3 Januari 2026
Beranda blog Halaman 42391

IPW Harap Menkominfo dari Orang Profesional

Jakarta, Aktual.co — Indonesia Police Wacth (IPW) yang mengingatkan presiden menempat posisi menteri komunikasi dan informasi (Menkominfo) diisi oleh orang profesional.
“Posisi Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) hendaknya tidak lagi diisi oleh orang partai, tapi diisi oleh figur profesional,” kata Ketua Presidium IPW, Neta S Pane dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat (24/10).
Sehingga, kata dia, punya ketegasan dan keberanian untuk memblok dan menutup berbagai situs maupun media sosial kalangan teroris, baik di dalam maupun dari luar negeri.
Masih kata Neta, saejauh ini IPW menilai ancaman terorisme di era pemerintahan Presiden Jokowi masih cukup tinggi. Apalagi pada pemerintahan Presiden SBY, Menkominfo tidak bersikap tegas untuk menutup tuntas berbagai situs dan media sosial kalangan teroris.
“Akibatnya, para teroris bisa dengan bebas mensosialisasikan misi, ajaran, dan gerakannya. Para teroris juga bisa dengan bebas membangkitkan emosional kalangan muda untuk kemudian mengajak mereka bergabung,” seru dia.
“Situs teroris juga bebas memaparkan cara-cara membuat bom atau bahan peledak lainnya,” tambahnya.
Untuk itu, Neta menegaskan Menkominfo nantinya, harus mau dan mampu memblok semua situs dan media sosial kalangan teroris.
Lalu instansi pemerintah, seperti Imigrasi, Bea Cukai dan lainnya harus terus menerus berkordinasi dengan BNPT, Polri, dan institusi intelijen.
“Antisipasi maksimal ini sangat perlu dilakukan mengingat ada ratusan pemuda Indonesia yang saat ini bergabung dengan ISIS di jazirah Arab dan setiap saat mereka bisa pulang ke Indonesia untuk menebar sikap radikalnya,” tandas Neta.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Ekonomi Korea Selatan Tumbuh 3,2 Persen di Kuartal III-2014

Jakarta, Aktual.co —  Perekonomian Korea Selatan pada kuartal ketiga 2014 tercatat mengalami pertumbuhan ketika pengeluaran publik dan konsumsi meningkat sehingga mendorong Presiden Park Geun Hye untuk terus meningkatkan ekonomi dengan stimulus fiskal dan keuangan.

Berdasarkan keterangan resmi Bank Sentral Korea pada Jumat (24/10), Gross domestic product naik 0,9 persen di kuartal yang berakhir September. Sementara jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya ekonomi Korea Selatan telah tumbuh sebesar 3,2 persen.

Sedangkan konsumsi swasta naik 1,1 persen di periode April-Juni usai turun 0,3 persen dimana sebelumnya pengeluaran pemerintah naik 2,2 persen.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Choi Kyung Hwan mengatakan bahwa akan menggunakan 31 triliun won stimulus tahun ini dan mengusulkan rekor stimulus 376 triliun won tahun depan. Demikian dilansir CNBC, Jumat 24 Oktober 2014.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Kadin: Kabinet Jokowi Molor Bikin Investor Resah

Jakarta, Aktual.co — Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menilai penundaan pengumuman Kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla membuat pasar menjadi resah.

“Pengusaha ini butuh kepastian, butuh regulasi. Tapi kementerian belum punya nakhoda, belum tahu siapa bosnya,” kata Ketua Komite Tetap Bidang Infrastruktur Kadin Vera Febyanthy di Jakarta, ditulis Aktual Jumat (24/10).

Menurut Vera, jika pengumuman terus ditunda bukan tidak mungkin akan menurunkan kepercayaan investor atau pun pengusaha kepada pemerintah.

“Ketika dilantik ‘kan investor sudah mendapatkan kepastian, jangan sampai kepercayaan pengusaha akan luntur karena masih ‘wait and see’, belum berani mengeluarkan kebijakan apapun,” katanya.

Mantan Anggota Komisi XI DPR itu menjelaskan sistem kerja pengusaha berbeda dengan pemerintah, bisnis pengusaha bisa berhenti untuk sementara waktu.

“Seminggu itu terlalu lama bagi pengusaha, bisnis mereka ‘kan harus jalan terus. Dua hari saja sudah membuat pengusaha dan investor resah,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Kadin DIY Jajaki Kerjasama dengan AS

Jakarta, Aktual.co — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Daerah Istimewa Yogyakarta akan menjajaki kerja sama dengan United States Commercial Service dalam rangka memperluas akses ekspor di Amerika Serikat.

“Kalau kita bicara mengenai akses pasar di Amerika, kerja sama itu penting, meskipun masih penjajakan,” kata Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY, HR Gonang Djuliastono seusai pertemuan bisnis bertajuk “Doing Business With The U.S.A” di Yogyakarta, dikutip Jumat (24/10).

Gonang mengatakan dalam memperluas akses pasar di berbagai negara, Kadin DIY telah menjalin hubungan dengan negara lain baik berupa kerja sama, atau masih bersifat penjajakan antara lain dengan Saudi Arabia, Brunei Darussalam, serta China.

Menurut Gonang, dengan semakin banyak menjalin hubungan dengan negara lain, pengusaha di Indonesia akan mengetahui hal apa saja yang dibutuhkan negara yang bersangkutan, sehingga mampu disesuaikan dengan produk yang akan diekspor. Upaya itu menurut dia penting khususnya untuk menghadapi berlakunya kesepakatan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.

“Dengan menambah pertemanan dengan pemerintah maupun pengusaha dari negara lain, kita akan semakin banyak memperoleh pengetahuan dan informasi yang dapat dijadikan sebagai peluang,” kata dia.

Amerika Serikat, menurut dia, masih menjadi peluang pasar ekspor yang bagus, meskipun dampak krisis finansial di negara Paman Sam tersebut masih terasa.

“Sejak krisis itu, volume ekspor ke Amerika memang turun, tapi tidak masalah karena pasarnya masih potensial,” kata dia.

Sementara itu, Commercial Attache US Commercial Service, Andrew Billard mengatakan pemahaman akan kebutuhan kedua belah pihak sangat penting.

“Kami mengetahui budaya Indonesia sehingga kami tahu apa yang dibutuhkan masyarakat di sini,” kata dia.

Sebaliknya pemahaman tersebut, menurut dia, juga perlu diperkuat oleh pengusaha-pengusaha di Indonesia agar produk yang ditawarkan sesuai dengan standar, selera atau kebutuhan masyarakat Amerika Serikat.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

IHSG Dibuka Turun, Rupiah Merangkak Naik

Jakarta, Aktual.co — Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka turun 5,22 poin atau 0,10 persen menjadi 5.098,29 dan kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak melemah 1,30 poin (0,15 persen) menjadi 866,41.

Mengawali perdagangan hari ini, sebanyak 87 saham menguat, 43 saham melemah, dan 64 saham stagnan. Tercatat transaksi sebesar Rp284,62 miliar dari 271,82 juta lembar saham diperdagangkan.

Sedangkan nilai tukar rupiah Jumat (24/10) pagi bergerak menguat sebesar 23 poin menjadi Rp12.030 dibanding hari sebelumnya di posisi Rp12.053 per dolar AS.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Didominasi Laut, BI Sulit Edarkan Ruiah Baru di Pesisir

Jakarta, Aktual.co — Bank Indonesia (BI) kesulitan mengedarkan lembaran uang rupiah baru dan menyosialisasikan kebijakan penggunaan mata uang rupiah di daerah pesisir Indonesia, karena sulitnya transportasi ke daerah kepulauan.

“Kepulauan Riau menjadi tantangan buat kami karena 96 persen laut dan empat persen darat. Tantangannya kami harus melakukan distribusi ke Natuna, Pulau Subi, Anambas dan Lingga,” Kepala Kantor BI Kepri Gusti Raizal Eka Putra di Batam, ditulis Aktual Jumat (24/10).

Ia mengatakan BI menyiasati sulitnya peredaran rupiah baru ke pesisir dengan mengadakan kas keliling yang rutin melayani kebutuhan rupiah layak edar ke masyarakat.

Selain itu, BI Kepri bekerja sama dengan perbankan lain membuka kas titipan di Tanjungpinang.

“Kas titipan ini cukup membantu, sehingga perbankan di Tanjungpinang tidak perlu susah mengambil uang di Batam,” kata dia.

Senada dengan Gusti Raizal, Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Lambok Antonius Siahaan, mengatakan pihaknya kesulitan mengedarkan rupiah ke pulau-pulau di Kepri karena susah menjangkau daerah itu.

Padahal, BI harus memastikan uang yang berputar di masyarakat masih layak edar.

“Kami harus terus mempunyai terobosan. Selama ini kami sudah bekerja sama dengan AL, Polair untuk mencapai wilayah yang banyak pulau seperti Kepulauan Seribu dan Kepri. Terutama di daerah yang tidak semua dapat dilayani oleh ATM,” kata dia.

Ia mengatakan uang yang beredar di seluruh Indonesia saat ini mencapai Rp470 triliun hingga Rp480 triliun. Uang sebanyak itu harus terus diawasi, termasuk untuk menjaga kondisinya agar tetap layak edar.

“Kami menyadari uang yang beredar dalam jumlah yang sangat besar. Makanya upaya kantor perwakilan BI di daerah sangat penting untuk mengedarkan uang ke wilayah yang tidak terjangkau,” kata dia.

BI mengajak masyarakat untuk menghargai rupiah dengan menjaga kondisinya, antara lain dengan tidak melipat, tidak mencoret dan selalu menyimpan uang dalam dompet.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain