17 April 2026
Beranda blog Halaman 42394

Tono Suratman Minta KONI DKI Segera Gelar Musprovlub

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Tono Suratman, meminta kepada pengurus KONI DKI, untuk segera melakukan Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub). Ini dilakukan untuk mencari Ketua KONI DKI yang baru.

Seperti diketahui, Ketua KONI DKI, Winny Erwindia, telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung RI, atas dugaan korupsi pengadaan pesawat latih. Sehingga, dengan ditetapkannya Winny Erwindia, maka pucuk pimpinan di KONI DKI, praktis kosong.

Namun, pengurus KONI DKI telah menunjuk Eddy Widodo sebagai pelaksana harian (plh), menggantikan Winny Erwindia. Dan hal itu dinilai kurang oleh Tono Suratman.

“Plh itu kan enam bulan paling maksimal dan bisa dua kali menunjuk plh. Tapi saya sudah meminta KONI Jakarta untuk segera menggelar pemilihan Ketua Umum baru,” kata Tono kepada Aktual.co di Hotel Atlet Century, Jakarta, Kamis (6/11).

Meski begitu, beberapa hari lalu, pelaksana tugas (plt) Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), juga meminta KONI DKI untuk segera menggelar pemilihan ketua baru.

Menanggapi saran tersebut, Tono yang ditemui saat Rapat Koordinasi (Rakor) KONI se-Indonesia, pun menegaskan bahwa dirinya akan segera menindaklanjuti permintaan itu.

“Iya mudah-mudahan bisa di bahas juga di Rakor nanti. Mungkin saja ada saran juga dari rekan KONI provinsi yang lain,” tutup Tono.

Seperti diketahui, Kejaksaan Agung telah menahan Ketua KONI DKI Winny Erwindia pada akhir Agustus 2014 lalu, karena terjerat kasus korupsi pengadaan pesawat ATR 42-5.000 saat menjabat sebagai Dirut Bank DKI. Nilai korupsi pengadaan pesawat latih itu lebih kurang Rp80 miliar.

Artikel ini ditulis oleh:

Rob O’Neill, Pasukan Navy Seal Penembak Mati Osama bin Laden

Jakarta, Aktual.co — Seorang anggota pasukan elit Amerika Serikat, Navy Seal, bernama Rob O’Neill mengaku jika dirinya adalah penembak mati buronan teroris nomor satu AS Osama bin Laden.
Meski dia sudah diminta untuk merahasiakan identitasnya, dan jika melanggar akan dikeluarkan dari pasukan elit yang sudah dia bela selama 16 tahun itu. Namun, O’Neill tak peduli, dia memilih buka suara melalui televisi Fox.
O’Neill mengatakan, dirinya membunuh orang yang diyakini AS sebagai dalang serangan teroris ke gedung kembar World Trade Center (WTC) tahun 2001 itu dari jarak dekat dengan tiga tembakan langsung ke kepalanya. Hal itu dia lakukan dalam sebuah serangan ke kediaman rahasia Osama di Abbottabad, Pakistan. 
Dalam wawancara dengan Fox, O’Neill menceritakan bagaimana dirinya selalu waspada sejak operasi tersebut. Dia mengatakan meminta sang istri mempersiapkan tas yang bisa dibawa sewaktu-waktu dalam keadaan darurat.
Bahkan, tahun lalu, dia berencana untuk mengganti nama anak-anaknya atas alasan keamanan. Osama bin Laden diklaim tewas oleh AS pada tanggal 2 Mei 2011.
Sedangkan menurut MailOnline, yang berhasil mewawancarai ayah O’Neill, Tom menyebut, keberanian O’Neill mengungkap identitas ini memicu beragam pertanyaan. Ayah O’Neill mengaku tidak khawatir akan potensi ancaman yang mengintai keluarga mereka.
 “Orang-orang bertanya apakah kami khawatir ISIS akan datang dan mendapatkan kami karena Rob (O’Neill) menyatakan diri (sebagai pembunuh Osama). Saya katakan, saya akan menggambar sebuah lingkaran target besar di depan pintu saya dan mengatakan datang dan dapatkan kami,” kata Tom.
O’Neill lahir di Negara Bagian Montana, Amerika Serikat. Kini, dirinya bekerja sebagai seorang pembicara motivasi. 
Kisah tentang penembak Osama Bin Laden telah muncul dalam sejumlah laporan sebelumnya, tetapi tanpa menyebut nama. Pada Maret 2013, majalah Esquire menerbitkan sebuah laporan berdasarkan wawancara dengan “orang yang menembak dan membunuh Osama bin Laden”. Namun, Esquire tidak mengungkap nama orang itu. Dalam perkembangan yang kini ditambahkan pada laporan itu, majalah tersebut menyatakan bahwa orang itu telah diungkapkan dan dikukuhkan sebagai O’Neill.

Artikel ini ditulis oleh:

Komdis Mengaku Sudah Mengetahui Otak di Balik “Sepakbola Gajah”

Jakarta, Aktual.co — Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, mengaku sudah mengetahui otak dibalik “sepakbola gajah.” Namun, Komdis belum mau menyebutkan siapa pelaku dibalik pertandingan tersebut yang sudah mencoreng nama Indonesia di dunia internasional itu.

“Otaknya sudah ketahuan, tunggu saja. Yang jelas, kami butuh waktu untuk menyusun hasil pemeriksaan yang banyak melibatkan unsur ini,” kata Ketua Komdis PSSI, Hinca Panjaitan usai menggelar sidang di Hotel Century, Jakarta, Kamis (6/11).

Hingga saat ini, Komdis telah memanggil dua klub yang tersangkut dalam sepakbola gajah yaitu, PSS Sleman dan PSIS Semarang.

Pemanggilan itu dilakukan Komdis, untuk mendengar secara langsung perihal terjadi gol bunuh diri yang dilakukan oleh kedua kesebelasan.

Meski telah memanggil dan mendengar semua kesaksian yang dilakukan oleh masing-masing pihak, Komdis, kata Hinca, belum bisa memutuskan hasil dari pemeriksaan tersebut.

“Butuh waktu. Karena kita ingin mendapatkan keputusan yang akurat,” tegasnya.

Dijelaskan Hinca, untuk menyelesaikan persoalan yang memalukan ini, pihaknya menjadwalkan tiga tahap untuk mendengarkan kesaksian dari pihak-pihak yang terkait.

Tahap pertama pemeriksaan dilakukan pada pelaku gol bunuh diri dari kedua tim, ofisial dan jajaran pelatih serta perangkat pertandingan. Hasil dari sidang pertama itu adalah mendiskualifikasi PSS dan PSIS dari babak delapan besar Divisi Utama.

Pemeriksaan tahap kedua adalah memanggil pemain PSS Sleman yang masuk dalam daftar susunan pemain. Ada 13 pemain yang diperiksa diantaranya mantan pemain nasional Saktiawan Sinaga dan Rasmoyo.

Tahap ketiga, Komdis PSSI memeriksa pemain dari PSIS Semarang, salah satu di antaranya pemain asing Ronald Fagundes.

Meski telah tuntas, Komdis belum mengumumkan hasil pemeriksaan yang dilakukan dan rencana diumumkan Selasa (11/11) mendatang.

Artikel ini ditulis oleh:

Kemenpora Tidak Mau Ganti Uang Peralatan Cabor

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), tidak akan membayar uang ganti rugi kepada Cabang Olahraga (Cabor) di Indonesia. Dana tersebut dikelauarkan oleh Cabor untuk penyediaan peralatan latih yang akan digunakan untuk Asian Games 2014 Incheon kemarin.

Diungkapkan Deputi V Bidang Keharmonisan dan Kemitraan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Gatot Dewa Broto, kepastian untuk tidak mengganti uang tersebut, didapat berdasarkan keputusan dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP).

“Satu poin yang saya bisa informasikan ke media adalah bahwa Kemenpora tidak harus merembes dana yang telah dikeluarkan oleh pihak yang mengeluarkan uang kepada penyedia peralatan,” kata Gatot kepada Aktual.co di Gedung Kemenpora, Jakarta, Kamis (6/11).

Dan untuk mensosialisasikan keputusan LKPP itu, kata Gatot, pihaknya akan melakukan pembicaraan dengan para pengurus Cabor yang telah mengeluarkan dana untuk pengadaan peralatan latihan tersebut.

“Kami akan duduk bareng dengan pihak cabor. Kami juga tidak mau nantinya pihak cabor kecewa,” tandasnya.

Seperti diketahui, jelang digelarnya kejuaraan multi even se-Asia di Incheon, Korea Selatan beberapa waktu lalu, pihak Kemenpora di bawah pimpinan Roy Suryo, melakukan tender dengan perusahaan penyedia barang peralatan latih. Namun, hingga berakhirnya Asian Games itu hingga saat ini, peralatan yang telah dijanjikan belum juga menampakkan keberadaannya.

Padahal, pihak Cabor yang ikut dalam kejuaraan Asian Games itu, telah mengeluarkan dana terlebih dahulu kepada Kemenpora, sebanyak keperluan yang dibutuhkan oleh setiap Cabor.

Artikel ini ditulis oleh:

Komdis PSSI: Pertandingan PSIS vs PSS Mengarah ke “Match Fixing”

Jakarta, Aktual.co — Ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, Hinca Panjaitan mengungkapkan, pertandingan babak delapan besar Divisi Utama antara PSS Sleman melawan PSIS Semarang yang diwarnai lima gol bunuh diri, mengarah pada “match fixing” atau pengaturan skor.

“Memang, tapi kami belum bisa mengumumkan hasil sidang saat ini. Yang jelas, pertandingan itu mengarah ke match fixing,” kata Hinca Panjaitan usai rapat Komisi Disiplin PSSI di Hotel Century, Jakarta, Kamis (6/11).

Meski belum mengumumkan secara resmi, Hinca sudah memberikan bocoran jika dua orang otak di balik pertandingan memalukan persepakbolaan nasional itu sudah diketahui. Hanya saja, pria yang juga berprofesi sebagai penasehan hukum itu tidak menjelaskan dengan detail kedua orang tersebut.

“Otaknya sudah ketahuan, tunggu saja. Yang jelas, kami butuh waktu untuk menyusun hasil pemeriksaan yang banyak melibatkan unsur ini,” tambahnya.

Hinca menjelaskan, selain butuh waktu, belum diumumkannya hasil pemeriksaan yang dilakukan Komdis adalah demi mendapatkan keputusan yang akurat.

Komdis PSSI saat ini telah menyelesaikan pemeriksaan terhadap semua pemain yang terlibat dalam pertandingan, jajaran pelatih, ofisial, bahkan perangkat pertandingan. Pemeriksaan tersebut dilakukan dalam tiga tahap.

Tahap pertama pemeriksaan dilakukan pada pelaku gol bunuh diri dari kedua tim, ofisial dan jajaran pelatih serta perangkat pertandingan. Hasil dari sidang pertama itu adalah mendiskualifikasi PSS dan PSIS dari babak delapan besar Divisi Utama.

Pemeriksaan tahap kedua adalah memanggil pemain PSS Sleman yang masuk dalam daftar susunan pemain. Ada 13 pemain yang diperiksa diantaranya mantan pemain nasional Saktiawan Sinaga dan Rasmoyo.

Tahap ketiga, Komdis PSSI memeriksa pemain dari PSIS Semarang, salah satu di antaranya pemain asing Ronald Fagundes.

Meski telah tuntas, Komdis belum mengumumkan hasil pemeriksaan yang dilakukan dan rencana diumumkan Selasa (11/11) mendatang.

Artikel ini ditulis oleh:

Naikan Harga BBM, Ibas Sebut Jokowi Cari Tambahan

Jakarta, Aktual.co — Ketua fraksi Partai Demokrat di DPR Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas menegaskan menolak rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak bersubsidi karena tren harga minyak dunia sedang turun.
“Harga minyak dunia saat ini 84 dolar AS perbarel bahkan ada yang 80 dolar AS perbarel. Pemerintahan SBY mengurangi subsidi karena harga minyak dunia saat itu lebih dari 100 dolar AS perbarel,” kata Ibas di gedung DPR, Jakarta, Kamis (6/11).
Sekretaris Jenderal Partai Demokrat itu menegaskan, saat ini harga minyak dalam keadaan stabil sehingga patut dipertanyakan rencana pengurangan subsidi BBM.
Menurut dia, saat ini kondisi perekonomian Indonesia cenderung melambat pasca pelaksanaan Pemilu dan pembentukan kabinet.
“Tidak ada hal yang mendesak untuk menaikkan harga BBM bersubsidi,” kata dia.
Ibas juga mewacanakan meminta penjelasan pemerintah terkait apa alasan pemerintah menarik subsidi tersebut. Menurut dia, kebijakan pemerintah itu jangan sampai membuat kondisi masyarakat semakin sulit karena berkorelasi dengan sektor lain.
“Saya tidak mau ada kenaikan harga BBM bersubsidi tapi tidak dipikirkan kemungkinan lain. Karena itu harus diiringi dengan program-program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat,” kata dia.
Ibas menilai jangan sampai rencana kenaikan harga BBM bersubsidi itu seolah-olah pemerintah mencari tambahan dana untuk program yang dicanangkan pemerintah yang menjadi janji kampanye.
Pemerintah direncanakan menaikkan harga BBM bersubsidi pada bulan November 2014 namun belum disebutkan besaran kenaikan tersebut.
Sementara itu pemerintah sudah meluncurkan Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) sebagai pengalihan subsidi BBM tersebut. 

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain