18 Januari 2026
Beranda blog Halaman 42484

Kepala PPATK Sambangi KPK

Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Muhammad Yusuf usai mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jakarta, Kamis (23/10/2014). Yusuf yang tiba mengenakan jas hitam tersebut enggan mengungkapkan maksud kedatangannya. Seperti diketahui, PPATK bersama KPK dipercaya oleh Presiden Joko Widodo untuk mengusut nama-nama calon menteri. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Pensiun dari Menteri, Roy Suryo Izin Jenguk Andi Mallarangeng

Politisi Partai Demokrat Roy Suryo mendatangi kantor Komisi Pemberantsan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis (23/10/2014). Pensiun dari menteri Roy mengaku bebas menjenguk, Roy mengaku datang untuk minta izin membesuk Andi Mallarangeng. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Kasus Taman BMW, Ahok: Itu Podomoro, Bukan Urusan Kita

Jakarta, Aktual.co —Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak mau ikut campur di permasalahan pembebasan lahan Taman BMW.
Alasannya, masalah tersebut dianggapnya merupakan tanggungjawab pihak Agung Podomoro Group sebagai pihak pengembang.
“Itu Agung Podomoro yang pimpin, itu bukan urusan kita. Itu urusan mereka untuk menyediakan tanah kepada DKI. Nah ternyata di situ ada proses pembebasan yang gak beres. Tapi kan udah melalui pengadilan,” ujar Ahok di Balaikota, Kamis (23/10).
Kata Ahok, untuk urusan pembebasan lahan Taman BMW, pihak Pemprov DKI hanya tahu bersih. Untuk segala permasalahan semuanya menjadi urusan dan tanggung jawab Agung Podomoro Group.
“Kalau mau urusan ya dengan grup mereka saya cuma tau bersih. Saya gak tau tuh pas bang Yos (mantan Gubernur Sutiyoso-red) kayak gimana,” ujarnya.
Sebagai informasi, kasus tanah Taman BMW bermula ketika Jakarta berada di bawah kepemimpinan Sutiyoso sebagai gubernur. 
Pada saat itu, ada kewajiban bagi pengembang yang hendak membangun perumahan atau apartemen untuk menyerahkan fasilitas sosial dan fasilitas umum pada Pemda DKI Jakarta untuk dijadikan stadion sebagai pusat olah raga di Jakarta. 
Tanah tersebut dikenal dengan Taman BMW, yang kemudian mencuat lantaran diduga terjadi manipulasi luas dan lokasi tanah. Di mana tanah yang diserahkan pengembang pada Pemda DKI ternyata berbeda luas dan lokasinya dari yang disepakati sebelumnya. Ditambah lagi tanah itu ternyata juga belum mengantongi sertifikat.

Artikel ini ditulis oleh:

DPD: Hentikan Aktifitas Simbolis, Saatnya Jokowi Bekerja

Jakarta, Aktual.co — Niat Presiden Joko Widodo yang hendak mengumumkan susunan kabinetnya di Pelabuhan Tanjung Priok sebagai simbol kemaritiman, sangat tidak subtansial.
Hal itu disampaikan anggota DPD RI, Jeffrie Geovanie, di Jakarta, Kamis (23/10).
Jeffrie mengatakan, Presiden Joko Widodo harus menghentikan aktifitas simbolis yang kerap dilakukannya. “Hentikan aktifitas pesta simbolis, mulailah bekerja, masyarakat menunggu presidennya,” ucapnya. 
Kata dia lagi, aktifitas simbolis boleh saja digunakan saat Jokowi bersama pasangannya Jusuf Kalla berkampanye pada Pemilu Presiden 2014 lalu, misalnya saat Jokowi mengumumkan pencapresannya di rumah Si Pitung dan berpidato sebagai presiden terpilih di kapal pinisi.
“Saatnya untuk ‘how to govern’ bukan lagi ‘how to campaign’,” sergahnya.
Kalaupun, tambah dia, aktifitas pesta simbolis ini selalu dilakukan, maka dikhawatirkan ekspektasi publik yang besar kepada Presiden Jokowi dan kecintaan masyarakat berubah menjadi kekecewaan.
“Harapan masyarakat begitu tinggi kepada pemimpin mereka yang baru. Oleh karena itu, Jokowi-JK harus segera tancap gas bekerja sehingga tak membuat publik kecewa,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Jokowi akan mengumumkan susunan kabinet di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (23/10) malam. Menit kemudia, Presiden Jokowi membatalkan pengumuman kabinet tersebut. 
Paspampres di lokasi sudah menyiapkan pengamanan, mulai dari sterilisasi area hingga pemasangan security door, prosedur yang selama ini dilakukan untuk menyiapkan kedatangan Presiden.
Pada pukul 21.00 WIB, semua tamu diminta membubarkan diri. Wartawan dan petugas Pelabuhan Tanjung Priok pun kebingungan karena tak ada yang menjelaskan mengenai alasan batalnya acara tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

November, Transjakarta Berlakukan E-ticketing

Jakarta, Aktual.co —PT. Transjakarta akan memberlakukan e-ticketing di seluruh koridor bus Transjakarta mulai November mendatang, seperti yang sudah diterapkan pada koridor I bus Transjakarta rute Blok M-Kota.
Dirut Transjakarta, Antonius NS Kosasih mengatakan pemberlakuan e-ticketing akan dilakukan secara bertahap.
Koridor 8 dan 9 akan dilakukan di 1 November, Koridor 2 dan 3 akan dilakukan 22 November, Koridor 5 dan 7 akan dilakukan 29 November, dan Koridor 10, 11, dan 12 akan dilakukan pada 13 Desember. 
Sedangkan Koridor 4 dan 6 akan diberlakukan sistem e-ticketing juga. Namun masih menunggu proses pengadilan antara Bank DKI dengan vendor PT Megah Prima Mandiri selesai.
“Jadi sebelum tahun ini berakhir hampir seluruh koridor sudah full e-ticketing. Tidak terima uang tunai lagi, kecuali koridor 4 dan 6 karena masih ada sengketa antara Bank DKI dan PT MPM,” ujar Antonius di Balaikota DKI, Rabu (22/10).
Dia mengaku belum mengetahui secara pasti kapan kasus tersebut akan selesai. Namun ditegaskannya e-ticketing akan segera diberlakukan jika proses pengadilan sudah selesai.
Terkait rencana penerapan e-ticketing, PT. Transjakarta akan mulai menyosialisasikannya dengan memasang poster. 
Dengan pemberlakuan e-ticketing, dia berharap bisa mengurangi antrean di loket halte Transjakarta. 
Penerapannya juga tetap menggandeng enam bank. Yaitu Bank DKI JakCard, Mandiri e-Money, BCA Flazz, BNI Tapcash, BRI Brizzi atau Bank Mega MegaCash. 
Dengan pemberlakuan sistem ini tarif busway juga tidak berubah. “Setiap penumpang tetap dikenakan tarif Rp 3.500.”

Artikel ini ditulis oleh:

Dua Politikus NasDem Temui Presiden Jokowi

Jakarta, Aktual.co — Dua politikus Partai NasDem Ferry Mursyidan Baldan dan Enggartiasto Lukita mendatangi Istana Negara, Kamis (23/10).
Ferry dan Enggartiasto tiba di Istana Merdeka dengan menggunakan satu mobil. Keduanya kemudian langsung masuk ke Istana tanpa memberikan pernyataan kepada awak media.
Sebelumnya, Luhut Pandjaitan serta politisi PKB, Marwan Jafar, Hanif Dhakiri, Nasir, dan Dirut Susi Air Susi Pudjiastuti sudah merapat ke Presiden Jokowi. 

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain