17 Januari 2026
Beranda blog Halaman 42475

Pedagang Pasar Induk Kramat Jati Keluhkan Sampah Yang Menggunung

Jakarta, Aktual.co —Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang berada di Pasar Induk Buah dan Sayur Mayur Kramat Jati, Jakarta Timur saat ini menggunung. Akibatnya menimbulkan aroma tidak sedap dan banyak lalat besar.  Alhasil dengan kondisi tersebut para pedagang buah-buahan pun mengeluh. 
“Setiap pagi biasanya diangkut sebanyak lima truk dan sore lima truk lagi. Tapi sudah seminggu ini pengangkutannya hanya pagi hari,” ujar Marni saat ditemui dilokasi, Kamis (23/10).
Marni mengungkapkan, akibat menggunungnya sampah di TPS itu, omzet penjualan buah-buahan menjadi anjlok. Sebab banyak calon konsumen yang enggan berbelanja lantaran harus melewati TPS itu.  
“Apabila sampah dibiarkan menumpuk, dikhawatirkan dapat mengganggu kesehatan pedagang maupun konsumen,” paparnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Ketegangan Hubungan Ahok dan Fadli Zon Mencair?

Jakarta, Aktual.co —Ketegangan yang sempat terjadi antara Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon sepertinya sudah mereda.
Penilaian itu mencuat setelah keduanya saling bertemu dan menyapa saat menghadiri acara perayaan Diwali di India House, Menteng, Jakarta Pusat.
Saat dikonfirmasi mengenai kabar itu Ahok sendiri tak membantah. “Bagus dong. Kalau (Fadli) itu teman kan,” ujarnya, sambil tertawa, Rabu (22/10) kemarin.
Diakui Ahok, kalau antara dirinya dengan Fadli memang memiliki hubungan baik. “Memang teman. Fadli sama aku dari dulu baik kok, teman kok,” ujarnya.
Hal senada juga dilontarkan Fadli. Diakuinya, meski sempat terjadi ketegangan di antara mereka pasca mundurnya Ahok dari Gerindra, namun silaturahmi harus tetap berjalan. 
“Biasa saja, kami kan silaturahim tetap berjalan,” ujar Fadli, saat ditemui di lokasi yang sama.
Sebagai informasi, Ahok dan Fadli memang sempat bersitegang saat berbeda pendapat mengenai RUU Pilkada. 
Ahok tidak sepakat dengan keputusan Partai Gerindra yang menyetujui RUU Pilkada melalui DPRD. Akibatnya, Ahok mengundurkan diri dari partai besutan Prabowo Subianto itu. 
Saat itu Fadli bahkan menyebut ulah Ahok sebagai ‘kutu loncat’ karena pengunduran dirinya tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

J-Trust Menangkan Tender Bank Mutiara, OJK Tunggu Data dari Jepang

Jakarta, Aktual.co — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan bertanya kepada otoritas keuangan Jepang untuk mengumpulkan informasi dan melengkapi data terkait J Trust Co, Ltd selaku pemenang tender pembelian saham Bank Mutiara.

“Kami sedang mencari data selengkapnya dan kami sedang menunggu data dari otoritas keuangan Jepang,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad di Jakarta, Kamis (23/10).

Muliaman menuturkan pelengkapan data itu diperlukan sebagai bahan untuk menguji kelayakan perusahaan asal jepang tersebut sehingga OJK memiliki banyak pertimbangan.

“Ini dilakukan untuk mendapatkan data tambahan sebelum melakukan fit and proper test terhadap pembeli Bank Mutiara,” ujar Muliaman.

Muliaman menambahkan, uji kelayakan dan kepatutan yang akan dilakukan OJK terhadap J Trust Co sendiri nantinya tidak akan berbeda dengan standar pengujian yang berlaku saat ini.

“Itu seperti melihat kesiapannya, komitmennya dan langkah langkah pengembangan Bank Mutiara kedepan mau diapakan, serta bagaiaman upaya menjaga kualitas NPL (kredit bermasalah),” ucap Muliaman.

Setelah pihak J Trust Co melalui uji kelayakan, OJK akan memutuskan apakah J Trust Co layak atau tidak menjadi menjadi pembeli Bank Mutiara pada November mendatang.

LPS sendiri memang mengharapkan keputusan tersebut dapat diumumkan sebelum tanggal 21 November 2014 saat penandatangangan pembelian Bank Mutiara.

“Kami akan panggil J Trust setelah data-datanya lengkap. Mereka harus signing terakhir 21 November kan? Sebelum itu kami panggil,” kata Muliaman.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Insiden Jayapura, Arema Protes PSSI

Malang, Aktual.co — Arema Cronus melakukan protes terkait insiden buruk yang menimpanya di stadion Mandala, Jayapura, saat menantang Persipura Jayapura, Senin (21/10) lalu.
Sudarmaji, Media Officer Arema Cronus menyebutkan, ada empat poin penting dalam protes yang disampaikan kepada PSSI tersebut.
“Ada empat poin keberatan kami saat pertandingan itu,” ujar Sudarmaji kepada Aktual.co, Kamis (23/10) di Malang, Jawa Timur.
Empat hal itu yakni, aksi vandalisme official dan LOC Tim Persipura yang melakukan aksi pencekikan leher kiper Kurnia Meiga. Menurut Sudarmaji, aksi tersebut sangat tidak pantas dilakukan dan sangat mengancam jiwa kiper Timnas itu.
“Itu sudah menit 80, pemain kekurangan oksigen, dan dicekik, itu membahayakan jiwa kiper,” tegasnya.
Poin kedua yakni, tidak tegasnya wasit dalam memimpin pertandingan, sebab, beberapa keputusan kontroversial wasit menyebabkan permainan menjurus kasar.
“Selain itu wasit juga diam saja saat ada suporter yang melempar, harusnya pertandingan dihentikan, ini mengganggu mental,” terangnya.
Poin ketiga keberatan tim Singo Edan ini adalah terkait oleh panitia pertandingan yang tidak bisa memberi kenyamanan kepada Arema Cronus sebagai tim tamu. Poin ini berjalin kelindan dengan keberatan pada poin keempat yakni keresahan tim karena mendapat perlakuan buruk dari suporter Persipura.
“Kami dilempar botol, botolnya bukan dari plastik tapi dari logam, ini berbahaya sekali,” pungkasnya.
Sementara itu CEO Arema Cronus, Iwan Budianto sangat menyesalkan insiden Papua tersebut. “Kami sangat menyesalkan kejadian di Papua, sebab menurut saya, Sepakbola kita harusnya lebih beradab dari itu,” kata Iwan Terpisah.

Artikel ini ditulis oleh:

Dua Anggota Polisi Tanjung Priok Tewas Saat Tugas, Rikwanto: Keduanya Naik Pangkat

Jakarta, Aktual.co —Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto mengatakan bahwa dua anggota Polres Pelabuhan Tanjung Priok Brigadi Kepala (Bripka) Irwandi Malik dan Brigadir Polisi Triono yang tewas ditabrak kereta api Bahari mendapatkan kenaikan satu pangkat. 
“Kami berikan penghargaan karena korban gugur saat menjalankan tugas,” katanya kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis (23/10). 
Rikwanto mengatakan bahwa Irwandi mendapatkan kenaikan pangkat menjadi Aipda dan Triono menjadi Brigadir Kepala.
Rikwanto menjelaskan Kedua korban bersama dua anggota lainnya, yakni Iptu Martua Malau dan Briptu Hadi Santoso bertugas mengembangkan kasus penggelapan kontainer berisi 20 ton kacang tanah.
Keempat polisi itu membawa tersangka Nana Mulyana, Wartono, H Ridad, Momon Rukmana dan Rosi guna mengembangkan kasus itu ke Cirebon, Jawa Barat, dan Tegal, Jawa Tengah.
Namun saat menuju Cirebon, kendaraan mobil APV yang ditumpangi anggota dan tersangka itu ditabrak kereta api di Desa Suci Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Rabu (22/10) sekitar pukul 14.30 WIB.
Selain menghilangkan nyawa dua anggota kepolisian, kejadian naas itu juga menewaskan Nana dan Wartono.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Citibank Harap Kabinet Jokowi Bersih, Profesional dan Berkompeten

Jakarta, Aktual.co — Citibank berharap kabinet bentukan Presiden Joko Widodo nanti merupakan kabinet yang berisikan sosok dari kalangan profesional, bersih, dan berkompetensi. Menurutnya, masa pergantian kabinet ini merupakan titik baru bagi Pemerintahan.

“Tidak masalah calon pembantu presiden tersebut berasal dari partai politik karena dari partai juga kan banyak yang profesional. Yang penting profesional, bersih, dan berkompetensi,” kata Citi Country Officer Indonesia Tigor M Siahaan di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (23/10).

Menurutnya, sektor perbankan Indonesia akan terus menjadi motor pemerataan di semua sektor, mulai industri pertanian, pertambangan dan manufaktur.

“Khususnya untuk manufaktur. Besar sekali peluang Indonesia untuk menjadi motor di Asia Tenggara. Karena menurut saya manufaktur harus terus digerakkan, ini peluang kita untuk menjadi motor dari manufacturing hope di ASEAN,” jelasnya.

Ia menuturkan, pengembangan tersebut bisa dimulai dengan menarik investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Ada banyak wilayah di Indonesia yang belum tergarap dengan optimal, seperti Jakarta, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

“Jadi jangan hanya terkonsentrasi komoditas, harus ada manufaktur dan ekspor,” tegasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain