17 Januari 2026
Beranda blog Halaman 42474

PKL Waduk Pluit Tagih Janji Pemprov DKI

Jakarta, Aktual.co —Para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di Kawasan Taman Kota Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara meminta agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta segera menyajikan kios yang telah dijanjikan.
“Waktu normalisasi waduk ini, kami dijanjikan akan diberikan kios, tapi sekarang yang dikasih hanya gerobak untuk jualan,” kata Rahmatia seorang PKL saat di temui di Taman Waduk Pluit, Kamis (23/10).
Ia mengaku bersyukur walaupun belum dibangun kios, namun tetap diberi gerobak dorong untuk berjualan oleh Pemprov.
Namun, menurut dia lebih baik Pemprov menyediakan kios-kios untuk berjualan bagi para PKL karena akan terasa lebih nyaman.
“Kalau hujankan kita bisa berteduh, tapi kalau gerobak dorong susah untuk berteduh,” kata Rahmawati.
Selain itu ia juga mengeluhkan beberapa temannya yang sudah satu tahun mendaftar tapi belum mendapatkan kios gerobak..
Selain itu, Rio yang juga berjualan di Taman Kota Waduk Pluit mengatakan walaupun ia juga menggunakan gerobak etalase tersebut, ia tetap harapkan Pemprov segera menepati janjinya.
“Saya lebih senang kalau berjualan di kios dari pada di pinggir jalan,” kata Rio.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

KPK Periksa Sekjen MK

Sekretaris Jenderal Mahkamah Konstitusi (MK), Janedri Mahili Gaffar, saat keluar dari Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis (23/10/2014) Jenedri diperiksa tim penyidik KPK terkait kasus dugaan suap sengketa Pilkada Lebak.Kepada wartawan, Janedri mengaku dicecar soal sosok tersangka mantan calon pasangan Bupati Lebak, Amir Hamzah dan Kasmin. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Ini PR Roy Suryo Untuk Menpora Yang Baru

Jakarta, Aktual.co — Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo mengutarakan dukungannya kepada siapa saja yang akan menggantikan posisinya, sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga pada Kabinet Presiden, Joko Widodo.
“Siapapun menteri penggantinya, entah itu kemarin ada nama Pak Nusron, Yuddy Chrisnandi, saya akan bantu beliau sebaik-baiknya kalau diminta. Saya beserta jajaran kemarin udah menyampaikan,” ujar Roy, ketika menjenguk mantan Menpora Andi Mallrangeng, di gedung KPK, Jakarta, Kamis (23/10).
Roy mengaku masih banyak tugas-tugas yang belum digarap Kementerian Pemuda dan Olahraga. 
“PR besarnya masih banyak. Kita masih banyak yang belum bangkit di dunia olahraga. Tapi, insya Allah KONI dan KOI juga insya Allah bersatu. Tapi, saya juga sedang menungggu kedatangan para atlet dari Incheon, Korea,” kata Roy Suryo.
Mengenai kesejahteraan Atlet, Roy mengatakan sudah ada peraturan yang dikeluarkan terkait hal tersebut.
“Kesejahteraan sudah, insya allah sudah beres. Sudah banyak peraturan menteri yang dikeluarkan,” tutup Roy.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Fahri: Pengumuman Kabinet Jokowi-JK Tunggu Pertimbangan DPR

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengaku sempat terkejut ketika mendengar kabar Presiden Joko Widodo berencana mengumumkan susunan kabinet di Tanjung Priok, Rabu (22/10) kemarin.
Dirinya terkejut lantaran sebelumnya DPR menerima surat nomenklatur kementerian dari Presiden Jokowi.
“Saya kaget, kok ada pengumuman kabinet, sementara Presiden kirim surat ke kami, secara etika kan minta pendapat mau bentuk kabinet, lalu mau diumumkan kan itu mustahil,” kata Fahri di gedung DPR, Jakarta, Kamis (23/10).
Menurutnya, jika surat itu tidak diberikan pada DPR, Jokowi bisa mengumumkan kabinet tersebut.
“Kecuali Presiden tidak masukkan surat, kan gak apa-apa juga. Tetapi karena surat udah masuk, ada masalah etika,  maka jika sudah serahkan surat pada lembaga negara minta pertimbangan, maka dia harus tunggu pertimbangan itu dalam tujuh hari (kedepan),” kata Fahri.

Artikel ini ditulis oleh:

Golkar Janji Beri PDIP Jatah Pimpinan Komisi

Jakarta, Aktual.co — Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR Ade Komaruddin berjanji akan memberikan jatah pimpinan Komisi ke fraksi PDI Perjuangan. 
“Kita musyawarah mufakatkan. Dari proses musyawarah itulah (PDIP cs dikasih jatah pimpinan Komisi) kita kan sama-sama di sini (DPR),” kata Ade di gedung DPR, Jakarta, Kamis (23/10).
Namun dirinya enggan mengatakan, PDIP Cs akan dapat jatah Komisi mana saja. Dia juga tak mau menjelaskan, apakah pimpinan komisi itu hanya diberikan kepada PDIP saja atau juga PKB, NasDem, Hanura ataupun PPP.
Yang jelas, pihaknya akan membicarakan ini kepada PDIP. Soal pembagian di antara partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat, hal itu diserahkan kepada PDIP.
“Yang jelas kita bicara dengan PDIP, soal PDIP bagaimana itu urusan PDIP.”
Ade menambahkan, soal pimpinan komisi, yang jelas pihaknya bakal mengakomodir keinginan PDIP. Yakni memberikan sejumlah kursi pimpinan komisi dan alat kelengkapan dewan.
“Pokoknya kita mengakomodir, kita bagian dari musyawarah tadi,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Ruhut Akui Anggaran Pemilihan Calon Pimpinan KPK Pemborosan

Jakarta, Aktual.co — Politikus Partai Demokrat Ruhut Poltak Sitompul mengatakan, sebaiknya pemilihan calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dilakukan secara bersamaan tahun depan, menunggu masa jabatan seluruh pimpinan KPK habis.
“Bagi kami ini pemborosan. Dua kali seleksi, kenapa tidak sekaligus saja,” kata Ruhut dalam diskusi bersama Indonesia Corruption Watch (ICW), di Jakarta, Kamis (23/10).
Ruhut mengatakan, seleksi pimpinan KPK memakan anggaran yang tidak sedikit, dengan kisaran mencapai miliaran rupiah.
Menurut dia, jika seleksi pimpinan KPK dilakukan bersamaan tahun depan, maka penentuan Ketua KPK juga dapat dilakukan secara serentak.
“Jadi apakah yang dua ini menunggu dulu biar yang empat kerja (selesaikan masa tugas). Baru nanti bersama-sama dipilih pada 2015,” kata Ruhut.
Satu dari lima pimpinan KPK yakni Busyro Muqoddas akan berakhir masa jabatannya akhir tahun ini.
DPR RI telah mendapatkan dua nama yang akan menggantikan Busyro, yakni Busyro sendiri dan Robby Arya Brata. Dua nama itu diusulkan panitia seleksi pimpinan KPK.
DPR RI bisa melakukan tes uji kepatutan dan kelayakan terhadap Busyro dan Robby, namun yang dipersoalkan adalah tahun depan empat nama pimpinan KPK akan berakhir masa jabatannya, sehingga proses seleksi akan kembali dilakukan.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain