3 Januari 2026
Beranda blog Halaman 42389

KPK Benarkan Ada Tahanan Yang Masukan Telepon Genggam ke Rutan

Jakarta, Aktual.co —  Juru Bicara sekaligus Deputi Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi membenarkan adanya sidak yang diadakan oleh pihaknya pekan lalu di rumah tahanan (rutan) guntur dan rutan KPK, Jumat (24/10).

“Pekan lalu ada sidak, terus ditemukan HP (Hand Phone) di ruangan tahanan,” kata Johan lewat pesan singkat kepada wartawan.

Menurut Johan, telepon genggam yang ditemukan di rutan (rumah tahanan) tersebut berasal dari pengunjung yang menyisipkan hp itu ketika berkunjung ke rutan.

Ia mengatakan, setelah adanya penemuan barang-barang yang disisipkan itu, tindak lanjut dari KPK adalah
memperketat kunjungan.

Sebelumnya, penasihat hukum mantan Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Syahrul Raja Sempurnajaya, Eko Prananto mengatakan Bonaran dan Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan kedapatan menyimpan
handphone di dalam kamar tahanan.

Eko menyatakan sanksi yang diberikan kepada Bonaran karena memiliki handphone di dalam kamar tahanan adalah tidak boleh dikunjungi keluarga selama sebulan.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Selasa, DPR Balas Surat Presiden Jokowi

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengatakan, surat pertimbangan struktur kabinet yang dikirim oleh Presiden Joko Widodo ke DPR akan segera dibalas.
Fadli yang juga Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu mengatakan, DPR akan memberikan surat balasan pada pekan depan, yakni Senin (27/10) atau, Selasa (28/10).
“Surat itu tengah kita bahas. Dari presiden tentang enam kementerian, penggabungan dan pemisahan. Karena alat kelengkapan dewan belum terbentuk, kita akan rapatkan. Dalam dua hari ini akan kami sampaikan. Senin atau Selasa-lah,” kata Fadli di Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Jumat (24/10). (Baca: Belum Umumkan Kabinet, Presiden Jokowi Salahkan DPR)
Sebelumnya,  Presiden Jokowi memberikan alasan mengapa dirinya hingga saat ini belum mengumumkan susunan kabinetnya.
Menurut Presiden Jokowi, hal itu lantaran DPR belum memberikan pertimbangan terkait nomenklatur enam kementerian yang akan dipisah dan digabung dalam kabinetnya. Dia bahkan mengaku sudah mendesak DPR untuk segera memberikan jawaban. 
“Kita sudah minta Dewan (DPR) untuk memberikan pertimbangan secepatnya,” kata Presiden Jokowi.

Artikel ini ditulis oleh:

Ditjen Migas: Kontrak CBM Baru Berjalan 20 Persen

Jakarta, Aktual.co — Direktorat Jenderal Minyak dan Gas menyebut bahwa dari 54 kontrak kerjasama produksi gas metana dan batu bara (CBM), hanya sekitar 20 persen yang berjalan. Maka dari itu, Pemerintah melakukan amandemen terhadap kontrak kerjasama.

Menurut Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Naryanto Wagimin, berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan pemerintah, pengembangan CBM tidak dapat diperlakukan sama seperti minyak dan gas bumi lantaran karakteristiknya yang berbeda.

“Perlu diberlakukan amandemen kontrak atas kontak yang telah ditandatangani. Amandemen kontrak ini hanya berlaku bagi KKKS CBM, yang telah melaksanakan komitmen berupa pengeboran dan analisa,” kata Naryanto di Jakarta, Jumat (24/10).

Dikatakannya, amandemen tersebut meliputi tidak diberlakukannya mekanisme masa eksplorasi maupun produksi, serta diberikannya kemudahan dalam melakukan eksplorasi, terkait menambah jumlah sumur.

“Produksi CBM itu paralel dengan jumlah sumur. Semakin banyak sumurnya, produksi juga meningkat. Perlu diberikan kemudahan untuk menambah sumur. Dari jumlah 54 kontrak, 20 persen di antaranya telah melaksanakan komitmen. Cuma memang arahnya belum jelas. Ini yang akan kita dorong,” ungkap Naryanto.

Tak hanya itu, lanjut dia, kendala lapangan lain yang juga dihadapi terkait sulit untuk mempertahankan konsistensi produksi gas yang telah keluar. Karena pada awal pengeboran, produksi gas CBM rata-rata cukup tinggi yaitu 0,8 MMSCFD. Namun, setelah didiamkan beberapa lama, turun menjadi 0,1 MMSCFD. Indikasi penyebab penurunan inipun, masih dalam tahap penelitian lebih lanjut. Sedangkan, mengenai ketersediaan rig, pada saat ini tidak terlalu menjadi kendala.Karena telah tersedia rig khusus CBM yang harganya tidak semahal rig migas.

Sementara itu, hal lain yang juga menjadi pemicu adalah karakter batubara Indonesia setelah dewatering, yang ternyata menjadi hancur sehingga menyumbat pompa.Akan tetapi, pihak SKK Migas berdalih telah melakukan pembenahan dengan mencari pompa yang sesuai.Agar tidak lagi menghambat keluarnya gas CBM. “Saat ini kami sedang mencari pompa yang sesuai sehingga tidak lagi menghambat keluarnya gas CBM,” tambahnya.

