17 Januari 2026
Beranda blog Halaman 42476

Citibank Harap Kabinet Jokowi Bersih, Profesional dan Berkompeten

Jakarta, Aktual.co — Citibank berharap kabinet bentukan Presiden Joko Widodo nanti merupakan kabinet yang berisikan sosok dari kalangan profesional, bersih, dan berkompetensi. Menurutnya, masa pergantian kabinet ini merupakan titik baru bagi Pemerintahan.

“Tidak masalah calon pembantu presiden tersebut berasal dari partai politik karena dari partai juga kan banyak yang profesional. Yang penting profesional, bersih, dan berkompetensi,” kata Citi Country Officer Indonesia Tigor M Siahaan di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (23/10).

Menurutnya, sektor perbankan Indonesia akan terus menjadi motor pemerataan di semua sektor, mulai industri pertanian, pertambangan dan manufaktur.

“Khususnya untuk manufaktur. Besar sekali peluang Indonesia untuk menjadi motor di Asia Tenggara. Karena menurut saya manufaktur harus terus digerakkan, ini peluang kita untuk menjadi motor dari manufacturing hope di ASEAN,” jelasnya.

Ia menuturkan, pengembangan tersebut bisa dimulai dengan menarik investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Ada banyak wilayah di Indonesia yang belum tergarap dengan optimal, seperti Jakarta, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

“Jadi jangan hanya terkonsentrasi komoditas, harus ada manufaktur dan ekspor,” tegasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Alotnya KIH dan KMP Sepakati Posisi Pimpinan Komisi

Jakarta, Aktual.co —’Pertempuran’ antara Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dan Koalisi Merah Putih (KMP) kembali mewarnai proses pembentukan alat kelengkapan dewan di susunan komisi DPRD DKI Jakarta. 
Meski di tahapan metodologi untuk mengatur jatah pimpinan komisi, dewan berhasil capai kata sepakat. Yakni dengan menyetujui permintaan Fraksi Demokrat untuk menambah jatah pimpinan komisi.
Namun perdebatan alot masih terjadi di urusan pembahasan terminologi yang berkaitan dengan penempatan posisi pimpinan komisi.  
Dituturkan Wakil Ketua DPRD DKI, Triwicaksana saat ini sikap fraksi-fraksi di DPRD terbagi dalam dua usulan yang diajukan. 
Di usulan pertama, kata Tri, untuk penempatan posisi pimpinan diusulkan dalam satu paket sekaligus. Yakni posisi ketua, wakil ketua dan sekretaris langsung dibagi. 
Sedangkan di usulan kedua, penempatan pembagian ketua, wakil ketua, dan sekretaris dibagi secara terpisah.
Kata Tri, jika usulan pertama yang dipilih, maka yang dapat keuntungan adalah Fraksi Nasdem. Karena bisa mendapat jatah pimpinan komisi, untuk posisi wakil ketua dan sekretaris. 
“Sementara jika penempatan posisi pimpinan diusulkan terpisah, maka Nasdem tidak akan mendapat jatah pimpinan,” ujarnya, di DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (23/10). Di tahapan inilah para pimpinan dewan di Kebon Sirih ‘berjibaku’ dalam dua kubu antara KIH dan KMP.
Untuk usulan pertama yang menginginkan penempatan posisi pimpinan secara paket, disepakati oleh Fraksi PDI-P, Hanura, PKB, dan Nasdem.
Sedangkan yang sepakat usulan penempatan posisi pimpinan komisi dibagi secara terpisah, disepakati Fraksi Gerindra, PKS, PPP,  Demokrat-Pan dan Golkar.

Artikel ini ditulis oleh:

Rampungkan Pemeriksaan, Sekjen MK Bantah Kenal Amir-Kasmin

Jakarta, Aktual.co — Sekretaris Jenderal Mahkamah Konstitusi (MK), Janedri Mahili Gaffar, rampungkan pemeriksaan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait kasus dugaan suap sengketa Pilkada Lebak.
Kepada wartawan, Janedri mengaku dicecar soal sosok tersangka mantan calon pasangan Bupati Lebak, Amir Hamzah dan Kasmin.
“Lebak (mengenai pemeriksaan), Amir Hamzah dan Kasmin. Ya, saya ditanya apakah saya kenal mereka? Saya katakan, bagaimana saya kenal, saya wajahnya saja tidak tahu,” ujar Janedri di gedung KPK, Jakarta, Kamis (23/10).
Janedri mengaku hanya ditanyai empat pertanyaan seputar Amir Hamzah.
“Empat (pertanyaan). Itu kan kaitannya dengan kasus Pak AkilMochtar. Kalau khusus yang terkait kasus Amir Hamzah itu kan kita memberikan keterangan yang bersifat administratif, sama keterangannya. Pak akil kapan diangkat jadi hakim dan kenal tidak dengan Pak AH (Amir Hamzah) dan Kasmir,” kata Janedri.
Soal persidangan sengketa pilkada lebak sendiri, Janedri mengaku tidak mengetahuinya.
“Saya tidak tahu. Tentang persidangan dan saya hanya bertanggung jawab dalam hal administratif,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Hasto Klaim Jokowi Berhati-hati dalam Susun Kabinet

Jakarta, Aktual.co — Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristianto mengatakan, Presiden Joko Widodo berhati-hati dalam menyusun kabinet dengan harapan mendapat menteri yang memiliki kapabilitas dan integritas.
“Terkait kepentingan bangsa dan negara, terkait begitu besarnya harapan rakyat terkait kabinet Jokowi-JK, karena itulah pendalaman dan kehati-hatian, pengkajian secara mendalam betul-betul dilakukan,” kata Hasto usai bertemu Presiden Joko Widodo di Wisma Negara, Jakarta, Kamis (23/10).
Dia menjelaskan, Presiden ingin memastikan jajaran dalam kabinetnya bersih sehingga menjadi awal yang baik upaya mewujudkan pemerintahan yang baik.
“Sehingga kita mempertimbangkan masukan yang ada. Di luar itu prinsip dalam menjaga etika penyelenggaraan negara. Sangat penting bagi Presiden, sesuai Undang-Undang kementerian negara mendengarkan pertimbangan DPR terkait penggantiannya (calon menteri),” kata dia.
Terkait pertimbangan DPR tersebut, Hasto mengatakan komunikasi dengan pimpinan DPR terus dilakukan.
“Secara resmi sudah kirim surat sesuai undang-undang ketentuan kementerian negara, tunggu pertimbangan DPR yang disampaikan secara tertulis,” kata dia.
“Kami ingin sampaikan begitu banyak analisis, spekulasi terkait susunan kabinet yang ada. Dalam era demokratis ini sah-sah saja, tapi sekali lagi kami mohon betul-betul mari kita tunggu momentum sangat baik bagi Presiden Jokowi.” Presiden Joko Widodo, Kamis, memanggil sejumlah tokoh di Wisma Negara dan melakukan pembicaraan.
Sejumlah tokoh yang bertemu Presiden antara lain pengusaha Transportasi Susi Pudjiastuti, Pengurus Partai Kebangkitan Bangsa Marwan Djafar, Hanif Dhakiri, Muhammad Nasir dan fungsionaris PDI Perjuangan Hasto Kristianto serta purnawirawan TNI Letjen (Purn) Luhut Pandjaitan.

Artikel ini ditulis oleh:

KIH Minta Paripurna Kabinet Ditunda, Pramono: Tidak Ada Kaitan dengan Kabinet

Jakarta, Aktual.co — Fraksi-fraksi yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH) menginginkan rapat paripurna pemilihan ketua komisi dan alat kelengkapan dewan (AKD) di DPR kembali ditunda.
Penundaan ini dilakukan sampai seluruh fraksi mencapai kata musyawarah untuk mufakat terhadap pembagian pimpinan komisi dan AKD.
Legislator PDIP, Pramono Anung mengatakan penundaan ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan kabinet. Sebab, nomenklatur pun sudah diserahkan kepada DPR.
“Tetapi kan, yang namanya politik itu saling melihat, saling menunggu, memahami. Lalu kemudian teman-teman di koalisi Prabowo belum memberikan kepada kami kepastian mengenai AKD. Toh partner atau mitranya belum terbentuk ya, komisi juga belum perlu rapat soal itu,” ujar eks Wakil Ketua DPR ini di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis, (23/10).
Pramono juga berharap dalam waktu dekat ada putusan bersama sehingga tidak perlu lagi menunggu terlalu lama. “Pengalaman kita sebelumnya selalu ada musyawarah dan mufakat untuk itu,” ucapnya.

Kembali Diperiksa KPK, Panitera MK Lengkap Berkas Amir-Kasmin

Jakarta, Aktual.co — Panitera Mahkamah Konstitusi (MK) Kasianur Sidauruk, kembali menjalani pemeriksaan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait kasus dugaaan suap sengketa pemilihan kepala daerah (Pilkada).
“Hanya menambahkan saja keterangan saya yang terlebih dahulu, kaitannya dengan kabupaten Lebak atas nama tersangka Hamzah,” ujar Kasianur, di gedung KPK, Jakarta, Kamis (23/10).
“Kaitannya dengan putusan-putusan Lebak itu,” lanjut Kasianur singkat.
Amir Hamzah ditetapkan sebagai tersangka bersamaan dengan Kasmin, mantan calon Wakil Bupati Lebak.
Amir dan Kasmin diduga melanggar Pasal 6 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain