17 April 2026
Beranda blog Halaman 42393

Menpora Ajak Semua Komponen Siapkan Atlet Hadapi Asian Gmes 2018

Jakarta, Aktual.co — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengajak seluruh komponen yang berkepentingan di segala cabang olahraga agar mempersiapkan atlet-atletnya menyongsong Asian Games 2018 dimana Indonesia menjadi tuan rumah pada kompetisi empat tahunan itu.

“Saya harapkan agar baik Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan Kemenpora mari kita bekerja sama,” kata Menpora saat menghadiri Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) KONI 2014 di Jakarta, Kamis.

Ia mengharapkan dengan adanya kerja sama yang baik antara pihak-pihak yang berkepentingan dalam olahraga, maka olahraga Indonesia akan lebih baik kedepannya.

“Dengan kerjasama diharapakan kita bisa berprestasi bukan hanya di bidang olahraga tetapi juga administrasi,” tambahnya.

Imam mengatakan bahwa suksesnya olahraga Indonesia merupakan keharusan, karena menyangkut harga diri.

“Ini bukanlah mengenai harga diri Koni, Koi, Cabang olahraga tertentu, atau Kemenpora, tetapi merupakan harga diri bangsa Indonesia,” tambahnya.

Ia meminta kepada seluruh insan olahraga untuk menyukseskan Indonesia dibidang olahraga, dan mengesampingkan segala kepentingan pribadi dan kelompok.

“Kita perlu kerja sama, kerja keras serta membuang jauh keegoisan kita agar apa yang kita harapkan dapat berhasil,” kata pria yang pernah menjabat sebagai sekretaris jendral DPP PKB tersebut.

Ia mengaku Presiden Joko Widodo telah menyampaikan pesan kepadanya agar memberantas segala sesuatu yang bisa menghambat keberhasilan olahraga Indonesia.

Imam juga mengharapkan, agar mulai saat ini, perkembangan dunia olahraga harus menyeluruh, jangan sampai hanya berpusat di Jakarta saja.

Artikel ini ditulis oleh:

Pertemuan Kapolri- Menteri Ketenagakerjaan Bahas Penertiban Tenaga Kerja Asing

Jakarta, Aktual.co — Kapolri Jendral Sutarman menyatakan pertemuan dengan Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dakhiri,  hanya membahas soal kebijakan Kementrian dari aspek tugas pokok Polri, yakni menjaga keamanan wilayah dan penegakan hukum.
“Kita harus mendukung semua kebijakan bapak mentri ini untuk menertibkan berbagai penyimpangan di PJTKI, termasuk beliau sidak kemarin itu kan penyimpangan. Kalau ada pelanggaran hukum, itulah nanti kita selesaikan sehingga kita bisa melindunggi TKI kita,” ujar Sutarman usai bertemu Hanif Dakhiri di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (6/11).
Perlindungan itu, lanjut Sutarman, tak hanya para tenaga kerja di dalam negeri maupun di luar negeri. Namun, kata dia, Polri pun juga harus bisa menertibkan tenaga kerja asing yang ada dalam negeri.
“Maksudnya tenaga asing yang ada dalam negeri ini. Untuk bersama-sama dengan beliau (mentri) kita sama-sama mendukung kebijakan bapak mentri,” jelasnya.
Bekas Kabareskrim itu menambahkan, jadi pertemuan itu guna menjalin kerjasama dalam hal apapun karena sifat tugas pokok Polri adalah keamanan dan ketertiban (Kamtibnas) serta melaksanakan penegakan hukum, pengayoman dan perlindungan terhadap masyarakat.
“Oleh karenanya apapun yang dibutuhkan oleh Bapak Mentri kami siap akan mendukung dari aspek tugas kepolisian. Saya bilang sama Pak Mentri tadi, saya hanya punyanya tenaga. Tenaga pengaman, penegak hukum jadi kita siap untuk itu,” tandasnya.
Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri melakukan inspeksi mendadak di Perusahaan Pengerah Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) Elkari Makmur Sentosa yang terletak di Jalan Asem Baris Raya, Gang Z, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (5/11). Dalam sidak itu, Menaker menemukan sejumlah pelanggaran di antara lain tempat tidur dan kamar para TKI yang tidak layak dan penampungan yang tertutup.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Mahfudz Siddiq: Pola Pikir Kepala BIN Harus Berorientasi Global

