18 April 2026
Beranda blog Halaman 42304

Mabes Polri Kirim Sample DNA Dua WNI Yang Dibunuh di Hongkong

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co — Mabes Polri telah mengirimkan sampel DNA atau data antem mortem dua WNI, yakni Sumarti Ningsih dan Seneng Mujiasih yang dibunuh di Hong Kong beberapa waktu lalu. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Ronny F Sompie mengatakan, data tersebut akan dikirim melalui Kementerian Luar Negeri Indonesia.
“Petugas tidak berangkat hanya melalui Kemenlu. Teknologi kan sudah canggih, ketika dikirim, dipaskan ya sudah sama, dan bisa dipercaya,” kata Ronny di Mabes Polri, Senin (10/11).
Terkait waktu pemulangan dua jenazah WNI, Ronny mengaku belum mengetahui teknis hal tersebut.
Sebelumnya, Polri telah mengambil data antem mortem dari keluarga korban di Cilacap, Jawa Tengah dan Muna, Sulawesi Tenggara melalui tim Disaster Victim Investigation (DVI) Polri.
Pihak kepolisian Hong Kong telah menahan seorang pria warga negara Inggris bernama Rurik Jutting (29), Sabtu (1/11) lalu. Ia diduga telah melakukan pembunuhan terhadap dua perempuan asal Indonesia, bernama Sumarti Ningsih dan Jesse Lorena Ruri yang belakangan diketahui bernama asli Seneng Mujiasih.
Jutting merupakan bankir di Bank of America Marrill Lynch. Di dalam apartemen miliknya di Distrik Wan Chai, Hong Kong, ditemukan seorang perempuan dengan luka akibat pisau di leher yang kemudian tidak tertolong lagi.
Beberapa waktu kemudian, tubuh Sumarti dalam keadaan terpotong ditemukan di dalam koper di balkon apartemen tersebut. Namun, hingga Polisi masih belum mengetahui perihal profesi kedua perempuan tersebut di Hong Kong.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Ini Alasan Mabes Polri Rehabilitasi Tessy

Jakarta, Aktual.co — Mabes Polri menyatakan komedian Kabul Basuki alias Tessy hanyalah korban penyalahgunaan narkoba. Oleh karenanya, komedian Srimulat ini direhabilitasi.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Ronny F Sompie mengatakan, proses rehabilitasi itu pun, sesuai dengan prioritas utama Badan Narkotika Nasional (BNN), bahwa penyembuhan lebih dikedepankan daripada penindakan.
“Saya lihat Tessy itu penyalahguna,”kata Ronny F Sompie di Mabes Polri, Jakarta, Senin (10/11).
Menurut Ronny, meski artis terkenal Tessy tak ada bedanya dengan korban penyalahgunaan narkoba lain sehingga perlu mendapatkan penyembuhan.
“Harusnya direhab kalau bicara visi BNN untuk merehabilitasi pengguna,”sambung Ronny.
Proses rehabilitasi sendiri, kata Ronny tak perlu menunggu putusan pengadilan. Rehabilitasi sendiri dinilai lebih efektif menyelesaikan permasalahan narkoba ketimbang penindakan yang hanya akan membuat penjara penuh.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

PSSI dan PT LI Diminta Serius Selesaikan Masalah Sepakbola Nasional

Jakarta, Aktual.co — Rampungnya kompetisi Indonesia Super League (ISL), menyisakan banyak kenangan baik positif maupun negatif. Permasalahan antar suporter fanatik dari berbagai klub peserta ISL menjadi sorotan utama insan sepakbola di tanah air.

Seperti dikatakan mantan Manajer Olahraga klub Persija Jakarta, IGK Manila, kerusuhan yang dilakukan oleh suporter klub hingga pertikaian antar suporter, menjadi pekerjaan rumah yang harus diantisipasi oleh PT Liga Indonesia (PT LI) selaku operator kompetisi ISL dan PSSI sebagai pengontrol jalannya turnamen ISL.

“Euforia boleh, tapi esensi sepakbola sebagai penyatu bangsa harus tetap diperjuangkan. Itu jadi masalah di kompetisi ISL sekarang. Jadi PSSI dan PT LI harus memperbaiki hal itu,” kata Manila ketika dihubungi Aktual.co, Senin (10/11).

Seperti diketahui, pertikaian antara The Jakmania (pendukung Persija) dengan Viking yang merupakan suporter dari Persib Bandung, menjadi masalah utama yang harus diselesaikan.

Menurut mayjen TNI AD itu, jika PSSI dan PT LI tidak bisa menghilangkan atau paling tidak meredam permasalah itu, kepemimpinan dua lembaga tersebut dirasa telah gagal.

“Kemana peran PSSI dan PT LI? Masalah The Jak dengan Viking saja tidak selesai. Itu bisa jadi pemicu masalah-masalah lainnya,” sesalnya.

Oleh sebab itu, Manila mengajak seluruh stake holder (pemangku kepentingan), untuk bisa duduk bersama menyelesaikan persoalan yang telah mengakar ini.

“Mari kita sama-sama merenung, berembuk untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada di kompetisi profesional Indonesia,” himbaunya.

Artikel ini ditulis oleh:

Tolak Kenaikan BBM, HMI Lumajang Bentrok Dengan Aparat

Lumajang, Aktual.co  –  Akibat dihalangi membakar ban bekas, unjuk rasa 20 anggota HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) Lumajang menolak rencana kenaikan BBM, berakhir bentrok dengan polisi dan satpol PP.

Untuk menyampaikan aspirasi menolak rencana pemerintah pusat menaikkan harga BBM akhir bulan November ini. Ke-20 anggota HMI ini berunjuk rasa di depan kantor DPRD Lumajang. Untuk itu, polisi sejak awal meminta mereka agar tidak membakar ban di jalan raya Wonorejo, Lumajang tersebut. Namun karena pengunjuk rasa tetap ngotot untuk membakar ban bekas, para petugas pun ganti terpaksa mengambil ban bekas tersebut. Alhasil terjadi aksi saling dorong.

Atas sikap aparat yang menghalangi pembakaran ban bekas itu dikecam para pengunjuk rasa, karena dianggap menghambat penyampaian pendapat mereka  “Kami tidak terima dengan perlakuan aparat terhadap kami. Kami hanya mau menyampaikan aspirasi saja. Tidak perlu ditangani dengan cara seperti ini,” kata Danar Indrakusuma, Ketua HMI Komisariat Lumajang.

Aksi saling dorong ini berakhir, begitu polisi berhasil merebut ban bekas yang hendak dibakar. Dalam aksi saling dorong itu, seorang mahasiswi pengunjuk rasa sempat terjatuh dan nyaris terinjak-injak.

Sebelum bentrok, para mahasiswa berorasi meminta DPRD Lumajang menyampaikan aspirasi mereka menolak kenaikan harga BBM kepada DPR RI. Para pengunjuk rasa akhirnya ditemui oleh Wakil Ketua DPRD Lumajang Sugiyantoko. Sugiyantoko yang berjanji siap menyampaikan aspirasi para mahasiswa ini. Guna memastikan penyampaian aspirasi itu, para mahasiswa hari itu pula ikut menyaksikan langsung pengiriman faximili ke DPR RI dari kantor DPRD Lumajang..

Usai mengirimkan faximili tadi, para pengunjuk rasa pun meninggalkan kantor DPRD seraya mengacungkan berbagai poster penolakan kenaikan harga BBM. Mereka juga sempat melakukan aksi teatrikal yang berintikan pesan bahwa kenaikan harga BBM hanya menambah kesengsaraan rakyat Indonesia.

Artikel ini ditulis oleh:

Candi Prambanan Jadi Saksi Lahirnya Muslimah Berprestasi Dari Seluruh Dunia

Jakarta, Aktual.co — Ajang tahunan World Muslimah Award 2014 sudah memasukin tahun keempatnya di tahun ini. Rencananya akan memilih lokasi Candi Prambanan sebagai saksi lahirnya muslimah yang berprestasi. Yogyakarta menyambut baik ajang yang melibatkan puluhan negara ini, menurut Menurut Founder sekaligus CEO World Muslimah Foundation, Eka Shanty.
Sebelumnya World Muslimah Awards hanya menghadirkan 20 finalis dari 7 negara. Sedangkan tahun ini, menurut Eka, acara tersebut diikuti 25 finalis dari 15 negara, yakni Tunisia, Palestina, Mesir, Brunei, India, Bangladesh, Nigeria, Inggris, Jerman, AS, Kanada, Trinidad, Singapura, Malaysia, dan Indonesia. 
Eka Shanty mengatakan bahwa, “”Luar biasa, saya sangat apresiasi, mulai dari Sultan menyiapkan begitu luar biasa, kami diberikan bukan hanya fasilitas, tetapi juga sponsor bukan hanya dari government, tetapi juga komunitas, relawan dari universitas juga ikut mendukung acara. Grand final sendiri di Candi Prambanan sekitar tanggal 22 November 2014,”
Ajang ini juga bertujuan mengangkat Yogyakarta sebagai tempat wisata indah di Indonesia. “Mereka juga gegap gempita menyambut ini karena ini satu inspirasi baru. Yogya justru mendapatkan kesempatan banyak untuk mengeksposnya bukan hanya tujuan wisata untuk global, tetapi juga tujuan wisata bagi muslim travellers,” lanjutnya. 
Ia sangat bersyukur bahwa acara ini begitu sangat mendapat dukungan dari banyak pihak di antaranya, pemerintah pusat dengan koordinasi kementerian luar negeri dan imigrasi dan masih banyak lagi. Dikutip dari dream, Senin (10/11).

Ketua MPR Minta Diperiksa KPK Besok

Jakarta, Aktual.co — Ketua MPR, Zulkifli Hasan, Senin (10/11) tidak bisa hadir dalam pemeriksaan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Politisi PAN itu mengaku, ketidakhadirannya lantaran ikut menjadi cerdas cermat dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Oleh sebab itu, dirinya meminta dijadwalkan ulang pemeriksaannya. “Besok jam 10. hari ini tadi pagi menjadi irup (inspektur upacara) di KRI Banda Aceh, siang acara cerdas cermat dengan Wapres di MPR,” ujar dia, ketika dihubungi Aktual.co, Senin (10/11).
Sebelumnya, juru bicara KPK Johan Budi juga mengatakan hal serupa.
“Zulkifli Hasan sudah konfirmasi di jadwal rencananya jadwal ulang. Jadi ternyata karena ada acara yang sama di MPR jadi Pak Zulkifli minta di reschedjule,” kata Johan Budi pada jumpa pers di gedung KPK, Jakarta, Senin (10/11).
Zulkifli dipanggil KPK terkait kasus suap pengajuan revisi alih fungsi hutan Riau tahun 2014 kepada Kemenhut.
Selain Zulkifli, Direktur Jenderal Planologi Kemenhut Bambang Supijanto juga dipanggil KPK. Zulkifli dan Bambang akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus tersebut. Keduanya bakal diminta kesaksiannya untuk tersangka Annas Maamun, Gubernur Riau Nonaktif.
Zulkifli akan dimintai keterangannya sesuai dengan kapasitasnya sebagai menteri kehutanan pada masa itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain