latihan, sistem sewa tempat di GBK ini juga membuat kami kesulitan menyimpan alat-alat latihan dan panggung milik PB wushu,” ujarnya di Jakarta, Senin (10/11).

Menurut dia, hall di pintu 8 GBK terbilang kecil, selain itu sistem sewa per jam yang dikenakan oleh pihak GBK sedikit banyaknya juga mempengaruhi rutinitas latihan bagi para atlet wushu.

“GBK merupakan tempat latihan yang strategis sehingga diharapkan bisa memprioritaskan cabang olahraga mana yang membutuhkan tempat latihan, apalagi cabang yang tempat latihannya berada di luar Jakarta,” tambahnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Warga Aceh Utara Tewas Dibacok

Banda Aceh, Aktual.co — Pemuda asal Desa Babah Geudubang, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Syahrul (30), Minggu (9/11) sekitar pukul 22.00 WIB, ditemukan tewas bersimbah darah di belakang rumah warga dengan luka bacok di bagian punggung dan kepalanya. Diduga kuat korban dihabisi dengan menggunakan parang. Namun, motif pembunuhan itu sampai sekarang masih dalam proses penyelidikan polisi.
Informasi yang diperoleh Aktual.co, sebelum ditemukan jenazah pria dengan kondisi mengenaskan, warga sempat mendengar ada warga yang berteriak menyebutkan Syahrul dikejar seorang warga dengan menggunakan parang. Namun, warga tidak mengetahui siapa yang mengejar korban saat itu, karena kondisi gelap.
Kepala Desa Babah Geudubang, M Nasir menyebutkan korban tewas itu ditemukan di belakang rumah Zainal Abidin (35) warga setempat. Namun, warga tak berani mendekat, setelah itu warga melaporkan kasus itu ke polisi. “Zainal juga mengetahui dari warga lain bahwa ada korban tewas di rumahnya,” ujar M Nasir.
Disebutkan, jenazah korban dibawa ke puskesmas untuk divisum lalu baru dibawa pulang ke rumah duka. “Tadi pagi (10/11) korban sudah dikebumikan keluarganya di desa setempat. “Selama ini korban tinggal di rumah saudaranya di Desa Reudep setelah dua bulan lalu pulang merantau ke Padang. Korban jarang di kampung, karena suka merantau,” katanya.
Namun, warga tidak mengetahui penyebab korban dibacok, karena selama ini tidak berselisih paham dengan pemuda lain. “Informasi yang berhembus ada persoalan dengan sepupunya, dan sekarang sepupunya sudah meninggalkan desa itu. Tapi kami juga tidak tau apakah benar atau tidaknya,” terang M Nasir.
Sementara itu, Kapolres Aceh Utara AKBP Gatot Sujono menyebutkan barang bukti yang baru diamankan pakain korban yang berlumuran darah. Sedangkan parang kemungkinan dibuang atau dibawa kabur bersama pelaku. 
“Polisi sekarang terus berupaya menyelidiki pelaku, meskipun ada yang dicurigai, tapi polisi belum bisa memastikannya, karena pria yang curigai tersebut sudah kabur. Kemungkinan besar korban dibacok dari belakang,” pungkas AKBP Gatot.
 

Kenakan Seragam Jadul Gaya 45, Satlantas Lumajang Peringati Hari Pahlawan

Lumajang, Aktual.co – Ada yang unik dari penampilan personil Satlantas Polres Lumajang saat bertugas, Senin (10/11). Mereka diwajibkan mengenakan pakaian seragam jaman dulu (Jadul) ala pejuang kemerdekaan 1945 saat bertugas.

Rata-rata para personel Polri yang bertugas menjaga tertib berlalu lintas itu, menggunakan celana tiga perempat mirip celana pejuang tempo doeloe. Bahkan, baju yang dikenakan pun lain dari biasanya.

Perubahan penampilan personel kepolisian ini mengundang perhatian saat mereka mengamankan jalur lalu lintas di Jl. Alun-Alun Utara, saat Upacara Peringatan Hari Pahlawan yang dipimpin Drs H As’at Malik, M.Ag, Wakil Bupati Lumajang.

Perubahan tampilan “wajah” personel Polri hari ini, menurut Kasatlantas Polres Lumajang, AKP Samirin, adalah instruksi Dirlantas Polda Jatim, khusus untuk memperingati Hari Pahlawan 10 November.  

“Sebenarnya tidak hanya personel yang bertugas mengatur lalu lintas di jalan ini saja yang mengenakan pakaian seragam jadul ala pejuang kemerdekaan ini. Karena, personel yang melakukan pelayanan di Samsat juga mengenakan pakaian yang sama,” katanya.

Untuk menyiapkan baju pejuang ini, diakui Samirin, bukan pekerjaan mudah. Terbukti, dia harus pontang-panting meminjam semua pakaian itu dari Komunitas Sepeda Antik atau KOSTI.

“Saya pinjam seragam ini dari teman-teman di KOSTI. Tapi nanti saya akan menjahitkan pakaian seperti ini. Karena nampaknya ini bakal rutin setiap tahun diperlukan, paling tidak punya sendiri,” ungkap Samirin.

Makna penggunaan pakaian ala pejuang ini, menurut Kasatlantas Polres Lumajang, untuk mengobarkan kembali semangat para pejuang tempo doeloe. Sehingga generasi muda masa kini pun termotivasi untuk menjadi pahlawan bagi masyarakat dilingkungan.

“Menjadi pahlawan tidak hanya berjuang melawan penjajah saja. (Bisa juga) Tidak menganggu aktivitas pengguna jalan lain yang membahayakan jiwa. Tidak kebut-kebutan juga merupakan pahlawan dalam bentuk lain,” imbuhnya.

Samirin menuturkan, sehari sebelumnya pun Satlantas Polres Lumajang mengelar konvoi keliling, Konvoi yang melibatkan berbagai komunitas motor ini diikuti 350 orang yang wajib mengenakan baju pahlawan.

Artikel ini ditulis oleh:

Kelompok Radikal Mesir Nyatakan Patuh Pada ISIS

Jakarta, Aktual.co — Kelompok paling radikal di Mesir, Ansar Beit al-Maqdis, menyatakan kepatuhan terhadap organisasi teroris Daulah Islam (ISIS) melalui rekaman yang diunggah di media sosial Twitter Senin (10/11).
“Kami menyatakan kesetiaan terhadap Ibrahim Ibnu Awad…untuk mendengar dan patuh,” kata rekaman audio yang merujuk pada nama lain pemimpin Daulah Islam, Abu Bakr al-Baghdadi.
Ansar Beit al-Maqdis adalah kelompok yang bertanggung jawab atas rangkaian kekerasan yang terjadi di Semenanjung Sinai yang menewaskan sejumlah anggota kepolisian dan militer Mesir sejak mantan presiden Muhammad Moursi digulingkan pada Juli tahun lalu.
Sebelumnya mereka sempat menyampaikan dukungan untuk Daulah Islam namun tidak pernah menyatakan kepatuhan. Bahkan kelompok tersebut membantah kabar mengenai hal sama pada pecan lalu.
Juru bicara kementerian dalam negeri, Hany Abdul Latif, mengatakan, bahwa pernyataan kepatuhan itu tidak akan mengubah kebijakan Mesir dalam memerangi terorisme.
“Mereka adalah kelompok yang sama dengan nama berbeda,” kata Latif.
Ansar Beit al-Maqdis, yang secara harfiah berarti Pejuang Yerusalem, terbentuk pada masa kevakuman keamanan pasca-turunnya mantan presiden Husni Mubarok di tengah gelombang Kebangkitan Arab tahun 2011.
Kelompok tersebut telah melakukan serangan terhadap Israel dan juga terhadap pasukan keamanan Mesir.
Mereka mengaku ingin menegakkan hukum Islam dan membalas dendam atas kematian sesama gerilyawan yang tewas oleh militer Mesir.

Puluhan Veteran Demo Tolak Penggusuran

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co — Sebanyak 60 orang yang tergabung dalam aksi keluarga Veteran melakukan aksi demo menolak untuk meninggalkan rumah dan lahan yang akan diambil oleh salah satu instansi pemerintah.

“Kami sudah puluhan tahun tinggal di sini dan jika kami harus diusir dari tempat tinggal kemana lagi kami harus berteduh,” kata salah seorang janda pejuang 45, Soetarti, di Jakarta, Senin (10/11).

Ia mengatakan rumah dan lahan yang di tempati selama ini di daerah Jalan Cipinang Jaya Jakarta Timur, dianggap milik salah satu instansi pemerintahan.

Bukan itu saja, 60 keluarga veteran pejuang 45 ini diberikan batas waktu selama enam bulan untuk segeranya mengosongkan rumah dan lahan yang ada di lokasi tersebut.

“Rumah itu merupakan peninggalan dari suami saya, yang diberikan oleh pemerintah atas jasa perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia,” tuturnya sambil berurai air mata di Hari Pahlawan 10 November.

Aksi demo tersebut juga menyampaikan harapan kepada pemerintah Jokowi agar memperhatikan kesejahteraan keluarga para pejuang yang telah dengan ihklas mengorban jiwa raganya untuk bangsa ini dan diminta untuk mengatasi permasalahan yang saat ini dihadapi.

Selain itu juga, pemerintah diminta untuk memperhatikan pendidikan, kesehatan, kesejahteraan para keluarga pejuang karena banyak cucu-cucu para pejuang yang tidak sekolah disebabkan terhalang biaya pendidikan.

Demo para Veteran dan keluarga pejuang 45 ini dilakukan di Gedung Joang 45 Jakarta Pusat, diikuti sekitar seratus lebih massa.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain