13 April 2026
Beranda blog Halaman 42413

FITRA: Tiga “Kartu Sakti” Jokowi Ilegal

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo resmi meluncurkan program perlindungan sosial berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) pada awal pekan ini. Hal tersebut dinilai sebagai itikad baik, namun diluncurkannya ketiga kartu ‘sakti’ banyak menuai kritikan karena tidak sesuai dengan konstitusi. Program kartu ‘sakti’ Jokowi itu adalah program yang ilegal. Pasalnya, program tersebut tidak berdasarkan persetujuan DPR RI dan tidak masuk dalam APBN.

“Jelas itu program ilegal. Tanpa persetujuan DPR dan tidak ada di APBN,” ujar pengamat dari Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Uchok Sky Khadafi dalam diskusi publik bertajuk ‘Masa Depan Kedaulatan Energi di Bawah Pemerintahan Baru’ di Jakarta, Rabu (5/11).

Sesuai kontitusi setiap program Pemerintah harus dikonsultasikan kepada DPR dan masuk dalam APBN.

“Meluncurkan program itu memerlukan dana. Dananya berasal dari APBN. Sayangnya itu tidak ada dalam APBN. Kita juga tidak tahu program itu sudah sesuai prosedur atau belum dan melalui tender atau bagaimana,” lanjutnya.

Sementara itu, hal yang sama juga diutarakan oleh Direktur Eksekutif Energy Watch Ferdinand Hutahaean. Ia mengaku sangat tergelitik dengan langkah Pemerintah yang melakukan soft launching terkait kartu-kartu sakti itu.

“Sebenarnya kartu itu bagus dan akan sangat bermanfaat kalau kartu itu benar benar ada isinya. Nah sekarang soft launching ini dilakukan sudah ada isinya belum?,” ujarnya.

“KIS ini bentuknya apa? Seperti apa? Apakah ini di combine dengan BPJS? Atau berdiri sendiri atau bagaimana? Tentu kan UU-nya juga harus ada. Tidak boleh serta merta dilakukan begitu saja,” sambungnya.

Ia juga menegaskan kepada Pemerintah agar jangan mengeluarkan kartu sakti hanya serta merta untuk mengelabuhi masyarakat dan membentuk opini supaya menaikan harga BBM ini menjadi sah.

“Kami juga meminta ke Pemerintah agar jujur dulu ke publik. Berapa sebetulnya biaya produksi satu liter solar dan premium. Benar tidak angka yang dijual sekarang ini dengan harga Rp6.500 per liter,” tukasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Usut Kasus Pencucian Uang Wawan, KPK Periksa Irwansyah

Artis Irwansyah saat meninggalkan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu (5/11/2014). Irwansyah diperiksa sebagai saksi terkait dugaan tindak pencucian uang (TPPU) Tubagus Chaeri Wardhana (TCW) atau Wawan. AKTUAL/JUNADI MAHBUB

Jangan Sampai Terjadi Disintegrasi Nasional Secara Politik Maupun Teritorial

Jakarta, Aktual.co — Berbagai tantangan faktual dan strategis harus dijawab bangsa Indonesia. Hal ini harus menjadi fokus perhatian seluruh komponen bangsa.
Demikian disampaikan Panglima TNI Jenderal Moeldoko dalam ‘Silaturahmi Tata Ruang Peradaban’ di Kuningan, Jabar, beberapa waktu lalu. Pidato ini diwakilkan‎ Laksma TNI Uus Kustiwa.‎ 
“Keberhasilan kita dalam mengatasi tantangan ini merupakan upaya besar menuju pembebasan dan pencerahan dari pandora kehidupan yang melilit bangsa dewasa ini,” kata Moeldoko.
Masih kata Moeldoko, keberhasilan bangsa menjawab tantangan global, juga merupakan pintu masuk dan memulai upaya membenahi kehidupan kebangsaan. 
“Ini juga merupakan pintu masuk dalam menyegarkan kembali komitmen dan visi kebangsaan dalam rangka mewujudkan ketahanan nasional yang tangguh. Untuk kembali melihat spirit dan nilai-nilai perjuangan pendahulu bangsa yang melahirkan NKRI pada 17 Agustus 1945,” jelas Panglima TNI.
Sebaliknya, sambungnya, jika kita tidak bergegas dan gagal mengantisipasi, Indonesia akan berada dalam lorong panjang masa transisi yang penuh ketidakpastian. Bahkan sangat mungkin Indonesia tetap menjadi raksasa yang tertidur, negara yang lemah dan bangsa yang sakit.
“Ini akan menyeret Indonesia ke lembah disintegrasi nasional baik secara politik maupun teritorial,” pungkas Moeldoko.

Ini Tiga Rencana PDIP Pra Kondisi Kenaikkan BBM

Jakarta, Aktual.co — Anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno mengatakan lebih baik menunggu penjelasan dari pemerintah terkait wacana kenaikan harga BBM bersubsidi, sehingga tidak salah persepsi.
Salah satunya soal pertimbangan pemerintah dalam rangka mengalihkan subsidi ke kegiatan yang lebih produktif.
“Kita harus menunggu penjelasan pemerintah secara lebih lengkap dan jelas, karena ini baru akan. Yang pastinya kita perlu dengar,” kata dia, di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (5/11).
“(Terlebih) pertimbangannya mengalihkan subsidi ke kegiatan yang lebih produktif. Semisal pembangunan infrastruktur, perbaikan fasilitas pendidikan dan kesehatan,” tambah dia.
Meski mendukung wacana kenaikan BBM itu, ia mengatakan jika hal itu harus diikuti tiga prakondisi syarat terhadap kenaikan BBM, yakni Pertama efisiensi produksi dan distribusi BBM dioptimalkan. Dan, kedua, program diversifikasi dan konversi enegeri harus digalakan. Misalnya bio diesel gas dijalankan.
“Ketiga, progam perlindungan sosial daya beli masyarakat sudah disiapkan secara matang. Supaya daya beli masyakat tidak berkurang. Program padat karya irigasi bendungan. Dimuat massif. Sehingga menyerap tenaga kerja,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Berdasarkan Pengalaman, Menteri Tjahjo: Perbatasan Papua Gerbang Peredaran Narkoba

Jakarta, Aktual.co — Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan jika perbatasan antara Papua dan Papua Nugini merupakan salah satu gerbang peredaran narkoba. 
Hal itu, kata dia, berdasarkan pengalamannya ketika berada di tanah Cendrawasih.
“Perbatasan Papua Nugini ini jalur narkoba baru,” kata Menteri Tjahjo dalam rapat kerja dengan Komite I DPD, MPR/DPR/DPD, Jakarta, Rabu (5/11).
Tjahjo menerangkan, dirinya pernah meninjau langsung wilayah perbatasan tersebut. Menurutnya, pengawasan di lokasi itu perlu ditingkatkan.
“Kata mereka, (bekingnya) ya aparat sana,” kata dia.
Selain Papua, kata dia, wilayah Kepulauan Riau juga termasuk dalam jalur peredaran narkoba yang tinggi. Menurutnya, dalam catatan yang dia miliki ada 29 jalur tikus untuk menyelundupkan narkoba, baik masuk atau keluar NKRI.
“Tapi belum ada data dari negara mana saja. Saya kan pernah sampai di perbatasan ya kita harus perkuat perbatasan, perlu tingkatkan kesejahteraan juga,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Kampanye “Ayo Kita Makan Ikan” Oleh Alumni IPB

Jakarta, Aktual.co — Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) mengampanyekan “Ayo Kita Makan Ikan” yang karena keprihatinan atas rendahnya konsumsi ikan masyarakat Indonesia.
“Padahal ikan sangat baik untuk kesehatan, mengandung protein hewani yang lebih tinggi dibandingkan daging ayam dan sapi,” kata Ketua Himpunan Alumni IPB, Bambang Hendroyono, di Bogor, Jawa Barat, Rabu (5/11).
Ia menjelaskan kampanye itu akan berdampak pada banyak hal, yaitu mendorong peningkatkan pengetahuan masyarakat tentang ikan konsumsi, membuat peta ikan konsumsi unggulan, meningkatkan investasi sektor agribisnis sektor perikanan.
Selain itu, menggali potensi sumber daya sektor agribisnis sektor perikanan, menciptakan iklim kondusif bagi usaha agribisnis sektor perikanan, menciptakan peluang ekspor produk hasil perikanan, meningkatkan devisa negara melalui peran sektor usaha agribisnis sektor perikanan, dan membuka peluang lapangan kerja yang baru sektor perikanan.
Saat ini, katanya, potensi perikanan laut Indonesia berdasarkan angka statistik nasional berkisar 10,9 ton/tahun dan jumlah produksi ikan air tawar baru mencapai 9,7 juta ton setiap tahun.
Namun demikian, sambung dia, hasil perikanan yang potensial tersebut, belum diimbangi dengan tingkat konsumsi ikan oleh masyarakat Indonesia.
Jumlah penduduk Indonesia yang berada di peringkat keempat setelah Tiongkok, India, dan Amerika Serikat, memiliki tingkat konsumsi ikan yang rendah.
Hal itu, berbeda jauh dengan orang Jepang sebagai bangsa yang mengonsumsi ikan terbanyak di dunia.
Padahal, sambungnya, ikan baik untuk kesehatan, mengandung protein hewani yang lebih tinggi dibandingkan dengan daging ayam dan sapi.
Program itu, menurutnya, juga akan membantu pemerintah untuk meningkatkan kualitas kecerdasan masyarakat di Indonesia.
Ia mengungkapkan mengonsumsi ikan akan membantu meningkatkan kualitas kesehatan dan kualitas daya pikir manusia.
Berdasarkan penelitian IPB, kata dia, protein pada ikan tersusun atas asam amino esensial yang lengkap dan lebih mudah dicerna dibandingkan dengan protein dari sumber hewani lainnya.
Ia mengatakan protein merupakan sumber nutrisi penting untuk pertumbuhan. Komposisi lemak pada ikan didominasi oleh asam lemak tak jenuh ganda rantai panjang (Poly Unsaturated Fatty Acid) dengan khasiat yang dahsyat.
Ia mengatakan omega 3 (atau disebut dengan asam linolenat) jenis EPA (Eicosa Pentaenoic Acid) dan DHA (Docosa Hexaenoic Acid) yang diagungkan sebagai primadona dalam daging ikan, tidak lain merupakan jenis dari PUFA.
Keduanya, katanya, merupakan asam lemak esensial yang artinya keberadaannya tidak bisa dibentuk sendiri oleh tubuh sehingga untuk mendapatkannya hanya lewat asupan makanan.
Jenis asam lemak itu, katanya, memiliki khasiat untuk membantu perkembangan otak dan menjadi stimulan positif dalam menguatkan daya ingat.
“Jadi, teori ikan versus kecerdasan, ternyata bukan sekadar isapan jempol,” katanya.
Menurut dia, DHA berperan penting dalam susunan jaringan otak sehingga dibutuhkan untuk pertumbuhan otak bayi. Secara alami, DHA hanya ada di dalam ASI dan ikan.
Oleh karena itu, katanya, kalau diperhatikan, banyak sekali produk susu atau makanan anak-anak yang mengunggulkan kandungan DHA sebagai salah satu cara untuk meningkatkan nilai jualnya agar memiliki kualitas sehebat ASI.
Keunggulan lain dari omega 3 pada ikan, katanya, berkaitan dengan penyakit degeneratif, seperti jantung dan hipertensi.
“Rutin mengonsumsi ikan, risiko terserang penyakit jantung koroner bisa ditekan,” katanya.
Ia menjelaskan di dalam tubuh, asam lemak tak jenuh akan diubah menjadi HDL atau kolesterol baik yang dapat menurunkan risiko penyempitan pembuluh darah di jantung.
Ketua Panitia “Ayo Kita Makan Ikan” Tjipta Purwita mengatakan dalam rangkaian kampanye akan diselenggarakan berbagai kegiatan penting, di antaranya pameran produk perikanan, festival kuliner masakan ikan, jalan dan sepeda santai, temu wicara, dan seminar.
Program yang diawali dengan peluncuran kampanye makan ikan pada 29-30 November 2014 di Parkir Timur Senayan Jakarta itu, diselenggarakan dalam rangka Hari Ikan Nasional (Harkannas).

Berita Lain