Hingga saat ini, telah ditandatangani 54 kontrak kerja sama CBM. Cadangan CBM Indonesia diperkirakan sebesar 453 TCF.

“CBM Indonesia berada di cekungan Sumatera Selatan (183 TCF), Barito (101,6 TCF), Kutei (89,4 TCF) dan Sumatera Tengah (52,5 TCF) untuk kategori high prospective. Cekungan Tarakan Utara (17,5 TCF), Berau (8,4 TCF), Ombilin (0,5 TCF), Pasir/Asam-Asam (3,0 TCF) dan Jatibarang (0,8) memiliki kategori medium. Sedangkan cekungan Sulawesi (2,0 TCF) dan Bengkulu (3,6 TCF) berkategori low prospective,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Jokowi Belum Umumkan Kabinet, Fadli Zon: Kita Beri Waktu

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon memaklumi langkah Presiden Joko Widodo yang berhati-hati dalam menyusun kabinet pemerintahan. Menurutnya, penyusunan kabinet memang tidak boleh gegabah demi terjaminnya program pemerintah.
“Saya kira tidak ada masalah. Saya kira perlu kehati-hatian. Lebih bagus biar lambat asal selamat,” kata Fadli di Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Jumat (24/10).
Menurut Fadli, Presiden memiliki hak prerogatif untuk menentukan kabinet ideal. Jokowi memang punya waktu 14 hari sejak dilantik sebagai presiden untuk memfinalisasi kabinet. 
“Jangan lupa, chief eksekutif adalah presiden, bukan wakil presiden. Masih ada waktu untuk bentuk kabinet. Kita beri waktu sesuai koridor yang ada. Saya kira rakyat ingin melihat keseriusan presiden,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wapres JK: Bukan Berarti Pemerintahan Tak Jalan, Kan Ada Sekjen dan Dirjen Kementerian

Jakarta, Aktual.co — Wakil Presiden Jusuf Kalla membantah jika pemerintahan tidak berjalan mengingat sampai sekarang masih belum diumumkan nama-nama menteri sekalipun demikian Presiden Joko Widodo akan secepat mungkin menyampaikan susunan kabinet dalam waktu dekat.
“Kan ada sekjen dan dirjen di kementerian. Jadi bukan berarti pemerintahan tak jalan. nanti mereka han lapor ke menteri,” kata Jusuf Kalla kepada pers di Kantor Wapres Jakarta, Jumat (24/10).
Sudah lima hari ini Presiden Joko Widodo belum mengumumkan susunan kabinet yang telah ditunggu masyarakat dan pasar.
JK mengatakan, tidak ada istilah “auto pilot” dalam pemerintahan sekarang ini sekalipun susunan kabinet belum diumumkan.
“Tapi yang pasti secepatnya akan segera diumumkan. Bisa hari ini atau besok,” kata Wapres.
Dia kembali mengatakan pengumuman susunan kabinet tak bisa dilakukan secepat mungkin karena harus dilakukan dengan hati-hati untuk memilih calon menteri mengingat mereka akan menjalankan tugas selama lima tahun ke depan.
“Kita harus bisa memilih menteri yang bebas masalah dan kredibel. Jangan sampai memilih menteri yang ternyata bermasalah tapi harus profesional sehingga harus hati-hati,” katanya.
Menurut Wapres, seluruh calon menteri disaring dengan ketat dan namanya dimasukkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan setelah diperiksa menjadi bahan pertimbangan bagi Presiden Joko Widodo untuk bisa dipilih menjadi menteri atau tidak.
Dikatakan Wapres JK, pemilihan menteri sesuai dengan kemampuan dan tidak mendapat tanda merah dari KPK serta tidak melihat faktor usia.
“Siapa bilang menteri harus memiliki kriteria di bawah usia 60 tahun. Gak ada itu,” kata wapres.

Artikel ini ditulis oleh:

Anies Baswedan Dipanggil Presiden Jokowi

Jakarta, Aktual.co — Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan mendatangi Istana Negara, Jakarta, Jumat (24/10), untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo.
Anies yang tiba di Istana Jokowi mengakui kalau kedatangannya hanya memenuhi undangan dari Presiden Jokowi.
Bekas peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat itu mengaku belum mengetahui apakah dirinya akan menjadi menteri dalam kabinet Jokowi-Jusuf Kalla.
“Belum tahu kalau itu.”
Meski tak mengetahui soal tawaran menteri, dia seperti malu untuk mengakui bahwa sebelumnya Jokowi sempat menghubunginya lewat telepon.
“Ya, kalau itu tidak usah dibuka,” kata Anies.
Anies adalah tamu ketiga Jokowi hari ini. Sebelum Anies, sudah lebih dulu datang, yakni mantan Ketua Tim Transisi Rini Soemarno dan mantan Deputi Tim Transisi Andi Widjojanto.
Anies adalah salah salah satu Deputi Tim Transisi. Saat kampanye Pilpres lalu, ia ditunjuk sebagai juru bicara pasangan Jokowi-Jusuf Kalla. 

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain