13 April 2026
Beranda blog Halaman 42412

Pagelaran Musik Orkestra Libatkan Ratusan Seniman Yogyakarta

Jakarta, Aktual.co — Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan gelar musik orkestra 2014 bertajuk “Gelar Tembang Nusantara” dengan melibatkan 600 seniman musik Yogyakarta.
Kepala Taman Budaya Yogyakarta sebagai UPTD Dinas Kebudayaan DIY, Diah Tutuko Suryandaru, di Yogyakarta, Rabu (5/11), mengatakan acara itu memiliki misi membumikan musik orkestra di kalangan masyarakat luas.
“Saat ini musik orkestra masih dipandang musik kalangan berkelas,” ucapnya.
Ia menjelaskan gelar musik orkestra tersebut mulai 6-7 November 2014 di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta (TBY), dan 9 November 2014 di Kebon Ndhepis dan Pendopo Jamur Sendangreja, Minggir, Sleman, DIY. Secara keseluruhan akan dapat dinikmati masyarakat umum secara gratis.
Menurut dia, 600 seniman yang terlibat dalam acara tersebut terdiri atas berbagai usia, mulai anak-anak. Selain itu, akan mengikutsertakan beberapa musisi nasional.
“Gelaran musik ini aka semakin mengukuhkan Yogyakarta sebagai Kota Budaya,” ungkap dia.
Salah satu anggota panitia Gelar Musik Nusantara, Imoeng Muljadi C.R., mengatakan acara itu akan menampilkan berbagai kolaborasi musik antara lain jazz yang dipadu dengan orkestra, serta keroncong dengan orkestra, atau jazz dengan keroncong.
“Misalnya nanti ada komposisi musik Jazz “spain” dipadu dengan keroncong atau lagu “apa-apanya dong” diaransir dengan balutan orkestra tentu lebih menarik,” kata Imoeng yang juga konduktor orkestra.
Meski digarap dengan berbagai kolaborasi musik, ia menjelaskan perhelatan seni musik tersebut secara kesaluruhan akan tetap mengutamakan komposisi musik khas nusantara.
“Jadi meskipun menampilkan musik baru atau barat namun tetap digarap dengan idiom-idiom khas nusantara,” tutur dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Ini Kriteria Calon Kepala BIN versi DPR

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua Komisi I DPR Tantowi Yahya menilai calon Kepala Badan Intelijen Negara harus memiliki kompetensi, integritas, dan rekam jejak yang baik dalam dunia intelijen.
“Pertimbangan kami walaupun politis tetapi kami menginginkan Kepala BIN memiliki kompetensi, integritas, dan rekam jejak (dalam dunia intelijen) sebagai masukan berharga untuk presiden,” ujarnya di Jakarta, Rabu (5/11).
Tantowi mengatakan keinginan Komisi I DPR itu karena ancaman dunia intelijen Indonesia bersifat asimetris terutama dari dunia maya.
Karena itu menurut dia, Komisi I DPR mendukung “cyber inteligent” dengan kemampuan yang memadai dari BIN dengan tetap bersinergi dengan kementerian terkait.
“BIN harus sebagai sistem peringatan dini, bisa memainkan peran lebih lincah dari ancaman dunia maya,” ujarnya.
Dia menilai ada beberapa nama yang beredar untuk menjadi Kepala BIN seperti Sutiyoso, Sjafrie Sjamsoeddin, dan TB Hasanuddin.
Namun menurut dia, siapapun yang menjadi Kepala BIN, diharapkan mampu menjalin komunikasi yang baik dengan DPR.
Selain itu Tantowi mengatakan penetapan Kepala BIN merupakan wewenang presiden namun sesuai Undang-Undang Intelijen disebutkan bahwa penetapan Kepala BIN harus melalui pertimbangan DPR yaitu Komisi I.
Pertimbangan Komisi I DPR itu menurut dia bukan dengan proses uji kelayakan dan kepatutan namun hanya pertimbangan, dan presiden berhak menerima atau menolak pertimbangan tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Ganjar Usul Calo Jadi Biro Jasa, Ini Komentar Koordinator Calo Samsat Semarang

Semarang, Aktual.co — Wacana Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melegalkan calo pajak kendaraan bermotor di Samsat menjadi biro jasa belum sepenuhnya oke. Menanggapi wacana politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu, para calo-calo di salah satu Samsat II Srondol Semarang belum sepenuhnya merespon positif. Mereka masih menginginkan jasa pajak kendaraan diatur lebih khusus detail dengan aturan-aturan baku.
“Pemberi jasa merupakan orang-orang yang sudah berlangganan lama. Bagi mereka yang membutuhkan itu minta tolong. Entah sibuk pekerjaan, sibuk urusan dan tidak sempat ngurus pajak kendaraan bermotor,” ujar koordinator calo Samsat II Kota Semarang, Rasmanto saat berbincang santai dengan Aktual.co, ditulis Rabu (5/11).
Ia mengaku selama ini rekan-rekannya tidak mematok tarif tinggi di luar kemampuan, melainkan bersifat sukarela. Pengakuannya itu menanggapi besaran kecilnya upah yang diterima. 
“Kami tidak ada target harus berapa dibayar. Saya pribadi bersifaat sukarela. Dan mereka kebanyakan orang-orang yang sudah langganan lama. Mereka tiap tahun sudah langganan. Dan kadang mereka minta janjian atau kita jemput bola di rumahnya,” beber dia.
Ia mengungkapan bahwa wacana Ganjar Pranowo melegalkan biro jasa dengan mengatur besaran tarif pajak merupakan hal baru bagi rekannya sejak Samsat masih satu pintu di Tambak Aji.
Menurut dia, kata calo pajak kendaraan memiliki konotasi negatif. Itu tak jauh beda dengan biro jasa pembuatan sertifikat tanah. Sebetulnya, biro jasa itu sama halnya dengan calo. Hanya saja dilegalkan.
“Sebelum wacana Gubernur Jateng kita sudah lama ada jasa kendaraan bermotor. Dengan pihaknya begitu, ya bagi kami hal yang baru saja,” beber dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, Ganjar Pranowo dihadapan seluruh Kepala Daerah, Sekertaris Daerah Kabupaten/ Kota berjanji akan mereformasi birokrasi di DPPAD, yakni Samsat pajak kendaraan. Yakni merubah praktik percaloan untuk dilegalkan menjadi biro jasa disertai dengan aturan sistem pelayanan jasa. 

Indosat Gandeng WWF Soal Lingkungan, Ada Program Donasi Via SMS Juga

Jakarta, Aktual.co — Operator telekomunikasi Indosat menggandeng WWF Indonesia mengembangkan program pelestarian lingkungan alam bertepatan dengan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional setiap 5 November 2014.
Kerja sama kedua belah pihak ditandatangani oleh President Director & CEO Indosat Alexander Rusli dengan Dr. Efransjah, CEO WWF (World Wide Fund for Nature) Indonesia dan ditandai dengan penanaman pohon secara simbolik di areal Perhutani, Desa Tugu Utara Kampung Cibulao, kawasan Puncak, Jawa Barat, Rabu (5/11).
“Dalam kerja sama ini, kami mengajak pelanggan untuk mendukung program pelestarian alam melalui beberapa program,” kata Alexander Rusli.
Beberapa program yang dikembangkan di antaranya penerbitan voucher edisi khusus edisi satwa langka Indonesia dalam 2 tema yaitu Gajah dan Badak.
Selain itu program donasi pelanggan melalui SMS Donasi via UMB *123*50#, dengan nominal donasi Rp2.000, Rp5.000, dan Rp10.000 selama periode November 2014 Januari 2015.
“Kami juga mengembangkan Program MyBabyTree yang mengajak pelanggan pasca bayar untuk membantu program reforestasi dengan menanam pohon di area konservasi yang dikelola oleh WWF-Indonesia,” ungkapnya.
Pelanggan matrix yang mendukung dan mengikuti program MyBabyTree akan menerima koordinat (geo-tag) letak pohon dan E-Sertifikat melalui email yang memudahkan donor untuk memonitor pertumbuhan pohonnya.
Untuk bergabung dengan program ini, pelanggan pasca bayar dapat menghubungi contact center WWF (021) 5761076 atau melalui email [email protected].
“Program reload untuk konservasi via voucher elektronik yang akan diselenggarakan untuk menyambut kampanye Earth Hour pada Maret 2015 mendatang, dimana untuk setiap pelanggan yang melakukan reload melalui voucher elektronik, Indosat akan menyisihkan sebagian dananya yang akan didonasikan kepada WWF-Indonesia,” katanya.
Menurut dia kerja sama bersama WWF Indonesia itu akan memudahkan masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan telekomunikasi sekaligus memberikan donasi untuk lingkungan alam yang lebih baik.
“Melalui kerja sama ini, kami berharap bisa merangkul lebih banyak lagi masyarakat Indonesia untuk menumbuhkan kesadaran dan mendorong mereka untuk bisa berpartisipasi aktif di dalam upaya pelestarian alam,” kata Dr. Efransjah, CEO WWF-Indonesia.

Artikel ini ditulis oleh:

Pedagang Yogyakarta: Tempat Relokasi Kurang Strategis

Yogyakarta, Aktual.co — Sejumlah pedagang yang selama ini berjualan di kawasan Alun-Alun Utara Yogyakarta menilai tempat relokasi yang disiapkan pemda DIY berada di lokasi yang kurang strategis dan cenderung tersembunyi. Hal itu membuat mereka khawatir adanya proses relokasi justru akan mematikan rejeki mereka. 
Saat ini pemda DIY memang tengah melakukan penataan ulang atau revitalisasi kawasan Alun-Alun Utara Yogyakarta. Yakni dengan merelokasi para PKL yang selama ini berjualan di trotoar jalan dan tengah alun-alun utara ke tempat semi permanen yang berada di sisi sebelah barat dan timur alun-alun utara. 
Namun tempat reloaksi tersebut berada di  belakang pendopo-pendopo yang ada di sekeliling alun-alun utara serta cukup jauh dari trotoar jalan. Sehingga para pedagang menilai perlunya dibuat jalur khusus yang mengarahkan para wisatawan untuk melewati lapak semi permanen tempat berjualan mereka nantinya.  
“Tempat relokasi yang disiapkan ini kan ndelik (tersembunyi), di belakang pendopo. Walapun nantinya pendopo-pendopo itu akan dibuat terbuka tapi tetap saja kan menghalangi pandangan dari para pembeli. Karena itu kita berharap dibuat jalur khusus yang mengarahkan wisatawan melewati lapak ini. Seperti halnya dilakukan di tempat wisata candi Prambanan,” kata Koordinator Forum Komunitas Kawasan Alun-Alun Utara, Ade Heru Nugroho, Rabu (05/11). 
Selain mensterilkan PKL, dalam proses revitalisasi atau penataan kawasan alun-alun utara ini sendiri pemda DIY rencananya juga akan melarang bus-bus pariwisata parkir di tengah alun-alun utara. Bus-bus pariwisata yang selama ini parkir di tengah alun-alun akan dipindahkan ke taman parkir Senopati dan taman parkir Ngabean. 

DPRD NTT Dukung Polda Tangkap Cukong TKI Ilegal

Kupang, Aktual.co – Maraknya perekrutan calon tenaga kerja Indonesia (TKI) secara ilegal di Nusa Tenggara Timur (NTT) menggungah perhatian DPRD NTT. Rabu (5/11), sejumlah anggota DPRD NTT dari lintas fraksi mendatangi Kantor Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Polda NTT. 
Mereka datang untuk memberikan dukungan kepada penyidik Ditreskrim Umum Polda NTT yang telah berhasil membekuk salah satu orang yang diduga sebagai cukong TKI ilegal asal NTT.
Kedatangan para anggota DPRD NTT yang dipimpin, Gabriel Beri Bina dari Fraksi Partai Gerindra di Mapolda NTT itu langsung menuju Reskrim dan diterima Direktur Reserse dan Kriminal (Direskrim) Umum Polda NTT, Kombes Sam Yulius Kawengian.
Namun sayangnya pertemuan berlangsung tertutup sehingga media tidak bisa meliput apa yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut.
Gabriel Beri Bina yang dikonfirmasi usai bertatap muka dengan Direskrim Umum Polda NTT menjelaskan, mereka datang untuk memberikan dukungan kepada aparat  Kepolisian terutama aparat penyidik Polda NTT untuk secara serius mengungkap berbagai kasus tindak pidana perdagangan orang atau human trafficking yang kia marak di daerah ini.
Dalam pertemuan itu juga, lanjut Gabriel Beri Bina, DPRD NTT mengajak Polda untuk memberikan masukan penyempurnaan peraturan daerah tentang penanggulangan masalah perdagangan orang di daerah ini.
“Kami melakukan koordinasi dengan  aparat Polda NTT terkait masalah peremrutan TKI Ilegal yang semakin marak di daerah ini. Kita juga kedepannya meminta Polda untuk memberikan masukan mengangkut penyempurnaan peraturan daerah tentang penanggulangan masalah perdagangan orang di NTT,” katanya.
Kedatangan mereka juga untuk mengetahui bagaimana upaya yang sudah dilakukan Polda NTT dalam hal memerangi masalah human trafficking juga untuk memberikan dukungan pasca penangkapan seorang cukung TKI Ilegal beriniasial JL yang ditangkap Polda beberapa waktu lalu.
Direskrim Umum Polda NTT, Kombes Pol Sam Kawengian belum berhasil dikonfirmasi terkait hasil pertemuan dengan anggota DPRD NTT, karena setelah pertemuan dia langsung menggelar pertemuan dengan anak buahnya.
Untuk diketahui, Tim Polda NTT membekuk JL salah satu perekrut tiga calon tenaga kerja ilegal asal di Denpasar, Bali. Polisi membekuk JL setelah mendapatkan informasi tiga calon tenaga kerja wanita asal NTT itu masih dibawah umur.
Direktur Reserse dan Kriminal Umum Polda NTT, Kombes Pol Sam Kawengian beberapa waktu lalu membenarkan penangkapan JL  yang diduga sebagai cukong TKI Ilegal di NTT tersebut.
Dia juga menegaskan, saat ini JL masih dalam pemeriksaan intensif di Mapolda NTT.
Kawengian saat itu juga mengatakan,  timnya bergerak ke Bali setelah mendapatkan informasi aparat Polda Bali mengamankan dua wanita asal Kabupaten Belu dan satu wanita asal Kabupaten Malaka masih dibawah umur direkrut menjadi TKW. Tak hanya itu, aparat Polda Bali juga mengamankan JL selaku perekrutnya.

Berita Lain