Jakarta, Aktual.co — Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq menilai calon Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) harus memiliki pola pikir yang berorietasi global dengan memahami permasalahan intelijen global seperti cyber inteligent.
“Gagasan politik DPR ketika menyusun Undang-Undang intelijen mendorong penguatan BIN berorientasi ke luar karena saat ini terjadi pertarungan kekuatan global,” kata Mahfudz Siddiq saat dihubungi, Kamis (6/11).
Mahfudz mengatakan, dalam dua tahun terakhir Komisi I DPR mendorong penguatan cyber inteligent dan cyber economic dengan dukungan anggaran yang memadai dalam lembaga intelijen tersebut. Karena itu menurut dia, sinergi antara BIN dan Komisi I DPR kedepan sangat penting.
“Sosok yang bisa bersinergi dengan Komisi I DPR akan kami pertimbangkan untuk menjadi Kabin mendatang,” kata dia.
Kedua menurut dia, sosok Kabin mendatang harus mampu mengimplementasikan fungsi koordinasi kegiatan-kegiatan intelijen di lembaga yang ada.
Hal itu menurut dia, terkait dengan rencana Kementerian Pertahanan yang mengembangkan cyber defence sehingga Kabin mendatang harus bisa bersinergi dengan kementerian tersebut.
Dia mengatakan sinergi dengan defence intelijen harus dilakukan karena ancaman konflik ekonomi dan politik bisa menggiring ke aspek pertahanan dan militer.
“Kami tidak memiliki kepentingan mengarahkan pada sosok tertentu namun faktor-faktor yang kami ungkapkan penting untuk di perhatikan Presiden Jokowi,” kata dia.
Selain itu menurut Mahfudz, pertimbangan lain adalah calon Kabin harus memiliki rekam jejak yang memiliki komitmen untuk penegakkan Hak Asasi Manusia dalam operasi intelijen.
Dia menjelaskan salah satu semangat dalam undang-undang intelijen adalah fungsi inteligen harus mengembangkan smart power bukan hard power.
“Hard power cenderung melahirkan pelanggaran HAM dalam operasi intelijen,” kata dia.
Mahfudz mengatakan dalam penyusunan Undang-Undang Intelijen banyak masukan dari lembaga swadaya masyarakat dan tokoh-tokoh masyarakat yang menekankan pentingnya smart power dan komitmen penghormatan HAM dalam operasi intelijen.

Artikel ini ditulis oleh:

Atlet Pelatnas Bulutangkis Setujui Parameter Rapor Nasional

Jakarta, Aktual.co — Sejumlah atlet pelatnas bulu tangkis, menyetujui parameter-parameter dalam rapor atlet yang telah ditetapkan Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) guna memantau penampilan dalam pertandingan.

“Rapor itu bagus untuk menganalisis penampilan atlet karena lawan-lawan dari negara lain juga melakukan analisis setelah pertandingan berlangsung,” kata atlet pelatnas bulu tangkis tunggal putra Tommy Sugiarto ketika dijumpai di pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, Kamis (6/11).

Tommy mengaku belum mengetahui informasi tentang rapor atlet pelatnas yang ditetapkan PBSI, karena baru kembali dari kampung halaman.

Rapor itu berisi tiga parameter, yaitu kemampuan teknik, taktik dan strategi dengan bobot 50 persen, kemampuan fisik 30 persen, dan kemampuan mental 20 persen.

Dari tiga parameter yang ditetapkan PBSI itu, Tommy mengatakan kemampuan mental paling berpengaruh saat mengikuti pertandingan dengan porsi hampir 50 persen.

“Kalau sudah berani, pasti kemampuan fisik saya akan muncul. Yang penting harus terus fokus menjelang turnamen,” kata Tommy.

Meski belum mengetahui informasi tentang rapor atlet nasional, pemain tunggal putri Bellaetrix Manuputty juga menyepakati penetapan parameter dalam rapor atlet nasional.

“Apa yang ditetapkan pengurus PBSI itu adalah yang terbaik untuk atlet dan pelatih,” kata Bella.

Bella mengatakan semua parameter yang ditetapkan PBSI berjalan seimbang dan tidak ada satu parameter yang dominan karena saling melengkapi.

Pendapat senada juga disampaikan pemain ganda putri pelatnas Greysia Polii yang menyepakati rapor untuk atlet-atlet pelatnas.

“Memang harus ada standar penilaian tertentu untuk atlet profesional yang ikut pertandingan kelas dunia,” kata Grey.

Grey juga mengatakan tidak ada satu parameter yang lebih dominan dalam penampilan atlet ketika bertanding.

“Jika kita mengandalkan kekuatan mental saja pasti akan ‘drop. Jika mental bagus tapi fisik lemah juga akan ‘drop’,” kata Grey.

Pada Selasa, PP PBSI menyusun rapor bagi atlet-atlet bulu tangkis yang berisi tiga kriteria.

“PBSI harus punya parameter yang berisi catatan atlet karena fisik atlet-atlet pelatnas harus dipersiapkan sebelum mengikuti turnamen. Fisik atlet harus tahan untuk mengikuti dua atau tiga turnamen berturut-turut selain juga konsisten,” kata Kepala Bidang Pengembangan PBSI Basri Yusuf.

Artikel ini ditulis oleh:

Presiden jangan Biarkan Rini Soemarno Pilih Direksi dan Komisaris BUMN Sendirian

Jakarta, Aktual.co — Aktivis Gerakan Dekrit Rakyat (GDR) Indonesia Dede Nugroho berharap Presiden Joko Widodo tidak memberikan wewenang besar kepada Menteri BUMN, Rini Soemarno untuk menujuk secara langsung pimpinan direksi dan komisaris perusahaan milik negara.
Presiden, kata dia, sebaiknya membentuk tim penilai akhir yang berada di bawah presiden atau wakil presiden.
“Sebetulnya standart (pemerintah) sebelumnya pemilihan direksi dan komisaris itu melalui sebuah tim, yakni tim penilai akhir di bawah wakil presiden, semoga belum berubah seperti itu, keputusan terkhir berada di atas level Rini Soemarno,” kata dia dalam acara diskusi, di Kawasan Cikini, Jakarta, Kamis (6/11).
Menurut dia, dengan adanya tim akhir atau talens votting itu bisa melakukan pemelihan tentunya dengan transparan, jika perlu ikut melibatkan KPK di dalam proses seleksinya.
“Hal itu untuk menghindari kekhawatiran yang dipilih itu adalah kroni-kroni Rini (Soemarno) saja. Karena banyak sekali ke khawatiran, misalnya kakaknya yang pernah jadi dirut Pertamina akan diangkat lagi, atau bukan kakaknya tetapi kroninya, menempati posisi penting,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Lewat Diskusi Alot, KHL DKI Diputuskan Rp2,5 juta Lebih

Jakarta, Aktual.co —Pembahasan mengenai nilai Kebutuhan Hidup Layak (KHL) oleh Dewan Pengupahan Daerah (DPD) DKI Jakarta di Balai Kota, Kamis malam (6/11), memutuskan bahwa nilai KHL jatuh pada angka Rp.2.538.174,31.
“Angka KHL putus diangka Rp.2.538.174,31,” ujar Sarman Simanjorang, salah satu anggota Dewan Pengupahan Daerah DKI Jakarta dari unsur pengusaha, di Balai Kota, Kamis (6/11).
Sarman mengatakan keputusan tersebut ditetapkan setelah menjalani diskusi yang cukup alot. Pasalnya, kedua belah pihak antara pengusaha dengan buruh bersikukuh terhadap tuntutannya masing-masing. 
Dari pihak pengusaha, menetapkan angka KHL senilai Rp 2.490.474,31 per bulan. Namun, dari pihak buruh menuntut agar KHL tersebut bisa ditambah Rp 200.000 sehingga mencapai Rp 2.690.474,31 per bulan. 
“Pengusaha merasa berat jika UMP 2015 naik menjadi Rp 3 juta per bulan. Untuk itu kami tetapkan titik temunya di angka Rp.2.538.174,31,” ujar Sarman.
Setelah KHL telah ditetapkan, maka Dewan Pengupahan Daerah DKI Jakarta akan segera melakukan pembahasan mengenai Upah Minimun Provinsi tahun 2015. Rencananya, rapat soal UMP akan diadakan pada Rabu mendatang (12/11).
“Sidang menetapkan UMP dilaksanakan minggu depan hari Rabu,12 Nov 2014,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain